
Yesus memilih kata yang sangat spesifik ketika berbicara. Salah satu contohnya saat percakapan mengenai roh-roh najis, yang diterjemahkan dalam Alkitab Terjemahan Baru sebagai roh-roh jahat atau setan.
Matius 12:43 (ILT) Dan ketika roh najis (Yunani: akathartos pneuma) keluar dari seseorang, ia melintas melalui tempat-tempat yang tandus sambil mencari perhentian, tetapi tidak menemukannya.
Matius 12:43 (TB) Apabila roh jahat (Yunani: akathartos pneuma) keluar dari manusia, ia pun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian. Tetapi ia tidak mendapatnya.
Perhatikan kata “roh najis” atau “roh jahat,” bahasa asli Yunaninya adalah roh (pneuma) najis (akathartos).
Akathartos, artinya: tidak murni, najis, tidak bersih, campuran yang salah. Lawan katanya adalah kathairo, yang artinya: dibersihkan dan katharos, yang artinya: bersih, murni, asli, bebas dari campuran.
Pneuma, artinya: roh, nafas, angin.
Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:
Malaikat tidak pernah disebutkan sebagai najis.
Tuhan Yesus tidak pernah menyebut malaikat sebagai roh jahat.
Tuhan Yesus tidak pernah menyebut roh jahat sebagai malaikat.
Sepertinya ada alasan khusus mengapa Tuhan Yesus memilih kata yang spesifik ini, “roh najis” untuk merujuk kepada roh-roh jahat. Namun untuk alasan apa?
Nampaknya karena memang “roh-roh najis” ini adalah adalah roh-roh Nephilim yang merupakan hasil campuran yang salah, anak-anak percabulan, makhluk-makhluk haram dan buangan yang ditolak baik oleh Surga maupun Bumi.
Henokh 10:9. Dan Elohim berfirman kepada Gabriel, “Pergilah kepada anak-anak haram dan kepada para buangan dan kepada anak-anak percabulan, dan hancurkan anak-anak percabulan dan anak-anak para malaikat pengawas dari antara manusia; kirimkan mereka keluar, dan biarkan mereka saling menghancurkan dan saling membunuh; karena hari-hari mereka tidak akan lama.
Legion
Ada kisah menarik ketika Yesus mengusir “roh-roh najis” dari orang gila di Gadara. Dari Kitab Henokh kita mengetahui bahwa roh-roh jahat ini berasal dari zaman purbakala, mereka adalah roh-roh Nephilim yang dulunya hidup pada zaman sebelum Air Bah. Orang-orang Farisi dan orang Yahudi tidak mengenali Yesus sebagai Anak Elohim yang Mahatinggi, tetapi roh-roh jahat ini mengenali Dia dengan baik. Ini sangatlah menarik, karena mereka ini (Nephilim) lahir di bumi dan belum pernah naik ke surga, namun mereka mengenali Sang Hakim yang akan menghakimi segala makhluk pada Akhir Zaman.
Lukas 8:28 (ILT) Adapun ketika melihat YESHUA, sambil berteriak-teriak ia pun tersungkur kepada-Nya, dan berkata dengan suara keras, “Apakah urusan-Mu denganku, hai YESHUA, Putra Elohim Yang Mahatinggi? Aku mohon kepada-Mu agar Engkau tidak menyiksa aku!”
Bandingkan dengan:
Matius 8:29 (ILT) Dan lihatlah, mereka berteriak sambil berkata, “Ada apakah dengan kami dan Engkau, hai YESHUA Putra Elohim? Apakah Engkau datang ke sini untuk menyiksa kami sebelum saatnya?”
Ada pernyataan yang sangat menarik dari roh-roh jahat ini. Mereka memohon dengan sangat kepada Yesus supaya jangan disiksa sebelum waktunya.
