The Holy Spirit Lord Adonai

The Holy Spirit Lord Adonai
Bangkitnya Babel | Eksperimen Kejadian 6



Gereja Kristen Orthodox di Ethiopia dan Erithraea memasukkan Kitab Henokh dan Kitab Yobel ke dalam kanon resminya. Jika Anda pergi ke gereja Kristen Orthodox di Ethiopia, Anda akan mendapati Kitab Henokh ada di dalam Alkitab mereka. Lihat perbandingan “kanon” Alkitab dari berbagai golongan Kristen di seluruh dunia. Jika dibandingkan dengan aliran Kristen yang lain di seluruh dunia (Kristen Othodox Timur, Kristen Orthodox Oriental, Kristen Orthodox Nestorian), maka Kristen Protestan Barat (Western Catholic Tradition) termasuk di Indonesia, memiliki Alkitab yang “paling tipis,” karena banyak kitab-kitab yang tidak dimasukkan ke dalam “kanon.”


Kitab Suci yang digunakan pada zaman Tuhan Yeshua adalah Septuaginta (LXX), yaitu Kitab Suci (Perjanjian Lama) dalam terjemahan bahasa Yunani, yang diterjemahkan dari bahasa Ibrani (Tanakh) oleh 70 ahli Torah yang diselesaikan pada tahun 132 SM di Alexandria, Mesir.


Di dalam Septuaginta terdapat Kitab-kitab Deuterokanonika (Kanon Kedua). Kitab Suci Perjanjian Lama versi Septuaginta inilah yang digunakan sebagai rujukan oleh para penulis Alkitab Perjanjian Baru, para rasul dan orang-orang Kristen pada abad pertama.


Tahun 1851, Septuaginta diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Brenton (versi Brenton Septuagint).


Kitab-kitab Deuterokanonika pada mulanya dimasukkan di dalam Kitab Suci. Alkitab Terjemahan Vulgata (Latin) dan Septuaginta (Yunani) memuat kitab-kitab ini. Alkitab King James edisi pertama tahun 1611 memuat kitab-kitab ini. Tapi karena pengaruh “otoritas gereja” pada masa itu, kitab-kitab ini “dibuang.” Alkitab King James cetakan tahun 1684 sudah tidak lagi memuatnya. Berikut kitab-kitab tersebut:


1 Esdras


2 Esdras


Tobit


Yudit


Tambahan Ester


Kebijaksanaan Salomo


Ben Sira, juga disebut Sirakh atau Ecclesiasticus


Barukh


Surat Yeremia (Tambahan Yeremia)


Kisah Susana dan Daniel


Dewa Bel dan Naga Babel


Doa Azarya dan Nyanyian Tiga Pemuda


Doa Manasye


1 Makabe


2 Makabe


Sebagian buku-buku yang disebutkan tetapi tidak ada di dalam Alkitab antara lain:


Kitab Peperangan Tuhan (Bilangan 21:14)


Kitab Yehu (2 Tawarikh 20:34) 


Risalah Kitab Raja-raja (2 Tawarikh  24:27) 


Kitab Sejarah (Ester 2:23) 


Kitab Sejarah Ahasyweros (Ester 6:1) 


Kitab Riwayat Salomo (1 Raja-raja 11:41)


Kata-kata Hozai (2 Tawarikh 33:19)


Kitab Sejarah Raja Daud (1 Tawarikh 27:24)


Kitab Riwayat Samuel, Natan, Gad (1 Tawarikh 29:29) 


Kitab Riwayat Nabi Natan (2 Tawarikh 9:29) 


Kitab Nabi Ahia orang Silo (2 Tawarikh 9:29)


Kitab Sejarah Nabi Ido (2 Tawarikh 13:22)


Kitab Orang Jujur (Sepher haYashar, Yosua 10:13; 2Samuel 1:18)


Sama seperti yang terjadi pada zaman Nuh, begitu pula kedatangan Anak Manusia akan terjadi – Yeshua haMashiach, 33M


Bab 2 – Eksperimen Kejadian 6


Kejadian 6:1-4 (TB) Ketika manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi mereka lahir anak-anak perempuan, 2. maka anak-anak Elohim melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka. 3. Berfirmanlah YAHWEH: “Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja.” 4. Pada waktu itu orang-orang raksasa (Ibrani: Nephilim) ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Elohim menghampiri anak-anak perempuan manusia, dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; inilah orang-orang yang gagah perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan.


