The Holy Spirit Lord Adonai

The Holy Spirit Lord Adonai
Kembalinya Nephilim | Serbuan Malaikat Secara Bertubi-tubi?



Seri artikel ini akan mengupas secara mendalam mengenai kembalinya Nephilim Pasca-Banjir Besar. Bagaimana mereka bisa muncul kembali ke bumi setelah Elohim membinasakan seluruh bumi dengan Air Bah. Ada dua teori besar tentang bagaimana mereka bisa muncul kembali.


Jika Alkitab tidak memberikan penjelasan yang jelas mengenai sesuatu hal, kita berada pada posisi dimana harus membuat asumsi mengenai teori untuk menjelaskan apa yang tidak secara literal dapat dibaca pada teks. Dalam hal ini, kita semua memiliki masalah yang sama. Karenanya, jika hendak membuat asumsi mengenai topik Alkitab, itu harus masuk akal berdasarkan interpretasi literal dari ayat Alkitab yang ada.


Dapatkah kita menemukan ayat lain yang berhubungan untuk mendukung hipotesa? Apa yang dikatakan Alkitab mengenai konteks pendukung dan bagian lainnya? Apa yang kita ketahui tentang budaya dan tulisan lain dari penulis Alkitab? Dapatkah kita menemukan petunjuk budaya eksternal dan referensi yang dikenal oleh para penulis Alkitab dan atau para pembacanya? Apakah Alkitab memberikan cukup informasi untuk menyusun kepingan-kepingan puzzle, tanpa harus membuat tebakan yang tidak jelas? Jika demikian, maka kita dapat membuat asumsi masuk akal tanpa membutuhkan untuk membuat asumsi baru untuk menunjang pandangan kita. Hal ini menjadi prinsip penting untuk memahami “Kembalinya Nephilim” – baik pada zaman ketika Alkitab ditulis, maupun pada zaman di mana kita hidup sekarang ini.


Kejadian 6:4 (ILT) Pada hari-hari itu, para raksasa (Ibrani: Nephilim) telah ada di bumi, bahkan juga sesudahnya, ketika anak-anak Elohim (Ibrani: benei ha’Elohim) menghampiri anak-anak perempuan manusia dan mereka telah melahirkan baginya; mereka adalah orang-orang perkasa yang ada sejak lama, orang-orang yang ternama.


Kedatangan anak-anak Elohim ini menjadi penyebab lahirnya makhluk-makhluk hybrid (hybrid: campuran) najis yang disebut Nephilim. Mereka ini ras raksasa yang merusak seluruh dunia, dan menjadi penyebab YAHWEH Elohim harus memusnahkan seluruh makhluk hidup di bumi dengan Air Bah.


Namun sesudah peristiwa Air Bah, Alkitab mencatat bahwa Nephilim ini muncul kembali di dunia.


Teori Serbuan Malaikat Secara Bertubi-tubi


Di kalangan para ahli Alkitab, ada pandangan umum yang dominan dan mayoritas mengenai apa penyebab kemunculan kembali raksasa Nephilim Pasca-Banjir Besar, yang disebut teori “Serbuan Malaikat Secara Bertubi-tubi.” Teori ini menjelaskan bagaimana para malaikat (Ibrani: benei ha’Elohim; anak-anak Elohim) datang kembali ke bumi dan kemudian mengawini lagi para wanita sesudah peristiwa Air Bah, dan menghasilkan kembali keturunan Nephilim.


Artikel ini akan menyajikan pandangan berbeda yang menunjukkan bahwa teori “Serbuan Malaikat Secara Bertubi-tubi” ini sepertinya kecil kemungkinan terjadi. Kita akan melihat tulisan-tulisan Ibrani kuno untuk mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi di dunia pada zaman Pra-Banjir Besar mengenai peristiwa Kembalinya Nephilim.


Beberapa alasan kenapa teori “Serbuan Malaikat Secara Bertubi-tubi” ini nampaknya tidak mungkin terjadi, karena:


1. Lucifer atau Satan telah menjalankan rencana itu sebelumnya dengan mengirimkan 200 pasukan Malaikat Pengawas dan mereka GAGAL TOTAL. Dapatkah Anda membayangkan dia mencoba meyakinkan “pasukan” malaikat yang lain untuk mencoba melakukan hal yang sama – khususnya setelah apa yang terjadi pada “mereka” yang melakukannya pertama kali? 200 malaikat yang turun di Gunung Hermon pada zaman Yared menerima penghukuman yang amat sangat berat dari Elohim:


a. Para Malaikat Pengawas dipaksa melihat anak-anak mereka (Nephilim) dihancurkan:


