
Ada tiga kata yang biasanya diterjemahkan “neraka” di dalam Alkitab: Sheol (Ibrani), yang artinya sama dengan Hades (Yunani), yang merupakan tempat roh-roh orang mati atau dunia roh. Kata yang ketiga untuk neraka adalah Gehenna (Ge-Hinnom), yang merujuk kepada tempat di lembah Ben-Hinnom, di selatan Yerusalem, dimana binatang-binatang mati dan menjijikkan dari kota itu dicampakkan dan dibakar. Ini sesuai dengan simbol bagi orang fasik dan kehancuran masa depan mereka.
Yeremia 32:35 (ILT) Dan mereka membangun tempat-tempat pemujaan bagi Baal, yang ada di lembah Ben-Hinom, untuk membuat anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan mereka lewat melalui api bagi Molokh, yang tidak Aku perintahkan kepada mereka, dan juga tidak timbul di dalam hati-Ku, bahwa mereka akan melakukan kekejian, untuk menjadikan Yehuda berdosa.”
Jadi ketika orang Yahudi dan Romawi pergi ke Grotto Pan atau “Pintu Gerbang Hades“, mereka pergi ke pintu gerbang dunia roh dimana mereka dapat memperoleh pertolongan dari roh-roh Iblis yang berdiam di sana. Pada masa kini, literatur populer menyebutnya “Stargate” atau “Pintu gerbang dimensi.” Suatu celah ke dalam “medan quantum”, dengan tujuan untuk memanipulasi ruang dan waktu, akses kepada kuasa-kuasa tersembunyi yang memerintah alam semesta dan yang dari padanya waktu, materi dan ruang terbentuk.
Sisa-sisa kuil Pan beserta Gua Pan.
Di sepanjang seluruh sejarah manusia mulai dari kejatuhan di Taman Eden, sampai pembangunan Menara Babel, hingga pembangunan Piramida-piramida dan Sphinx, sampai ilmu alkemi dan hermetisme, sampai kepada serikat-serikat okultisme masa kini dan termasuk seluruh institusi-institusi rahasia super power, elite militer, persahaan-perusahaan terkemuka dan pergerakan-pergerakan religius utama… semuanya menginginkan akses kepada kuasa-kuasa surgawi. Dan untuk melakukan hal itu manusia perlu membangun “Pintu gerbang ke Hades” … yang karenanya mereka perlu pertolongan “penjaga pintu gerbang”, Azazel dan kawan-kawannya Malaikat yang Jatuh dan Iblis-iblis.
Pembangunan Menara Babel adalah untuk mendapat kekuatan supernatural ini. Dan inilah yang Elohim katakan kepada mereka,
Kejadian 11:6 (ILT) Dan YAHWEH berfirman, “… Dan inilah permulaan mereka untuk bertindak. Dan sekarang, segala yang mereka mimpikan untuk melakukannya, tidak ada yang tidak terlaksana.
Menara Babel bukanlah menara untuk mencapai ketinggian langit… itu adalah “Stargate“, suatu pintu gerbang untuk mengakses kuasa-kuasa haShamayim (surga), atau dimensi roh atau “Hades”, sehingga mereka dapat melakukan hal-hal yang mustahil dapat dilakukan manusia biasa.
Menara Babel, dalam bahasa Akkadian, Babel disebut Bab-ilu, yang artinya Pintu Gerbang Elohim atau Pintu Gerbang Dewa-dewa.
Jika seorang dapat mencapai dimensi ini, kuasa-kuasa super natural yang luar biasa terdapat di sana. Itu adalah dimensi tanpa waktu dimana masa lampau dan masa depan terbentang seperti internet universal, sehingga seseorang dapat mengakses masa lampau dan masa depan. Seseorang dapat mengakses siklus-siklus masa untuk mengetahui apakah ini waktunya untuk berperang atau bagaimana memperoleh kekayaan dan harta karun (inilah mimpi para alkemi yang ingin mengubah timbal menjadi emas). Dan kemudian ada imortalitas… umur panjang… keabadian… bagaimana memiliki kuasa sebagai dewa-dewa (seperti para Malaikat yang Jatuh) dan menguasai seluruh Bumi.
