The Holy Spirit Lord Adonai

The Holy Spirit Lord Adonai
ANTI-KRISTUS, KEMBALINYA NEPHILIM Bangkitnya Babel | Manusia Dengan Banyak Nama



Tanpa ragu, sosok pertama yang terang-terangan memiliki figur Anti-Kristus seperti yang kita baca dalam Kitab Suci adalah seseorang yang disebut oleh Alkitab sebagai Nimrod. Individu ini sangat signifikan dan memiliki banyak alasan yang akan menjadi jelas pada akhir seri artikel ini. Tidak banyak yang tahu, bahwa Nimrod adalah seorang raksasa seperti banyak dari saudara sepupunya. Mari kita lihat bahasa Ibrani untuk Kejadian 10:8.


Bab 3 – Manusia Dengan Banyak Nama


Kejadian 10:8 (ILT) Kush memperanakkan Nimrod; ia mulai menjadi perkasa di bumi.


Nama “Nimrod” (H5248) artinya “pemberontakan” atau “gagah berani.”


Dalam “Word Biblical Commentary,” Wenham menulis bahwa nama “Nimrod” ini artinya “kita akan memberontak“. Kebanyakan sarjana Alkitab setuju bahwa nama dasar dari “Nimrod” artinya “sang pemberontak“. Oleh karena itu, sebutan “Nimrod” itu lebih tepat disebut sebagai gelar, ketimbang nama. Nimrod memiliki banyak nama yang lebih spesifik, yang tercermin dari banyak kebudayaan kuno.


Sebelum masuk lebih dalam, kita akan membahas kalimat, “mulai menjadi perkasa“.


Kejadian 10:8 (ILT) Kush memperanakkan Nimrod; ia mulai (Ibrani: chalal) menjadi (Ibrani: hayah) perkasa (Ibrani: gibbor) di bumi.


Kata “mulai” di sini menggunakan kata Ibrani “chalal” (H2490), yang artinya: mencemarkan, menajiskan, mengotori, merusakkan (diri sendiri) secara ritual maupun seksual, melanggar kehormatan, melukai, menusuk, melubangi.


Berikutnya kata “menjadi“, menggunakan bahasa Ibrani “hayah” (H1961), yang artinya: menjadi, ada, terjadi, menjadi makhluk, menjadi seperti, bangkit, muncul, menjadi ada.


Hal ini sangat menarik. Sekarang mari kita lihat kata yang diterjemahkan sebagai “perkasa” untuk melihat bagaimana hal ini benar-benar menarik.


Kata yang diterjemahkan sebagai “perkasa” berasal dari bahasa Ibrani “gibbor” (H1368), yang artinya: berkuasa, tiran, jawara, raksasa, kuat, gagah perkasa, manusia perkasa, orang kuat.


Perhatikan bahwa salah satu arti yang dapat digunakan di sini adalah kata “raksasa“, meskipun kata “gibbor” ini tidak begitu populer digunakan untuk menggambarkan “raksasa“, ketimbang kata-kata Ibrani lain seperti “Nephilim” dan “Raphaim“.


Kata “gibbor” biasanya digunakan untuk mendeskripsikan seorang laki-laki perkasa dalam artian seorang pejuang atau pahlawan. Tapi jika Anda melihat Kejadian 6:4, tampak ada hubungan yang menarik.


Kejadian 6:4 (ILT) Pada hari-hari itu, para raksasa (Ibrani: Nephilim) telah ada di bumi, bahkan juga sesudahnya, ketika anak-anak Elohim menghampiri anak-anak perempuan manusia dan mereka telah melahirkan baginya; mereka adalah orang-orang perkasa (Ibrani: gibborim) yang ada sejak purbakala, orang-orang yang ternama.


Ayat ini jelas menunjukkan hubungan bahwa “gibbor” dapat dianggap sebagai keturunan Nephilim, yang kita kenal sebagai raksasa.


Meskipun kata “gibbor” tidak selalu diterjemahkan sebagai “raksasa“, contohnya “para pahlawan (gibborim) raja Daud” dalam 2Samuel 23 dan 1Tawarikh 20 misalnya.


2Samuel 23:8 (ILT) Inilah nama-nama para pahlawan (Ibrani: gibborim) yang ada pada Daud:


Mereka bukan keturunan Nephilim, karena bahkan salah satu perbuatan-perbuatan besar yang mereka lakukan justru adalah memburu para raksasa! (1Tawarikh 20:4-8)


Perhatikan kembali ayat Kejadian 10:8 … Nimrod mulai (chalal) menjadi (hayah) perkasa (gibbor) di bumi.


Jadi, apa kira-kira yang telah diperbuat Nimrod, apa yang harus kita pikirkan tentang dia?


Jika kita perhatikan anak-anak Ham lainnya, beserta keturunan-keturunan mereka (para raksasa), adalah wajar untuk berasumsi bahwa: melalui semacam “ritual” pencemaran/merusakkan dirinya sendiri (Ibrani: chalal), Nimrod berubah menjadi “seorang raksasa” (gibbor) – dalam pengertian: Dia menjadi seorang keturunan dari Nephilim.


Perhatikan lagi arti kata Ibrani: chalal; yaitu: mencemarkan, menajiskan, mengotori, merusakkan (diri sendiri) secara ritual maupun seksual, melanggar kehormatan, melukai, menusuk, melubangi.


Apa yang tidak dapat kita ketahui dari Alkitab tentang Nimrod, bisa kita lihat dari tulisan-tulisan kebudayaan kuno lainnya mengenai laki-laki ini.


Dalam bukunya, “The Giza Discovery,” penulis Peter Goodgame melakukan penyelidikan yang sangat bagus untuk memberikan kita pemahaman dasar mengenai siapakah Nimrod ini bila dilihat dari sudut pandang masyarakat dunia kuno… dan siapakah dia nantinya pada hari-hari yang akan datang!


Alkitab menyebutnya Nimrod, tetapi bagi orang-orang dunia kuno, ia dikenal sebagai: Gilgamesh, Orion, Baal, Ra, Osiris, Dumuzi, Tammuz, Melqart, Mithra, Dionysus, Bacchus, Adonis, Apollo, …


Namun sebelum menyelidiki lebih dalam, inilah alasan yang menyebabkan kenapa Nimrod dikenal di berbagai peradaban kuno dengan begitu banyak nama.


Alkitab mencatat salah satu perbuatan yang dilakukan Nimrod yang membuatnya menjadi terkenal. Dia adalah orang yang merancang pembangunan Menara Babel. Menurut Kitab Yashar, Nimrod memimpin tiga kelompok tim, dengan masing-masing kelompok punya misi khusus yang harus dituntaskan bersamaan dengan pembangunan Menara: Satu kelompok berencana untuk membunuh Elohim, kelompok Kedua berencana untuk menyerang Dia dengan busur dan tombak, kelompok Ketiga berencana untuk mendirikan dewa-dewa palsu mereka dan menyembahnya di Surga.


Kitab Yashar 9:25-26. Pembangunan menara ini bagi mereka merupakan suatu pelanggaran dan dosa, dan mereka mulai mendirikannya. Sementara mereka mendirikannya untuk menentang (atau menantang) YAHWEH Elohim di surga, mereka membayangkan dalam hatinya untuk berperang melawan Dia dan untuk naik ke surga. 26. Semua orang ini dan kaum keluarga mereka membagi diri mereka ke dalam tiga kelompok. Yang pertama berkata, “Kita akan naik ke surga dan berperang melawan Dia.” Yang kedua berkata, “Kita akan naik ke surga dan menempatkan ilah-ilah kita di sana dan melayaninya.” Dan kelompok ketiga berkata, “Kita akan naik ke surga dan memukul Dia dengan panah dan tombak.” Dan Elohim tahu segala pekerjaan mereka dan segala pikiran jahat mereka, dan Dia melihat kota dan menara yang mereka bangun.


Jadi dari apa yang kita baca di sini, ini adalah perbuatan-perbuatan Anti-Kristus yang pertama di dunia. Dia memimpin pasukannya dan hendak membunuh Elohim dan mendirikan Satu Sistem Pemerintahan Dunia, dengan menjadikan dirinya sendiri sebagai Elohim. Bandingkan perbuatan-perbuatan mereka ini dengan apa yang akan dilakukan Anti-Kristus pada Akhir Zaman:


Wahyu 19:19 (ILT) Dan aku melihat Binatang buas (Anti-Kristus) itu dan para raja di bumi dan bala tentara mereka yang dikumpulkan untuk melakukan peperangan melawan Dia (Kristus/Messias) yang duduk di atas kuda itu dan dengan tentara-Nya.


Tapi ketika Elohim melihat semua yang mereka inginkan untuk dilakukan, Dia memutuskan untuk bertindak.


Hal pertama yang harus dipahami tentang Menara Babel adalah bahwa itu bukan semata-mata bangunan yang menjulang tinggi. Elohim tidak panik ketika Obama membangun gedung One World Tower atau Dubai membangun Burj Khalifa. Tidak. Nimrod sedang membangun apa yang hari ini kita sebut sebagai “Stargate“. Menara Babel secara lahiriah adalah portal atau pintu gerbang (Stargate) yang melaluinya Nimrod dapat mencapai ke Shamayim, Surga, takhta Elohim. Dan nampaknya, hal itu mungkin dilakukan!


Kejadian 11:4-7 (ILT) Dan mereka berkata, “Marilah kita membangun bagi kita sebuah kota dan sebuah menara dan puncaknya sampai di langit (Ibrani: shamayim; langit, surga, takhta Elohim), dan membuat bagi kita suatu nama, supaya kita jangan tercerai-berai ke seluruh muka bumi.” 5. Dan turunlah YAHWEH untuk melihat kota dan menara yang telah anak-anak manusia bangun. 6. Dan YAHWEH berfirman, “Lihatlah, bangsa ini satu, dan bahasa pun satu untuk semua mereka. Dan inilah permulaan mereka untuk bertindak (pada Akhir Zaman, usaha ini nampaknya akan diulangi kembali oleh Anti-Kristus). Dan sekarang, segala yang mereka mimpikan untuk melakukannya, tidak ada yang tidak terlaksana. 7. Marilah Kita turun dan mengacaukan bahasa mereka di sana, agar setiap orang tidak dapat mengerti bahasa sesamanya.”


