
Henokh, bapa leluhur manusia, keturunan ke-7 dari Adam, sangat terkenal pada zaman purbakala, meskipun para pembaca Alkitab sekarang ini tidak begitu mengenalnya. Dia hanya tercatat secara singkat dalam Kitab Kejadian. Selain menyebutkan bahwa umurnya 365 tahun, Kitab Kejadian juga mengatakan bahwa Henokh “hidup bergaul dengan Elohim” dan “kemudian dia tidak ada lagi, karena Elohim telah mengangkatnya” (Kejadian 5:24).
Banyak legenda mengenai Henokh yang telah dikumpulkan dari zaman purba dalam bentuk tulisan. Catatan yang paling tua dan paling penting adalah Kitab Henokh, yang terdiri dari 108 pasal. Itu masih ada secara keseluruhan (meskipun hanya di dalam bahasa Ethiopia) dan menjadi sumber yang penting bagi Yudaisme dalam beberapa abad sebelum Masehi. Hal ini dibuktikan dari ditemukannya fragmen-fragmen yang hampir lengkap dari salinan-salinan Kitab Henokh di dalam bahasa Aramaik di antara Gulungan-gulungan Kitab Laut Mati, dan menjadi sangat jelas bahwa siapa pun yang menyimpan dan berusaha menyelamatkan gulungan-gulungan naskah ini menganggapnya sebagai teks yang sangat penting.
Gua Qumran nomor 4 (4Q): 90% Gulungan-gulungan Kitab Laut Mati ditemukan di dalamnya.
Sejak ditemukan pada tahun 1946, penggalian di Gua-gua Qumran di Laut Mati telah mengungkap sekitar 981 gulungan-gulungan kitab kuno Yahudi yang merupakan peninggalan yang sangat penting. Teks-teks ini merupakan salinan-salinan kitab kuno Yahudi yang ditulis antara abad ke-3 SM hingga abad ke-1 M. Gulungan-gulungan Kitab Laut Mati merupakan penemuan arkeologi terbesar dan terpenting pada abad ke-20. Di antara gulungan-gulungan kitab ini, para arkeolog menemukan teks yang isinya membingungkan para arkeolog karena tidak lazim: sebuah gulungan kitab yang memberikan petunjuk mengenai keberadaan dan kemusnahan Nephilim. Gulungan itu disebut Kitab Para Raksasa.
Henokh hidup sebelum Air Bah, suatu zaman ketika bumi dan segala sesuatunya sangat berbeda. Manusia hidup jauh lebih lama, contohnya anak Henokh, Metusalah, mencapai umur 969 tahun. Pada zaman Yared, ayah Henokh, terjadilah suatu peristiwa di mana para malaikat pengawas turun di puncak Gunung Hermon yang tercatat di dalam Kejadian 6:4. Mereka ini dikenal sebagai para malaikat (bene ha-Elohim) yang jatuh, dan menjadi sumber terjadinya kerusakan total atas seluruh makhluk hidup di muka bumi dan menyebabkan Yahweh mengirimkan penghakiman Air Bah. Menurut Kitab Henokh, pemimpin pemberontakan para malaikat ini adalah Shemihaza, yang bersama 200 rekan-rekannya turun ke bumi untuk mengambil istri-istri untuk bersetubuh dengan mereka. Perkawinan yang tidak wajar ini menghasilkan anak-anak keturunan berupa hybrid ras manusia raksasa, Nephilim, yang tingginya mencapai 135 meter. Malaikat-malaikat jahat dan raksasa-raksasa ini mulai menindas manusia dan mengajarkan mereka melakukan segala jenis kejahatan. Karena hal inilah Yahweh menjatuhkan penghukuman untuk memenjarakan mereka hingga 70 generasi, menunggu waktu penghakiman terakhir, dan kemudian Yahweh menghancurkan seluruh bumi dengan Air Bah. Usaha Henokh untuk menjadi perantara terhadap surga bagi para malaikat yang jatuh ini tidak membuahkan hasil (Henokh 6-16).
Isi Kitab Para Raksasa
Kitab Para Raksasa yang ditemukan di Gua Qumran memberikan penjelasan tambahan dari yang tercatat di dalam Kitab Henokh. Meskipun sudah tidak utuh lagi, fragmen-fragmen gulungan kitab ini memberikan gambaran yang seram: Nephilim akhirnya menyadari, sebagai akibat perbuatan-perbuatan menyimpang dan kekerasan-kekerasan yang mereka lakukan, penghukuman surgawi akan segera menimpa mereka – dan itu cukup menggentarkan sehingga mereka mengutus seseorang untuk mencari Henokh supaya dia berbicara mewakili mereka di hadapan Elohim.
