The Holy Spirit Lord Adonai

The Holy Spirit Lord Adonai
Kebangkitan Babel bagian 3



Ada dua angka persentase yang sangat penting: 1/3 dan 2/3.


Sepertiga adalah (kurang-lebih) 33,3%. Dalam komunitas Illuminati dan Serikat Rahasia pada umumnya, 33 adalah angka yang signifikan, karena berhubungan dengan koordinat turunnya para Malaikat Pengawas di Gunung Hermon. Angka 33 sangatlah penting, karena berkaitan dengan asal-usul Nephilim, dan kembalinya Nephilim dan Anti-Kristus.


Persentase Gilgamesh/Nimrod lainnya adalah dua pertiga, yang jika dihitung jumlahnya akan muncul angka 66,6% atau 666, yakni “bilangan Binatang buas itu.”


Sekarang kita simpulkan semuanya.


Kita sudah meneliti bahwa tokoh Nimrod ini disembah di seluruh dunia kuno sebagai Dewa dengan berbagai nama lainnya. Dia dianggap sebagai “Manusia Dewa” oleh banyak kebudayaan kuno. Sebagian dewa – sebagian manusia.


Hmm… Di mana kita pernah mendengar hal seperti itu sebelumnya?


Ya… di Alkitab, Yeshua haMashiach (Yesus Kristus) adalah Elohim dan manusia.


Baik Yeshua maupun Osiris (nama lain Nimrod), keduanya disebut “Raja segala raja” dan “Tuhan segala tuhan.”


Wahyu 17:14 (AYT) … karena Ia (Yeshua) adalah Tuhan atas segala tuhan dan Raja atas segala raja dan mereka yang bersama-Nya adalah yang dipanggil, dipilih, dan yang setia.”


Mengenai Osiris disebutkan dalam “The Book of The Dead” bahwa dia penguasa dunia dan dunia orang mati (Abyssos):


“…dia sangat perkasa dan sangat menakutkan dalam namanya “Osiris“, ia ada untuk selamanya dan untuk selamanya dalam namanya ‘Un-Nefer.’ Penghormatan bagimu, O Raja segala raja, Tuhan segala tuhan, Penguasa para raja, yang dari rahim Nut engkau telah memerintah dunia dan dunia orang mati… ” – Kutipan dari “Hymn to Osiris” dalam “The Book of the Dead“


Keduanya memiliki tanda berbentuk salib sebagai simbol. Keduanya dikenal sebagai tokoh yang menderita, mati dan bangkit kembali (meskipun Nimrod belum bangkit).


Ankh, simbol Osiris. Lingkaran di bagian atas itu melambangkan kebangkitan.


Yang satu adalah Kristus. Satunya lagi adalah Anti-Kristus… yang punya “bilangan-dewa” kebetulan berjumlah 666.


Kata “anti” (G473) di dalam bahasa Yunani artinya: lawan, musuh, menggantikan (posisi), pengganti, substitusi. Jadi Anti-Kristus artinya “seseorang” yang menggantikan posisi Messias (Kristus) yang benar, atau dengan kata lain: Messias Palsu (Yunani: pseudochristos).


Yeshua berkata, “Sebab mesias-mesias palsu (Yunani: pseudochristos) dan nabi-nabi palsu akan dimunculkan (Yunani: egeiro), dan mereka akan memberi tanda-tanda yang dahsyat dan keajaiban-keajaiban sehingga menyesatkan, bahkan jika mungkin mereka yang terpilih. Lihatlah, Aku telah mengatakan kepadamu sebelumnya. Oleh karena itu, apabila mereka mengatakan kepadamu: Lihat, Dia ada di padang gurun, janganlah keluar! Lihat, ada di dalam kamar, janganlah percaya!” Matius 24:24-26 (ILT)


Kata “dimunculkan” di sini bahasa Yunaninya adalah “egeiro” (G1453), yang artinya: membangunkan, membuat bangkit, membangunkan dari tidur atau kematian, memanggil yang mati untuk hidup kembali, membangkitkan yang mati supaya hidup kembali, membuat muncul, membuat tampil, memunculkan ke hadapan orang banyak.


