
Yuki terlihat sangat senang dengan pedang pemberian juna dan saat itu juna berbicara kepada yuki..
“pak yuki..aku ada permintaan..”
“oh..itu soal hadiahmu kan tenag saja aku akan mengabulkan apa saja yang sekiranya aku masih sanggup melakukanya”
“heheh bapak memang yang terbaik..baiklah aku ingin meminta sesuatu pada bapak”
“apa itu katakan saja..”
“bukan sesuatu sih... tapi lebih ke permintaan... aku ingin bapak membantuku menjual barang barang yang ku dapatkan saat di pintu dunia”
lalu juna mengeluar beberapa cincin penyimpanan dan memberikanya kepada yuki.
Yuki yang menerima cincin itu langsung melihat isinya dan ia di buat tercengang....
“ini kan....bagaimana caranya kau bisa mendapatkan artefak sebanyak ini...?.”
“heheh... aku hanya beruntung saja mendapatkannya...dan bapak juga lihatkan kalau kami bersepuluh sangat beruntung saat itu dan mendapatkan banyak harta karun di sana”
“hem...aku tak dapat berkata kata lagi....jadi kau ingin aku membantumu menjual semua artefak ini kan..”
“iya benar sekali....”
Lalu yuki tiba tiba diam sesaat... ia nampak memikirkan sesuatu...
“hemm...jika sebanyak ini aku ragu dapat menjual semuanya dengan cepat dan juga mendapatkan harga yang pantas..tapi aku memiliki seorang kenalan yang akan membantumu menjual semua artefak ini dengan harga idelanya dan santai saja dia dapat di percaya kok”
“baiklah pak aku mempercayakan semuanya padamu...”
“oke oke.. aku akan menghubunginya dan menjelaskan kejadian ini dan tenang saja aku akan menyembunyikan identitasmu kok jadi nama penjual tak akan ada yang tau”
Juna yang mendengar perkataan yuki hanya bisa merasa lega... bapak satu ini selalu berpikir jauh kedepan bahkan sebelum juna memintanya.
“Untuk saat ini aku akan membuat perjanjian pertemuan denganya dia sendiri orangnya sangat sibuk jadi akan sulit untuk menemuinya tapi dengan semua artefak ini aku yakin dia akan langsung datang menemui kita...”
Akhirnya juna mengabiskan waktu di sana bersama yuki sambil bercerita tentang waktu yang ia habiskan di dalam pintu dunia. Sampai akhirnya malam mulai larut dan juna izin untuk berpamitan.
“baiklah pak jika sudah tak ada keperluan lagi saya ingin undur diri..”
“oh..okok ini jangan lupa cincin ruangmu...jangan bilang kau akan meninggalkanya disini..”
“oh ..itu bapak saja yang simpan..lagipula jika orang yang bapak bilang itu dapat melihat langsung barangnya mungkin dia akan lebih cepat menemui kita”
“hem...baiklah jika itu maumu”
Lalu yuki berjalan mengantarkan juna sampai ke pintu keluar kediamanya di akademi. Bahkan sang asisten di buat terkejut karna yuki mau mengantarkan seorang murid sampai pintu keluar. Ia sendiri sudah lama bekerja untuk yuki tapi yuki tak pernah sekalipun mengantar tamunya sampai seperti itu.
“apa yang spesial dari anak itu sih”nampak asistenya bertanya”
“huh...ohh dia,, asal kau tau saja suatu hari nanti anak itu akan menjadi seseorang raja di dunia ini dan aku ingin membuat hubungan pertemanan denganya”
“huh..raja... apa aku tak salah dengar dia kan hanya anak dari keluarga normie tak mungkin dia bisa menjadi raja di dunia yang keras ini”
Tapi di sini yuki hanya tersenyum.....
“entahlah tapi kita akan menemukan jawabanya di masa depan nanti... dan juga aku tak pernah salah dengan intuisiku ini”
Akhirnya juna malam itu kembali ke asramanya...
masih ada dua bulan lagi sampai akhirnya ia dapat pindah ke akademi khusus asgard alias akademi yang mendidik para murid berbakat yaitu para murid inti lalu sebelum pindah dan memulai menjadi murid inti ia sangat ingin kembali ke kampung halamanya terlebih dahulu tapi juna tak ingin pulang hanya dengan tangan kosong...
