The Holy Spirit Lord Adonai

The Holy Spirit Lord Adonai
Penemuan kitab Henokh



Henokh 51:1-3 Dan pada hari-hari itu bumi akan mengembalikan apa yang dipercayakan kepadanya, dan dunia orang mati akan mengembalikan apa yang dipercayakan kepadanya, yang telah diterimanya, dan neraka akan mengembalikan apa yang menjadi hutangnya. Dan Dia akan memilih orang benar dan orang kudus dari antara mereka, karena harinya telah tiba bagi mereka untuk diselamatkan. Dan Dia Yang Terpilih, di hari-hari itu akan duduk di atas takhta-Nya, dan segala rahasia kebijaksanaan akan keluar dari pikiran perkataan-Nya, karena TUHAN segala Roh telah memberikannya kepada-Nya dan telah menghormati-Nya.


Henokh 62:1-14 Dan Tuhan memerintahkan raja-raja dan orang-orang kuat dan orang-orang mulia dan mereka yang diam di bumi, dan berkata, “Bukalah matamu, dan angkatlah tandukmu, jika kamu mampu untuk mengenali Dia Yang Terpilih.” Dan TUHAN segala Roh duduk di atas takhta kemuliaan-Nya, dan roh keadilan dicurahkan keluar dari pada-Nya, dan perkataan mulut-Nya membunuh semua orang berdosa dan semua orang fasik, dan mereka dihancurkan di hadapan wajah-Nya. Kemudian akan berdiri pada hari itu semua raja-raja dan orang kuat dan orang mulia dan mereka yang menguasai bumi, dan akan melihat Dia dan akan tahu bahwa Dia duduk di atas takhta kemuliaan-Nya, dan bahwa orang benar dihakimi dalam keadilan di hadapan-Nya, dan tidak ada kata-kata sia-sia yang dapat diucapkan di hadapan-Nya. Dan rasa sakit akan datang atas mereka, seperti wanita yang sakit bersalin, suatu kelahiran yang sulit, ketika bayi keluar dari rahim ibunya, dan dia kesakitan melahirkan. Dan sebagian dari mereka akan memandang yang lain, dan mereka akan gemetar dan akan tertunduk, dan rasa sakit akan menguasai mereka, ketika mereka melihat Anak Manusia duduk di atas takhta kemuliaan-Nya. Dan raja-raja yang berkuasa, dan semua orang yang menguasai bumi, akan menghormati, dan memberkati, dan meninggikan Dia yang memerintah atas segala sesuatu, Dia yang disembunyikan. Karena sebelumnya Anak Manusia tersembunyi, dan Yang Maha Tinggi menjaga-Nya dalam kekuasaan-Nya, dan telah menyatakan Dia kepada orang pilihan. Dan jemaat orang kudus dan orang pilihan akan ditaburkan, dan semua orang pilihan akan berdiri di hadapan-Nya pada hari itu. Dan semua raja-raja yang kuat dan orang mulia dan mereka yang memerintah atas bumi akan tersungkur, dan akan menyembah dan akan berharap kepada Anak Manusia, dan akan memohon kepada-Nya dan meminta belas kasihan-Nya. Dan TUHAN segala Roh akan menindas mereka, supaya mereka segera pergi dari hadapan-Nya dan wajah mereka akan penuh dengan malu, dan kegelapan akan semakin dalam atas wajah mereka. Dan malaikat penghukuman akan melakukan pembalasan kepada mereka, karena mereka telah menindas anak-anak-Nya dan orang pilihan-Nya. Dan mereka akan menjadi tontonan bagi orang-orang benar dan orang-orang pilihan-Nya; dan akan bersukacita karena mereka, sebab murka TUHAN segala Roh tinggal atas mereka, dan pedang TUHAN segala Roh mabuk dengan darah mereka. Dan orang-orang benar dan terpilih akan diselamatkan pada hari itu, dan tidak akan lagi melihat wajah orang-orang berdosa dan orang-orang yang tidak benar. Dan TUHAN segala Roh akan tinggal bersama mereka, dan mereka akan tinggal bersama Anak Manusia, dan akan makan dan berbaring dan bangkit kembali dengan Dia untuk selamanya.


