
In your eyes, I have found my home.
In your heart, I have found my love.
In your soul, I have found my mate.
With you, I am whole, full, alive.
You make me laugh. You let me cry.
You are my breath, my every heartbeat.
I am yours.
You are mine.
Of this we are certain.
You are lodged in my heart.
The small key is lost.
You must stay there forever.
***
Upacara pemberkatan telah dilaksanakan tadi pagi di gereja Katolik desa pinggiran Italia. Sang mempelai pria dan wanita kini tengah merayakan pesta pernikahan dengan sanak saudara, teman dan kolega terdekat sang pria. Meski bukan pesta besar tapi pesta itu terlihat meriah, sendau gurau terdengar di penjuru ruangan. Mempelai wanita tidak berhenti berdansa dengan tamu undangan membuat suami barunya terlihat cemburu tapi itu semua tidak mengurangi kemeriahan pesta itu.
Pria yang sedang berbahagia hari ini adalah Gregory Romanov yang berhasil mengikat sang pujaan hati dengan janji suci yaitu Arabella Romanov setelah berjuang bertahun-tahun untuk mencuri hatinya.
Teman-teman dekatnya, Phillip dan Jason terlihat setia berada di samping Romanov merayakan hari bahagia itu. Phillip tidak sendiri, la bersama kekasihnya Julia sedangkan Jason masih bertahan dengan status singlenya.
“Jadi kapan kalian akan menyusulku?”Tanya Romanov menggoda Phillip.
“Lihat saja nanti, aku tidak akan membiarkan Julia lepas begitu saja,”Jawab Phillip seraya mencium punggung tangan Julia membuat gadis itu tersipu malu.
“Cepatlah menyusul. Kita bisa menjodohkan anak kita nantinya,”Seloroh Romanov.
“Bagaimana kalau anak kita sama-sama laki-laki atau perempuan?”Tanya Phillip mendelik tidak setuju.
“Kita buat lagi,”Kelakar Romanov sambil terkekeh.
“Ya...ya... Aku harap anakmu akan tergila-gila pada anakku nantinya,”Sahut Phillip.
“Tidak bisa, anakmulah yang nantinya akan tergila-gila pada anakku,”Kata Rimanov tak mau kalah.
“Tidak bisa, kamu saja kalah tampan denganku,”Cibir Phillip.
Keduanya pun terlibat adu mulut mempermasalahkan perjodohan anak mereka yang bahkan belum di buat. Begitulah kebiasaan mereka berdua jika bersama, selalu meributkan hal yang tidak penting. Jason yang paling pendiam hanya menatap jengah ke dua sahabatnya itu.
"Yang ada anak-anak kalian bermusuhan,”Sela Jason santai.
Romanov dan Phillip langsung menoleh menatap Jason tajam.
“Tidak masalah jika setelah itu mereka jatuh cinta,”Kata Phillip di amini Romanov. Keduanya langsung bersulang atas kekompakan mereka menjodohkan anaknya.
Jason hanya menggelengkan kepala pasrah. Begitulah jika berteman sejak kecil, bertengkar pun akhirnya kembali bersama. Saling mengejek tetapi semakin akrab. Kesalutan mereka membuat iri siapa saja yang melihatnya.
***
Di tempat lain, terlihat seseorang yang sedang menatap foto di tangannya penuh kebencian dan amarah. Foto ditangannya itu adalah foto kekasihnya yang kini tengah mengadakan pesta pernikahan dengan pria lain yang tak lain temannya sendiri. Pria itu merasa dikhianati ke dua orang tersebut, bagaimana pun juga ia merasa dialah yang paling pantas bersanding dengan mempelai perempuan.
“Apa kau tidak ingin mengacaukan saja pernikahan mereka kak?”Tanya Vincent yang merupakan adik pria tersebut.
“Tidak, belum saatnya. Biarkan mereka bersenang-senang terlebih dahulu untuk sementara,”Jawab Braga dengan seringai di bibirnya.
“Apa yang kau rencanakan?”Tanya Vincent penasaran.
“Menghancurkan mereka, akan ku pastikan hidup mereka seperti di neraka!”Kata Braga tertawa licik.
***
Pesta pernikahan telah selesai, para tamu undangan satu persatu meninggalkan tempat itu. Hanya teman dekat dan keluarga yang masih bertahan.
Romanov dan Arabella berjalan beriringan menuju kamar pengantin. Pasangan suami istri baru itu terlihat sangat bahagia. Romanov tak henti-hentinya memuja Bella, membuat istrinya terus merona.
“Kau cantik sekali malam ini sayang,”Bisik Romanov di telinga Bella. Aroma lily yang menempel ditubuh gadis itu selalu menjadi candu baginya.
“Apa hanya malam ini saja aku terlihat cantiknya?”Kata Bella dengan wajah cemberut.
Romanov terkekeh mendengar perkataan Bella. “Kau selalu cantik sayang," rayunya.
Tangan Romanov membelai lembut perut Bella yang masih terbalut gaun dari belakang, bibirnya menyusuri lekukan leher yang terekspos milik gadis itu. Kecupan ringan ia darat kan sepanjang leher hingga bahu.
“Aku mencintaimu Arabella,”Kata Romanov membalikkan tubuh Bella hingga mereka berhadapan.
“Aku juga mencintaimu Romanov,”Balas Bella.
Romanov langsung memagut bibir Bella, menciumnya semakin dalam hingga mereka kehabisan nafas. Senyum mengembang di bibir Romanov, ia segera membawa pengantinnya naik ke kasur. Memberikan sentuhan malam pertama yang tidak akan pernah akan dilupakan selamanya.
