The Day I Became A God

The Day I Became A God
Lelang II



Para tamu di bangku penonton hanya bisa geleng geleng kepala. Mereka tak menyangka akan ada orang yang ingin membeli sebuah artefak yang belum di ketahui kegunaannya dengan harga tinggi.


“hem.... sepertinya tuan dari ruangan vip nomor tujuh ini sangat menginginkan benda ini ya...kalau begitu saya akan mulai menghitung ...satu, dua....”


“lima ratus lima puluh juta disena”nampak tetua ras slardar menawar lagi...


“Woah..... nampaknya ras slardar sangat tertarik dengan artefak kuno ini” kata salah satu penonton”


Lalu tiba tiba dari kamar vip nomor tujuh lagi lagi menawar harga...


“enam ratus juta”


“tujuh ratus”


“delapan ratus”


“sembilan ratus”


“satu miliar”


Akhirnya suara dari kamar vip nomor tujuh menawar sampai dengan satu milliar dan membuat seluruh penonton yang datang baik di dalam dan penonton yang hanya menyaksikan dari streaming membuka mulut mereka....


“astaga...ini benar benar gila...nampaknya benda kuno itu jauh lebih berharga dari yang kita tau” nampak penonton dari livestreaming di sebuah bar kecil berdecak kagum....


Lalu tiba tiba tetua ras slardar menaikkan lagi harga tawaran menjadi...


“satu miliar seratus juta disena”


Sontak perkataan tetua slardar membuat para hadirin sangat terkejut. Bukanya apa apa karna ras slardar sendiri belum pernah sekalipun membeli item dari lelang yang pernah di adakan tapi sekarang mereka berani menawar dengan harga yang sangat fantastis... dan itu membuat beberapa penonton akhirnya sadar kalau ras slardar bukan kaleng kaleng. Dan itu membuat suasana di dalam gedung menjadi sedikit ribut.


“oke oke.... hadirin semua mohon pengertiannya"


“baiklah saya akan melanjutkan acara...jika masih ada yang mau menawar silahkan..dan jika tidak maka saya akan mulai menghitung.... satu, dua,” lalu tiba tiba kamar vvip di nomor zero menaikkan harga.


“dua miliar disena”


Nampak para penonton hanya bisa terdiam.....


Banyak orang yang menyaksikan acara lelang itu hanya bisa diam tanpa berkata kata...


Bagaimana tidak , saat ini sebuah artefak yang tak di ketahui tingkatanya dan kegunaannya sedang di lelang dengan harga mencapai dua miliar rupiah. Mungkin jika item yang di lelang adalah senjata atau armor langkah mereka tak akan terlalu terkejut... tapi ini membuat mereka semua sangat heran sekaligus bersemangat. Dan tiba tiba tetua slardar menaikkan harga lagi...


“dua miliar lima ratus juta”


“tiga miliar” lagi lagi suara di ruangan vvip nomor zero berbicara.


“tiga miliar lima ratus juta”


“empat miliar”


Tetua lardar yang kesal karna orang yang berada di balik ruangan itu terus menaikkan harga mulai merasa jengkel. Dalam hatinya ia sangat ingin melihat orang itu dan membuat pelajaran padanya. Dia berpikiran kenapa ada orang yang mau mengeluarkan uang sebanyak itu untuk sebuah benda yang tak di ketahui kegunaanya dan bahkan kalaupun tau juga tak akan berguna baginya. Tetua slardar benar benar di buat kesal...dan ia akhirnya menawar dengan harga terakhirnya.


“lima miliar disena”


Nampak semua mata orang di acara itu mengarah ke tetua slardar dan mereka menaruh respec yang tinggi dan mulai menyadari kalau benda ini mungkin sangat berharga baginya.


“baiklah nampaknya teman kita yang berada di sana sangat menginginkan benda ini dan saya akan mulai menghitung.. satu, dua “ tapi lagi lagi suara dari ruangan zero berbicara.


“tujuh miliar disena”


Semua orang yang ada di acara dan yang menonton tak dapat berkata kata lagi mereka hanya bisa menahan ludah dan menyaksikan pertarungan para sultan itu memperebutkan bola berwarna yang tak jelas asal usulnya dan kegunaanya.


Tetua slardar yang sudah naik pitam tak dapat lagi mengontrol emosinya dan ia langsung menghubungi seseorang....


***********


Di suatu tempat.....


Di sebuah istana yang megah dengan banyak wanita cantik dan pelayan memenuhi ruangan istana....


“ lapor my lord apa kau sudah melihat beritanya....”


Lalu seseorang yang terduduk di singgahsana yang megah itu menjawab panggilan tersebut...


“lalukan sesukamu....pokoknya kita harus mendapatkan kembali pusaka dewa clan kita itu...untuk harga kau bisa menawar sesuakamu... tapi tak bisa lebih dari dua puluh miliar disena karna saat ini kredit kita di world bank hanya segitu”


“dan pastikan kau mendapatkan nama bajingan yang sengaja ingin bermain main dengan kita”


Akhirnya tetua slardar yang mendapatkan restu dari rajanya mulai menaikkan kepalanya dan menawar lagi...