Dari teks di atas terlihat bahwa rencana Nimrod nampaknya mungkin dilakukan – setidaknya dalam arti “Mencapai ke Surga“.


Kita tahu bahwa manusia tidak mungkin bisa membangun sebuah bangunan yang cukup tinggi untuk benar-benar masuk ke dalam “Surga tingkat Ketiga” di mana Elohim bertakhta, karena itu pasti ada sesuatu hal lain yang dimaksudkan di ayat ini. Entah dengan cara bagaimana, Nimrod dan orang-orangnya menciptakan sesuatu yang bisa “menjembatani” dunia kita dan dimensi Surgawi (para ahli fisika menyebutnya Jembatan Einstein-Rosen). Tetapi Elohim menghentikan itu. Dia mengacaukan bahasa mereka dan menyerakkan orang-orang ke seluruh bumi.


Istilah “Menara Babel” tidak ada di dalam Kitab Suci. Alkitab selalu menyebutnya “kota dengan menara” atau hanya “kota.”


Babel, di dalam bahasa Akkadian disebut “bab-ilu“, artinya “Pintu Gerbang Elohim“, dari kata “bab” (artinya: pintu) dan “ilu” (artinya: Elohim).


Kota itu mendapat nama “Babel” dari kata Ibrani “balal“, yang artinya “campur aduk.” Dalam bahasa Sumeria “Ka-dingir“, yang artinya “suara-suara campur aduk yang membingungkan.”


Kejadian 11:7-9 (ILT) Marilah Kita turun dan mengacaukan bahasa mereka di sana, agar setiap orang tidak dapat mengerti bahasa sesamanya.” 8. Dan YAHWEH mencerai-beraikan mereka dari sana ke seluruh muka bumi dan mereka berhenti mendirikan kota itu. 9. Itulah sebabnya, orang memanggil namanya Babel, karena di sana YAHWEH telah mengacaubalaukan bahasa seluruh bumi, dan dari sana YAHWEH telah mencerai-beraikan mereka ke seluruh permukaan bumi.


REPORT THIS AD


Dalam Ulangan 32:8 (TB) ada tertulis: “Ketika Sang Mahatinggi membagi-bagikan milik pusaka kepada bangsa-bangsa, ketika Ia memisah-misah anak-anak manusia (di Babel), maka Ia menetapkan wilayah bangsa-bangsa menurut bilangan anak-anak Israel.” (TB)


Dalam Alkitab terjemahan Yunani, Septuaginta (LXX), ayat ini tertulis sebagai berikut:


Ulangan 32:8 (LXX) “Ketika Yang Mahatinggi membagi-bagi bangsa-bangsa, ketika Dia memisahkan anak-anak Adam, Dia menetapkan batasan bangsa-bangsa menurut jumlah malaikat-malaikat Elohim.”


Penjelasan dari ayat Ulangan 32:8 ini menurut “Barne’s Note on the Bible” tertulis sebagai berikut: “Beberapa teks versi Yunani menuliskan ayat ini “menurut jumlah Malaikat Elohim”; hal ini nampaknya tidak berbeda, tetapi menurut pemahaman Yahudi, jumlah bangsa-bangsa di bumi ada 70 jumlahnya (bandingkan catatan Kejadian 10:1), dan masing-masing bangsa memiliki Malaikat Pelindung sendiri (bandingkan Sirakh 17:17).”


Kitab Sirakh 17:17 Bagi setiap bangsa Dia menetapkan seorang penguasa (Malaikat Penjaga). Dan Israel menjadi bagian Elohim.


Menurut Bereshit Rabbah, koleksi kumpulan khotbah yang disusun sekitar 400 M, kepada setiap bangsa ditetapkan seorang Malaikat Penjaga, kecuali bangsa Israel, yang dilindungi oleh Elohim sendiri.


70 Malaikat Penjaga bangsa-bangsa ini nampaknya menjadi dasar untuk terbentuknya 70 anggota Sanhedrin. Dalam kutipan Pirkei d’Rabbi Eliezer:


HaKadosh Baruch Hu (Yang Maha Kudus, diberkatilah Dia), berpaling kepada tujuh puluh malaikat yang mengelilingi takhta kemuliaan-Nya dan berfirman, “Marilah kita turun dan mengacaukan tujuh puluh bangsa dan tujuh puluh bahasa.” Kemudian mereka membuang undi mengenai berbagai bangsa-bangsa. Setiap malaikat menerima suatu bangsa, namun bagian Israel jatuh ke tangan Elohim. Ini ada tertulis dalam Ulangan 32:9 (ILT) Karena bagian YAHWEH ialah umat-Nya, Yakub ialah bagian dari milik pusaka-Nya.