The Day I Became A God

The Day I Became A God
Pulang Kampung



Akhirnya setelah makan siang bersama juna mulai bersiap siap untuk pulang ke kampung halamannya. Saat kepergiannya dia di antar oleh yuki, lawrance dan holo sampai naik ke pesawat. Juna yang akhirnya dapat pulang kembali membawa banyak kredit di dalam hatinya sangat senang. Dengan disena sebanyak ini ia bisa banyak membantu membangun kampung halamannya itu.


Seingat juna di kampung halamannya rumah sakit dan sekolah masih jauh dari kata layak bahkan beberapa tempat layanan masyarakat lainnya juga sama dan ia bertekat akan mengubah desa Roa menjadi lebih baik lagi.


Selama di perjalanan juna hanya diam di kamar sambil menyerap batu energi dan menurut pengawal dari alfonso grub yang mengantar juna untuk sampai ke desa roa akan memakan waktu sampai satu hari. Lalu setelah satu hari dalam perjalanan akhirnya juna sampai di kampung halamannya lebih tepatnya saat ini pesawat yang ia kendarai telah sampai di depan rumahnya.


“hem...akhirnya sampai juga...aku penasaran bagaimana kabar keluargaku karna sudah lebih dari satu tahun ini aku tak dapat kabar tentang mereka, dan kata pihak akademi jika ada hal penting yang terjadi pada salah satu keluarga murid maka pihak akademi pasti akan memberikan kabar jadi aku yakin mereka pasti baik baik saja” juna yang berjalan keluar pesawat berbicara dalam hatinya.


Tapi sebelum juna turun dari pesawat nampak seorang wanita dan anak kecil keluar dari rumah dan ketika melihat mereka juna langsung tersenyum lebar. Mereka tak lain adalah ibu dan adiknya.


“ibu...lily..”


Saat tau bahwa kakaknya telah kembali lily kecil langsung berlari menuju juna dan memeluknya.


“kakak...” lily kecil memeluk kakaknya itu dengan erat dan terlihat senyum bahagia di wajahnya.


“hehehe....lily sepertinya kamu bertambah tinggi ya...” di dalam hatinya juna sangat senang karna adik kecilnya tak melupakannya lalu sang ibu juga akhirnya sampai dan memeluk juna dengan erat.


“selamat datang kembali...”


“ibu..aku pulang...” juna yang melihat kembali ibunya langsung memeluk sang ibu dan nampak senyuman bahagia bermekaran dari keluarga kecil itu.


Lalu saat keluarga itu saling berpelukan sang pilot sekaligus anak buah lawrance ikut keluar dan izin untuk kembali. Sampai akhirnya pesawat yang juna tumpangi kembali dan juna beserta ibu dan adiknya kembali masuk ke rumah mereka. Sesampainya di rumah juna sedikit bernostalgia dengan rumahnya itu ,walaupun kecil tapi ini adalah tempat ia tumbuh dan banyak kenangan selama ia kecil di sini.


“ahh..juna jika kau lelah istirahatlah dulu di kamarmu” tapi sebelum sang ibu menyelesaikan kata katanya si adik langsung menggapai tangan juna dan mengajaknya bermain.


“kakak ayo main...”nampak sang adik sangat bersemangat mengajak juna bermain, itu karna dulu mereka memang sering bermain bersama dan juna sering menggunakan kekuatannya sambil bermain dengan adiknya.


“em....”


melihat tatapan mata sang adik juna tak tega menolaknya dan iapun akhirnya bermain bersama adiknya di luar rumah. Juna dan lily dulu memang sering bermain bersama. Juna juga menggunakan kekuatannya untuk membuat pusaran angin, menerbangkan dedaunan dan banyak lagi sejak kecil lily memang selalu bermain bersama sang kakak karna kedua orang tua mereka memang sibuk bekerja.


