
Kitab Yashar 9:32 Dan Elohim berfirman kepada tujuh puluh malaikat yang berdiri di hadapan-Nya, kepada mereka yang dekat kepada-Nya, firman-Nya, “Marilah kita turun dan mengacaukan lidah mereka, supaya orang yang satu tidak dapat mengerti bahasa temannya.” Dan itu diperbuat-Nya kepada mereka.
Dalam Kitab Henokh, 70 malaikat bangsa-bangsa ini disebut sebagai 70 gembala:
Kitab Henokh 89:59 Dan Dia memanggil tujuh puluh gembala dan menyerahkan domba-domba itu, agar mereka menggembalakan mereka, dan Dia berbicara kepada para gembala dan kawan-kawan mereka, “Setiap orang dari padamu sekarang harus menggembalakan kawanan domba, dan segala sesuatu yang Kuperintahkan kepadamu, lakukan!
Dengan kata lain, dipercayai bahwa 70 malaikat bangsa-bangsa ini dianggap sebagai semacam “Sanhedrin surgawi” atau oleh sebagian orang disebut “Sidang Ilahi” Mazmur 82:1 (TB) Elohim berdiri dalam sidang ilahi (Ibrani: ‘el; Elohim, malaikat), di antara elohim (Ibrani: ‘elohiym; Elohim, para malaikat, penguasa, hakim, dewa-dewa) Ia menghakimi.
Menurut Midrash Tanchuma, pengajaran khotbah yang diyakini disusun sekitar tahun 500 M, penglihatan Yakub di Beit-El adalah mengenai para malaikat bangsa-bangsa ini, yang naik dan turun tangga, untuk menentukan takdir bangsa-bangsa.
Kejadian 28:12 (ILT) Dan dia bermimpi, dan tampaklah sebuah tangga didirikan di atas bumi, dan ujungnya mencapai langit, dan tampaklah para malaikat Elohim sedang naik dan turun di atasnya.
King Wells, penulis buku “Ancient Myths and the Bible” memperkuat pemahaman ini pada halaman 12 dan 13, yang tertulis:
Ingat, kita harus membuktikan suatu thesis dengan lebih dari satu sumber, jadi mari kita lihat Ulangan 4:19:
Ulangan 4:19 (ILT) Dan supaya engkau jangan mengarahkan matamu ke langit dan melihat matahari dan bulan dan bintang-bintang, yaitu seluruh tentara langit, dan engkau disesatkan dan menyembah serta beribadah kepada dia yang telah YAHWEH, Elohimmu, bagi-bagikan kepada segala bangsa di bawah segenap langit.
Sekali lagi, di sini kita melihat bahwa Elohim membagi bangsa-bangsa menurut jumlah tentara langit, dan di dalam keseluruhan Alkitab, tentara langit mengacu kepada malaikat-malaikat…
Penegasan dari Kitab Yashar terdapat dalam pasal 48, yang menggambarkan takhta Firaun, ada tujuh puluh tingkatnya. Masing-masing tingkat mewakili satu bahasa manusia. Kitab Yashar menuliskan sebagai berikut:
Kitab Yashar 48:43. Tahta yang di atasnya raja duduk dilapisi dengan emas dan perak, dan batu onyx, dan itu ada tujuh puluh tingkat anak tangganya.
Cerita ini dilanjutkan dengan penggambaran alasan kenapa ada 70 tingkat, yang menyatakan bahwa itu mewakili 70 bahasa manusia.
Kitab Yashar 48:45. Jika dia seorang rakyat biasa, dia naik sejauh tiga tingkat, dan raja akan turun sejauh empat tingkat dan berbicara kepadanya. Kebiasaan mereka selain itu, jika seseorang memahami untuk berbicara dalam seluruh tujuh puluh bahasa, dia menaiki tujuh puluh tingkat, dan berjalan naik dan berbicara hingga dia mencapai raja. 46. Setiap orang yang tidak dapat mencapai tujuh puluh tingkat, dia naik sejumlah tingkat sebanyak bahasa yang dia pahami untuk berbicara. 47. Itu adalah kebiasaan pada waktu itu di Mesir supaya tidak seorang pun dapat memerintah atas mereka, kecuali yang memahami untuk berbicara dalam tujuh puluh bahasa.
