
Seseorang menyarankan untuk menemui Henokh, supaya dia menafsikan penglihatan-penglihatan ini.
[ . . . kepada Henokh] sang juru tulis, dan dia akan menafsirkan bagi kita 12mimpi itu. Karena itu rekannya, Ohya mengumumkan dan berkata kepada para raksasa, 13″Aku juga mendapatkan sebuah mimpi malam ini, wahai para raksasa, dan, lihatlah, Penguasa Surga turun ke bumi 14[ . . . ] dan seperti itulah akhir dari mimpi ini.” [Kemudian] seluruh raksasa-raksasa [dan monster-monster] menjadi takut 15dan memanggil Mahway. Dia datang kepada mereka dan para raksasa memohon kepadanya dan mengutusnya kepada Henokh 16[sang juru tulis]. Mereka berkata kepadanya, “Pergilah [ . . . ] kepadamu bahwa 17[ . . . ] kamu telah mendengar suara ini.” Dan dia berkata kepadanya, “Dia akan [ . . . dan] menafsirkan mimpi-mimpi [ . . . ] Kol. 3 3[ . . . ] berapa lama para raksasa harus hidup. [ . . . ]
Sesudah sebuah perjalanan kosmis yang jauh, Mahway sampai kepada Henokh dan mengajukan permohonannya.
[ . . . dia melayang ke udara] 4seperti angin-angin yang kuat, dan terbang dengan tangan-tangannya seperti e[lang . . . dia meninggalkan] 5dunia hunian dan melintasi Padang Ketandusan, padang belantara besar [ . . . ] 6dan Henokh melihat dia dan mengucapkan salam kepadanya, dan Mahway berkata kepadanya [ . . . ] 7kesini dan kesana untuk kedua kalinya kepada Mahway [ . . . Para raksasa menantikan 8kata-katamu, dan seluruh monster-monster di bumi. Jika [ . . . ] telah membawa [ . . . ] 9sejak hari-hari [ . . . ] mereka [ . . . ] dan mereka akan ditambahkan [ . . . ] 10[ . . . ] kami ingin mengetahui daripadamu arti-artinya [ . . . ] 11[ . . . dua ratus pohon-po]hon yang dari surga [turun ke . . . ]
Henokh mengirim kembali sebuah lempengan loh bertuliskan pesan buruk mengenai penghakiman, tetapi dengan harapan untuk pertobatan.
4Q530 Frag. 2 Juru tulis [Henokh . . . ] 2[ . . . ] 3sebuah salinan dari lempengan kedua yang [Henokh] ki[rimkan . . . ] 4di dalam tulisan tangannya sendiri Henokh sang juru tulis [ . . . Di dalam nama Elohim yang besar] 5dan yang kudus, kepada Shemihaza dan seluruh [rekan-rekannya . . . ] 6biarlah diketahui olehmu bahwa tidak [ . . . ] 7dan hal-hal yang telah engkau perbuat, dan bahwa istri-istrimu [ . . . ] 8mereka dan anak-anak mereka dan istri-istri dari [anak-anak mereka . . . ] 9oleh percabulanmu di atas bumi, dan ada atasmu [ . . . dan bumi ini menangis keras] 10dan mengeluh mengenai engkau dan perbuatan-perbuatan anak-anakmu [ . . . ] 11kehancuran yang telah engkau perbuat kepadanya. [ . . . ] 12hingga Raphael tiba, lihatlah, kehancuran [sedang datang, suatu banjir besar, dan itu akan menghancurkan segala makhluk hidup] 13dan apa pun yang ada di padang belantara dan lautan. Dan arti dari hal tersebut [ . . . ] 14ke atasmu untuk kebinasaan. Tapi sekarang, lepaskanlah ikatan-ikatan yang mengi[kat engkau kepada kejahatan . . . ] 15dan berdoalah.
Sebuah fragmen nampaknya memberikan detail penglihatan yang dilihat Henokh.
4Q531 Frag. 7 3[ . . . ketakutan besar] menguasai aku dan aku jatuh tersungkur dengan wajahku; Aku mendengar suaranya [ . . . ] 4[ . . . ] dia tinggal di antara umat manusia tapi dia tidak belajar dari mereka [ . . . ]
Tafsir Isi Kitab Para Raksasa – Rekonstruksi
(Interpretasi dari mimpi ini sama dengan yang sebelumnya.) “Penglihatan mimpi ini mengenai kematian jiwa-jiwa kita,” kata Ohya, “dan Gilgamesh dan semua rekan-rekannya.” Namun Gilgamesh berkata kepadaku bahwa [semua firasat-firasat ini] hanya mengenai [para penguasa bumi, orang-orang perkasa, yang hanya sementara, yang telah dikutuk oleh para pemimpin malaikat yang baik]. Para raksasa ini lega mendengar kata-katanya. Lalu [Ohya] berbalik dan meninggalkan perkumpulan itu. (Ada lagi mimpi-mimpi yang lain, yang maknanya buruk bagi para raksasa. Para pemimpi ini melaporkan kepada monster-monster dan kemudian menceritakannya kepada para raksasa.)
