The Holy Spirit Lord Adonai

The Holy Spirit Lord Adonai
Geografi Paranormal Tanah Israel: Pusat Peperangan Gelap Melawan Terang



Gunung Hermon, Sesar Syria – Afrika, dan Matrix


Israel tidak hanya merupakan tempat dimana terletak kota Yerusalem, situs suci tiga agama besar di dunia – Yahudi, Kristen, dan Islam. Ia terletak pada titik pusat geografis. Tanah Israel sendiri menyimpan rahasia mendalam sejarah umat manusia, dan peranan khusus bangsa Yahudi. Ia terletak di bagian barat wilayah berbentuk bulan sabit yang subur, mulai dari Teluk Persia, melalui Iraq selatan, Syria, Lebanon, Yordania, Israel dan utara Mesir. Israel berada di tengah-tengah tiga benua – Eropa, Asia, dan Afrika. Dan sebelah utara sesar Syria – Afrika, patahan tektonik yang rapuh yang terbentang dari Lebanon sampai Mozambique.


Tanah itu sendiri merupakan lokasi terletaknya Gunung Hermon, pegunungan bersalju tempat dimana para Malaikat yang Jatuh mendarat. Ini hal yang sangat besar, karena mereka ini mengubah arah sejarah umat manusia. Jika dilihat dari letak geografis dimana mereka mendarat, itu merupakan puncak tertinggi dari patahan yang terbentang sejauh 6000 kilometer.


Gunung Hermon, tempat turunnya 200 Malaikat Pengawas pada zaman Yared. Arti nama Yared adalah “turun.” Gunung Hermon juga merupakan sumber air bagi Sungai Yordan. Arti nama Yordan adalah “tempat turun.”


Kata Ibrani untuk keturunan para Malaikat yang Jatuh ini adalah “Nephilim“, yang memiliki akar kata “naphal“, yang artinya jatuh, gagal, dicampakkan (ke bawah), dibuang, meninggalkan posisi.


Kejadian 6:4 (TB) Pada waktu itu orang-orang raksasa (Ibrani: Nephilim) ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Elohim (Ibrani: benei ha’Elohim; para malaikat) menghampiri anak-anak perempuan manusia (Ibrani: benot ha’Adam; anak-anak perempuan Adam), dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; inilah orang-orang yang gagah perkasa (Ibrani: gibborim) di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan.


Pernahkah Anda membayangkan bagaimana sesungguhnya keadaan Bumi pada zaman sebelum Air Bah itu terjadi?


Kitab Para Raksasa dan Kitab Henokh di antara Gulungan-gulungan Kitab Laut Mati memberitahukan kepada kita kondisi saat itu. Gulungan kitab ini ditemukan di Gua-gua Qumran di Laut Mati, dan diperkirakan memiliki penanggalan sebelum abad ke-2 SM.


Dan mereka semuanya ada dua ratus; yang turun pada zaman Yared di puncak Gunung Hermon… Dan mereka semuanya bersama-sama mengambil bagi diri mereka sendiri istri-istri… Dan mereka mengandung, dan mereka melahirkan raksasa-raksasa besar. (Kitab Henokh, Gulungan-gulungan Kitab Laut Mati)


Raksasa disebutkan berulang kali di dalam Torah; Goliath, Og raja Bashan, dan Anakim (bangsa Enak) yang dimusnahkan Yosua dan bangsa Israel di tanah Kanaan.


Bilangan 13:33 (ILT) Dan di sana kami telah melihat raksasa-raksasa keturunan Enak (Ibrani: ha’Nephilim benei Anaq), yang berasal dari para raksasa (Ibrani: Nephilim). Maka di mata kami, kami menjadi seperti belalang, dan demikian pulalah kami di mata mereka.”


Jadi para raksasa ini adalah hybrid antara Malaikat yang Jatuh dengan perempuan manusia. Mungkin cukup sulit bagi kita sekarang ini untuk membayangkan bahwa ras raksasa memerintah dan menguasai Bumi pada zaman itu. Tetapi mereka ini meninggalkan bagi kita banyak monumen atau bangunan megalithik mengagumkan di seluruh dunia.


Tepat di bawah Gunung Hermon terletaklah Gilgal Rephaim, atau Roda Raksasa di Dataran Tinggi Golan. Sebuah monumen megalitik purbakala, “Stonehenge” Israel.


