
Pada tahun 2002, Vatican mengeluarkan larangan bagi umatnya untuk melakukan pemujaan atau penghormatan kepada malaikat-malaikat yang tidak tercantum dalam teks-teks Alkitab. Selanjutnya, doa-doa umat Katholik hanya boleh diarahkan kepada tiga penghulu malaikat, Michael, Gabriel dan Raphael yang disebutkan di dalam Kitab Suci. Menurut kitab yang dilarang peredarannya oleh Vatican, yakni Kitab Henokh, mereka adalah penghulu malaikat yang bertanggung jawab untuk mengikat para Malaikat Jatuh yang jahat atau Malaikat Pengawas yang melanggar hukum-hukum Elohim.
Otoritas Gereja Kristen pada tahun 363 Masehi, dalam Konsili Laodikia, telah mengeluarkan Kitab Henokh dari daftar kanon Alkitab, karena buku ini menggambarkan dengan detail para Malaikat yang Jatuh dan segala macam perbuatan-perbuatan mereka. Kitab Henokh akhirnya dilarang, dinyatakan sesat dan dimusnahkan, dan secara bertahap hilang dari peredaran.
Siapakah para Malaikat Pengawas atau Malaikat yang Jatuh ini dan mengapa Gereja Kristen abad ke-4 dan Vatican modern sangat khawatir bahwa jemaat Gereja mengetahui tentang keberadaan mereka?
Kitab Kejadian 6:1-4 mencatat,
“Dan terjadilah, ketika manusia di muka bumi mulai berlipat ganda, dan anak-anak perempuan telah diperanakkan bagi mereka, lalu anak-anak Elohim (Ibrani: benei ha’Elohim; para malaikat) melihat anak-anak perempuan manusia (Ibrani: benot ha’Adam; anak-anak perempuan Adam), bahwa mereka elok. Maka mereka mengambil istri-istri bagi mereka semua yang telah mereka pilih.” (ILT)
Menurut tradisi purbakala, Ben Elohim atau Anak-anak Elohim yang jumlahnya mencapai ratusan turun ke bumi di puncak Gunung Hermon. Gunung Hermon ini akhirnya menjadi tempat keramat atau tempat suci, baik bagi bangsa Kanaan maupun Ibrani kuno yang akhirnya menguasai wilayah tersebut. Pada masa-masa selanjutnya, kuil-kuil dewa Baal, Zeus, Helios, Pan dan dewi Astarte atau Asytoret (Ibrani: ashtarot; bintang) dibangun di lereng-lereng gunung ini.
Ben Elohim atau para Malaikat yang Jatuh ini juga dikenal sebagai Malaikat Pengawas, Grigori atau Irin. Dalam mitologi Yahudi, Grigori berasal dari malaikat-malaikat berkedudukan tinggi yang tinggal di surga paling atas bersama Elohim dan perwujudan mereka menyerupai manusia. Gelar “Malaikat Pengawas” memiliki arti “mereka yang berjaga-jaga”, “pengawas”, “mereka yang bangun” atau “mereka yang tidak tidur”. Nama ini mencerminkan relasi khusus antara Malaikat Pengawas dengan ras manusia sejak zaman purbakala.
Dalam tradisi esoterik Luciferian, mereka adalah makhluk-makhluk malaikat yang memiliki posisi sangat elite, yang diciptakan Elohim untuk menjadi penjaga manusia mula-mula yang hidup di bumi. Tugas mereka adalah mengawasi dan menjaga spesies manusia yang semakin berkembang dan melaporkan kembali tentang kemajuan mereka. Mereka ini dibatasi oleh instruksi awal Ilahi, untuk tidak mencampuri perkembangan evolusi manusia. Namun sayangnya mereka memutuskan untuk mengabaikan perintah Elohim dan melawan perintah-Nya dan menjadi para pengajar bagi ras manusia, yang memiliki dampak baik kepada diri mereka sendiri maupun umat manusia.
Sebagian besar informasi yang kita ketahui tentang Malaikat Pengawas dan aktivitas mereka berasal dari Kitab Henokh. Dalam Kitab Suci, Henokh, (Ibrani: Chanok; artinya pengajar, permulaan, atau mengawali), merupakan sosok figur yang misterius. Dalam Alkitab, ada 2 orang yang sama-sama bernama Henokh. Yang pertama dalam Kejadian 4:16-18, dia disebutkan sebagai anak Kain, “pembunuh pertama”, dan kota pertama yang dibangun oleh Kain diberi nama Henokh, sesuai nama anaknya.
Kejadian 4:16-19 (AYT) Kain pergi menjauh dari YHWH dan tinggal di tanah Nod, sebelah Timur Eden. Kain berhubungan seksual dengan istrinya. Ia mengandung dan melahirkan seorang anak bernama Henokh. Kain membangun kota dan memberikan nama kota itu Henokh, sama seperti nama anaknya. Henokh mempunyai seorang anak bernama Irad. Irad mempunyai seorang anak bernama Mehuyael. Mehuyael mempunyai seorang anak bernama Metusael. Dan Metusael mempunyai seorang anak bernama Lamekh.