Sesudah itu, dua dari mereka mendapatkan penglihatan-penglihatan; mereka tidak dapat tidur dan mereka datang kepada rekan-rekannya dan menceritakan mimpi-mimpi mereka, kepada perkumpulan, rekan-rekan mereka, monster-monster. Mereka melaporkan bahwa di dalam mimpinya, mereka nampaknya sedang menyaksikan sebuah taman dimana “para tukang kebun” (para malaikat?) sedang mengairi dua ratus pohon-pohon dan tunas-tunas raksasa bertumbuh dari akar-akarnya. [Tiba-tiba taman itu menjadi terbakar] sehingga taman itu dihancurkan dan keseluruhan air itu menguap. Kemudian mereka pergi kepada para raksasa untuk menceritakan kepada mereka mimpi-mimpi itu. (Saran diberikan untuk mencari juru tulis Henokh untuk menafsirkan mimpi-mimpi itu.) “Mari kita mencari Henokh, sang juru tulis, dan dia akan menafsirkan bagi kita mimpi-mimpi itu…”
Kemudian Ohya mengumumkan kepada para raksasa, “Aku juga malam ini mendapatkan mimpi lain dan lihatlah, Penguasa Surga turun ke bumi [dan memutuskan akhir dari hidup kita]. Seperti itulah akhir dari mimpiku.” Mendengar ini, semua monster-monster dan raksasa-raksasa menjadi ketakutan dan memanggil Mahway (Raksasa). Dia datang untuk menemui para raksasa yang memohon kepadanya dan mengutus dia kepada Henokh, sang juru tulis. Mereka (para raksasa) berkata kepadanya, “Pergilah kepada Henokh supaya dia dapat berbicara kepadamu dan kembalilah dengan berkata] kamu telah mendengar suaranya.” Ohya berbicara kepada Mahway, dan berkata kepadanya, “Dia (Henokh) akan mendengarkan dan menafsirkan mimpi-mimpi itu dan mengatakan kepada kita berapa lama kita, para raksasa, dapat hidup dan menguasai bumi.”
(Sesudah perjalanan melalui langit di atas langit, Mahway melihat Henokh dan berbicara kepadanya mengenai permintaannya). Mahway melayang di udara seperti oleh angin-angin yang kuat, menggunakan tangan-tangannya seperti sayap-sayap elang. Dia meninggalkan dunia hunian dan melintasi padang belantara Ketandusan yang besar. Henokh melihatnya dan memberinya salam. [Mahway mengatakan kepada Henokh mengenai tujuannya dan berkata kepadanya bahwa dia akan berbicara dengannya.] Pergi kesana dan kemari Henokh datang kedua kalinya kepada Mahway (sesudah dia, Henokh, memperingatkan Mahway tentang terbang terlalu dekat ke matahari). Mahway berbicara kepada Henokh dan berkata bahwa para raksasa dan seluruh monster-monster di bumi menunggu perkataan-perkataannya. [Jika penghukuman para malaikat yang jahat telah dijalankan (oleh Pemelihara Ilahi)] dari hari-hari kemuliaan surgawi mereka, dapatkah engkau setidaknya memastikan bagi kami bahwa jumlah hari-hari yang kami lalui dengan melakukan kerusakan akan ditambahkan kepada kehidupan kami. Kami ingin mengetahui arti dari dua ratus pohon-pohon yang turun dari surga.
(Henokh, setelah menerima permintaan Mahway, berusaha untuk mengajukan permohonan kepada Elohim tetapi sia-sia. Karena itu, dia menunjukkan kepada Mahway lempengan loh yang penuh berisi firasat mengenai penghakiman yang akan datang, namun yang menawarkan pengharapan untuk masa depan melalui pertobatan.)
Juru tulis, Henokh, memberikan Mahway sebuah salinan lempengan yang lain (bukan yang dicelupkan dalam air) yang berisi tulisan tangan (Henokh sendiri). Tulisan di atas lempengan itu berisi: Dalam nama Elohim yang besar dan yang kudus, pesan ini dikirim kepada Shemihaza dan semua rekan-rekannya. Biarlah diketahui olehmu (para raksasa dan monster-monster) bahwa engkau tidak akan meloloskan diri dari penghakiman karena semua hal-hal yang telah engkau perbuat, dan bahwa istri-istrimu, anak-anak mereka, dan istri-istri anak-anak mereka [tidak akan lolos,] dan bahwa oleh percabulanmu di atas bumi, telah ditetapkan atasmu suatu penghakiman surgawi. Bumi menangis keras dan berkeluh-kesah mengenai engkau dan perbuatan-perbuatan anak-anakmu dan mengenai kerusakan yang telah engkau perbuat. Hingga malaikat surgawi, Raphael, tiba, lihatlah, kehancuran sedang datang oleh sebuah banjir besar yang akan menghancurkan semua makhluk yang hidup, baik yang ada di padang belantara dan lautan-lautan. Arti dari [mimpi-mimpi/hal-hal ini adalah jalan penghakiman] karena semua kejahatanmu. Tapi jika engkau sekarang melepaskan ikatan-ikatan yang mengikat engkau kepada kejahatan dan berdoa (untuk pengampunan), (engkau mungkin diselamatkan).
Raphael: malaikat yang diutus oleh Elohim untuk berperang melawan kejahatan dan khususnya Azazel. (Henokh tampaknya juga melihat suatu penglihatan pada satu saat. Dia mengatakan seperti ini:) Ketakutan yang besar menguasai aku dan aku jatuh tersungkur dengan wajahku ke tanah. Aku mendengar suaranya (malaikat?): Dia (Henokh) tinggal di antara umat manusia tapi dia tidak belajar dari atau bergantung kepada mereka. (Kemungkinan Henokh sedang berbicara tentang peristiwa ketika seorang malaikat turun ke bumi untuk memanggil dia ke surga.)