Ayat ini menjelaskan apa yang disebut “Eksperimen Kejadian 6“. Bagian awal perikop tersebut menceritakan alasan mengapa Elohim memutuskan untuk menghancurkan dunia dengan Banjir Besar. Dikatakan bahwa malaikat Elohim kawin dengan para perempuan manusia dan melahirkan hybrid manusia super yang disebut Nephilim. Makhluk ini merusak seluruh bumi.


Sebelum kita berbicara lebih jauh, perlu diluruskan beberapa kesalahpahaman yang umum terjadi mengenai bagian Kitab Suci yang ini. Bagaimana kita tahu bahwa ayat ini berbicara tentang para malaikat? 


Banyak perdebatan yang diajarkan bahwa istilah, “anak-anak Elohim” adalah referensi kepada anak-anak Adam dari Seth (yang hidup benar) dan bahwa “anak-anak perempuan manusia” adalah referensi kepada anak-anak Adam (yang jahat), keturunan Kain.


Pertama-tama, bagaimana “Nephilim” (beberapa terjemahan menyebutnya “raksasa“) lahir dari manusia normal? Jika semua yang kita bicarakan di sini adalah perkawinan sedarah dari keturunan antara dua bersaudara, Kain dan Seth, bagaimana seseorang bisa menjelaskan kelahiran para raksasa – baik sebelum maupun sesudah Banjir Besar?


Tulang Paha 47 inchi (1,2 m) ini milik seseorang yang tingginya antara 14 – 16 kaki (4,27-4,88 meter). Pada akhir tahun 1950-an, selama pekerjaan konstruksi jalan di tenggara Turki di Lembah Efrat, banyak makam yang berisi sisa-sisa raksasa ditemukan. Di dua situs, hasil pengukuran tulang-tulang kaki panjangnya kurang lebih 120 cm (47,24 inchi). Joe Taylor, Direktur Mt. Blanco Fossil Museum di Crosbyton, Texas, ditugaskan untuk memahat tulang kaki ini dalam skala ukuran dan anatomi yang akurat. “Raksasa” ini tingginya 14-16 kaki (4,27-4,88 meter), dan memiliki kaki sepanjang 20-22 inchi (50,8-55,9 cm). Ujung jari-jari tangannya, dengan lengan tergantung di sisinya, kira-kira 6 kaki (1,8 meter) tingginya dari tanah. Catatan Alkitab dalam Ulangan 3:11 menulis bahwa Ranjang Besi Og, raja Bashan panjangnya 9 hasta x 4 hasta. Bila menggunakan asumsi 1 hasta Ibrani \= 25,025 inchi, maka ukuran tempat tidur orang itu lebih dari 18 kaki (5,4 meter) panjangnya!


Para sarjana Alkitab yang mengajarkan tentang teori ini tampaknya tidak memiliki masalah dengan kisah Alkitab tentang para raksasa yang harus diusir dari Tanah Kanaan oleh bangsa Israel. Jadi, bagaimana mereka bisa menjelaskan munculnya karakter seperti Og raja Bashan dan Goliath dari Gat yang memang raksasa dan entah bagaimana, cocok dengan sifat-sifat genetika Nephilim dari Kejadian 6:4? Seberapa banyak pun mereka diberi makan, manusia normal tidak akan mungkin melahirkan raksasa setinggi 5,4 dan 3,6 meter.


Kedua, kata-kata yang diterjemahkan sebagai “anak-anak Elohim” di ayat ini berasal dari bahasa Ibrani “benei ha’Elohim“; yang berasal dari kata “ben” (H1121) dan “elohim” (H430).


Dalam kamus Brown-Driver-Briggs’ Hebrew Definition, kata “ben” (H1121) artinya: anak laki-laki, cucu, anak, anggota keluarga, bangsa (jamak), kaum, anggota.