Henokh 10:9-10 Dan Elohim berfirman kepada Gabriel, “Pergilah kepada anak-anak haram dan kepada para buangan dan kepada anak-anak percabulan, dan hancurkan anak-anak percabulan dan anak-anak para Malaikat Pengawas dari antara manusia; kirimkan mereka keluar, dan biarkan mereka saling menghancurkan dan saling membunuh; karena hari-hari mereka tidak akan lama. 10. Dan mereka semua (yaitu ayah mereka – Malaikat Pengawas) akan memohon kepadamu, tetapi ayah mereka tidak akan mendapat apa-apa bagi mereka, meskipun mereka mengharapkan hidup yang kekal, tetapi masing-masing dari mereka akan hidup lima ratus tahun.”


b. Penghukuman mereka diumumkan:


REPORT THIS AD


Henokh 12:4-6 “Henokh, engkau juru tulis keadilan, pergi, beritahukan kepada malaikat penjaga surga, yang telah meninggalkan tempat tinggi di surga dan tempat kudus yang kekal, dan telah mencemarkan dirinya dengan perempuan, dan telah melakukan apa yang dilakukan anak-anak manusia, dan telah mengambil istri bagi diri mereka sendiri, dan telah melakukan pencemaran dan kerusakan yang besar di atas bumi. 5. Di atas bumi mereka tidak akan mendapatkan damai sejahtera ataupun pengampunan dosa; dan mereka tidak akan mendapat kebahagiaan dari anak-anak mereka. 6. Mereka akan melihat pembunuhan orang-orang yang dicintainya, dan mereka akan meratapi kehancuran anak-anak mereka (Nephilim), dan akan memohon di sepanjang kekekalan, tapi belas kasihan dan damai sejahtera tidak akan diberikan kepada mereka.”


c. Para Malaikat Pengawas memohon pengampunan dan meminta Henokh menjadi pembela mereka untuk mengajukan perkara mereka di hadapan Elohim. Tapi Elohim TIDAK memberikan kepada mereka belas kasihan.


Henokh 13:3-5 Dan kemudian aku (Henokh) berbicara kepada mereka semua (Malaikat Pengawas); dan mereka semua ketakutan, gentar dan gemetar. 4. Dan mereka memintaku untuk menulis sebuah surat permohonan bagi mereka agar mungkin mendapatkan pengampunan, dan membawa permohonan mereka di hadapan Elohim di surga. 5. Karena sejak saat itu mereka tidak dapat berbicara kepada Dia, ataupun mengangkat wajah mereka dan memandang ke surga karena rasa malu akibat dosa-dosa yang menyebabkan mereka dihukum.


Henokh 14:4-7 “Aku telah menulis permohonanmu (Malaikat Pengawas), dan dalam penglihatan tampak bagiku demikian, bahwa permohonanmu tidak akan dikabulkan di sepanjang hari-hari dunia, dan penghukuman telah dijatuhkan bagimu, dan permohonanmu tidak ada yang akan dikabulkan. 5. Dan mulai sekarang kamu (Malaikat Pengawas) tidak akan naik ke surga untuk selama-lamanya, dan di atas bumi, telah ditetapkan, mereka (Malaikat Penghukuman) akan mengikat kamu (Malaikat Pengawas) sepanjang hari-hari di dunia. 6. Tapi sebelum ini kamu akan melihat kehancuran anak-anakmu (Nephilim) yang kamu kasihi, dan kamu tidak akan dapat memiliki mereka, tetapi mereka (Nephilim) akan mati di depan matamu oleh pedang. 7. Permohonanmu bagi mereka (Nephilim) tidak akan dikabulkan bagimu, maupun bagi dirimu sendiri; dan selama kamu meratap dan berdoa, kamu tidak akan dapat berbicara satu patah kata pun dari tulisan yang aku tuliskan.”


Henokh 21:7-10 Dan dari sana aku pergi ke tempat lain yang lebih mengerikan dari yang sebelumnya. Dan aku melihat hal yang mengerikan: lautan api besar ada di sana, yang terbakar dan bernyala-nyala dan terbagi dalam bagian-bagian; itu berbentuk jurang yang sangat dalam, kolom api besar turun ke dalamnya; luas dan ukurannya tidak bisa aku lihat, dan aku tidak bisa mengira (mengukur) ujung pangkalnya (dasarnya). 8. Saat itu aku berkata, “Sangat mengerikan tempat ini, dan menyakitkan untuk dilihat!” 9. Pada saat itu Uriel menjawab, salah satu malaikat kudus, yang bersamaku; dia menjawab dan berkata kepadaku, “Henokh, mengapa engkau takut dan gentar?” Jawabku, “Karena tempat yang mengerikan dan pemandangan yang sangat menyakitkan ini.” 10. Dan dia berkata kepadaku, “Ini adalah penjara para malaikat, dan di sini mereka dipenjara selama-lamanya.”