Dalam ayat 31 dari Injil Lukas 8 nampak jelas mereka memohon supaya Yesus tidak memerintahkan mereka untuk pergi ke dalam jurang maut, atau abyssos, ke tempat rekan-rekan mereka dipenjarakan dan disiksa sampai hari Penghakiman Besar. Ini semuanya akan menjadi lebih jelas di bagian akhir, ketika dibandingkan dengan catatan dari Kitab Yobel, yang menceritakan bahwa sebagian besar roh-roh Nephilim ini sudah turun ke dalam abyssos. Lukas 8: (ILT)
Sebab Dia telah memerintahkan roh najis itu keluar dari orang itu, karena roh itu telah mencengkeramnya dalam waktu yang lama. Dia juga pernah diikat dengan rantai dan belenggu untuk menjaganya, tetapi sambil memutuskan pengikat-pengikat itu, dia terus dihalau oleh roh jahat itu ke tempat-tempat yang sunyi.
Dan YESHUA menanyainya dengan berkata, “Siapakah namamu?” Dan dia berkata, “Legion” (Yunani: legeon; pasukan prajurit berjumlah 6826 orang), sebab banyak roh jahat merasuk kepadanya.
Dan mereka memohon kepada-Nya supaya Dia jangan memerintahkan kepada mereka untuk pergi ke abyssos.
Setelah semua anak-anak mereka (anak-anak Malaikat Pengawas, yakni Nephilim) saling membunuh satu sama lain, dan mereka (Malaikat Pengawas) melihat kehancuran orang-orang yang dikasihinya, ikat mereka di bawah bukit bumi untuk tujuh puluh generasi, sampai hari penghakiman mereka dan akhir kesudahan mereka, sampai penghakiman yang terakhir telah dilaksanakan untuk selama-lamanya.
Dan pada hari-hari itu mereka akan dibawa ke dalam jurang api (abyssos), dalam siksaan dan penjara, mereka akan terkunci selama-lamanya.
Dan dia akan terbakar dan dimusnahkan; mereka akan dibakar bersama-sama dari sekarang sampai akhir dari semua generasi.
Perbandingan dengan Kitab Yobel
Ada referensi yang menarik dari Kitab Yobel mengenai keberadaan roh-roh jahat di Bumi.
Kitab Yobel 10:
Dan dalam minggu ketiga dari Yobel ini, setan-setan yang najis mulai menyesatkan anak-anak keturunan Noach (Nuh), dan untuk menyebabkan mereka bersalah dan menghancurkan mereka.
Dan anak-anak Noach datang kepada Noach ayah mereka, dan mereka mengatakan kepadanya mengenai setan-setan yang menyesatkan dan membutakan dan membunuh anak-anak cucunya.
Maka dia berdoa di hadapan Yahweh Elohimnya, dan berkata, “Elohim segala roh dari semua makhluk, yang telah menunjukkan belas kasihan-Nya kepadaku Dan telah menyelamatkan aku dan anak-anakku dari Air Bah, Dan yang tidak membiarkan aku binasa seperti yang Engkau perbuat kepada anak-anak kebinasaan; Karena kasih karunia-Mu besar bagiku, Dan besarlah belas kasihan-Mu kepada jiwaku; Hendaklah anugerah-Mu terangkat ke atas anak-anakku, Dan jangan biarkan roh-roh jahat memerintah atas mereka, Supaya jangan mereka menghancurkan mereka dari bumi.
Namun Engkau benar-benar memberkati aku dan anak-anakku, sehingga kami bisa bertambah-tambah dan berlipat-ganda dan memenuhi Bumi.
Dan Engkau tahu bagaimana para Malaikat Pengawas-Mu, para ayah dari roh-roh ini, bertindak dalam zamanku. Dan sebagaimana roh-roh ini hidup, penjarakanlah mereka dan ikatlah mereka kuat-kuat di tempat penghukuman, dan jangan biarkan mereka membawa kehancuran kepada anak-anak hamba-Mu, Elohimku. Karena mereka ini sangat jahat, dan diciptakan untuk tujuan menghancurkan.
