The Day I Became A God

The Day I Became A God
Penderitaan



Mendengar perkataan juna lawrance langsung membantingnya ke lantai dan berniat menyeretnya keluar.Lawrance sendiri sudah tau kalau umur holo tinggal sebentar lagi tapi dia sudah tak bisa berbuat apa apa bahkan ia sudah menyewa alchemis terbaik di dunia ini yang berasal dari ras elf dan tetap tak dapat menyembuhkan holo. dan hanya dapat menciptakan ruangan obat ini agar nyawanya sedikit lebih lama dan penderitaanya sedikit berkurang.


“jangan bercanda denganku bocah....kau harus tau batasan apa yang harusnya kau katakan dan jangan pernah mengatakan harapan palsu padaku apalagi padanya.”


“sayang kau tak seharusnya berkata kasar seperti itu pada juna” nampak holo yang melihat perkelahian mereka mencoba menenangkan kekasihnya itu.


“akan ku katakan sekali lagi ....aku berjanji akan menyembuhkan kak holo....”juna berkata dengan sangat keras bahkan saat ini holo bisa dengan jelas mendengar perkataan juna. Dan lawrance yang mendengar perkataan juna hanya bisa terduduk dan menangis...


“jangan berkata seperti itu....jangan memberiku harapan palsu lagi....”nampak lawrance teduduk sambil menahan air matanya ia sendiri sudah banyak membawa alchemis terkenal di dunia dan mereka mengatakan hal yang sama tapi buktinya penyakit holo tak kunjung sembuh justru bertambah parah tiap harinya...”


“aku serius dengan ucapanku...dan aku ingin kalian berdua mendengarkan aku baik baik... karna hanya kalian berdua yang dapat menyelamatkan nyawa kak holo .”


Lawrance yang mendengar suara juna yang berbicara dengan lantang mulai mengangkat kembali kepalanya...ia masih sedikit bingung dengan apa yang di katakan oleh juna. Bahkan holo di sini hanya tersenyum saja .ia bahkan tak bisa lagi mengeluarkan air mata. Holo saat ini hanya tersenyum tipis dan sangat bahagia karna tau bahwa kekasihnya itu sangat mencintainya. Dan holo sendiri sudah siap jika harus mati dan tak ingin lebih jauh membebani kekasihnya itu.


“apa maksudmu juna...apa kau serius dengan yang baru saja kau ucapkan..”


“aku Arjuna Daniswara tak pernah tak menepati janjiku dan aku berjanji akan menyelamatkan kak holo” lalu juna mulai berdiri dan mengeluarkan sebuah kertas dan menulis daftar bahan bahan yang di perlukan untuk menyelamatkan holo sesegera mungkin.


“ini... cepat kumpulkan bahan ini sekarang juga pak... dan bawakan tungku obat itu...”


Mendengar ucapan juna lawrance langsung berdiri kembali dan mengambil kertas itu dan melihat daftarnya...”


“ini.... apa kau serius hanya dengan bahan bahan ini bisa menyelamatkannya...?”


“aku serius...dan juga lebih cepat lebih baik karna waktu kak holo sudah tak banyak lagi... dan akan memakan waktu untuk persiapannya.”


Lawrance yang mendengar perkataan juna langsung menatap ke arah kekasihnya itu dan lawrance langsung berlari ke luar kamar dan mulai mengumpulkan bahan bahan.


“baiklah kak holo sekarang kita akan pergi ke sebuah tempat spesial dan jangan kuatir aku berjanji akan menyatukan kalian berdua lagi. Holo yang mendengar ucapan juna hanya bisa mengangguk. Lalu juna membawa holo ke dalam kastil babel ia dengan pelan mengangkat tubuh wanita yang sudah rapuh itu. Bahkan juna hanya dapat merasakan tulang saat mengangkat tubuh holo.


“baiklah kak sekarang kita akan berangkat “lalu dalam sekejap juna berteleport ke dalam kastil babel. Dan di sana nampak zahard sudah menunggunya.


“oke sisanya biar aku yang urus..lalu zahard dengan cepat memindahkan juna dan holo ke sebuah taman. Tempat itu adalah sebuah taman yang sangat indah dan di penuhi dengan energi kehidupan yang berlimpah.


“baiklah taruh dia di sini..” lalu juna menaruh holo di atas batu yang sudah di gambar oleh zahard dengan pola rune.


“terima kasih bantuanya raja zahard dan juga aku akan menyerahkan holo padamu...”


“yeah... santai saja di tempat ini dia akan lebih aman... dan juga di sini dapat memperbaiki sel selnya yang sudah mati dan menahan efek racunya lebih lama”


Lalu juna berteleport dan kembali ke rumah lawrane dan menunggunya membawa bahan dan tungku obat kaisar Qin. Dan tak lama lawrance datang dan membawa semua bahan yang diperlukan. Tapi saat masuk ke kamar lawrance sangat kaget karna melihat holo sudah tak ada di kamarnya.


