
Kita membaca dalam Kitab Suci, setelah banjir besar, para nephilim ini muncul kembali.
Bilangan 13:33 Juga kami lihat di sana orang-orang raksasa (Ibrani : nephilim), orang Enak yang berasal dari orang-orang raksasa (nephilim), dan kami lihat diri kami seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami.
Para arkeolog banyak menemukan sisa-sisa peninggalan peradaban tinggi yang ada sebelum banjir besar, tulang-belulang para raksasa di seluruh dunia, bangunan-bangunan raksasa dengan batu-batu yang beratnya mencapai ribuan ton dengan ketepatan yang sangat presisi, yang bahkan teknologi zaman modern sekarang ini tidak bisa menduplikasinya. Keturunan para malaikat dalam berbagai bentuk secara terus-menerus melakukan perlawanan terhadap Tuhan, dan ingin menguasai seluruh bumi yang akan mencapai klimaksnya dengan munculnya seorang Anti-Kristus yang akan melakukan peperangan melawan Tuhan dan anak-anak-Nya.
Lukas 17:26 Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia.
Pengkhotbah 1:9 Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari.
Kitab Henokh – Buku untuk Generasi Akhir Zaman
Kitab Henokh tidak hanya berisi sejarah rahasia para Malaikat yang Jatuh dan umat manusia pada masa Pra-Banjir Besar, serta penghukuman dan pemusnahan Bumi oleh Air Bah, namun secara literal berisi ribuan ayat-ayat referensi Alkitab dari nubuat-nubuat Henokh untuk peristiwa-peristiwa di Akhir Zaman: Masa Kesusahan, kedatangan Messias yang Kedua kalinya, kebangkitan orang mati, pemerintahan Kerajaan Messias di bumi, penghakiman terakhir.
Dan tentu saja Kitab Henokh ini menjadi penting pada masa-masa setelah kenaikan Tuhan Yesus Kristus ke surga. Kita tahu bahwa pada awalnya, gereja mula-mula menggunakan Kitab Henokh, namun kemudian buku ini hilang selama 1500 tahun, hingga akhirnya ditemukan kembali baru-baru ini saja (abad 18). Mungkin kitab ini memang diperuntukkan bagi generasi kita, karena sekarang telah tersedia secara luas, setelah tersembunyi selama berabad-abad.
Henokh 1:1-2 Kata-kata berkat Henokh dengan mana dia memberkati orang-orang pilihan dan orang-orang benar, yang akan ada pada hari kesusahan ketika semua orang jahat dan orang fasik akan disingkirkan. Dan kemudian Henokh menjawab dan berbicara, seorang yang benar, yang matanya dibukakan oleh Tuhan sehingga dia memandang penglihatan kudus di surga, yang ditunjukkan para malaikat, dan dari mereka aku mendengar segala sesuatu, dan aku tahu apa yang aku lihat, tetapi bukan bagi generasi ini, tapi bagi generasi yang terkemudian yang akan datang.
MALAIKAT & IBLIS, PENGAJARAN
Kitab Henokh: Asal-usul Roh-roh Jahat
Kitab Henokh adalah kitab yang kontroversial di kalangan umat Kristiani. Ada yang memandangnya sebagai kitab sejarah, ada yang memandangnya sebagai kitab “bidat dan sesat,” dan ada juga yang yang memandangnya sebagai bagian dari Kitab Suci. Alasan utama penolakan terhadap Kitab Henokh adalah ajaran tentang para malaikat yang turun dari Surga dan berhubungan **** dengan perempuan manusia pada zaman Nuh. Mereka yang menolak Kitab Henokh, berpendapat bahwa hal ini tidak bisa dijelaskan oleh Alkitab. Ataukah ternyata bisa?