“sepuluh miliar disena”


Dan ketika mendengar tetua slardar menawar dengan harga sepuluh miliar nampak dua orang pria dari balik ruangan vvip nomor zero tertawa terbahak bahak..


“ahahahah... sialan sepertinya aku yang kalah kali ini...” yuki tertawa sambil menuangkan minuman ke gelas sahabatnya itu.


“kan sudah ku bilang dengan item itu kita bisa mendapatkan setidaknya sepuluh miliar “


“ahh... aku mengaku kalah ...jika soal jual beli barang kau memang yang terbaik sahabatku...”


Lalu mereka bersulang dan meminum minuman itu sambil tersenyum. Juna yang menyaksikan kelakuan dua seniornya itu hanya bisa geleng geleng kepala. Mereka berani sekali membuat pertaruhan besar seperti itu. Dan seketika itu juga eva menjelaskan.


[sepertinya orang bernama lawrance itu memang sudah mengira dan tau betul kalau ras slardar akan menawar dengan harga tinggi mutiara itu dan saat ini semuanya menjadi jelas]


“hem..kau benar dengan keberanian dan kemampuanya ini tak mengherankan ia menjadi salah satu orang terkaya di benua pangea”


[tapi asal kau tau saja juna..sebenarnya kita masih bisa menaikkan harga mutiara itu...]


“ha... apa yang kau bicarakan eva... itu tak mungkin kan... dengan harga sepuluh miliar memangnya siapa lagi orang gila yang berani menaikkan harga itu.”


[jika kau mempercayaiku maka naikkanlah harga tawaran menjadi sembilan belas miliar]


Juna yang mendengar perkataan eva seketika itu juga langsung menyemprotkan minuman yang saat itu sedang ia minum....


"ppffffttttt..."


dan merasa sedang di tantang oleh partnernya itu.


“apa kau serius....”


[apa selama ini aku pernah membohongimu...?]


Lalu pembawa acara akhirnya mulai melanjutkan acara pelelangan itu....


“baiklah nampaknya sudah cukup kejutan di malam ini....jika lebih dari ini aku akan benar benar gila...” nampak pembawa acara itu sedikit bercanda dan meringankan atmosfir yang sedang tinggi di sana.


“jika sudah tak ada yang berminat maka aku akan mulai menghitung... satu, dua,,” tapi tiba tiba juna mengambil mikrofon dan menaikkan harga...


“sembilan belas miliar...”


Seketika itu juga yuki dan lawarance yang tengah asik tertawa dan minum langsung menyemprotkan minumannya...


"pfffftttt...."


Mereka sedikit tak percaya dengan apa yang barusan mereka dengar dan menatap ke arah juna yang menaikkan harga menjadi sembilan belas miliar.


“astaga kau..apa kau sudah gila.... yuki liat kelakuan muridmu ini , bagiamana jika orang tua itu tak menaikkan harganya lagi... maka kita akan sangat di rugikan kehilangan sepuluh miliar itu”


Yuki yang mendengar suara panik lawrance hanya bisa terdiam dan tak dapat bicara lagi...


“juna apa yang sebenarnya kau pikirkan kenapa kau menaikkan harganya mejadi hampir dua kali lipat..apa kau tak sadar dengan perbuatanmu...” nampak lawrance masih tak bisa mempercayai apa yang barusan ia dengar... dan juna hanya tersenyum dan menjawab...


“santai saja pak pria tua itu pasti menaikkan harganya jadi tenang saja”


Yuki dan lawarance yang mendengar ocehan juna sambil tersenyum dan meminum wine itu mulai merasakan hal yang mereka takutkan.


“jangan bilang muridmu sedang mabok..”


“yuki... sialan bagaiman ini.. semuanya jadi kacau...”nampak lawrance menarik kerah baju yuki dan mencoba membuatnya berdiri tapi yuki yang sudah kehabisan tenaga dan kata kata hanya bisa tersenyum bagai orang bodoh dan membuat lawrance makin frustasi...


Tapi tiba tiba saja terdengar suara yang lantang dari arah penonton ...


“dua puluh miliar Disena...”


Semua orang yang menyaksikan hanya bisa diam mematung. Bahkan yuki dan lawrance yang sudah pasrah di buat sadar kembali dan mencoba memahami apa yang sedang terjadi...


“ba..baiklah... nampaknya teman kita di bangku penonton sangat menginginkan benda ini jadi tak usah berlama lama lagi aku akan mulai menghitung satu, dua, tiga.. dan mutiara bercahaya ini akan menjadi milik teman yang berada di sana... selamat”


“dasar bajingan saat aku mengetahui siapa dirimu aku akan membuat perhitungan denganmu”


Nampak tetua slardar menggenggam tanganya erat erat sampai mengeluarkan darah...


Dan acara pelelangan malam itupun di tutup dengan meriah dan membuat hampir semua orang di seluruh dunia yang menyaksikanya terbakar api semangat dan tak sabar melihat pelelangan di hari berikutnya....