Kira-kira pada masa Reformasi Protestan, muncul kembali ketertarikan kepada Kitab Henokh yang telah hilang selama ratusan tahun. Tahun 1400-an banyak muncul rumor bahwa beberapa salinan Kitab Henokh diperkirakan masih ada. Dalam masa-masa ini, banyak buku-buku yang muncul yang diakui sebagai Kitab Henokh, tetapi yang ternyata palsu.


Kembalinya Kitab Henokh kepada peradaban modern berkat usaha seorang penjelajah terkenal, James Bruce, yang pada tahun 1773 kembali setelah 6 tahun pergi ke Abyssinia, Ethiopia dengan membawa 3 salinan versi Ethiopia dari kitab yang hilang ini. Tahun 1821, Richard Laurence mempublikasikan terjemahan Inggris yang pertama. Edisi terkenal dari R.H. Charles dipublikasikan tahun 1912. Dalam tahun-tahun sesudahnya, beberapa bagian dari salinan asli dalam bahasa Yunani muncul. Penemuan paling penting yang mendukung keotentikan Kitab Henokh adalah ditemukannya 7 bagian salinan dari kitab ini di dalam Gua Qumran nomor 4, di antara Gulungan-gulungan Kitab Suci di Laut Mati, yang tertulis dalam bahasa Aram.


Jatuhnya malaikat


Kitab Henokh memberikan penjelasan penting mengenai pemberontakan para malaikat (the Watchers) seperti yang terdapat dalam Kitab Kejadian 6.


Kejadian 6:1-4 Ketika manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi mereka lahir anak-anak perempuan, maka anak-anak Elohim melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka. Berfirmanlah TUHAN, “Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja.” Pada waktu itu orang-orang raksasa (Ibrani : nephilim) ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Elohim menghampiri anak-anak perempuan manusia, dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; inilah orang-orang yang gagah perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan.


Perbandingan dengan Kitab Henokh :


Henokh 6:1-2, 5-6; 7:1-2 Dan terjadilah, setelah anak-anak manusia bertambah banyak pada hari-hari itu, anak-anak perempuan yang cantik dan rupawan telah lahir bagi mereka. Dan para malaikat, anak-anak surgawi, memandangi dan bernafsu kepada mereka, dan berkata satu sama lain, “Lihatlah, kita akan memilih bagi diri kita sendiri istri dari antara anak-anak manusia, dan akan melahirkan anak-anak bagi kita.”


Kemudian mereka semua bersumpah bersama-sama, dan mengikatkan diri satu sama lain dengan kutukan; mereka semuanya ada dua ratus malaikat. Dan mereka turun di Ardîs, yaitu puncak Gunung Hermon; dan mereka menyebutnya Gunung Hermon, karena mereka telah bersumpah di atasnya dan mengikatkan diri bersama-sama dengan kutukan.


Dan mereka mengambil bagi diri mereka sendiri istri, dan masing-masing memilih untuk dirinya sendiri seseorang, dan mereka mulai mendekati perempuan-perempuan itu, dan bersetubuh dengan mereka, dan mengajari mereka mantera dan ilmu sihir, dan memperkenalkan mereka cara pemotongan akar-akaran dan kayu-kayuan. Dan mereka mengandung dan melahirkan raksasa besar yang tingginya tiga ribu ells.


Para malaikat penjaga itu mengajarkan cara membuat persenjataan perang, baju zirah, cara mengolah dan melakukan pekerjaan logam, cara mempercantik diri, zat-zat pewarna, batu-batu berharga, ilmu pemikat, ilmu sihir, astrologi, membaca tanda-tanda bintang, ramalan, mantera, dan sebagainya. Mereka menciptakan pengorbanan manusia, minum darah, kanibal, dan mengajarkan aborsi.


Henokh 69:12a Dan (malaikat) yang kelima bernama Kasdejâ, dia telah mengajarkan anak-anak  manusia semua pukulan jahat oleh roh dan setan-setan, pukulan terhadap janin di dalam rahim, sehingga keguguran, dan pukulan  untuk menyerang jiwa…


Ini menjadi alasan yang jelas mengapa Tuhan harus menghancurkan dunia dan menghapuskan segala sesuatu yang hidup dari muka bumi dengan banjir besar.


Tuhan memerintahkan penghulu malaikat, Michael, untuk memenjarakan para malaikat penjaga yang memberontak ini.