***
Dering ke dua ponselnya membuat Romanov tersadar dari lamunan. Digapainya benda kotak kecil itu dari atas nakas. Romanov mengernyitkan dahi melihat hanya ada nomor si penelepon.
“Hallo,”Sapa nya dengan suara sedikit serak.
“Well...well..well. Coba lihat siapa yang baru saja bersenang-senang dengan kekasihku."
Suara itu, Romanov berusaha menahan geraman setelah mengetahui siapa yang menelepon.
“Ada apa kau meneleponku?”Tanya Romanov tanpa basa basi.
“Hanya memberikan ucapan selamat atas pernikahan kalian,”Jawab Braga diseberang dengan santai.
“Terima kasih,”Balas Romanov kaku.
“Jangan senang dulu Romanov, aku hanya meminjamkan kekasihku untukmu. Suatu hari nanti aku pasti akan mengambilnya kembali,”Kata Braga.
“Aku tidak akan membiarkanmu menyentuhnya,”Desis Romanov.
Terdengar tawa diseberang. “Dia pelacur ku Romanov, selamanya akan selalu begitu."
“Kau! jika kau berani menyentuhnya lagi. Aku akan menghabisimu!”Ancam Romanov.
Tidak ada sahutan dari Braga, pria itu tertawa terbahak-bahak sebelum menutup teleponnya seakan ancaman Romanov bukan masalah baginya.
Romanov merasakan usapan lembut di bahunya saat dirinya berusaha menenangkan emosinya. Bella telah bangun menatapnya cemas.
“Siapa yang menelepon?”Tanya Bella.
“Bukan siapa-siapa. Hanya orang iseng,”Jawab Romanov dengan senyum yang di paksakan. Ia kemudian menenggelamkan dirinya dalam pelukan istrinya.
***
Sejak malam itu Romanov memberikan penjagaan ekstra pada istrinya. Kemanapun istrinya pergi selalu ada pengawal yang menemaninya jika dia tidak bisa mendampingi. Bella yang merasa sedikit aneh dengan perubahan Romanov yang super protektif tidak lagi mempermasalahkan hal itu. Suaminya hanya ingin menjaganya itulah yang selalu ditanamkan pada benaknya.
Meski ancaman Braga malam itu sedikit mengusik Romanov namun tetap tidak menghalangi kebahagiaan menjalani kehidupan barunya. Hari-hari pun berlalu berganti bulan namun ancaman yang sempat dilontarkan Braga tidak terwujud. Romanov yang mengetahui sifat orang itu tetap menjaga istrinya seketat mungkin apalagi kini Bella tengah mengandung anak pertamanya. Berita yang melengkapi kebahagiaannya.
“Sayang, Phillip tadi kesini mengantar sesuatu untukmu,”Kata Bella menyerahkan amplop coklat pada suaminya.
“Apa ini?”Tanya Romanov dengan kening berkerut.
“Entahlah."
Romanov segera menyobek amplop itu dan mengambil sesuatu didalamnya. Lalu tawanya meledak begitu mengetahui apa isinya.
“Persiapkan gaun pestamu sayang, kita akan menghadiri pesta pernikahan Phillip dengan Julia,”Kata Romanov tersenyum senang.
“Benarkah?”Sahut Bella tidak percaya, ia mengambil undangan ditangan Romanov dan membacanya. “Akhirnya mereka menikah,”Pekiknya.
***
Seperti yang tertulis di undangan, akhir pekan ini Romanov dan Bella menghadiri pesta pernikahan Phillip dengan Julia. Keduanya terlihat serasi memamerkan romantisme mereka pada semua tamu undangan. Kini hanya tinggal Jason yang masih setia melajang meski ke dua temannya telah berjalan ke altar dalam waktu hampir berdekatan.
Bella memuji Julia yang memakai gaun putih yang indah sangat serasi dengan tuxedo hitam yang dikenakan Phillip. Pasangan pengantin yang sangat bahagia malam itu.
“Cepat-cepat lah membuat anak, agar nanti anak kita tidak terlalu jauh umurnya. Bella sekarang sudah mengandung,”Kata Romanov dengan semangat.
“Oh benarkah. Berapa bulan?”Sahut Julia.
“Sudah masuk dua bulan,”Jawab Bella tersipu.
“Tenang, anak kita nanti akan lahir bersamaan,”Kata Phillip santai.
“Maksudmu?”Tanya Bella tidak mengerti.
“Julia juga sedang hamil,”Jawab Phillip tercengir.
“Astaga, kamu mencuri start Phillip!”Erang Romanov disambut kekehan Phillip.
“Bagaimana denganmu Jason? Kau tidak menggaet salah satu gadis disini?”Tanya Julia penasaran dengan teman suaminya yang satu itu.
“Aku sama sekali tidak tertarik,”Jawab Jason singkat.
“Kau tidak sedang mengincar salah satu dari istri kami bukan?" goda Phillip.
Jason hanya bisa mendengus pasrah, sudah nasibnya jika berada diantara Romanov dan Phillip ia akan terkena bullyan apalagi jika itu menyangkut soal wanita.
“Aku ingin melihat anak kalian menikah terlebih dahulu. Baru aku akan menikah,”Kata Jason santai.
“Kalau begitu setelah anak kita lahir langsung saja nikahkan,”Celetuk Phillip.
“Enak saja!”Omel Julia mencubit perut suaminya.
Mereka berlima tertawa bersama menikmati kebahagiaan hari itu tanpa menghiraukan badai yang bisa saja datang tiba-tiba.
--- TBC ---