Ini adalah tempat yang dihuni para malaikat yang memilih untuk kawin dengan para wanita. Lucifer sudah 2 kali kalah, jadi apakah mungkin dia berani mengambil resiko kehilangan lebih banyak pasukannya di dalam penjara Tartarus?


2Petrus 2:4 (ILT) Sebab, jika Elohim tidak menyayangkan malaikat-malaikat yang telah berdosa, sebaliknya, Dia telah menyerahkan ke dalam belenggu-belenggu kegelapan dengan melemparkannya ke dalam tartarus untuk ditahan sampai penghakiman;


Dari semua hal-hal tersebut di atas, rasanya sangat tidak masuk akal bahwa akan ada malaikat-malaikat surgawi lainnya atau sekutu Lucifer yang akan berani, atau bahkan berpikir untuk melakukan apa yang sudah dilakukan saudara-saudara mereka sebelumnya, para Malaikat Pengawas. Ini juga bagi Lucifer sendiri.


Kita tahu bahwa YAHWEH itu benar, kudus dan tidak berubah. Karenanya, jika di atas itu sudah digambarkan hukuman atau vonis kekal yang dijatuhkan kepada para Malaikat yang Jatuh karena melakukan kejahatan (dosa) seperti yang mereka perbuat dalam Kejadian 6:1-4, Elohim tidak bisa disebut adil jika Dia membiarkan terjadi “serbuan” lain oleh para malaikat lain dan Dia tidak memberlakukan penghukuman yang sama bagi mereka yang melakukannya.


Satan atau Lucifer tidak (belum) diikat dengan rantai belenggu (menunggu Akhir dari Zaman ini, Wahyu 20:2-3). Lucifer masih bebas bepergian ke mana-mana di bumi (Ayub 1:7) – dan sepertinya masih punya akses ke Surga dimana dia disebut “pendakwa saudara-saudara kita” yang mendakwa manusia siang dan malam di hadapan Tuhan (Wahyu 12:10). Lucifer tidak akan punya akses ke Surga jika dia melakukan hal yang sama seperti yang diperbuat para Malaikat Pengawas. Dia akan “dirantai dengan belenggu abadi di bawah dunia kegelapan untuk selamanya” (Yudas 1:6) seperti Semjâzâ dan kawan-kawannya, para Malaikat Pengawas lainnya. Bagaimana mungkin Lucifer punya kuasa untuk bekerja dengan bebas di bumi ini, dan menjadi “penguasa di udara” jika dia dibelenggu dengan rantai abadi di dalam bawah dunia kegelapan?


Karena itu, rasanya sangat tidak masuk akal jika Lucifer atau Malaikat lainnya mencoba mengulangi “Eksperimen Kejadian 6.”


Beberapa ahli Alkitab mencoba mengajukan bukti-bukti kasus dimana orang-orang lelaki Sodom hendak kawin dengan 2 orang malaikat yang datang ke rumah Lot sebagai bukti terjadinya hubungan **** malaikat Pasca-Banjir Besar.


Kejadian 19:4-5 (ILT) Dan, sebelum mereka duduk makan, pria-pria dari kota itu, yaitu pria-pria Sodom, mulai dari yang muda sampai yang tua, bahkan seluruhnya tanpa terkecuali, mengepung rumah itu. 5. Dan mereka berseru kepada Lot dan berkata kepadanya, “Di manakah orang-orang (Ibrani: iysh; makhluk seperti manusia, manusia laki-laki) yang datang kepadamu malam ini? Bawalah mereka keluar kepada kami, supaya kami dapat menggauli mereka.”


Sebagai catatan, ayat tersebut hanya menunjukkan bahwa:


Mereka “berusaha” melakukannya, tidak dikatakan bahwa mereka “melakukannya“


Bahkan jika para lelaki itu berhasil kawin dengan malaikat (yang juga laki-laki) itu, mereka tidak dapat menghasilkan keturunan Nephilim.


Jadi, argumen ini tidak benar dan tidak mendukung teori “Serbuan Malaikat Secara Bertubi-tubi.”


Sekarang setelah menyebutkan semua hal-hal di atas, kita tidak boleh melupakan kata-kata Tuhan Yeshua:


Matius 24:37 (AYT) Sama seperti yang terjadi pada zaman Nuh, begitu pula kedatangan Anak Manusia akan terjadi.


Kitab Henokh mencatat hal yang mengerikan:


Henokh 10:12 Setelah semua anak-anak mereka saling membunuh satu sama lain, dan mereka melihat kehancuran orang-orang yang dikasihinya, ikat mereka di bawah bukit bumi untuk tujuh puluh generasi, sampai hari penghakiman mereka dan akhir kesudahan mereka, sampai penghakiman yang terakhir telah dilaksanakan untuk selama-lamanya.