Kita tahu Nephilim menghasilkan raksasa-raksasa, dan merekalah arsitek monumen seberat 40.000 ton ini, meskipun para ahli arkeologi mengatakan semuanya ini masih misteri.


Kitab Henokh yang disebutkan sebagai tulisan kakek buyut Nuh, tidak dimasukkan di dalam Alkitab Ibrani maupun Kristen, memberikan informasi yang sangat limpah mengenai keadaan Bumi pada zaman Pra-Banjir Besar.


Itu memberitahukan kita bahwa para Malaikat yang Jatuh ini menyebut nama Hermon karena mereka bersumpah dan mengikatkan diri dengan kutuk di atas Gunung itu.


Dan mereka turun di Ardîs, yaitu puncak Gunung Hermon; dan mereka menyebutnya Gunung Hermon, karena mereka telah bersumpah di atasnya dan mengikatkan diri bersama-sama dengan kutukan. (Kitab Henokh 6:6, Gulungan-gulungan Kitab Laut Mati)


Tapi apa arti sebenarnya kata “Hermon“?


Kita hanya bisa memahaminya jika melihatnya dalam bahasa Ibrani, “Hermon” memiliki akar kata “Chayrem” atau “Charam” yang mempunyai 3 makna:


Dibuang atau diasingkan


Penjala ikan atau Jaring/Jala Pemburu


Mutilasi, Deformasi, atau Irisan pada Tubuh


Charam, dibuang atau diasingkan; ini benar-benar merupakan kutukan yang sesungguhnya terjadi pada para Malaikat Pemberontak ini.


Charam, Penjala ikan atau Jala Pemburu, memiliki arti alegori orang yang mengelabuhi, menipu, menyesatkan, menguasai, menangkap atau membawa orang lain kepada kesesatan.


Dalam Kitab Henokh kita membaca bahwa Azazel, sang Iblis pemimpin para Malaikat yang Jatuh ini mengajar kaum laki-laki seni berperang dan membuat macam-macam senjata. Kepada kaum perempuan dia mengajar seni memikat, dan bagaimana menggunakan kosmetik. Mereka keduanya seperti jala, yang satunya aktif dan agresif, dan yang satunya pasif namun memikat.


Namun mungkin peperangan terbesar yang sesungguhnya terjadi di dunia zaman ini adalah perang psikologis. Pikiran adalah medan peperangan yang baru, suatu jejaring yang tidak kelihatan, atau suatu Matrix yang memerangkap umat manusia.


Jejaring lainnya adalah Internet, yang merupakan hal “terbaik”, yang tanpanya kita bahkan tidak bisa membaca isi artikel ini. Namun efek samping dari jaring-jaring Internet adalah bahwa manusia benar-benar terjerat kepadanya, dan tidak bisa hidup tanpanya. Bersama dengan komputer, ini semua merupakan suatu bentuk “kecerdasan buatan” – suatu Matrix – dan manusia terperangkap didalam simulasi realitas virtual komputer.


Ini seperti medan quantum artifisial yang menggenggam segala sesuatu secara bersamaan, dan tidak ada yang namanya pemisahan. Karena pada tingkatan quantum, partikel berhenti untuk ada. Ini juga membuktikan akan Elohim, karena Elohim adalah Satu dan segala pemisahan di alam semesta ini hanyalah ilusi didalam bidang fisik.


Kata Hermon, dalam bahasa Inggris atau Indonesia tidak memiliki arti apa-apa, tapi didalam bahasa Ibrani memiliki makna yang sangat banyak, dalam dan luas. Kita harus tahu bahwa para Malaikat yang Jatuh ini sangat jauh lebih pintar daripada kita, dan mereka sudah mempermainkan umat manusia sejak pertama kali mereka masuk ke Bumi. Cara bagaimana Ular itu menipu Hawa selalu berulang kembali di sepanjang sejarah.


Pada zaman sekarang, ini termanifestasi dalam pengendalian pikiran, pencucian otak, issue senjata pemusnah massal, teror, stress, kebosanan, yang kesemuanya merupakan bagian dari teknik untuk membunuh bagian otak kita yang intuitif dan kreatif. Trik-trik digunakan, melaporkan berita-berita palsu, melakukan perang, pemiskinan dan perbudakan, sementara pada saat yang bersamaan menyatakan kepada dunia bahwa mereka sedang berusaha memerangi semuanya itu. Kemudian melakukan sandiwara yang hebat, memberikan kepada kita suatu ilusi bahwa manusia itu makhluk merdeka, namun sesungguhnya diperbudak dengan konsumerisme, harta, makanan, hasrat-hasrat tersembunyi, hidup tanpa arti yang menjadi tempat subur bagi berkembangnya depresi dan penyakit mental.


