
Dua ratus Malaikat yang Jatuh turun dari surga ke puncak Gunung Hermon dan mereka begitu terpesona dengan kecantikan anak-anak perempuan manusia sehingga, menggunakan tubuh lahiriah mereka yang baru, Malaikat-malaikat Pengawas ini mengambil mereka menjadi istri-istrinya dan berhubungan seksual dengan mereka. Semuanya ini mendatangkan murka YHWH, dan menurut Kitab Suci, akibat dari perkawinan campuran antara Mereka yang Jatuh dan manusia bumi yang mortal ini, lahirlah keturunan hybrid separuh malaikat – separuh manusia, yang dinamai Nephilim. Mereka itu ras para raksasa.
Kejadian 6:4 (ILT) Pada hari-hari itu, para raksasa (Ibr: Nephilim) telah ada di bumi, bahkan juga sesudahnya, ketika anak-anak Elohim (Ibr: benei haElohim; malaikat) menghampiri anak-anak perempuan manusia (Ibr: benot haAdam; anak-anak perempuan Adam) dan mereka telah melahirkan baginya; mereka adalah orang-orang perkasa yang ada sejak lama, orang-orang yang ternama.
Kitab Henokh 7:1-2 Dan mereka [Malaikat Pengawas] mengambil bagi diri mereka sendiri istri, dan masing-masing memilih untuk dirinya sendiri seseorang, dan mereka mulai mendekati perempuan-perempuan itu, dan bersetubuh dengan mereka, dan mengajari mereka mantera dan ilmu sihir, dan memperkenalkan mereka cara pemotongan akar-akaran dan kayu-kayuan. Dan mereka mengandung dan melahirkan raksasa besar yang tingginya tiga ribu ells.
Kitab Yobel 5:1 Dan terjadilah ketika anak-anak manusia mulai berlipat ganda di muka bumi dan anak-anak perempuan dilahirkan bagi mereka, bahwa malaikat-malaikat Elohim memandang mereka pada suatu tahun dalam Yobel ini, bahwa mereka itu cantik-cantik untuk dipandang. Dan mereka mengambil bagi diri mereka sendiri istri-istri dari semua yang mereka pilih, dan mereka melahirkan bagi mereka anak-anak lelaki dan mereka itu raksasa-raksasa.
Ras Nefelim atau Nephilim ini adalah ras raksasa yang dahulu kala menguasai seluruh bumi purbakala.
Nephilim berasal dari akar kata bahasa Ibrani ‘naphal’, yang artinya jatuh, gugur, gagal, buangan, rendah, dicampakkan, dibawah standar, dilemparkan.
Malaikat yang Jatuh ini mengajar istri-istri dan anak-anak mereka berbagai keahlian teknologi surgawi, ilmu sihir dan okultisme. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan-kemampuan fisik, paranormal dan kuasa-kuasa sihir asalnya merupakan warisan purbakala yang berasal dari dunia malaikat, yang diajarkan kepada manusia mula-mula. Dalam tradisi Luciferian ini dikenal dengan istilah spiritual dan metafora “darah penyihir” atau “darah peri”, yang dimiliki oleh para penyihir.
Dalam Kitab Henokh disebutkan bahwa salah satu pemimpin mereka, bernama Azazel mengajar manusia menempa pedang dan membuat perisai dan baju zirah. Azazel juga mengajar mereka ilmu metalurgi dan bagaimana menambang dari bumi dan berbagai penggunaan logam-logam bumi, seni membuat gelang, ornamen, cincin dan kalung dari berbagai jenis logam mulia dan batu permata. Kepada kaum perempuan Azazel mengajarkan mereka bagaimana “mempercantik kelopak mata” dengan antimoni (logam perak sebagai eye shadow), dan menggunakan kosmetik untuk menarik, memikat dan merayu lawan-lawan seksualnya. Karena perbuatan-perbuatan ini, Henokh mengatakan bahwa terjadi banyak kefasikan, percabulan, penyesatan dan umat manusia menjadi rusak jalan-jalannya.