Kejadian 5:18-19 (AYT) Setelah Yared berumur 162 tahun, ia mempunyai seorang anak bernama Henokh. Setelah Henokh lahir, Yared hidup 800 tahun dan mempunyai beberapa anak laki-laki dan perempuan lain.
Nama Yared dalam bahasa Ibrani yered, artinya “turun”. Pada zaman Yared inilah 200 Malaikat Pengawas turun ke bumi, dan mengambil wujud seperti tubuh manusia.
Kitab Henokh 106:13-14 Dan aku, Henokh, menjawab, dan berkata kepadanya, “Tuhan akan membuat hal-hal yang baru di bumi, dan ini aku ketahui, dan telah aku lihat dalam suatu penglihatan, dan aku ungkapkan kepadamu bahwa di dalam generasi ayahku Yared, beberapa malaikat dari tempat tinggi di surga meninggalkan firman Tuhan. Dan lihatlah, mereka berbuat dosa, dan meninggalkan hukum, dan menyatukan diri mereka dengan perempuan, dan melakukan dosa dengan mereka, dan mengawini beberapa diantara mereka, dan memperanakkan anak-anak dari mereka.
Kitab Yobel, salah satu teks Ibrani kuno yang dipercayai bahwa kitab ini didiktekan langsung oleh malaikat YHWH kepada Musa di Gunung Sinai ketika dia menerima Sepuluh Perintah Elohim, juga menyebutkan mengenai turunnya Malaikat Pengawas ini pada zaman Yared.
Kitab Yobel 4:15 Dan dalam minggu kedua dari Yobel kesepuluh [449-55 A.M.] Mahalalel mengambil bagi dirinya untuk menjadi istri Dînâh, anak perempuan Barâkî’êl anak perempuan saudara ayahnya, dan dia melahirkan baginya seorang anak laki-laki pada minggu ketiga dalam tahun keenam, [461 A.M.] dan dia menyebut namanya Yered, karena dalam zamannya malaikat-malaikat Yahweh turun ke bumi, mereka yang disebut Malaikat Pengawas, supaya mereka membimbing anak-anak manusia, dan supaya mereka melakukan keadilan dan kebenaran di bumi.
Nama Sungai Yordan (Ibrani: yarden) juga berasal dari akar kata yang sama, “yered” yang berarti “turun, turun ke bawah atau jatuh”. Sumber air dari Sungai Yordan adalah Gunung Hermon – yang merupakan lokasi dimana para Malaikat Pengawas turun dari surga dan mendarat di puncak Gunung Hermon.
Lebih jauh, Kitab Yobel menyebutkan bahwa Henokh adalah orang “yang pertama diantara anak-anak manusia di bumi yang mempelajari tulisan, pengetahuan dan hikmat.” Disebutkan bahwa Henokh menuliskan “tanda-tanda langit” (zodiak) menurut bulan-bulan mereka di dalam sebuah kitab. Dan melalui inilah umat manusia mengetahui musim-musim dalam tahun-tahun, dalam hubungannya dengan tatanan bulan-bulan dan bintang-bintang. Henokh menerima informasi ini dari sumber-sumber surgawi, yaitu para Malaikat.
Kitab Yobel 4:16-19 Dan dalam Yobel kesebelas [512-18 A.M.] Yered mengambil bagi dirinya seorang istri, dan namanya adalah Bâraka, anak perempuan Râsûjâl, seorang anak perempuan saudara ayahnya, dalam minggu keempat dari Yobel ini, [522 A.M.] dan dia melahirkan baginya seorang anak laki-laki dalam minggu kelima, dalam tahun keempat dari Yobel ini, dan dia menyebut namanya Chanokh. Dan dialah yang pertama dari antara manusia yang dilahirkan di bumi yang mempelajari tulisan dan pengetahuan dan hikmat dan yang menuliskan tanda-tanda langit menurut urutan bulan-bulan mereka dalam sebuah kitab, supaya manusia mengetahui musim-musim dari tahun-tahun menurut urutan pemisahan bulan-bulan mereka. Dan dialah yang pertama kali menuliskan kesaksian dan dia bersaksi kepada anak-anak manusia di antara generasi-generasi di bumi, dan menceritakan minggu-minggu dari Yobel-yobel, dan memperkenalkan kepada mereka hari-hari dari tahun-tahun, dan menyusun urutan bulan-bulan dan menceritakan Shabbat-shabbat dari tahun-tahun seperti yang kami tunjukkan kepadanya. Dan apa yang telah dan apa yang akan terjadi dia saksikan di dalam penglihatan waktu tidurnya, seperti yang akan terjadi kepada anak-anak manusia di seluruh generasi-generasi mereka sampai Hari Penghakiman. Dia melihat dan memahami segala sesuatu, dan menuliskan kesaksiannya, dan meninggalkan kesaksian itu di bumi bagi semua anak-anak manusia dan bagi generasi-generasi mereka.