The Holy Spirit Lord Adonai

The Holy Spirit Lord Adonai
Kitab Henokh 15



Dan sekarang para raksasa, yang telah diperanakkan dari roh dan daging, akan disebut roh-roh jahat di bumi, dan tempat tinggal mereka akan ada di atas bumi.


Roh-roh jahat akan keluar dari tubuh mereka; karena mereka diciptakan dari atas, awal mula mereka berasal dari malaikat penjaga kudus, mereka akan menjadi roh-roh jahat di atas bumi, dan akan disebut roh-roh jahat.


Tapi roh-roh yang ada di surga memiliki tempat kediaman di surga, dan roh-roh yang ada di bumi, yang lahir di bumi, memiliki tempat kediaman di bumi.


Dan roh-roh para raksasa, yang mencampakkan diri mereka sendiri ke awan-awan, akan dihancurkan dan jatuh, dan akan berperang dan menyebabkan kehancuran di bumi, dan melakukan kejahatan; mereka tidak akan memakan apa pun, ataupun mereka akan menjadi haus, dan mereka akan tidak kelihatan.


Dan roh-roh ini akan bangkit melawan anak-anak manusia dan melawan perempuan, karena dari pada merekalah roh-roh ini berasal. Pada hari-hari pembunuhan dan penghancuran.


Kitab Henokh  juga memberikan petunjuk mengenai aktivitas para Malaikat yang Jatuh, yang mengindikasikan bahwa mereka disembah oleh manusia sebagai dewa-dewa pada zaman purbakala.


Kitab Henokh 19:1 Dan Uriel berkata kepadaku, “Di sini akan ditempatkan jiwa-jiwa malaikat yang telah menyatukan diri mereka dengan perempuan, dan yang mengambil berbagai bentuk, telah mencemarkan manusia, dan telah menyebabkan manusia tersesat sehingga mereka membawa persembahan kepada setan-setan seperti kepada dewa-dewa, yaitu pada hari ketika penghakiman besar, di mana mereka akan dihakimi, pada kesudahannya.


Kitab Henokh 68:4 Dan saat dia berdiri di hadapan TUHAN segala Roh, Michael yang kudus berbicara kepada Rufael, “Aku tidak akan mengambil bagian atas mereka di hadapan mata Tuhan, karena TUHAN segala Roh murka kepada mereka, karena mereka bertindak seolah-olah mereka adalah dewa-dewa.


Kitab Henokh 80:7 Dan seluruh hukum bintang akan tertutup bagi orang-orang berdosa, dan pikiran mereka yang diam di bumi akan menjadi sesat karena mereka, dan mereka akan berbalik dari semua caranya, dan akan berlaku sesat dan menganggap mereka dewa-dewa.


Kitab Henokh pasal 85-90, bagian Kitab Perumpamaan, juga memberikan kisah yang sama mengenai kejatuhan para malaikat. Dalam bagian itu, sebuah bintang (Azazel) jatuh dari surga dan mulai merumput diantara lembu-lembu jantan (umat manusia). Sejumlah bintang kemudian jatuh dan berubah wujud menjadi sapi-sapi jantan. Mereka mulai mendekati sapi-sapi itu (para malaikat mengawini perempuan mortal), yang kemudian memperanakkan kawanan gajah, unta, dan keledai (para raksasa dan monster-monster). Kawanan lembu jantan menjadi resah dan mulai berperang, namun mereka menjadi buruan dari binatang-binatang buas. Para penghulu malaikat kemudan muncul dalam bentuk manusia. Yang seorang menangkap bintang yang pertama jatuh dan mencampakkannya ke dalam abyss. Yang kedua mengirimkan pedang ke antara kawanan gajah, unta, dan keledai sehingga mereka saling membunuh satu sama lain. Yang ketiga melemparkan batu-batu dari langit kepada bintang-bintang yang jatuh lainnya dan mengikat dan mencampakkan mereka ke dalam abyss. Kisah selanjutnya menggambarkan pemberontakan Makabe, yang akhirnya menggambarkan peperangan terakhir antara Kebenaran dan Kejahatan.