Ini menjadi dasar bagi gereja mula-mula untuk mengutuk Malaikat yang Jatuh karena mengajar kaum perempuan untuk memakai kalung dari ornamen-ornamen emas dan gelang-gelang untuk tangan mereka. Rasul Paulus mengatakan bahwa perempuan seharusnya menudungi kepala mereka di dalam sinagoga, oleh karena para malaikat.
1Korintus 11:5-6 (AYT) Namun, setiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepalanya, hal itu sama seperti jika kepalanya dicukur. Sebab, jika seorang perempuan tidak menudungi kepalanya, biarlah ia juga memotong semua rambutnya. Namun, jika memalukan bagi seorang perempuan memotong rambut atau mencukur kepalanya, biarlah ia menudungi kepalanya.
1Korintus 11:10 (TB) Sebab itu, perempuan harus memakai tanda wibawa di kepalanya oleh karena para malaikat.
Kitab Henokh 8:1-4 Dan Azâzêl mengajari manusia membuat pedang dan pisau dan perisai dan baju zirah, dan memperkenalkan logam-logam di bumi dan mengajari mereka seni melakukan pekerjaan logam: gelang dan ornamen, cara menggunakan antimoni, dan cara mempercantik alis mata, dan segala jenis batu-batu berharga dan semua zat pewarna. Dan ada kejahatan yang besar dan banyak percabulan, dan mereka berdosa, dan semua jalan hidup mereka rusak. Amêzârâk mengajarkan semua ilmu sihir dan cara memotong akar-akaran, Armârôs cara melepaskan mantera sihir, Baraq’âl astrologi, Kôkâbêl pengetahuan akan tanda-tanda, dan Temêl mengajarkan cara melihat bintang-bintang, dan Asrâdêl mengajarkan lintasan bulan serta tipu muslihat manusia. Dan dalam penghancuran umat manusia, mereka berteriak keras, dan suara mereka mencapai surga.
Kitab Henokh 8:2 (terjemahan Yunani)
Dan muncullah banyak kefasikan, dan mereka melakukan percabulan, dan mereka disesatkan, dan menjadi rusak dalam seluruh jalan-jalan mereka. Semjâzâ mengajarkan mantera pemikat, dan pemotongan akar-akaran, Armârôs menangkal mantera pemikat, Barâqîjâl, (mengajarkan) astrologi, Kôkabêl rasi-rasi bintang, Ezêqêêl pengetahuan akan awan-awan, Araqiêl tanda-tanda bumi, Shamsiêl tanda-tanda matahari, dan Sariêl lintasan bulan. Dan sementara manusia binasa, mereka berteriak, dan teriakan mereka mencapai surga.
Malaikat Semjaza, dikatakan oleh Henokh, telah mengajar manusia memotong akar-akaran dan seni ilmu sihir untuk memikat. Malaikat Armaros mengajar bagaimana menangkal pemikat. Baraqijal mengajarkan astrologi. Kokabiel, pengetahuan konstelasi (astronomi). Ezeqiel, pengetahuan awan dan langit (pengetahuan cuaca dan meramal). Shamsiel, tanda-tanda matahari (misteri matahari). Sariel, lintasan bulan (siklus bulan yang digunakan dalam hortikultur dan agrikultur dan misteri esoterik bulan). Penemuel mengajarkan manusia seni tulisan dan membaca. Kasdeja mengajarkan pukulan oleh roh-roh jahat dan setan-setan, cara menggugurkan kandungan, dan racun.