“juna.. dimana holo.”


“santai saja pak saat ini dia sudah berada di tempat yang aman dan juga ayo pergi”...lalu juna memegang tangan lawrnce dan seketika mereka berteleport ke kastil babel.


“ raja zahard aku sudah membawa bahanya.”


Lalu tiba tiba saja juna dan lawrance di teleportasikan ke taman tempat holo terbaring. Di sini lawrance sangat di buat terkejut dengan apa yang ia lihat tapi ia sudah tak peduli lagi dan hanya dapat percaya pada juna.


“baiklah raja zahard aku percayakan semuanya padamu”


Lalu zahard mulai menggabungkan seluruh bahan dan memasukkanya ke dalam tungku obat dan dengan cepat membuat sebuah pil yang sangat harum. Pil itu sendiri berwarna kuning terang dan mengeluarkan aura kehidupan dan wangi yang semerbak.


“baiklah sudah jadi dan untuk jaga jaga aku akan meninggkatkan efeknya...”lalu zahard tiba di hadapan lawrance dan mengangkat tangannya dan mengambil darah dari telapak tangannya.


“ahk...apa yang kau lakukan...”


“santai saja pak lawrace tolong percayalah padaku...”juna berbicara meyakinkan lawrance.


Lalu zahard menampung darah lawrance ke dalam sebuah cawan dan meletakkan pil obat itu ke dalam. Dan secara tak terduga pil itu menyerap darah lawrance dengan cepat dan berubah warnah menjadi merah delima.


“baiklah sekrang berikan obat ini pada kekasihmu... lalu zahard menyerahkan pil obat itu kepada lawrance.”


Dan lawrance akhirnya mendekat ke holo dan memberikannya obat itu. Dan seketika holo kesakitan dan juga lawrance juga merasakan rasa sakit yang di terima kekasihhnya itu.


“ahhhkk....apa ini sakit sekali....” lawrance yang merasakan rasa sakit yang tak terkira langsung terjatuh dan merintih....ia bahkan sampai meneteskan air mata sangking sakitnya menahan rasa sakit itu...


“jangan cengeng kau... dasar manusia bodoh... apa kau tak sadar... jika rasa sakit yang kau alami ini adalah rasa sakit yang di rasakan oleh kekasihmu itu ...aku sengaja mentrasnferkan rasa sakitnya sebagian padamu karna aku tak yakin wanita itu dapat menahannya..”


lawrance yang mendengar ucapat zahard hanya bisa menangis ..ia tak tau bahwa kekasihnya selalu merasakan sakit yang luar biasa seperti ini setiap harinya....lalu lawrance yang sudah membulatkan tekatnya mencoba berdiri dan menatap wajah kekasihnya yang nampak sangat kesakitan itu. Ia lalu memegang tangan holo dan sambil berdoa memohon untuk kesembuhan kekasihnya..


“holo... maafkan aku... aku tak tau kalau selama ini kau selalu merasakan rasa sakit seperti ini....aku benar benar minta maaf...” lawrane hanya bisa menangis sambil menahan rasa sakitnya...


“holo... berjuanglah ...aku percaya kau pasti bisa.... aku berjanji akan selalu bersamamu...”


Dan mereka berdua menahan rasa sakit itu bersama...


“apa benar memang seperti ini efeknya raja zahard.?


“hemm.... sepertinya tubuh wanita itu sudah hancur sampi ke dalam dalamnya dan saat ini sedang di bangun ulang jadi mereka akan merasakan rasa sakit yang teramat sakit dan itu memang reaksi yang wajar jadi saat ini kita hanya bisa mempercayakan pada keinginan mereka untuk tetap hidup agar proses ini berhasil...”


“he... jadi bisa gagal ya... “


“tentu saja... ini adalah cara tercepat dan paling efektif dan juga tenang saja dengan segel rune yang sudah ku buat dan energi kehidupan yang melimpah di taman ini harusnya mereka dapat bertahan dan jika tidak berati cinta mereka tak lebih kuat dari rasa sakit itu”


___________-___-_________


Halo saya ada rekomendasi Novel seru buat kalian...


Judul : Dendam


Karya : nazwa talita


Setelah disiksa, dikhianati, dan dibuang di suatu tempat dalam keadaan tak bernyawa, Gendis bertekad mengubah takdir demi membalas dendam pada Arga Demian, pria tampan berhati iblis yang pernah menjadi kekasih rahasianya.


Akankah Gendis berhasil membalaskan dendam dan sakit hati pada pria yang selama ini terus bersemayam di hatinya? Ataukah dia justru kembali terjebak dan terjerat pada pesona Arga Demian dan kembali menjatuhkan hatinya pada pria itu