Kata “ben” memiliki akar kata “banah” (H1129), yang artinya: membangun, mendirikan, mendirikan (keluarga), mendapatkan anak-anak.


Sedangkan kata “elohim” (H430), artinya: (jamak) penguasa, hakim, yang ilahi, para malaikat, dewa-dewa; (singular) dewa, dewi, seperti Elohim, Elohim yang benar, pekerjaan-pekerjaan atau sifat-sifat Elohim, berkuasa.


“Benei ha’Elohim” adalah kombinasi kata-kata yang sama dengan yang digunakan dalam Ayub 1:6, Ayub 2:1 dan Ayub 38:7. Kata-kata “anak-anak Elohim” semuanya mengacu kepada malaikat.


Ayub 1:6 (ILT) Pada suatu hari, ketika anak-anak Elohim (Ibrani: benei ha’Elohim) datang menghadap YAHWEH, dan Satan pun datang di antara mereka.


Ayub 2:1 (ILT) Dan suatu hari, ketika anak-anak Elohim (Ibrani: benei ha’Elohim) datang menghadap YAHWEH, dan Satan pun datang di antara mereka menghadap YAHWEH.


Ayub 38:7 (ILT) ketika bintang fajar bernyanyi bersama-sama, dan semua anak Elohim (Ibrani: benei Elohim) bersorak-sorai dengan sukacita?


Ayat-ayat di Kitab Ayub tersebut menggambarkan peristiwa yang terjadi di Surga. Ayat-ayat itu tidak berbicara tentang anak-anak Set yang hidup bergaul dengan Satan dan para malaikat dalam sebuah pertemuan kecil.


Jadi dapat disimpulkan di sini bahwa “anak-anak Elohim” (benei ha’Elohim) di dalam Kejadian 6, sama seperti dalam Kitab Ayub, adalah “para malaikat.”


Sebagai hasil dari perkawinan para malaikat dengan perempuan manusia, seluruh ciptaan Elohim telah menjadi rusak, menyimpang, dimanipulasi dan berubah dari keadaan sebelumnya, yang telah Elohim katakan, “Semuanya sungguh sangat baik.” Hanya ada satu keluarga manusia yang tampaknya tidak terpengaruh oleh “gen buruk” ini dan itu adalah Nuh dan keluarganya.


Kejadian 6:9 (ILT) Inilah silsilah Nuh. Nuh adalah seorang pria yang benar, ia tidak bercela (Ibrani: tamim) di antara orang-orang sezamannya. Nuh hidup bergaul dengan Elohim.


Alkitab mengatakan bahwa Nuh adalah manusia yang “sempurna dalam generasinya“, yang secara harafiah berarti “murni” dalam genetikanya.


Kita bisa mengetahui hal ini karena kata yang digunakan ada “tamim” (H8549). Ini adalah kata yang sama yang digunakan ketika Elohim menyebutkan bahwa “lembu betina merah” itu harus “murni” secara fisik:


Bilangan 19:2 (ILT) “Inilah ketetapan hukum yang YAHWEH perintahkan dengan berfirman: Berbicaralah kepada bani Israel, dan biarlah mereka mengambil untuk engkau seekor lembu betina merah yang sempurna (Ibrani: tamim), yang tidak ada cacatnya, yang ke pundaknya kuk tidak pernah ditumpangkan.


Menurut Kitab Yashar, Nuh kawin dengan salah seorang anak perempuan Henokh. Dalam Kejadian 5:24, Alkitab mengatakan bahwa Henokh begitu benar di mata Elohim sehingga Dia mengambil Henokh ke Surga tanpa harus mengalami kematian. Jadi, adalah wajar untuk berasumsi bahwa anak perempuannya pasti tahu akan kebenaran dan telah menjadi kandidat istri yang baik bagi Nuh untuk dikawini. Dalam Kitab Henokh, juga disebutkan bahwa Henokh mengajar anak-anak manusia untuk hidup di dalam kebenaran. Dengan asumsi bahwa Nuh dan istrinya secara fisik murni genetikanya, tiga putra mereka, Yaphet, Shem dan Ham juga pasti murni genetikanya. Tapi itu bukan berarti istri mereka juga murni genetikanya.