Kitab Henokh 69:6-12 Dan yang ketiga disebut Gâdreêl; dia adalah yang mengajarkan anak-anak manusia semua pukulan yang mematikan, dan yang menyesatkan Hawa, dan yang menunjukkan kepada anak-anak manusia senjata-senjata yang mematikan, baju zirah dan perisai dan pedang untuk berperang, dan semua senjata-senjata kematian kepada anak-anak manusia. Dan dari tangannya, mereka telah pergi untuk melawan mereka yang diam di bumi, dari waktu itu dan untuk selamanya, Dan yang keempat disebut Pênêmû; dia telah mengajarkan anak-anak manusia hal-hal yang pahit dan manis, dan mengajarkan mereka semua rahasia kebijaksanaan mereka. Dia mengajarkan manusia menulis dengan tinta dan kertas, dan karenanya banyak terjadi dosa dari kekekalan sampai kekekalan dan sampai hari ini. Karena manusia tidak dilahirkan untuk tujuan bahwa mereka harus memperkuat iman mereka dengan pena dan dengan tinta. Karena manusia tidak diciptakan berbeda dari para malaikat, bahwa mereka harus tetap benar dan murni, dan kematian, yang menghancurkan segala sesuatu, tidak akan menjamah mereka, tetapi melalui pengetahuan ini mereka hancur, dan melalui kuasa ini kematian menghabiskan aku. Dan yang kelima bernama Kasdejâ; dia telah mengajarkan anak-anak manusia semua pukulan jahat oleh roh dan setan-setan, pukulan terhadap janin di dalam rahim, sehingga keguguran, dan pukulan untuk menyerang jiwa, gigitan ular, dan pukulan yang dilakukan pada siang hari, dan anak ular yang namanya Tabâ’t.
Menjadi jelas dari gambaran-gambaran di atas bahwa melalui ajaran-ajaran Malaikat Pengawas ini, telah menjadi contoh dan membawa peradaban kepada ras manusia mula-mula. Status kedudukan yang tinggi terhadap “anak-anak Elohim” dan “malaikat Elohim” dapat ditemukan dalam catatan-catatan kuno cerita malaikat. Contohnya, Kokabiel (Ibr: kokab: bintang; el: elohim; arti namanya Bintang Elohim) digambarkan sebagai “malaikat penguasa besar yang memerintah atas bintang-bintang.” Dalam Sibylline Oracle, Araqiel adalah salah satu Malaikat yang Jatuh yang membimbing jiwa-jiwa orang mati ke dalam penghakiman di dunia bawah tanah.
Shamsiel (Ibr: shemesh: matahari; el: Elohim; arti namanya Matahari Elohim), mungkin asalnya sebagai dewa matahari Babel kuno, dinamai “penguasa Firdaus” karena dia adalah salah satu malaikat penjaga yang mengawasi pintu-pintu gerbang Eden. Dalam kedudukannya ini, dikatakan bahwa dia membawa Musa melihat taman surgawi dan dia juga mengawasi harta karun Raja Daud dan putranya, Salomo. Dalam Kitab Zohar Yahudi, dia disebutkan sebagai perwira pembantu penghulu malaikat Uriel yang perkasa, dan membawa panji-panjinya dalam peperangan.
Sariel dikatakan sebagai malaikat yang berhubungan dengan kesuburan bumi dan titik balik musim semi (belahan bumi utara) pada bulan Maret. Dia memerintah tanda zodiak perang, Aries – domba jantan, dan dipanggil sebagai pelindung terhadap kuasa jahat dari Mata Iblis.
YHWH Elohim melarang keras bangsa Israel untuk mengarahkan mata ke langit, sujud menyembah dan beribadah kepada para tentara langit ini,
Ulangan 4:19 (TB) dan juga supaya jangan engkau mengarahkan matamu ke langit, sehingga apabila engkau melihat matahari, bulan dan bintang, segenap tentara langit (para malaikat), engkau disesatkan untuk sujud menyembah dan beribadah kepada sekaliannya itu, yang justru diberikan TUHAN, Elohimmu, kepada segala bangsa di seluruh kolong langit sebagai bagian mereka.