
Lalu juna yang mulai berjalan bersama tetua luo sampai di kediaman para petinggi akademi asgard yaitu distrik 01. Di sana nampak banyak murid dan guru mereka berlatih teknik teknik kultivasi dengan intens. Lalu saat juna dan tetua luo berjalan bersama nampak banyak guru dan murid memperhatikan mereka.
“’huh...bukankah itu anak baru yang kemarin”
“yah...nampaknya tetua luo tertarik padanya.”
“heh...beruntung sekali...tetua luo adalah salah satu tetua terkuat di akademi ini nampaknya dia ingin merekrut anak itu” nampak para murid yang melihat mereka berjalan bersama mulai mengoceh.
Sampai akhirnya juna dan tetua luo memasuki sebuah kastil megah yang di dalamnya tak ada orang sama sekali. Lalu eva langsung mengkonfirmasi...
[ nampaknya master yang ingin bertemu denganmu sedikit waspada]
“ha...kenapa begitu...sebenarnya tempat apa ini eva, aku bisa merasakan energi kehidupanku secara perlahan di hisap saat memasuki tempat ini.”
[ ya ini adalah dunia kecil milik sang master yang memanggilmu dan tempat ini sedikit berbeda dengan ruangan yang hanya terpisah oleh hukum ruang, lebih tepatnya tempat ini seperti labirin besar yang di penuhi hukum sebab dan akibat. Jadi jika sang pemilik tak mengijinkan tamunya pergi maka sudah di pastikan sang tamu akan terperangkap di sini selamanya]
Mendengar penjelasan eva juna jadi sedikit takut. Juna sedikit khawatir karna sang master kuat itu nampaknya sangat waspada padanya. Tapi karna sudah terlanjur masuk juna sudah tak bisa kembali lagi dan hanya pasrah dengan apa yang akan terjadi nantinya.
Lalu sampai akhirnya tetua luo dan juna berhenti di sebuah pintu kamar kecil yang sudah sangat tua dan tetua luo langsung izin permisi dan meninggalkan juna di sana.
“baiklah master....saya sudah membawa murid yang master minta. Dengan ini murid izin permisi” lalu tetua luo mundur secara pelan dan meninggalkan juna.
“huuuhh....baiklah ayo kita masuk eva...”
Lalu juna yang sudah tau kalau maksud dan kedatanganya di sini adalah tak lain keinginan master itu sendiri langsung membuka pintu dan memasuki pintu kamar tersebut. Sampai akhirnya juna bisa melihat apa yang ada di balik pintu itu dan pemandangan yang ia lihat di sana membuat juna sangat terkesima.
“astaga....tempat apa ini....ada banyak sekali energi kehidupan memenuhi tempat ini” juna secara spontan berbicara sambil melihat pemandangan yang sangat indah di balik pintu tersebut.
Saat ini di hadapan juna nampak pemandangan yang sangat luas lengkap dengan gunung dan sungai yang membentang luas sejauh mata memandang dan di pojok jurang nampak ada sebuah bangunan kecil dan disana ia dapat melihat dengan jelas seseorang tengah duduk di sana sambil memandangi pemandangan yang indah itu lalu junapun menghampirinya.
“salam master....apakah master yang mengundang murid ke tempat ini” nampak juna berbicara sopan sambil menundukkan sedikit kepalanya dan menangkupkan tanganya.
“hhh....duduklah nak, ada hal yang ingin ku bicarakan denganmu” nampak master itu tetap memangdangi pemandangan dan mempersilahkan juna duduk.
Lalu junapun duduk di samping master itu dan saat ini ia dapat melihat dengan jelas wajah master yang menyandang gelar dewa masa lalu itu dan juna dapat merasakan kekuatan yang sangat kuat dan padat dari master tersebut.
“ sebelumnya selamat telah bergabung menjadi murid inti akademi asgard dan perkenalkan nama saya Aslan Davici dan siapakah sebenarnya murid ini?”
“perkenalkan tetua Aslan, nama saya Arjuna Daniswara saya adalah seorang anak kelas bawah dari desa Roa”
Lalu sambil memegang jenggotnya yang panjang tetua itu nampak terus memandang ke arah depan dan tak pernah sekalipun melirik ke arah juna.
“desa Roa....desa kecil di sudut barat benua ini nampaknya murid berasal dari tempat yang sangat unik ya.” Nampak tetua itu berbicara lagi sambil memegang janggutnya yang sudah berwarna putih sama seperti rambutnya.
“huh...apa maksudnya apakah dia menyadari keberadaan eva atau yang dia sebuat adalah raja zahard."
Mendengar perkataan si kakek juna sedikit bingung, tapi untungnya eva mengkonfirmasi kalau orang yang di maksud aslan adlah king zahard.
“jadi bagaimana eva...apa yang harus kita lakukan....”
[ entahlah aku tak tau apa yang di pikirkan kakek aslan ini tapi jika dia sudah mengetahui keberadaan zahard maka pilihanmu hanya satu yaitu mempertemukan kedua orang itu]
setelah mendengar saran dari eva junapun akhirnya setuju dan berniat mempertemukan kedua orang itu.
“ baklah...jika tetua aslan sudah tau rahasiaku maka izinkan saya memperkenalkan sahabat saya, dia adalah orang yang saya temui di pintu dunia dan jika tetua setuju maka ayo bertemu denganya”
lalu juna menjulurkan tanganya ke arah tetua aslan dan tetua aslanpun menggengam tangan juna dan secara seketika mereka berteleport ke dalam menara babel.
Lalu nampak di dalam sebuah ruangan di kastil babel nampak king zahard sudah duduk di singgahsananya.
Juna yang melihat tempat itu di buat sedikit terkejut karna king zahard sendiri tak pernah membawanya ke tempat itu lalu zahard yang melihat kedatangan mereka langsung berbicara pada tetua aslan.
“tua bangka....apa yang kau inginkan sampai memaksa datang ke sini?.”
Juna yang mendengar king zahard berbicara tak sopan pada tetua aslan hanya bisa kaget dan panik tanpa dapat melakukan apa apa.
“hohoho....jangan terlalu kasar pada orang tua ini, kedatanganku ke sini hanya ingin berbincang bincang denganmu...”
***********************************
Halo saya ada rekomendasi Novel keren nih....
Rindu Maharani harus menerima kenyataan pahit saat terbangun dari koma, akibat kecelakaan yang menimpa diri dan keluarganya.
Tidak hanya kehilangan kedua orang tua, tetapi ia juga dihadapkan dengan kenyataan bahwa kini wajahnya menjadi buruk rupa.
Bukan hanya wajah tetapi pekerjaan yang sebagai pencabut bulu itik dan ayam menjadi sorotan dan hinaan di sekolah.
Cobaan demi cobaan senantiasa menemani perjalanan hidupnya. Namun, Rindu tidak patah semangat. Dia menjadikan hinaan dan cercaan sebagai semangat untuk bangkit dan berkembang.
Mampukah ia mengubah takdirnya?