Alasan lain untuk menolak Kitab Henokh bagi kebanyakan orang Kristen adalah, karena kitab ini tidak dimasukkan didalam 66 kitab Alkitab yang disebut Kanon. Dalam konsili Laodikia tahun 363 M, otoritas Gereja Roma Vatican pada waktu itu “meng-Iblis-kan” Kitab Henokh dan menyatakannya sebagai “bidat” dan “sesat” dan dilarang untuk dibaca. Selanjutnya seluruh salinan Kitab Henokh dibakar, dimusnahkan, dan dikuburkan, sehingga secara bertahap hilang dari peredaran, selama lebih kurang 1400 tahun. Kemudian, sesudah Kitab Henokh ditemukan kembali di bagian yang paling terpencil di muka bumi, Abyssinia Ethiopia, para sarjana Alkitab modern menyebut kitab ini sebagai “pseudepigrapha”, yaitu tulisan rekaan bangsa Yahudi dari abad ke-3 SM.
Namun jika dibaca dengan teliti, ada banyak ayat-ayat dalam Kitab Henokh yang sangat Messianis dan profetik, dan itu tidak dapat dijelaskan oleh para ahli.
Ataukah memang ada usaha untuk sengaja “menyensor” Kitab Henokh karena berisi “kebenaran” yang “mereka” tidak ingin supaya diketahui orang banyak, karena Kitab Henokh memberikan kesaksian tentang siapa “mereka” sesungguhnya, dan bahwa Alkitab adalah kebenaran?
Lagipula, meskipun tidak dimasukkan ke dalam Kanon Alkitab, bukan berarti Kitab Henokh tidak mempunyai nilai historis. Ada banyak orang yang karena mengetahui bahwa Kitab Henokh tidak dimasukkan didalam kanon Alkitab, dengan cepat berkesimpulan bahwa Kitab Henokh adalah “sesat” tanpa pernah membaca apa isinya. Banyak catatan sejarah dunia yang juga tidak dimasukkan ke dalam Alkitab, seperti Columbus dan Montezuma, namun dipelajari di sekolah-sekolah.
Ada banyak ayat-ayat dalam Kitab Henokh berhubungan langsung dengan Kitab Suci. Bahkan, Kitab Henokh adalah kunci masuk untuk dapat memahami apa yang sesungguhnya terjadi pada hari-hari zaman Nuh, yang seperti dikatakan oleh Tuhan Yesus Kristus, akan terjadi kembali pada hari-hari menjelang kedatangan-Nya.
Lukas 17:26 Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia.
Kitab Henokh menunjukkan kepada kita pekerjaan kuasa-kuasa yang bergerak di belakang layar, yang menggerakkan banyak aktivitas yang sedang terjadi di seluruh dunia saat ini.
Lukas 17:26 Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia.
Kitab Henokh menunjukkan kepada kita pekerjaan kuasa-kuasa yang bergerak di belakang layar, yang menggerakkan banyak aktivitas yang sedang terjadi di seluruh dunia saat ini.
Roh Jahat menurut Henokh
Kepercayaan terbesar mengenai asal-usul roh-roh jahat berhubungan dengan Nephilim yang mati binasa dalam Air Bah, dan ini berasal dari ayat-ayat berikut dari Kitab Henokh 15:
Roh-roh jahat akan keluar dari tubuh mereka; karena mereka diciptakan dari atas, awal mula mereka berasal dari malaikat penjaga kudus, mereka akan menjadi roh-roh jahat di atas bumi, dan akan disebut roh-roh jahat.
Tapi roh-roh yang ada di surga memiliki tempat kediaman di surga, dan roh-roh yang ada di bumi, yang lahir di bumi, memiliki tempat kediaman di bumi.
Dan roh-roh para raksasa akan menindas, menyerang, menghancurkan, berperang dan menyebabkan kerusakan di bumi, dan melakukan kejahatan; mereka tidak akan memakan apa pun, tidak pula mereka menjadi haus, dan mereka akan tidak kelihatan.
Dan roh-roh ini akan bangkit melawan anak-anak manusia dan melawan perempuan, karena dari pada merekalah roh-roh ini berasal. Pada hari-hari pembunuhan dan penghancuran.
Menurut Henokh, roh-roh jahat adalah roh-roh yang keluar dari tubuh Nephilim yang telah mati pada waktu Air Bah. Karena berasal dari “manusia sebagian” dan “malaikat sebagian,” mereka menjadi sesuatu yang berbeda dan jahat.