PASAL 86 – Kejatuhan Malaikat dan Kerusakan Umat Manusia


Dan aku melihat dengan mataku, sementara aku sedang tidur, aku melihat ke langit, dan lihatlah, sebuah bintang jatuh dari langit , dan dia bangkit dan makan dan merumput diantara lembu-lembu jantan itu.


Setelah itu aku melihat lembu jantan hitam yang besar, dan lihatlah, semua berganti kandang dan padang rumput dan anak-anak mereka, dan mulai meratap  satu dengan yang lain.


Lagi aku melihat dalam penglihatan, aku memandang ke langit, dan lihatlah, aku melihat banyak bintang; dan mereka jatuh dari langit, dan dilemparkan dari surga  ke dekat bintang yang pertama, diantara kawanan lembu jantan dan anak-anaknya; mereka ada disana bersama-sama, merumput di antara mereka.


Dan aku melihat mereka, dan lihatlah, mereka semuanya mengeluarkan alat kelamin mereka, seperti kuda, dan mulai mengawini sapi-sapi betina itu ; dan mereka semuanya mengandung, dan melahirkan gajah-gajah dan unta-unta dan keledai-keledai .


Semua lembu jantan takut dan sangat gentar kepada mereka; dan mereka mulai menggigit dengan gigi mereka, dan melahap, dan menanduk dengan tanduk mereka.


Dan mereka mulai melahap lembu-lembu jantan  itu, dan lihatlah, semua anak-anak bumi gemetar, dan terguncang di hadapan mereka, dan melarikan diri.


PASAL 87


Dan aku melihat mereka mulai menanduk satu sama lain, dan melahap satu sama lain , dan bumi mulai menangis keras-keras .


Dan tiga orang yang keluar terakhir itu memegang tanganku, dan membawaku pergi jauh dari generasi-generasi di bumi, dan mengangkat aku ke tempat yang luas, dan menunjukkan kepadaku sebuah menara didirikan, jauh lebih tinggi dari bumi, dan dari semua bukit.


Dan mereka berkata kepadaku, “Tetaplah di sini sampai kamu melihat segala sesuatu yang akan terjadi atas gajah-gajah dan unta-unta dan keledai-keledai, dan atas bintang-bintang, dan atas semua sapi-sapi jantan.”


PASAL 88 – Penghukuman Para Malaikat Yang Jatuh oleh Para Pemimpin Malaikat


Dan aku melihat salah seorang dari keempat  yang telah keluar sebelumnya, dia menangkap bintang yang pertama kali jatuh dari langit, dan mengikat tangan dan kakinya, dan memasukkannya ke dalam jurang yang dalam ; dan jurang ini sempit dan dalam dan mengerikan dan gelap .


Dan salah seorang dari mereka  menghunus pedangnya, dan memberikannya kepada kawanan gajah dan unta dan keledai itu; dan mereka mulai berperang satu sama lain, dan seluruh bumi terguncang karena mereka.


Dan aku melihat dalam penglihatan, lihatlah, salah seorang dari keempat yang turun itu melemparkan batu dari surga, dan mengumpulkan dan menangkap semua bintang-bintang besar, yang alat kelaminnya seperti alat kelamin kuda, dan mengikat tangan dan kaki mereka semua, dan melemparkan mereka ke jurang yang dalam di bumi .


Ada tiga aspek dosa Malaikat Pengawas dalam kisah-kisah ini. Pertama, kecemaran mereka karena para malaikat kawin dan melakukan hubungan seksual dengan anak-anak perempuan manusia. Kedua, penyatuan para malaikat dengan perempuan mortal ini sendiri menghasilkan kejahatan. Karena perbuatan anak-anak yang mereka lahirkan, Nephilim, dan kejahatan dan kecemaran yang timbul karena mereka, Elohim mendatangkan Air Bah pada Zaman Nuh. Ketiga, para malaikat ini berdosa karena mereka mengajar umat manusia dan mengungkapkan rahasia-rahasia alam semesta yang tidak dikehendaki Elohim bagi manusia untuk mengetahuinya.


Malaikat Pengawas dalam Kitab Yobel


Kitab Yobel mencatat perbuatan-perbuatan Malaikat Pengawas seperti yang juga tertulis dalam Kitab Henokh. Di sini dijelaskan bahwa Malaikat Pengawas sebenarnya turun ke bumi untuk mengajar umat manusia dan melakukan apa yang benar, namun mereka berbuat dosa dengan anak-anak perempuan manusia karena mereka bersetubuh dengan perempuan bumi sehingga mereka menjadi cemar.