Dalam pasal berikutnya dari Kitab Yashar, kita membaca tentang Yoseph yang dijadikan penguasa kedua di Mesir, ketika para perwira Firaun memprotes keputusan Firaun, bahwa seseorang yang hendak berkuasa atas mereka tidak memahami keseluruhan 70 bahasa. Ini akan menjadi masalah bagi Yusuf jika bukan karena Malaikat Elohim datang kepadanya malam hari itu dan mengajarinya seluruh 70 bahasa.
Kitab Yashar 49:9. Semua perwira menjawab raja dan berkata, “Tapi sesungguhnya telah tertulis dalam hukum Mesir, dan itu tidak boleh dilanggar, bahwa tidak seorang pun bisa memerintah atas Mesir, ataupun menjadi orang kedua dari raja, kecuali seseorang yang memiliki pengetahuan dalam semua bahasa anak-anak manusia. 10. Maka sekarang tuan kami dan raja, lihatlah orang Ibhri (Ibrani) ini hanya bisa berbicara dalam bahasa Ibhri. Lalu bagaimana dia bisa berkuasa atas kami sebagai orang kedua dalam pemerintahan, seorang yang tidak mengerti bahasa kami?
Kitab Yashar 49:14. Malaikat itu membangunkan dia dari tidurnya, dan Yoseph terbangun dan berdiri. Lihatlah, malaikat YAHWEH berdiri di hadapannya, dan malaikat YAHWEH berbicara dengan Yoseph, dan dia mengajarkan kepadanya seluruh bahasa manusia pada malam hari itu, dan dia menyebut namanya Yehoseph.
Lalu apa arti semuanya ini?
Artinya adalah: Sesudah peristiwa kekacauan bahasa di Menara Babel, tiap-tiap bangsa dengan bahasa mereka masing-masing ini pergi dan berbicara mengenai orang yang sama (Nimrod), hanya saja mereka sekarang membicarakannya di dalam bahasa baru mereka. Jadi Nimrod, Pahlawan Perkasa yang Agung-Pemburu-Dewa-Raja, sekarang dikenal di seluruh dunia dengan berbagai nama-nama yang berbeda. Dengan 70 bangsa dan bahasa yang berbeda, yang terserak keluar dari satu peristiwa itu, sekarang mudah untuk memahami bagaimana Nimrod bisa dikenal oleh setidaknya 70 nama yang berbeda!
Di atas sudah disinggung, kita akan fokus kepada dua nama: Gilgamesh dan Osiris.
Mari kita mulai dengan Gilgamesh. “Epic of Gilgamesh” adalah salah satu cerita tertua yang pernah ditulis. Banyak orang telah menemukan hubungan bahwa Gilgamesh merupakan salah satu nama dari banyak nama untuk Nimrod.
David Livingston menghasilkan karya yang sangat bagus dalam untuk menghubungkan Nimrod-Gilgamesh. Dan di Internet secara literal banyak sekali informasi dan pustaka yang memberikan kesaksian tentang dua nama yang mewakili satu tokoh yang sama ini.
Dalam Kejadian 10, Alkitab mencatat tentang kerajaan-kerajaan yang didirikan oleh Nimrod:
Kejadian 10:10 (ILT) Dan mula-mula kerajaannya terdiri atas Babel, dan Erekh (Sumeria: Uruk atau Eridu), dan Akkad, dan Kalneh (artinya: Benteng Anu, dewa tertinggi bangsa Sumeria), di tanah Shin’ar.
Menurut mitologi Sumeria, kota Erekh didirikan oleh pahlawan perkasa, Gilgamesh.
Gilgamesh sering digambarkan sebagai raksasa. Kita bisa lihat pada gambar di atas bahwa ia memegang singa di bawah lengannya! Teks Sumeria kuno juga menyebutkan bahwa Gilgamesh “2/3 dewa dan 1/3 manusia.” Hal ini tentu menjelaskan kasus “genetika Nephilim” yang terdapat dalam garis keturunan anak-anak Ham, secara khusus: Nimrod!