Di sini Yeshua secara tersirat menyatakan bahwa, Anti-Kristus akan dibangkitkan kembali dari kematian. Yeshua kemudian berkata, “Mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.  Camkanlah, Aku sudah mengatakannya terlebih dahulu kepadamu!”


Yeshua menyebut kata padang gurun, “Lihat, Dia ada di padang gurun!“ Gilgamesh ditemukan di gurun gurun!


Yeshua juga menyebut kata “kamar rahasia“, “Lihat, Ia ada di dalam kamar!“ Kata “kamar” bahasa Yunaninya “tameion” (G5009), artinya: ruang penyimpanan (jenazah?), kamar (secara khusus ruangan dalam), kamar rahasia. Makam Osiris ditemukan di dalam ruangan rahasia!


Tidak lama setelah makam Gilgamesh ditemukan, pasukan Amerika Serikat menginvasi Iraq pada April 2003. Apa hubungannya Gilgamesh dengan Amerika? Kesimpulan ini sepertinya mengada-ada. Tapi mengingat akar okultisme Masonik dalam berdirinya Negara Amerika Serikat, yang bisa dilihat dari tata letak ibukota pemerintahan Amerika, Washington D.C., yang menyerupai Pentagram, serta banyaknya monumen dan patung-patung yang berhubungan dengan Babilonia, Mesir, Yunani dan dewa-dewa Romawi kuno dan semua usaha yang dilakukan sejak 9/11 untuk mendirikan New World Order, mungkin kita perlu memperhatikan baik-baik apa yang akan terjadi.


Peter Goodgame menuliskan dalam artikel “Ashur“:


Setelah invasi Amerika ke Iraq berhasil, dan berlanjut dengan pendudukan berikutnya, ada banyak ahli Alkitab yang mencari nubuatan di Akhir Zaman tentang daerah ini dengan minat baru. Banyak dari mereka percaya bahwa Alkitab memprediksi pembangunan kembali secara lahiriah Babel – “pelacur besar” dalam Wahyu 17: 1 – di sepanjang tepi Sungai Efrat. Mereka mengikuti pandangan Arthur W. Pink yang pada tahun 1923 dalam studi komprehensif mengenai Anti-Kristus, menunjuk Zakharia 5:5-11 yang berbicara tentang tempat tinggal seorang wanita jahat yang didirikan “di tanah Shin’ar.”


Zakharia 5:7-11 (ILT) Ya, lihatlah, ada tutup timah yang diangkat, dan di situ ada seorang wanita yang duduk di tengah-tengah efa.” 8. Dan dia berkata, “Inilah kejahatan!” Lalu ia mendorongnya kembali ke tengah-tengah efa itu dan melepaskan kembali batu timah itu ke mulutnya. 9. Kemudian aku mengangkat mataku dan melihat, dan tampaklah dua wanita sedang keluar, dan ada angin pada sayap-sayap mereka, bahkan pada mereka ada dua sayap seperti sayap burung bangau, dan mereka mengangkat efa itu ke antara bumi dan langit. 10. Maka aku berkata kepada malaikat yang berbicara denganku itu, “Ke manakah mereka membawa efa itu?” 11. Dan dia berkata kepadaku, “Ke Tanah Sinear, untuk membangun sebuah rumah baginya.” Lalu rumah itu didirikan dan dia ditempatkan di sana, di tempatnya.


Akankah Babel kuno dibangun kembali di hari-hari akhir dan entah bagaimana muncul kembali untuk mengontrol struktur politik dan ekonomi dunia untuk menggenapi Wahyu 17-18?


Kemungkinan ada kepentingan lain yang menyebabkan Amerika Serikat menginvasi Iraq, bahkan mungkin alasan utama – satu bulan sesudah para arkeolog yang menggali padang pasir mengklaim telah menemukan makam Gilgamesh – berselang empat tahun sejak penemuan ruang rahasia makam Osiris (yang kosong) ditemukan di Mesir.