Teks ini diawali dengan detail bagaimana Nephilim merusakkan seluruh bumi dan segala makhluk yang hidup di atasnya. Tapi begitu mereka mulai menerima mimpi-mimpi profetik tentang kebinasaan, kegentaran mulai merasuki hati mereka. Yang pertama mendapatkan mimpi ini adalah Mahway, raksasa anak malaikat Barakel. Dalam mimpinya, dia melihat suatu lempengan loh (tablet) ditenggelamkan ke dalam air. Ketika lempengan itu timbul ke permukaan, semua nama-nama, kecuali tiga nama, telah dihapuskan. Ini merupakan perlambang Banjir Besar dan akibat kehancurannya, kecuali Nuh dan anak-anaknya.
Pada waktu itu, hal ini belum dipahami oleh Nephilim, sehingga mereka memperdebatkan arti mimpi Mahway, tapi tidak berhasil menafsirkannya. Segera sesudahnya, dua raksasa lagi, Ohya dan Hahya, anak-anak malaikat Shemihaza, mulai mendapatkan mimpi-mimpi yang mirip; mereka bermimpi tentang sebuah pohon yang dicabut, kecuali tiga dari akar-akarnya.
Sesudah itu, kelompok raksasa-raksasa ini mulai mendapatkan mimpi-mimpi apokaliptik.
Para Nephilim ini akhirnya menyadari arti profetik mimpi-mimpi mereka dan berusaha mencari pertolongan Henokh. Namun sayangnya, Henokh telah menghilang dari muka Bumi sehingga Nephilim memilih salah seorang anggota mereka untuk melakukan perjalanan kosmis mencari dia.
Sangat disayangkan, bagian-bagian dari gulungan kitab ini sangat rusak dan tidak bisa diperbaiki, tapi isi dari teks ini jelas. Salah seorang raksasa melakukan perjalanan keluar Bumi untuk mencari Henokh yang punya kemampuan menafsirkan penglihatan dan mimpi.
Henokh mengirim Mahway kembali darimana dia berasal, berjanji kepadanya bahwa dia akan berbicara kepada Elohim untuk mewakili mereka. Namun bagi Nephilim, lempengan loh yang dikirimkan kembali oleh Henokh kepada mereka sebagai jawaban tidaklah berisi berita baik.
Entahkah mereka berdoa atau tidak, teks itu tidak mengatakan apa-apa lagi. Tapi mereka tidak muncul lagi di sini, sekaligus membuktikan kehancuran total yang diakibatkan oleh Air Bah.
Untuk dapat memahami lebih jelas isi Kitab Para Raksasa, Anda perlu membandingkannya juga dengan Kitab Henokh dan Kitab Yobel, yang salinan-salinannya juga ditemukan di antara gulungan-gulungan Kitab Laut Mati.
Yang paling menarik dari isi manuskrip Kitab Para Raksasa ini adalah disebutnya seorang raksasa bernama Gilgamesh, yang merupakan tokoh dewa Babylonia dan tokoh epik besar (Epik Gilgamesh) yang ditulis pada milenium ke-3 sebelum Masehi, dalam silinder-silinder Sumeria-Mesopotamia. Penemuan-penemuan arkeologi beberapa tahun yang lalu menunjukkan bahwa Gilgamesh bukanlah sekedar tokoh mitos. Menurut mitologi, Gilgamesh adalah Nephilim, 2/3 dewa dan 1/3 manusia. Tahun 2003, para arkeolog mengklaim mereka telah menemukan makamnya.
Kitab Para Raksasa – Teks Rekonstruksi
4Q203, 1Q23, 2Q26, 4Q530-532, 6Q8

Gulungan Kitab Laut mati diidentifikasikan dengan sebuah angka dan kombinasi huruf, yang mengindikasikan gua dari mana mereka diperoleh: “1Q” artinya teks itu ditemukan dalam gua Qumran nomer 1; “4Q” artinya ditemukan dalam gua Qumran nomer 4. Kode awal ini diikuti dengan angka kedua (nomer file katalog yang diberikan kepada tiap arsip fragmen) atau beberapa huruf yang merupakan singkatan yang diberikan kepada suatu fragmen oleh peneliti. Banyak gulungan-gulungan kitab penting ditemukan lebih dari satu salinan.
Ringkasan catatan kuno tentang turunnya para malaikat yang jahat, yang membawa pengetahuan surgawi dan kerusakan dan malapetaka atas bumi. Bandingkan Kejadian 6:1-2,4.