Sampai akhirnya sore hari tiba dan juna akhirnya kembali ke dalam rumah dan membantu sang ibu memasak makan malam sementara lily setelah mandi dia langsung tertidur karna kelelahan bermain.


“ kau harusnya istirahat saja...kau pasti lelah kan selama perjalanan.”


“santai saja bu...anakmu sekarang sudah bukan bocah lemah lagi dan sambil menunggu ayah pulang aku ingin membantu ibu.” Melihat juna yang bersihkeras akhirnya sang ibu tak dapat berkata kata lagi dan mereka berdua memasak sambil bercerita tentang apa saja yang juna alami di akademi asgard. Sampia malampun tiba dan sang ayah akhirnya kembali. Tapi saat kembali sang ayah sedikit terkejut karna ada banyak sekali mekanan di meja makan.


“mama...kenapa ada banyak sekali makanan...bukankah sudah ku bilang kita harus lebih ber..”sebelum kata kata sang ayah selesai juna muncul sambil membawa piring makanan.


“eh...juna..kau..kapan kau pulang”


“hehehe...aku baru saja tiba yah...” meliat sang anak sulung telah kembali dari pendidikanya sang ayah langsung memeluk juna tanpa berpikir panjang...


Lalu keluarga kecil itu akhirnya makan malam bersama dan sambil menikmati makanan juna mulai bercerita tentang kehidupanya di akademi asgard sampai ia berhasil mendapatkan banyak artefak dan menjualnya dan tentang hubungannya dengan lawrance dll.


Bahkan juna juga memperlihatkan tabunganya yang banyak dengan jumlah melebihi tiga puluh miliar dan saat melihat jumlah disena yang sangat banyak itu nampak ayah dan ibu juna sangat kaget bahkan sang ayah sampai terbatuk batuk saat minum karna tak percaya dengan apa yang ia lihat.


“haahh... bagaimana caranya kau bisa mendapatkan uang sebanyak itu....”


“heheh..kan sudah ku bilang aku menjual artefak yang ku dapatkan saat berpetualang”


“dan juga dengan uang ini ayah dan ibu tak perlu bekerja lagi...sekarang ayah dan ibu bisa santai santai saja di rumah dan menikmati hidup yang lebih baik.”


“heh...tapi ayah tak bisa tiba tiba saja berhenti bekerja, ayah inikan kepala rumah tangga”


“santai saja yah....mulai sekarang ayah tak perlu lagi bekerja di tempat batu tambang dan ini juga permintaanku kepada ayah dan ibu, aku ingin kalian lebih menikmati hidup ini.”


“dan juga nanti aku akan pergi menemui kepala desa dan menyumbangkan beberapa miliar disena untuk pembangunan di desa Roa, ayah tau sendirikan kalau rumah sakit di desa ini sangat kecil dan sekolahku dulu sebelum pindah ke akademi asgard juga sudah hampir roboh. Dengan uang ini aku ingin setidaknya membantu desa ini dan membuat semua warga senang”


“hem...tapi kan..”


“tidak ada tapi tapian pokoknya ayah sekarang tak boleh lagi menambang dan juga mulai sekarang aku berjanji akan membahagiakan keluarga kita dan seluruh penduduk desa Roa”


Mendengar perkataan anaknya dengan sangat percaya diri sang ayah hanya bisa menghela nafasnya dan mempercayai perkataan sang anak.


***************************


Halo saya ada rekomendasi Novel keren nih...


Napen: isti shaburu


Karya: Romansa Dokter Ganteng dan Pelayan Cafe


Niat hati membantu Veronica sang pelayanan cafe cantik dan pendiam yang sedang kesulitan untuk biaya rumah sakit sang ibu dengan cara menikah secara siri.


Agam Arsenio sang dokter ganteng pujaan hati para dokter dan perawat serta pasien wanita malah jatuh cinta kepada Veronica.


Bagaimana kisah cinta mereka?


Apakah mereka akan menikah secara resmi?


Natikan kisah gaje segaje-gajenya.