
Seketika itu juga api hitam dan es yang mengelilingi area pertandingan menghilang dan salju yang turunpun nampak sudah reda. Aria yang akhirnya berhasil menyerang rea hanya dapat berdiri di tengah lapangan pertandingan dengan nafas yang terengah –engah.
Ia saat ini sudah berada pada batasnya dan menggunakan enam artefak sekaligus membuat mananya langsung habis dalam waktu singkat. Dan aria sendiri memang sudah merencanakan akan mengakhiri pertandingan itu dengan cepat dan sepertinya rencananya berhasil.
Tapi seketika itu juga saat ia sedikit tersenyum nampak cahaya berwarna putih terang mulai muncul dari arah rea. Dan secara ajaib rea berdiri kembali dan luka yang ia terima dengan cepat beregenerasi sendiri dan nampak bagian perut yang tergores oleh serangan pedang milik aria sudah pulih dengan cepat dan hanya menampakkan kulit putih mulusnya yang terlihat karna bajunya yang robek.
“rea...kamu...” aria yang melihat sahabatnya itu mampu berdiri kembali dengan cepat dan tak mengalami luka sedikitpun hanya bisa tersenyum tipis...bahkan saat ini di sekujur tubuh rea sudah di penuhi oleh api berwarna putih dan kehangatan api itu bahkan sampai ke tubuh aria.
“seperti yang di harapkan dari sahabatku....kau sampai memaksaku menggunakan kartu AS ku ini, nampaknya kau sudah berjuang dengan sangat keras ya Aria.” Nampak Rea hanya tersenyum melihat sahabatnya yang nampak sudah kelelahan itu.
“hem....aku menyerah....tak mungkin bagiku mengalahkanmu” lalu aria yang menyerah langsung terduduk dan tertunduk lesu di tengah lapangan pertandingan. Ia berhasil di kalahkan oleh sahabatnya bahkan sahabatnya itu tak menggunakan satupun artefak untuk memenangkan pertandingan itu.
“heheheheh...nampaknya julukan The Genius itu cocok untukmu ...rea..” lalu aria yang sudah kelelahan terjatuh dan terbaring di lantai. Tapi secara tiba tiba api putih langsung mengelilingi tubuhnya dan aria yang merasakan kehangatan dan kekuatan api itu di buat tersadar kembali.
“ini....” nampak aria sangat kaget karna saat ini tubuhnya seperti di penuhi oleh energi yang sangat besar dan rasa capek di tubuhnya hilang seketika.....
“hehehe....jangan berbicara yang menyedihkan seperti itu dong....” nampak rea berjalan mendekati aria dan menjulurkan tanganya ke arah aria sambil tersenyum. