The Holy Spirit Lord Adonai

The Holy Spirit Lord Adonai
Simbolisme dalam Mitologi Malaikat yang Jatuh



Apa makna esoterik di belakang mitologi Malaikat yang Jatuh, pengusiran Lucifer dari surga dan Kejatuhan Manusia dalam kisah Taman Eden? Di dalam Alkitab, Lucifer seringkali digambarkan dalam bentuk reptilian seekor naga atau ular, dan di Barat, makhluk ini merupakan simbolisme dari kejahatan dan kekuatan kekacauan. Mitologi bangsa Babylon, Hittite (Het), Kanaan, Persia, Mesir, Yunani dan Norwegia semuanya menggambarkan berbagai bentuk peperangan antara Elohim bapa yang superior, yang mewakili tatanan kosmos dan harmoni, dan seorang dewa muda pemberontak yang menantang dan berusaha menjungkirbalikkan otoritas Ilahi. Meskipun konflik ini terjadi pada masa pra-manusia, mereka juga digambarkan terjadi dalam sejarah dunia dan seringkali berhubungan dengan penciptaan dan perkembangan awal manusia mula-mula dan bangkitnya kebudayaan-kebudayaan kuno.


Secara simbolis, Lucifer atau Lumiel dikenal sebagai Pembawa Terang, sebagai ciptaan yang pertama. Dia mewakili energi kosmos aktif alam semesta dan seringkali diidentifikasi sebagai api, cahaya, kuasa phallus, pikiran bebas, kesadaran, kemajuan, kemerdekaan dan kebebasan. Pendiri komunitas theosofi modern, Madame Helena Blavatsky, menggambarkan Lucifer – pembawa terang – sebagai “roh dari pencerahan intelektual dan kemerdekaan berpikir” yang tanpa keberadaannya umat manusia “tidak akan lebih baik dari binatang.” (Helena Blavatsky, The Secret Doctrine Vol: II, Theosophical Society, India, 1921, p. 171, 255, 539)


Dalam Alkitab, Lucifer (atau Satan) seringkali digambarkan dalam bentuk reptilian seekor naga atau ular. Dalam mitologi Barat, makhluk ini dianggap simbol kuasa kegelapan, kekacauan, dan kejahatan. Sebaliknya, dalam mitologi Timur naga dipandang sebagai pertanda baik, yang mewakili kesuburan dan nasib baik. Lumiel atau Lucifer sering diidentifikasi sebagai ular di Taman Eden yang digambarkan dalam Kejadian. Dalam tradisi Luciferian, si ular dalam Alkitab dipandang sebagai personifikasi dari pengetahuan, kebijaksanaan dan pencerahan yang membebaskan manusia pertama dari ketidaktahuan rohani yang ditentukan atas mereka oleh Elohim. Ular dipandang sebagai simbol kekuatan luar yang membebaskan, yang membuka mata Adam dan Hawa kepada kenyataan alam semesta yang diciptakan dan keajaiban dunia material.


Ular, atau naga merupakan gambar dan rupa mitologi kuno dari tenaga phallus matahari atau tenaga kehidupan yang diasosiasikan dengan Lucifer dan ledakan cahaya yang mengikuti peristiwa alam semesta yang menciptakan dunia (yang disebut ilmuwan sebagai Big Bang). Ketika manusia pertama dan istrinya memakan buah terlarang dari Pohon Pengetahuan Baik dan Jahat di Taman Eden, mereka menjadi memiliki kesadaran. Kesadaran pertama mereka adalah bahwa tubuh lahiriah mereka telanjang, dan bersegera menutupi ***********.


Kisah Kejatuhan Lucifer, Kejatuhan Malaikat Pengawas, dan Kejatuhan Manusia, merupakan peristiwa kehancuran sesungguhnya dari taman Eden surgawi atau bumi, yang mewakili “Zaman Keemasan” alam semesta dan keharmonisan bumi, dimana manusia dan binatang hidup bersama-sama dan berkomunikasi dengan bahasa universal, yang dicerminkan dalam mitologi dan legenda semacam itu. Dalam istilah shaman Indian kuno, itu dikenal sebagai Pemisahan Besar, ketika manusia tidak lagi mengetahui atau memahami bahasa binatang.