Osiris adalah tokoh yang SANGAT terkenal dalam sejarah dan mitologi. Dia memiliki kedudukan penting di dalam serikat-serikat rahasia (al. Illuminati, Freemasons) dan bahkan di dalam pemerintahan dunia kita sekarang ini. Tapi lebih daripada itu, dia adalah tokoh sentral yang perlu kita perhatikan untuk memahami zaman di mana kita hidup sekarang ini, dan apa yang akan terjadi dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Misalnya, apakah Anda tahu bahwa Osiris adalah satu-satunya dewa zaman kuno, selain Yeshua yang memiliki gelar sebagai, “Raja segala raja dan Tuhan segala tuhan?”
“…dia sangat perkasa dan sangat menakutkan dalam namanya “Osiris“, ia ada untuk selamanya dan untuk selamanya dalam namanya ‘Un-Nefer.’ Penghormatan bagimu, O Raja segala raja, Tuhan segala tuhan, Penguasa para raja, yang dari rahim Nut engkau telah memerintah dunia dan dunia orang mati… ” – Kutipan dari “Hymn to Osiris” dalam “The Book of the Dead“
Ada beberapa hal penting tentang Osiris:
Simbol Osiris adalah Ankh, yang terlihat sangat mirip seperti Salib.
Salah satu teori utama mengatakan bahwa “lingkaran” di bagian atas Ankh melambangkan kebangkitan – simbol kelahiran kembali matahari. Ini tampaknya sama dengan banyak dewa-dewa matahari kuno yang mati dan bangkit kembali, yang dilahirkan kembali pada tanggal 25 Desember (pada winter solstice; titik balik matahari musim dingin) yang ada di dalam peradaban-peradaban dunia kuno. Dan bukan sekedar kebetulan atau kecelakaan, bahwa Anak Elohim, Yeshua, disalibkan pada tiang berbentuk seperti simbol dewa matahari.
Dengan pemahaman ini, perlu dicatat beberapa hal tentang inkarnasi Nimrod sebagai Osiris. Di sini Anda benar-benar akan dapat melihat cermin (terbalik) dari gambar Yeshua. Di mana Yeshua adalah Anak Elohim, Messias, Kristus; sedangkan Osiris adalah antitesis yang tepat. Dia adalah dewa matahari, messias palsu (anti messias), Anti-Kristus.
Ini adalah salah satu alasan utama kenapa orang Kristen seharusnya tidak menghubungkan antara kelahiran Yeshua haMashiach (Yesus Kristus) dengan tanggal 25 Desember, karena ini bukan hari ulang tahun atau hari kelahiran Yeshua haMashiach (Yesus Kristus). 25 Desember adalah hari ulang tahun atau hari kelahiran kembali dari Nimrod/Osiris/Baal/Mithra, yang oleh kaum pagan (penyembah dewa-dewa kuno) diperingati setiap winter solstice (titik balik matahari musim dingin), fenomena astronomi yang ditandai dengan siang hari yang terpendek dan malam hari yang terpanjang, biasanya jatuh di kisaran tanggal 23 Desember setiap tahunnya.
Selengkapnya bisa Anda baca dalam artikel Dewa-dewa yang Dilahirkan Pada Hari Natal, 25 Desember
Pada intinya adalah, dalam Ulangan 18:9, Elohim mengatakan kepada bangsa Israel untuk tidak berhubungan dengan tradisi dewa-dewa (palsu) lain.
Ulangan 18:9 (ILT) “Apabila engkau datang ke negeri yang YAHWEH, Elohimmu, berikan kepadamu, janganlah belajar melakukan menurut tindakan kekejian (Ibrani: to’ebah) dari bangsa-bangsa itu.
YAHWEH menganggap itu adalah tindakan kekejian atau menjijikkan, yang dalam bahasa Ibrani menggunakan kata “to’ebah” (H8441), yang artinya: hal yang menjijikkan, kejijikan, sangat dibenci, buruk sekali; hal yang menjijikkan dalam hal ritual (makanan haram, berhala-berhala, kawin campur) dan etika (kefasikan).