Kitab Yobel 4:22 Dan dia bersaksi kepada para Malaikat Pengawas, yang telah berdosa dengan anak-anak perempuan manusia; karena mereka ini mulai menyatukan diri mereka, sehingga akan mencemarkan, dengan anak-anak perempuan manusia, dan Chanokh bersaksi melawan (mereka) semuanya.


Kitab Yobel 4:15 Dan dalam minggu kedua dari Yobel kesepuluh [449-55 A.M.] Mahalalel mengambil bagi dirinya untuk menjadi istri Dînâh, anak perempuan Barâkî’êl anak perempuan saudara ayahnya, dan dia melahirkan baginya seorang anak laki-laki pada minggu ketiga dalam tahun keenam, [461 A.M.] dan dia menyebut namanya Yered, karena dalam zamannya malaikat-malaikat Yahweh turun ke bumi, mereka yang disebut Malaikat Pengawas, supaya mereka membimbing anak-anak manusia, dan supaya mereka melakukan keadilan dan kebenaran di bumi.


Menurut Kitab Yobel, Malaikat Pengawas ini diutus oleh Elohim,


Kitab Yobel 5:6 Dan terhadap para malaikat yang telah Dia utus ke bumi, Dia amat sangat murka, dan Dia memberi perintah untuk mencabut mereka dari semua wilayah kekuasaan mereka. Dan Dia memerintahkan kami mengikat mereka di dalam kedalaman-kedalaman bumi. Dan lihatlah, mereka diikat di tengah-tengahnya, dan dipisahkan.


Kitab Yobel mengungkapkan kisah kejatuhan para malaikat seperti dalam Kitab Henokh. Elohim murka kepada para Malaikat Pengawas ini karena nafsu birahi mereka kepada anak-anak perempuan manusia. Penyatuan antara para malaikat dengan perempuan ini melahirkan raksasa-raksasa yang disebut Naphidim/Nephilim.


Kitab Yobel 7:21-22 Karena tiga hal inilah datang Air Bah di atas bumi, yaitu, karena percabulan di mana para Malaikat Pengawas bertentangan dengan hukum ketetapan-ketetapan mereka, pergi melacurkan diri dengan anak-anak perempuan manusia, dan mengambil bagi diri mereka istri-istri dari semua yang mereka pilih. Dan mereka mengawali permulaan kenajisan. Dan mereka melahirkan anak-anak lelaki, Nâphîdîm, dan mereka semuanya tidak sama, dan mereka saling memangsa satu sama lain: dan raksasa-raksasa membunuh Nâphîl, dan Nâphîl membunuh Eljô, dan Eljô umat manusia, dan manusia seorang akan yang lain.


Dalam Kitab Yobel, Mastema adalah pemimpin roh-roh jahat. Ketika Elohim memerintahkan malaikat mengikat seluruh roh-roh jahat, Mastema datang dan meminta YHWH supaya sebagian roh-roh ini diijinkan tetap ada bersamanya, untuk melakukan kehendaknya. Elohim mengabulkan permintaannya dan mengijinkan sepersepuluh bagian dari roh-roh jahat untuk tinggal bersama Mastema, sedangkan sembilan per sepuluh bagian dilemparkan ke dalam tempat penghukuman.


Kitab Yobel 10:8-9 Dan pemimpin roh-roh itu, Mastêmâ, datang dan berkata, “Yahweh, Pencipta, biarkanlah sebagian dari mereka tetap ada di hadapanku, dan biarkan mereka mendengarkan perkataanku, dan melakukan semua yang aku katakan kepada mereka. Karena jika sebagian dari mereka tidak disisakan bagiku, aku tidak akan dapat menjalankan kekuasaan kehendakku atas anak-anak manusia. Karena mereka ini untuk merusak dan menyesatkan sebelum penghakimanku, karena besarlah kejahatan anak-anak manusia itu.” Dan Dia berfirman, “Biarkan sepersepuluh bagian dari mereka tersisa di hadapannya, dan biarlah sembilan per sepuluh bagian turun ke dalam tempat penghukuman.”