Sangat menarik untuk dicatat bahwa Kitab Yobel menuliskan bahwa pada hari Adam diusir keluar dari taman Eden, tertutuplah mulut semua binatang-binatang, sehingga mereka tidak lagi dapat berbicara.


Kitab Yobel 3:27-28 Dan pada hari di mana Adam keluar dari Taman, dia mempersembahkan sebagai bau-bauan yang harum suatu persembahan, kemenyan, getah rasamala, dan kulit lokan, dan rempah-rempah pada pagi hari saat terbitnya matahari sejak hari ketika dia menutupi ***********. Dan pada hari itu tertutuplah mulut semua binatang-binatang, dan ternak, dan burung-burung, dan apa pun yang berjalan, dan apa pun yang bergerak, sehingga mereka tidak lagi dapat berbicara; karena mereka semua sebelumnya berbicara satu dengan lainnya dengan satu bibir dan dengan satu lidah.


Penyelamatan Dari Surga


Di dalam Kitab Suci Perjanjian Lama hanya ada “seorang manusia” yang disebut sebagai anak Elohim, yaitu Adam, yang secara langsung diciptakan oleh Elohim. Sedangkan anak Adam, Set, secara spesifik disebut “anak Adam” (anak manusia), demikian juga dengan semua keturunan mereka.


Kejatuhan manusia inilah yang menjadi titik pusat penebusan Ilahi melalui darah Yeshua, untuk menempatkan manusia kepada kedudukannya yang baru, mereka yang percaya kepada-Nya, sebagai anak-anak Elohim.


2 Korintus 5:17 (ILT) Jadi, jika seseorang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru; apa yang lama sudah berlalu, lihatlah, segala sesuatu telah menjadi baru.


Yohanes 1:12,13 (TB) Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Elohim, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Elohim.


Apa yang diberikan Elohim kepada mereka adalah kuasa untuk menjadi Benei ha’Elohim (anak-anak Elohim), yaitu pada saat mereka percaya dan menerima Yeshua haMasiach (Yesus Kristus).


Ketika seseorang diselamatkan, itu lebih dari sekedar dibasuh dosanya oleh darah Yeshua, pada saat itu Elohim menciptakan suatu roh yang baru dan memberikan kepadanya “kuasa untuk menjadi Benei ha’Elohim (anak-anak Elohim).” Sebelum itu, tidak ada manusia yang memiliki kuasa ataupun hak untuk memperoleh itu. Anak-anak Adam itu sekarang telah menjadi Bene Ha’Elohim.


Benei ha’Elohim (anak-anak Elohim) adalah ciptaan langsung oleh Elohim, yang bukan dihasilkan dari perkawinan antara laki-laki dan perempuan.


Malaikat Pengawas dan Nephilim dalam Alkitab dan Literatur Lain


Selain Alkitab, berikut ini beberapa literatur lain yang mencatat peristiwa mengenai Kejatuhan Malaikat Pengawas dan Nephilim:


Malaikat Pengawas dalam Perjanjian Lama


Kejadian 6:1-4 (ILT) Dan terjadilah, ketika manusia di muka bumi mulai berlipat ganda, dan anak-anak perempuan telah diperanakkan bagi mereka, lalu anak-anak Elohim (Ibrani: benei ha’Elohim; malaikat) melihat anak-anak perempuan manusia (Ibrani: benot ha’Adam; anak-anak perempuan Adam), bahwa mereka elok. Maka mereka mengambil istri-istri bagi mereka semua yang telah mereka pilih. Dan YAHWEH berfirman, “Roh-Ku tidak untuk selamanya akan beperkara dengan manusia yang juga di dalamnya dia itu daging, tetapi hari-harinya akan menjadi seratus dua puluh tahun.” Pada hari-hari itu, para raksasa (Ibrani: Nephilim) telah ada di bumi, bahkan juga sesudahnya, ketika anak-anak Elohim (Ibrani: benei ha’Elohim) menghampiri anak-anak perempuan manusia (Ibrani: benot ha’Adam) dan mereka telah melahirkan baginya; mereka adalah orang-orang perkasa (Ibrani: gibborim) yang ada sejak lama, orang-orang yang ternama.