The Holy Spirit Lord Adonai

The Holy Spirit Lord Adonai
Kisah Hidup kisah nabi dan Para Rasul



Permulanan dosa manusia


Sebuah kisah hiduplah jaman hidup 12 rasul Yesus.


Pada zaman abad 2 sebelum masehi, dimana jaman mulai penderita Yesus kristus di salipkan penebusan dosa awal. Dosa awal berawal dari Adam dan Hawa. Memakan buah telarang, membuat Adam dan Hawa di buang dari taman Eden. Sebab itulah dosa yang sudah perbuat olah Adam dan Hawa manusia pertama, sudah terbawa keanak cucu.


Dosa inilah yang membuat penderitan bekelanjutan dimana sampai para nabi pilahaan Allah,, harus menanggung penderitan dari dosa termasuk asal dan dosa waris Adam dan Hawa . Dengan perantara nabi plihan Allah lah menjukan, kasih pada orang berdosa dengan orang pilihannya, akan menjadi saksi kasih Allah pada manusia, dengan peranta orang terpilihnya.


Petualangan ini bedasarkan kitab terjamahaan ini dari bahasa ibrani dan yunani kuno. Dari sini kita yang hidup di era moderen harus selalu, taat kepada Allah sendri. Seperti leluhur kita yang taat akan perintah Allah.!!


 


Dalam kisah ini akan menceritakan asal kisah perjalan para nabi sampai penyebaran keturuan dari Abraham kesuluruh dunia.


 


ini Sisilsilah nama nama pilahan Allah :


Dari kisah pertama Henokh


 


Henokh dalam Kitab Kejadian pada Perjanjian Lama dan Alkitab, adalah salah satu anak dari Yared dan istrinya yang tidak disebutkan namanya. Nama Henokh disebut 19 kali dalam Alkitab, jauh lebih banyak dari nenek moyangnya selain Adam dan keturunannya hingga Abraham, kecuali Nuh. Ia mempunyai seorang anak yang bernama Metusalah pada usia 65 tahun \[2\] dan hidup hingga usia 365 tahun.


 


"Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah." (Kejadian 5:24)


Melalui keturunan Henokh, lahirlah Nuh, Abraham, Daud, hingga akhirnya menurunkan Yesus[3]. Perjanjian Baru menulis hal berikut ini tentang Henokh.


"Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya. Sebab sebelum ia terangkat, ia memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Allah." (Ibrani 11:5)


"Juga tentang (orang-orang fasik tersebut) Henokh, keturunan ketujuh dari Adam, telah bernubuat, katanya: "Sesungguhnya Tuhan datang dengan beribu-ribu orang kudus-Nya, hendak menghakimi semua orang dan menjatuhkan hukuman atas orang-orang fasik karena semua perbuatan fasik, yang mereka lakukan dan karena semua kata-kata nista, yang diucapkan orang-orang berdosa yang fasik itu terhadap Tuhan." (Yudas 1:14)


Henokh Menurut Kristen


 


Henokh dalam Kitab Kejadian pada Perjanjian Lama dan Alkitab, adalah salah satu anak dari Yared dan istrinya yang tidak disebutkan namanya. Nama Henokh disebut 19 kali dalam Alkitab, jauh lebih banyak dari nenek moyangnya selain Adam dan keturunannya hingga Abraham, kecuali Nuh. Ia mempunyai seorang anak yang bernama Metusalah pada usia 65 tahun \[2\] dan hidup hingga usia 365 tahun.


" Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah." \(Kejadian 5:24\)


 


Melalui keturunan Henokh, lahirlah Nuh, Abraham, Daud, hingga akhirnya menurunkan Yesus[3]. Perjanjian Baru menulis hal berikut ini tentang Henokh.


"Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya. Sebab sebelum ia terangkat, ia memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Allah." (Ibrani 11:5)


"Juga tentang (orang-orang fasik tersebut) Henokh, keturunan ketujuh dari Adam, telah bernubuat, katanya: "Sesungguhnya Tuhan datang dengan beribu-ribu orang kudus-Nya, hendak menghakimi semua orang dan menjatuhkan hukuman atas orang-orang fasik karena semua


perbuatan fasik, yang mereka lakukan dan karena semua kata-kata nista, yang diucapkan orang-orang berdosa yang fasik itu terhadap Tuhan." (Yudas 1:14)


Silsilah


Adam


Hawa


Kain


Habel


Set


Henokh


Enos


Irad


Kenan


Mehuyael


Mahalaleel


Metusael


Yared


Ada


Lamekh


Zila


Yabal


Yubal


Naama


Metusalah


Lamekh


Nuh


Sem


Ham


Yafet


Kisah hidup Hanokh


 


Lukas 17:26 Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari\-hari Anak Manusia.


 


Siapakah Henokh?


Kita pertama-tama mengenal nama Henokh dalam kitab Kejadian pasal 5. Namun bagian itu meninggalkan bagi kita banyak pertanyaan.


Kejadian 5:22-24 Dan Henokh hidup bergaul dengan Elohim selama tiga ratus tahun lagi, setelah ia memperanakkan Metusalah dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan. Henokh mencapai umur tiga ratus enam puluh lima tahun. Henokh hidup bergaul dengan Elohim lalu ia tidak ada lagi sebab ia telah diangkat oleh Elohim.


Dalam kitab Ibrani 11 kita mendapatkan penjelasan tentang siapakah Henokh.


Ibrani 11:5 Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Elohim telah mengangkatnya. Sebab sebelum ia terangkat, ia memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Elohim.


Dalam surat Yudas, ada kutipan yang secara langsung diambil dari Kitab Henokh. Ini adalah nubuatan tertua yang tertulis dalam Kitab Suci, dan itu diambil dari Kitab Henokh, yaitu nubuat mengenai kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang kedua kalinya:


Yudas 1:14-15 Juga tentang mereka Henokh, keturunan ketujuh dari Adam, telah bernubuat, katanya, “Sesungguhnya Tuhan datang dengan beribu-ribu (Yunani: murias; myriads: puluhan ribu) orang kudus-Nya, hendak menghakimi semua orang dan menjatuhkan hukuman atas orang-orang fasik karena semua perbuatan fasik, yang mereka lakukan dan karena semua kata-kata nista, yang diucapkan orang-orang berdosa yang fasik itu terhadap Tuhan.”


Bagian ini sama dengan yang tertulis di dalam Kitab Henokh:


Henokh 1:9 (Terjemahan Yunani) Lihat! Dia datang dengan beribu-ribu para kudus-Nya untuk menjalankan penghakiman atas semua, untuk menghancurkan semua orang-orang berdosa. Dan menghukum semua makhluk karena perbuatan-perbuatan fasik yang telah dilakukan mereka, dan semua kata-kata nista yang diucapkan orang-orang berdosa yang fasik itu kepada Dia.


Dari manakah Yudas mengetahui tentang kata-kata nubuat dari Henokh?


Bukankah kata-kata itu tidak ada dalam Kitab Suci?


Jawabnya adalah, “Ya, itu tertulis di Kitab Henokh.”


Buku yang dikutip oleh Yudas, Petrus, Yakobus, dan bahkan Tuhan Yesus Kristus sendiri.


 


Tuhan Yesus memberi penegasan mengenai Kitab Henokh dan secara tidak langsung menyebutnya Kitab Suci, bahkan mengutip dari padanya. Ada sebuah ungkapan dalam kitab Matius yang mirip dengan kutipan dari Kitab Henokh.


 


Matius 22:29-30 Yesus menjawab mereka (orang-orang Saduki), “Kamu sesat, sebab kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Elohim! Karena pada waktu kebangkitan, orang tidak kawin dan tidak dikawinkan, melainkan hidup seperti malaikat di sorga.”


Dalam Kitab Henokh ada tertulis:


Henokh 15:6-7 Tuhan berfirman kepada para malaikat yang jatuh, “Kamu tadinya roh, menjalani hidup yang kekal tanpa kematian sepanjang seluruh generasi dunia. Oleh karena itulah Aku tidak menetapkan bagimu istri-istri, karena makhluk rohani bertempat kediaman di surga.”