Dan jangan biarkan mereka berkuasa atas roh-roh yang hidup; karena hanya Engkau sendiri yang dapat menjalankan kekuasaan atas mereka. Dan jangan biarkan mereka memiliki kuasa atas anak-anak kebenaran mulai sekarang sampai selama-lamanya.
Dan Yahweh Elohim kami memerintahkan kami (malaikat) untuk mengikat mereka semuanya.
Dan pemimpin roh-roh itu, Mastema, datang dan berkata, “Yahweh, Pencipta, biarkanlah sebagian dari mereka tetap ada di hadapanku, dan biarkan mereka mendengarkan perkataanku, dan melakukan semua yang aku katakan kepada mereka. Karena jika sebagian dari mereka tidak disisakan bagiku, aku tidak akan dapat menjalankan kekuasaan kehendakku atas anak-anak manusia. Karena mereka ini untuk merusak dan menyesatkan sebelum penghakimanku, karena besarlah kejahatan anak-anak manusia itu.”
Dan Dia berfirman, “Biarkan sepersepuluh bagian dari mereka tersisa di hadapannya, dan biarlah sembilan per sepuluh bagian turun ke dalam tempat penghukuman.”
Dan salah seorang dari kami Dia perintahkan supaya kami mengajar Noach segala macam obat-obatan mereka, karena Dia tahu bahwa mereka tidak akan berjalan di dalam kejujuran, ataupun berjuang di dalam kebenaran.
Dan kami (malaikat) bertindak sesuai seluruh firman-Nya. Semua makhluk-makhluk jahat yang ganas kami ikat di dalam tempat penghukuman dan sepersepuluh bagian dari mereka kami sisakan supaya mereka dapat dikuasai di hadapan Satan di atas bumi.
Dan kami (malaikat) menjelaskan kepada Noach semua obat-obatan dari penyakit-penyakit mereka, bersamaan dengan godaan-godaannya, bagaimana dia dapat menyembuhkan mereka dengan tumbuh-tumbuhan di bumi.
Dan Noach menuliskan semua hal-hal ini dalam sebuah buku seperti yang kami ajarkan kepadanya mengenai setiap jenis obat. Demikianlah roh-roh jahat dapat dihindarkan dari (menyakiti) anak-anak Noach.
Di dalam mitologi Yahudi, Mastema (Ibrani: mastemah; artinya kebencian, dendam, permusuhan) adalah malaikat yang menjalankan kejahatan. Dia menjalankan penghukuman dari Elohim. Dia juga mencobai manusia dan menguji iman mereka. Di dalam fragmen Zadokite dan gulungan kitab Laut Mati, dia adalah malaikat kehancuran, bapa segala kejahatan. Menurut Kitab Yobel, Mastema adalah pemimpin roh-roh jahat yang diperanakkan oleh Malaikat Pengawas atau para Malaikat yang Jatuh yang kawin dengan anak-anak perempuan manusia. Perbuatan dan namanya mengindikasikan bahwa dia adalah Satan (Ibrani: Satan; musuh, penentang). Kepada Mastema diberikan sepersepuluh bagian dari seluruh roh-roh jahat, untuk tujuan merusak dan menyesatkan anak-anak manusia, sebelum tiba waktu Penghakiman Akhir bagi mereka. Sedangkan sembilan per sepuluh roh-roh jahat lainnya, telah dipenjarakan di tempat penghukuman mereka.
Didalam Kitab Suci, “Mastemah” hanya muncul 2 kali yaitu didalam Kitab Hosea, dan ayat itu mewakili apa yang dikerjakannya.
Hosea 9:7-8 (AYT) Datanglah hari-hari penghukuman, datanglah hari-hari pembalasan, Israel akan mengalaminya, “Nabi adalah seorang yang bodoh, Orang yang penuh dengan Roh adalah orang gila!”, sebab, sangat banyak kesalahan-kesalahan, dan sangat banyak permusuhan (Ibrani: mastemah), Efraim umat Elohimku sedang mengawasi nabi, perangkap penangkap burung ada di sepanjang jalannya, permusuhan (Ibrani: mastemah) ada di rumah Elohimnya.