1Q23 Frag. 9 + 14 + 15 2[ . . . ] mereka tahu rahasia-rahasia dari [ . . . ] 3[ . . . do]sa sangat besar di bumi [ . . . ] 4[ . . . ] dan mereka membunuh banyak [ . . ] 5[ . . . mereka memperanakkan] raksasa-raksasa [ . . . ]
Para malaikat ini mengeksploitasi segala sesuatu yang dihasilkan bumi.
Dua ratus malaikat ini memilih binatang-binatang untuk melakukan perbuatan-perbuatan seksual yang tidak normal, termasuk, kemungkinan juga para manusia.
1Q23 Frag. 1 + 6 [ . . . dua ratus] 2keledai-keledai, dua ratus bagal-bagal, dua ratus . . . domba-domba jantan dari] 3kawanan domba, dua ratus kambing-kambing, dua ratus [ . . . binatang di] 4padang dari setiap binatang, dari setiap jenis [burung . . . ] 5[ . . . ] untuk perkawinan campuran [ . . . ]
Hasil akhir dari perusakan dan pencemaran ini adalah kekejaman, penyimpangan seksual, dan kawanan makhluk-makhluk monster raksasa mengerikan. Bandingkan Kejadian 6:4-5.
4Q531 Frag. 2 [ . . . ] mereka mencemarkan [ . . . ] 2[ . . . mereka memperanakkan] raksasa-raksasa dan monster-monster [ . . . ] 3[ . . . ] mereka memperanakkan, dan, lihatlah, seluruh [bumi menjadi rusak . . . ] 4[ . . . ] dengan darahnya dan oleh tangan para [ . . . ] 5[raksasa] yang tidak mencukupi bagi mereka dan [ . . . ] 6[ . . . ] dan mereka berusaha untuk memangsa banyak [ . . . ] 7[ . . . ] 8[ . . . ] monster-monster menyerangnya.
4Q532 Kol. 2 Frags. 1 – 6 2[ . . . ] daging [ . . . ] 3semu[a . . . ] monster-monster [ . . . ] akan [ . . . ] 4[ . . . ] mereka akan bangkit [ . . . ] kekurangan pengertian yang sesungguhnya [ . . . ] karena [ . . . ] 5[ . . . ] bumi [menjadi rusak . . . ] sangat hebat [ . . . ] 6[ . . . ] mereka mempertimbangkan [ . . . ] 7[ . . . ] dari malaikat-malaikat atas [ . . . ] 8[ . . . ] pada akhirnya itu akan binasa dan mati [ . . . ] 9[ . . . ] mereka menyebabkan kerusakan hebat di [bumi . . . ] [ . . . ini tidak] mencukupi bagi [ . . . ] “mereka akan [ . . . ]
Raksasa-raksasa ini mulai terganggu oleh serangkaian mimpi-mimpi dan penglihatan-penglihatan. Mahway, seorang raksasa, anak dari malaikat Barakel, melaporkan yang pertama dari mimpi-mimpi ini kepada rekan-rekan raksasanya. Dia melihat sebuah lempengan loh (tablet) dicelupkan di dalam air. Ketika itu timbul kembali ke permukaan, semua nama-nama kecuali tiga nama telah dihapuskan. Mimpi ini menandakan kehancuran segala sesuatunya oleh Air Bah, kecuali Nuh dan anak-anaknya.
2Q26 [ . . . ] mereka menenggelamkan lempengan loh itu ke dalam a[ir . . . ] 2[ . . . ] air itu naik ke atas [lempengan . . . ] 3[ . . . ] mereka mengangkat keluar lempengan itu dari air [ . . . ]
Raksasa-raksasa itu pergi kepada rekan-rekan yang lainnya dan mereka membicarakan tentang mimpi itu.