Jika YAHWEH Elohim yang kita sembah adalah “sama, kemarin, hari ini dan selamanya”, sebagaimana dikatakan Kitab Suci, maka Firman ini juga memberi kepada kita peringatan yang sama. Tugas kita sebagai penjaga adalah memperingatkan hal ini kepada umat Elohim, supaya darah mereka tidak tertanggung ke atas kita. Perhatikan ayat-ayat berikut ini:
Yehezkiel 33:1-6 (ILT) Dan firman YAHWEH datang kepadaku, yang mengatakan, 2. “Hai anak manusia, berbicaralah kepada anak-anak lelaki dari bangsamu dan engkau harus mengatakan kepada mereka: Ketika Aku mendatangkan pedang atas suatu negeri, dan rakyat negeri itu mengambil seseorang dari perbatasan mereka, dan menempatkan dia sebagai penjaga bagi mereka; 3. dan ketika dia melihat pedang itu datang ke atas negeri itu, lalu ia meniup sangkakala dan mengingatkan bangsa itu, 4. dan siapa yang telah mendengar bunyi sangkakala itu, tetapi tidak mau diingatkan, maka datanglah pedang itu dan menghabisinya, darahnya akan ada pada kepalanya. 5. Dia mendengarkan bunyi sangkakala itu tetapi tidak mau diperingatkan, darahnya ada pada dirinya sendiri. Namun dia yang menerima peringatan, dia akan menyelamatkan nyawanya. 6. Namun jika penjaga itu melihat pedang itu datang, dan dia tidak meniup sangkakala, dan umat itu tidak diingatkan, dan pedang itu datang mengambil nyawa salah seorang dari mereka, dia mati di dalam kesalahannya. Namun Aku akan menuntut darahnya dari tangan penjaga itu.
Tidak perlu diperdebatkan lagi, “Hari Natal” (yang disebutkan tanggal 25 Desember) bukanlah hari kelahiran Yeshua haMashiach (Yesus Kristus), melainkan hari kelahiran kembali Anti-Kristus – dewa matahari kuno yang mati dan bangkit kembali … yang sampai sekarang belum dibangkitkan kembali.
Apa maksudnya “belum dibangkitkan kembali“?
Di dalam Kitab Wahyu, Yeshua berulang kali disebut sebagai “Yang Ada, dan Yang Telah Ada dan Yang Akan Datang“.
Wahyu 1:4 (ILT) … dari Dia, Yang Ada dan Yang Telah Ada dan Yang Akan Datang, …
Wahyu 1:8 (ILT) YAHWEH berfirman, “Aku adalah Alfa dan Omega, permulaan dan penghabisan, Yang Ada dan Yang Telah Ada dan Yang Akan Datang, Penguasa Semesta.”
Wahyu 4:8 (ILT) … “Kudus, kudus, kuduslah YAHWEH, Elohim Penguasa Semesta, Yang Telah Ada, dan Yang Ada dan Yang Akan Datang.”
Wahyu 11:17 (ILT) … Elohim Penguasa Semesta, Yang Ada, dan Yang Telah Ada, dan Yang Akan Datang, karena Engkau menggenggam kuasa-Mu yang besar itu dan Engkau memerintah;
Wahyu 16:5 (ILT) … “Engkau adil, ya YAHWEH, Yang Ada, Yang Telah Ada dan Yang Akan Datang, karena Engkau telah menghakimi hal-hal ini;
Hal ini ada sepanjang bagian awal Kitab Wahyu, tapi ketika Anda sampai ke pasal 13, Anda akan mulai membaca tentang “Binatang” yang kemudian dijelaskan (dalam pasal 17:8-11) sebagai “yang pernah ada, dan sekarang tidak ada, tetapi dia akan segera muncul kembali“.
Wahyu 17:8 (ILT) Binatang buas yang engkau lihat, dia “pernah ada dan sekarang tidak ada, tetapi dia akan segera muncul” dari Abyssos, dan menuju kepada kebinasaan, dan orang-orang yang berdiam di muka bumi, yang nama-namanya tidak tertulis dalam Kitab Kehidupan sejak permulaan dunia, mereka akan heran sambil melihat binatang buas itu, yaitu “yang pernah ada, dan sekarang tidak ada, sekalipun dia ada.“
Pembanding: Wahyu 17:8 (TB) Adapun binatang yang telah kaulihat itu, “telah ada, namun tidak ada, ia akan muncul” dari jurang maut, dan ia menuju kepada kebinasaan. Dan mereka yang diam di bumi, yaitu mereka yang tidak tertulis di dalam kitab kehidupan sejak dunia dijadikan, akan heran, apabila mereka melihat, bahwa binatang itu “telah ada, namun tidak ada, dan akan muncul lagi.“