Henokh 10:12b-13 “… ikat mereka di bawah bukit bumi untuk tujuh puluh generasi, sampai hari penghakiman mereka dan akhir kesudahan mereka, sampai penghakiman yang terakhir telah dilaksanakan untuk selama-lamanya. Dan pada hari-hari itu mereka akan dibawa ke dalam jurang api, dalam siksaan dan penjara, mereka akan terkunci selama-lamanya.”


Kitab Yudas menyebutkan hal yang sama:


Yudas 1:6 Dan bahwa Ia menahan malaikat-malaikat yang tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka, tetapi yang meninggalkan tempat kediaman mereka, dengan belenggu abadi di dalam dunia kekelaman sampai penghakiman pada hari besar.


Rasul Petrus menyebutkan hal yang sama dalam suratnya:


2 Petrus 2:4-5 Sebab jikalau Elohim tidak menyayangkan malaikat-malaikat yang berbuat dosa tetapi melemparkan mereka ke dalam neraka (Yunani : tartarus) dan dengan demikian menyerahkannya ke dalam gua-gua yang gelap untuk menyimpan mereka sampai hari penghakiman; dan jikalau Elohim tidak menyayangkan dunia purba, tetapi hanya menyelamatkan Nuh, pemberita kebenaran itu, dengan tujuh orang lain, ketika Ia mendatangkan air bah atas dunia orang-orang yang fasik;


Tartarus adalah tempat yang paling dalam (dasar) di jurang neraka. Kata ini hanya muncul 1 kali saja dalam Alkitab, yaitu didalam Surat Petrus ini. Menurut mitologi Yunani, tartarus adalah penjara di bawah bumi tempat penyiksaan dan penderitaan bagi mereka yang berbuat jahat dan tempat penjara bagi para Titan (raksasa). Rasul Petrus bahkan menghubungkan antara kejadian pemberontakan para malaikat tersebut dengan penghakiman air bah pada zaman Nuh.


Kitab Henokh mencatat, nephilim dan keturunannya telah dihapuskan Tuhan dari muka bumi, namun roh-roh mereka masih ada di atas bumi.


Henokh 15:8-9 Dan sekarang para raksasa, yang telah diperanakkan dari roh dan daging, akan disebut roh-roh jahat di bumi, dan tempat tinggal mereka akan ada di atas bumi. Roh-roh jahat akan keluar dari tubuh mereka; karena mereka diciptakan dari atas, awal mula mereka berasal dari malaikat penjaga kudus, mereka akan menjadi roh-roh jahat di atas bumi, dan akan disebut roh-roh jahat.


Para malaikat yang jatuh dan keturunannya itu sangat mempengaruhi jalannya sejarah manusia sampai hari ini. Setiap kebudayaan memiliki mitologi tentang pendatang dari surga atau bintang-bintang, yang pada kenyataannya adalah para malaikat yang jatuh, dewa-dewa yang turun dari langit dan kawin dengan anak-anak manusia dan melahirkan para raksasa, manusia setengah dewa. Ada yang digambarkan sebagai makhluk setengah manusia dan setengah binatang. Mereka adalah para pahlawan yang gagah perkasa pada zaman purbakala, orang-orang  yang kenamaan (Kejadian 6:4), yang diceritakan dalam mitologi. Orang-orang Sumeria, Babilonia, Mesir, Yunani, Romawi, dan semua kebudayaan kuno, mencatat adanya ras yang digambarkan sangat cerdas, berbadan raksasa, dan sangat kuat. Kaisar Jepang, raja-raja Aztec dan Maya, disebutkan sebagai keturunan dari dewa-dewa langit.


Kitab Yobel mencatat bahwa Yared atau Yeh’-red, leluhur Perjanjian Lama, dinamai demikian karena pada zamannya malaikat penjaga turun ke bumi – Yeh’-red artinya “turun.” Sangat menarik untuk diperhatikan bahwa Sungai “Yordan” berasal dari akar kata yang sama, yang berarti “turun, turun ke bawah atau jatuh”. Yar-dane’ artinya “tempat turun”. Sumber air dari Sungai Yordan adalah Gunung Hermon – yang merupakan lokasi dimana para malaikat penjaga turun dari surga dan mendarat di puncak Gunung Hermon (dikisahkan dalam Kitab Henokh pasal 6).