Tuhan Yesus mengajarkan prinsip bahwa malaikat di sorga tidak menikah. Prinsip ini tidak ditemukan di manapun di dalam Perjanjian Lama. Hal ini hanya ditemukan dalam Kitab Henokh. Kitab Henokh ditemukan bersamaan dengan tulisan-tulisan Qumran dalam Gulungan Kitab di Laut Mati. Dari situ kita tahu bahwa kitab-kitab itu telah ada pada masa Yesus Kristus. Salinan-salinan Kitab-kitab Suci di Qumran ditulis oleh kaum Yahudi Eseni sekitar tahun 200 SM.


Kitab Henokh dianggap sebagai kitab suci oleh kaum mesianis pada awal gereja. Tulisan-tulisan mereka banyak berisi referensi dari Kitab Henokh. Bapak-bapak gereja pada abad ke-2 dan ke-3 seperti Justin Martyr, Irenaeus, Origen dan Clement dari Alexandria, semuanya menggunakan referensi dari Kitab Henokh. Bahkan Tertullian (160-230 M) menyebut Kitab Henokh sebagai bagian dari “Kitab Suci.”


 


Dalam bukunya, Pembelaan Iman yang Kedua, Justin Martyr menuliskan :


 


“Namun para malaikat melanggar ketetapan ini, dan terpikat cinta kepada wanita, dan melahirkan anak-anak yang disebut roh-roh jahat, selanjutnya mereka menaklukkan umat manusia bagi diri mereka sendiri, sebagian melalui tulisan-tulisan sihir, dan sebagian melalui teror yang menakutkan dan hukuman-hukuman, dan sebagian melalui ajaran mempersembahkan korban, dan kemenyan, dan persembahan curahan kepada dewa-dewa, pada saat mereka sangat membutuhkan setelah mereka diperbudak oleh gairah hawa nafsu, dan diantara manusia, mereka menyebarkan pembunuhan, peperangan, perzinahan, perbuatan-perbuatan yang penuh hawa nafsu, dan semua kejahatan.


Demikian juga para penyair dan orang-orang yang mempelajari mitologi, tanpa mengetahui bahwa itu adalah para malaikat dan roh-roh jahat yang telah dilahirkan para malaikat itu, yang melakukan hal-hal ini kepada para laki-laki dan wanita, dan kota-kota dan bangsa-bangsa, yang melakukan hubungan dengan mereka, menyatakan diri mereka sebagai elohim (dewa-dewa/gods), dan bagi mereka yang terhitung sebagai keturunannya langsung (nephilim), dan bagi keturunan dari saudara-saudaranya, Neptunus dan Pluto, dan kepada anak-anak keturunannya lagi. Sebab sebagaimana nama yang diberikan para malaikat itu kepada dirinya sendiri atau kepada anak-anaknya, demikianlah dengan nama itu mereka dipanggil.”


 


Gereja Kristen Orthodox di Ethiopia bahkan memasukkan Kitab Henokh ke dalam kanon resminya. Jika Anda pergi ke gereja Kristen Orthodox di Ethiopia, Anda akan mendapati Kitab Henokh dan Kitab Yobel ada didalam Alkitab mereka. Lihat perbandingan “kanon” Alkitab dari berbagai golongan Kristen di seluruh dunia. Jika dibandingkan dengan aliran Kristen yang lain di seluruh dunia \(Kristen Othodox Timur, Kristen Orthodox Oriental, Kristen Orthodox Nestorian\), maka Kristen Protestan Barat \(Western Catholic Tradition\), termasuk di Indonesia, memiliki Alkitab yang “paling tipis“, karena banyak kitab\-kitab yang tidak dimasukkan kedalam “kanon.”


 


Mengapa Kitab Henokh dibuang dan dismusnahkan? Anda perlu mencari jawabannya.


 


Kitab Suci yang digunakan pada zaman Tuhan Yesus Kristus adalah Septuaginta \(LXX\), yaitu Kitab Suci \(Perjanjian Lama\) dalam Bahasa Yunani. Septuaginta diterjemahkan dari bahasa Ibrani ke dalam bahasa Yunani oleh 70 ahli Taurat yang diselesaikan tahun 132 SM di Alexandria, Mesir. Di dalam Septuaginta terdapat Kitab\-kitab Deuterokanonika. Kitab Suci Perjanjian Lama versi Septuaginta inilah yang digunakan oleh para penulis Alkitab Perjanjian Baru \(para rasul\) dan orang\-orang Kristen pada masa abad pertama.