Inilah sebabnya mengapa orang-orang pergi ke kuil-kuil dan tempat-tempat pemujaan pada masa itu. Itu sebabnya juga mengapa mereka perlu mempersembahkan kurban darah bayi-bayi dan manusia kepada kuasa-kuasa okultisme, untuk membuka pintu gerbang dimensi spiritual. Ini bukanlah mitos purbakala… ada perbedaan antara mitos dengan misteri. Ini adalah misteri dan kuasa-kuasa yang hari-hari ini dipelajari dan dieksploitasi oleh perusahaan-perusahaan elite dunia, CERN, institusi-institusi rahasia dan bahkan gereja-gereja.
Yeshua membawa murid-murid-Nya ke tempat yang paling rusak, tempat awal mula seluruh kerusakan yang terjadi di bumi – tempat turunnya para Malaikat yang Jatuh – dan menyatakan, “Di sinilah Aku hendak mendirikan Gereja-Ku. Aku ingin kamu pergi ke tempat-tempat yang menjijikkan, ke tempat-tempat dimana nama Elohim bahkan tidak dikenal. Aku ingin kamu pergi ke tempat-tempat yang akan membuat Kaisarea Filipi tidak berdaya, dan di situlah Aku akan mendirikan Gereja-Ku.”
Karena inilah sesungguhnya apa yang diperbuat murid-murid Yeshua. Mereka pergi ke tempat-tempat di Asia Kecil dan ke ujung bumi, dimana “Dewa-dewa alias Malaikat yang Jatuh” disembah dengan cara yang paling menjijikkan dan tempat-tempat dimana orang-orang Kristen dianiaya dengan cara yang sangat kejam, dan murid-murid Yeshua memberikan nyawa mereka, melakukan persis seperti yang dikatakan Rabbi mereka untuk dilakukan.
Ini semua dimulai dengan pernyataan bahwa Yeshua adalah Tuhan, Messias, Anak Elohim. Itulah yang diperbuat Yeshua di puncak gunung itu… gunung tempat para Malaikat yang Jatuh turun ke bumi pada zaman Yared… Dia naik ke puncak gunung yang sama dan menyatakan ke-Ilahi-an-Nya kepada murid-murid-Nya. Itulah “Pintu gerbang Surga”, dimana Musa dan Elia muncul di hadapan mereka dan bercakap-cakap dengan Yeshua. Di tempat itu jugalah awan kemuliaan YHWH turun dan terdengar suara dari dalam awan, “Inilah Anak-Ku yang Terkasih. Dengarkanlah Dia!”
Petrus menyatakan, “Kami melihat kemuliaan-Nya.” Mereka perlu tahu siapakah Tuhan itu. Seperti Yehezkiel melihat kuasa Ophanim haShamayim (makhluk roda-roda surgawi), tetapi mengatasi dan di atas semua kuasa itu ada YHWH Elohim, Yeshua haMasiach yang menguasai segala sesuatunya. Bukan kuasa-kuasa dewa-dewa okultisme yang disembah bangsa-bangsa Babel, Yunani, Romawi dan bahkan orang-orang zaman ini.
Pernyataan Yeshua ini juga merupakan nubuatan Akhir Zaman, ketika pintu gerbang Neraka akan terbuka pada Akhir Zaman dan melepaskan kuasa-kuasa Neraka yang ada di dalamnya.
Wahyu 9:1-11 (ILT) Dan, malaikat yang kelima meniup sangkakalanya. Dan aku melihat sebuah bintang yang jatuh dari langit ke bumi. Dan kepadanya telah diberikan kunci ke sumur abyssos. Dan dia membuka sumur abyssos itu, dan asap membubung dari lubang itu seperti asap dari tungku yang besar… Dan mereka mempunyai raja atas mereka, yaitu malaikat Abyssos, nama Ibrani baginya Abaddon, dan dalam bahasa Yunani dia mempunyai nama Apollyon (artinya: penghancur).
Wahyu 17:8 (ILT) Binatang buas yang engkau lihat, dia pernah ada dan sekarang tidak ada, tetapi dia akan segera muncul dari Abyssos, …
Namun Yeshua berkata, “Di atas batu karang ini Aku akan membangun jemaat-Ku dan gerbang-gerbang Hades tidak akan menguasainya.” Hal ini juga yang akan dihadapi oleh Gereja-Nya di Akhir Zaman, seperti yang ada tertulis…
Wahyu 12:11 (AYT) Mereka mengalahkannya dengan darah Anak Domba, dan dengan perkataan kesaksian mereka; karena mereka tidak menyayangkan nyawa mereka, bahkan saat menghadapi kematian.