Dalam salah satu wawancara Omegaman Radio, Tom Horn dan Steve Quayle, dua orang peneliti yang banyak melakukan riset mengenai hal-hal ini, berbincang-bincang mengenai penemuan jasad Gilgamesh tersebut. Sekitar 1 jam 27 menit berbincang, mereka mulai membicarakan bagaimana Nimrod berubah menjadi seorang raksasa (nephilim). Mereka kemudian membicarakan penemuan jasad Gilgamesh. Steve Quayle mengkonfirmasi ini dan berkata,


“Aku berbicara dengan seorang Jenderal Pasukan Operasi Khusus yang memvalidasi dan memverifikasi hal itu, dan dia benar-benar ada di sana ketika jasad Gilgamesh – dan kata-katanya seperti ini, “Dia ada dalam kondisi terawetkan secara luar biasa.” Dan itu secara fisik berada di sekitar area di mana Amerika Serikat membangun kompleks militer terbesar, aku percaya itu salah satu kompleks militer terbesar di dunia. Di seluruh area itu. Tim khusus – Pasukan Operasi Khusus pergi ke sana untuk mengamankan benda-benda itu semua…


Apa yang aku katakan ini berdasarkan perkataan jenderal dengan banyak bintang jasa, saksi mata yang berada di sana dan menceritakan kepadaku. Dia berkata, “Mereka mendapatkan jasad Gilgamesh!” Jadi jika mereka telah mendapatkan Gilgamesh dan dia adalah Nimrod, mereka sudah mendapatkannya. Dan tujuan utamanya adalah untuk mengekstrak DNA-nya. Dan aku juga diberitahu bahwa seluruh tujuan… dari proyek pemetaan genetika manusia… adalah untuk menemukan penanda genetik tertentu supaya roh-roh (Nephilim) tanpa tubuh dapat menghidupkan kembali tubuh jasad mereka agar hidup kembali lagi.” 


Manly P. Hall, seorang visioner Okultis terkemuka, yang tahu legenda Masonic Hiram Abiff, Raja Tirus yang membangun Bait Suci Salomo, menuliskan dalam bukunya “The Secret Teachings of All Ages” (Ajaran Rahasia Segala Abad):


“Dewa yang Mati akan bangkit kembali! Ruangan rahasia di dalam Rumah Tempat-tempat Tersembunyi akan ditemukan kembali. Piramid akan kembali berdiri sebagai lambang solidaritas, inspirasi, aspirasi, kebangkitan, dan regenerasi.”


Tapi siapakah orang Ashur ini? Dia bukan lain dari pewaris spiritual pertama dari kemurtadan religius Pasca Banjir Besar. Dia adalah penjaga warisan besar yang dimulai di ibu kota Ashur, Niniveh. Pendirinya adalah Nimrod… Dialah Anti-Kristus, raja fasik masa depan yang datang di dalam nama kepercayaan misteri kuno.”


“Dia adalah seorang pemberontak yang membiarkan dirinya disembah sebagai Elohim. Sesudah Banjir Besar, pemberontakannya menjadi dasar dari kemurtadan religius terbesar umat manusia. Diturunkan selama bergenerasi-generasi, sistem penyembahan palsu ini dikenal sebagai “Misteri Agama Babel.”


Dasarnya sangat jelas. Itu berusaha menghubungkan kekuasaan dewa-dewa kuno melalui seorang figur, Manusia Perkasa. Nimrod menjadi Dewa (Elohim) itu…”


2Tesalonika 2:3-4 (ILT) Biarlah tidak seorang pun menyesatkan kamu dengan cara apa pun, kecuali bahwa pertama-tama kemurtadan itu datang dan Manusia Pendosa, yaitu Anak Kebinasaan (Yunani: apoleia; kebinasaan. Nama Apollyon juga berasal dari kata ini) itu disingkapkan, 4. yakni dia yang menentang dan meninggikan dirinya atas segala sesuatu yang disebut elohim atau sesuatu yang disembah, sehingga dia duduk sebagai elohim di tempat kudus Elohim sambil menyatakan dirinya bahwa dia adalah Elohim.