(agar para murid dapat berkonterasi dalam pembelajaran hubungan dengan keluarga sedikit di batasi dan itu aturan yang umum di dunia itu)
Mangkanya ia ingin cepat cepat menjual artefak itu dan menjadikanya uang digital dan dengan uang itu ia akan membangun desa roa.{buat catatan juna gk mungkin kasih emas gitu aja ke warga desa karna emas sendiri di dunia itu sangat langkah dan jika seorang normie yang menjualnya maka akan sangat berbahaya}.
Jadi juna ingin menitipkan kredit alias duit digital pada keluarganya dan pada kepala desa untuk membangun desa tersebut karna di dunia itu teknologi mereka sangat canggih jadi hampir sama kaya sistem atm digital di dunia kita dan uang kertas udah gak berlaku lagi.
Akhirnya juna yang sudah kelelahan dan kekenyangan malam itu langsung tertidur pulas....
Sampai pada siang harinya ia di datangi oleh asisten yuki....
“permisi juna apa kau di dalam...”
Juna yang mendengar suara perempuan memanggilnya dari balik kamar asrama akhirnya terbangun...
“permisi juna cepat buka pintunya..apa kau tertidur..”
Juna yang akhirnya mendapatkan kesadaranya kembali langsung membuka pintu. Dan saat itu ia sedikit kaget karna asisten yuki membangunkanya...
“ada apa kak..apa ada perlu denganku..”
"kau..apa kau tak menerima pesan dari pak yuki... saat ini pak alfonso dari rumah lelang alfono group sedang menunggumu di kediaman pak yuki.”
Juna yang mendengar kabar yang di beritakan wanita itu langsung bergegas mandi...
“baiklah aku akan mandi dan bergegas ke sana...”
“astaga aku ketiduran...eva kenapa kau tak mebangunkanku...”
“itu... aku rasa tubuhmu kelelahan karna terlalu banyak menyerap batu energi jadi saat itu kau tertidur dua hari lamanya...dan aku sengaja tak membangunkanmu karna tubuhmu memang membutuhkan istirahat”
“He....tapi aku jadi tak enak membuat seseorang yang sangat penting seperti tamu pak yuki menungguku...di masa depan jika da hal seperti ini pastikan kau membangunkanku ya..”
“baiklah jika itu keinginanmu”
Lalu juna yang sudah mandi dan memakai baju dan armornya akhirnya berlari ke kediaman yuki...
*********************
Di kediaman yuki....
Nampak dua orang berpenampilan rapi dan maskulin duduk sambil minum teh...
“nampaknya muridmu ini sangat hebat ya...berani membuat aku menunggunya”
“heheehe dia memang masih muda dan agak ceroboh...jadi tak usah di masukkan hati” nampak yuki menuangkan teh ke gelas pria itu sambil terseyum.
“tapi aku tak habis pikir bagaimana caranya dia mendapatkan banyak sekali artefak kelas tinggi seperti itu di pintu dunia”
“itu juga yang membuatku penasaran..sepertinya dia memiliki kemampuan yang di sembunyikan”
Lalu tak lama mereka mengobrol akhirnya juna sampai ke kediaman kepala sekolahnya itu.
“huh...huh... maafkan saya pak saya ketiduran....” nampak juna menundukkan kepalanya dan meminta maaf karna membuat orang itu menunggu”
“akhirnya datang juga....santai saja duduklah terlebih dahulu...kau pasti lelah berlari ke sini kan”
Akhirnya juna duduk lalu mengambil nafas dan mulai tenang kembali. Sebenarnya juna bukannya kelelahan tapi dia hanya grogi dan merasa tak enak membuat orang seperti Alfonso menunggunya.
“baiklah perkenalkan nama saya Alfonso lawrance saya adalah pemilik rumah lelang Alfonso”
“ kau bisa memanggilku lawrance ....dan jika sudah siap maka saatnya kita pergi ke pelelangan...”
Akhirnya juna, yuki dan lawrance pergi ke kota paling besar dan paling kaya yang menjadi kota termakmur di benua pangea yaitu kota Ether. Mereka nampak mengendarai sebuah pesawat yang sangat canggih dan sangat cepat.