4Q530 Frag.7 [ . . . penglihatan ini] adalah untuk kutukan dan penderitaan. Akulah yang mengaku 2[ . . . ] keseluruhan kelompok kaum buangan supaya aku pergi ke [ . . . ] 3[ . . . roh-roh mereka yang terbu]nuh mengeluh tentang para pembunuh mereka dan menangis keras 4[ . . . ] supaya kita mati bersama-sama dan diakhiri [ . . . ] banyak dan aku akan tertidur, dan roti 6[ . . . ] untuk kediamanku; penglihatan dan juga [ . . . ] memasuki perkumpulan raksasa-raksasa 8[ . . . ]
6Q8 [ . . . ] Ohya dan dia berkata kepada Mahway [ . . . ] 2[ . . . ] tanpa gemetar. Siapa yang menunjukkan kepadamu semua penglihatan ini, saudara[ku]? 3[ . . . ] Barakel, ayahku, ada bersama aku. 4[ . . . ] Sebelum Mahway selesai menceritakan apa yang [telah dia lihat . . . ] 5[ . . . berkata] kepada dia, “Sekarang aku telah mendengar keajaiban-keajaiban! Jika seorang perempuan mandul melahirkan [ . . . ]
4Q530 Frag. 4 3[Kemu]dian Ohya berkata kepada Ha[hya . . . ] 4[ . . . untuk dihancurkan] dari atas bumi dan [ . . . ] 5[ . . . bu]mi. Ketika 6[ . . . ] mereka meratap di hadapan [raksasa-raksasa . . . ]
4Q530 Frag. 7 3[ . . . ] kekuatanmu [ . . . ] 4[ . . . ] 5Kemudian Ohya [berkata] kepada Hahya [ . . . ] Kemudian dia menjawab, “Itu bukan bagi 6kita, tapi untuk Azaiel, karena dia melakukan [ . . . anak-anak para] malaikat 7adalah raksasa-raksasa, dan mereka tidak mengijinkan semua yang mereka kasihi] diabaikan [. . . kita] tidak dibuang di bawah; engkau memiliki kekuatan [ . . . ]
Para raksasa menyadari bahwa sia-sia saja berperang melawan kekuatan surgawi. Pembicara pertama kemungkinan adalah Gilgamesh.
4Q531 Frag. 1 3[ . . . Aku seorang] raksasa, dan oleh kekuatan yang perkasa dari tanganku dan kekuatanku sendiri yang besar 4[ . . . siapa]pun yang fana, dan aku telah berperang melawan mereka; tetapi aku tidak [ . . . ] dapat berdiri melawan mereka, karena musuh-musuhku 6[ . . . ] berkediaman di [Sur]ga, dan mereka tinggal di tempat-tempat kudus. Dan tidak 7[ . . . mereka] lebih kuat daripada aku. 8[ . . . ] dari binatang buas telah datang, dan manusia liar mereka memanggil [aku].
9[ . . . ] Lalu Ohya berkata kepadanya, “Aku dipaksa mendapatkan sebuah mimpi [ . . . ] tidur dari mataku [lenyap], supaya membuat aku melihat suatu penglihatan. Sekarang aku tahu bahwa pada [ . . . ] 11-12[ . . . ] Gilgamesh [ . . . ]
Penglihatan mimpi Ohya adalah sebuah pohon yang dicabut kecuali tiga dari akar-akarnya; makna penglihatan ini sama dengan mimpi yang pertama.
6Q8 Frag. 2 1tiga dari akar-akarnya [ . . . ] [sementara] aku sedang [menyaksikan,] datanglah [ . . . mereka memindahkan akar-akar itu ke dalam] 3taman ini, semua dari mereka, dan tidak [ . . . ]
Ohya berusaha menghindar dari hubungannya terhadap penglihatan-penglihatan itu. Di atas dia menyatakan bahwa mimpi itu hanya diperuntukkan bagi Iblis Azazel; di sini dia berpendapat bahwa kehancuran itu hanyalah bagi para penguasa bumi saja (para malaikat yang jatuh, yaitu orang tua mereka).
4Q530 Kol. 2 1mengenai kematian jiwa-jiwa kita [ . . . ] dan semua rekan-rekannya, [dan Oh]ya mengatakan kepada mereka apa yang Gilgamesh katakan kepadanya 2[ . . . ] dan dikatakan [ . . . ] “Mengenai [ . . . ] pemimpin telah mengutuk penguasa-penguasa” 3dan para raksasa lega mendengar kata-katanya. Lalu dia berbalik dan pergi [ . . . ]
Lebih banyak mimpi-mimpi yang menggelisahkan para raksasa. Detail-detail dari penglihatan ini kurang jelas, tetapi itu pertanda buruk bagi para raksasa. Para pemimpi ini pertama-tama menceritakannya kepada monster-monster, lalu kepada para raksasa.
Kemudian dua dari mereka mendapatkan mimpi-mimpi 4dan tidur dari mata mereka, meninggalkan mereka, dan mereka bangkit dan datang kepada [ . . . dan menceritakan] mimpi-mimpi mereka, dan berkata dalam perhimpunan [rekan-rekan mereka] para monster 6[ . . . Dalam] mimpiku aku sedang menyaksikan malam ini 7[dan ada sebuah taman . . . ] para tukang kebun dan mereka mengairi 8[ . . . dua ratus pohon-pohon dan] tunas-tunas besar keluar dari akar-akarnya 9[ . . . ] semua air, dan api membakar seluruh 10[taman . . . ] Mereka menemui para raksasa untuk menceritakan kepada mereka 11[mimpi itu . . . ]