Mereka lebih suka manusia menghabiskan sumber daya alam tanpa perlu bertanggung jawab dan dialihkan perhatiannya dengan berbagai penyimpangan seksual dan dijejali dengan berbagai hal seperti pasien sakit mental yang disuapi di rumah sakit jiwa.


Inilah peperangan yang tidak bisa dilihat, diraba dan dirasakan, tetapi sesungguhnya ada.


Sejarah Yahudi terajut dengan berbagai kisah roh-roh Iblis, “Dybbuk“. Orang-orang kerasukan setan di sepanjang waktu. Ada begitu banyak kisah, misalnya Baal Shem Tov yang melakukan pengusiran setan di Eropa Timur beberapa ratus tahun yang lalu.


Jadi kemana Iblis-iblis dan roh-roh ini pergi? Apa mereka menghilang begitu saja? Apakah mereka akhirnya memperoleh kedamaian dan tidak lagi perlu menteror manusia? Tidak.


Mereka tidak kelihatan, tidak kedengaran, namun bekerja di bawah sadar manusia, sepertinya yang disebutkan dalam “The Art of War“, manuskrip China kuno,


Seluruh peperangan didasarkan pada penyesatan.


Sebab itu, ketika kita sanggup untuk menyerang, kita musti kelihatan tidak mampu;


ketika menggunakan kekuatan kita, kita musti terlihat tidak berdaya;


ketika kita dekat, kita musti membuat musuh percaya bahwa kita masih sangat jauh;


ketika kita sangat jauh, kita musti membuat dia percaya kita sangat dekat.


Para Malaikat yang Jatuh adalah para ahli di dalam seni peperangan, merekalah yang mengajar manusia segala sesuatunya. Itu artinya mereka berada jauh di depan manusia. Kita musti mengenali musuh, sebab jika tidak demikian kita tidak punya kesempatan untuk menang dalam peperangan.


Mungkinkah Kitab Henokh memang sengaja dibuang dan dimusnahkan oleh para penguasa dunia saat itu – keturunan Malaikat yang Jatuh – karena memberikan informasi yang sangat detail mengenai perbuatan-perbuatan bapa leluhur mereka – para Malaikat yang Jatuh – pada zaman Pra-Banjir Besar, maupun berisi nubuat-nubuat mengenai hal-hal yang akan terjadi hingga Akhir Zaman?


Kata ketiga dari Charam adalah “Charum,” yang hanya muncul satu kali di dalam Tanakh (Torah Musa),


Imamat 21:18 (ILT) Sebab, tidak seorang pun yang cacat pada tubuhnya boleh mendekat: orang buta, atau timpang, atau cacat muka (Ibrani: charum), atau cacat bentuk tubuh,


Kata ini menggambarkan semacam mutilasi, deformasi atau semacam irisan pada tubuh.


Jadi apakah hanya kebetulan saja para Malaikat yang Jatuh ini mendarat pada puncak belahan Bumi yang berbentuk seperti irisan? “Luka” yang begitu jelas yang bisa dilihat dari luar angkasa.


Memang benar telah terjadi mutilasi fisik yang sampai pada tingkatan spiritual, dengan terciptanya makhluk-makhluk hybrid yang terbuat dari mutilasi DNA Iblis dengan DNA manusia yang dicampur menjadi satu. Ingat akan perumpamaan Yeshua tentang benih lalang dan gandum?


Perbatasan Israel berdasarkan Alkitab meliputi ujung paling utara dari sesar Syria ini, di Lembah Beeqa Libanon. Malaikat yang Jatuh yang mendarat di puncak Hermon menandai terjadinya perbedaan yang sangat kontras antara Benar dan Jahat: Tamu-tamu yang sangat Najis di Tanah yang Suci, perusak umat manusia di tempat yang paling terang bersinar.


Bangsa Yahudi berada di tengah-tengah kisah para predator sesungguhnya – Nephilim, Mereka yang Jatuh – yang telah menipu umat manusia di sepanjang sejarah.