Henokh 7:4. Kemudian para raksasa berbalik menyerang manusia untuk memakan mereka. 5. Dan mereka mulai berbuat dosa kepada burung-burung dan binatang-binatang, kepada binatang-binatang yang merayap, dan ikan-ikan, dan saling memakan daging mereka sendiri, dan meminum darahnya.
Henokh 10:15. Dan hancurkan semua roh-roh hawa nafsu dan anak-anak dari para malaikat penjaga, karena mereka telah menindas umat manusia.
Kitab Henokh mencatat, mereka ini penuh dengan hawa nafsu, sangat ganas, kanibal dan peminum darah. Namun mereka juga sangat cerdas karena memiliki “pengetahuan” dan “kuasa” dari ayah-ayah mereka, yakni para Malaikat Pengawas.
Alkitab tidak membenarkan hal ini secara langsung, bahwa roh-roh jahat itu berasal dari Nephilim, namun ada dua bukti yang tercantum didalam Alkitab yang akan meneguhkan ayat-ayat dalam Kitab Henokh.
Roh Jahat menurut Musa
Perhatikan pernyataan Musa mengenai roh-roh jahat. Disini kita membandingkan 3 terjemahan Alkitab Bahasa Indonesia:
Ulangan 32:17 (TB) Mereka mempersembahkan korban kepada roh-roh jahat (Ibrani: shed) yang bukan Allah (Ibrani: eloah), kepada allah (Ibrani: elohim) yang tidak mereka kenal, allah baru yang belum lama timbul, yang kepadanya nenek moyangmu tidak gentar.
Ulangan 32:17 (AYT) Mereka memberikan persembahan kepada setan (Ibrani: shed), yang bukan Elohim (Ibrani: eloah) untuk allah (Ibrani: elohim) yang sebelumnya tidak dikenal, allah-allah baru yang datang akhir-akhir ini yang tidak ditakuti oleh nenek moyangmu.
Ulangan 32:17 (ILT) Mereka berkurban kepada setan-setan (Ibrani: shed), bukan Elohim (Ibrani: eloah), kepada ilah-ilah (Ibrani: elohim) yang tidak mereka kenal, berhala baru yang muncul kemudian, leluhurmu tidak gentar kepada mereka.
Kata “roh-roh jahat” atau “setan-setan” yang digunakan dalam ayat di atas berasal dari kata Ibrani “shed“, yang merujuk kepada iblis atau roh-roh jahat dalam zaman modern (zaman Yesus Kristus). Mengapa Musa mengatakan roh-roh jahat sebagai “allah baru“?
Dia juga menggunakan kata “elohim” yang diterjemahkan sebagai “allah-allah” atau “ilah-ilah” atau “dewa-dewa.” Musa menggunakan dua kata yang secara khusus digunakan untuk menyebut makhluk roh, yaitu “shed” dan “elohim.” Musa tidak sekedar menyebutnya sebagai patung berhala (benda mati). Jika roh-roh jahat adalah “allah baru” yang “belum lama muncul atau timbul”, apa yang sebenarnya sedang dibicarakan Musa?
“allah-allah baru (Ibrani: chadash) yang baru (Ibrani: qarob) saja timbul, atau muncul atau datang akhir-akhir ini.”
Ada dua kata berbeda yang digunakan di sini untuk kata “baru.”
Yang pertama: chadash, artinya: baru, segar, hal baru.
Yang kedua: qarob, artinya: segera sesudah, barusan, kerabat dekat (keluarga).
Di sini menariknya. Ini adalah makhluk-makhluk yang baru saja muncul atau baru saja datang akhir-akhir ini (belakangan). Lebih menarik lagi adalah kata kedua yang diterjemahkan sebagai “kerabat dekat”. Jika iblis atau roh-roh jahat sesungguhnya berasal dari Nephilim yang mati, mereka adalah “kerabat dekat” manusia dalam pengertian bahwa mereka adalah “manusia sebagian”, karena ibu mereka berasal dari bumi, dan ayah mereka dari Surga.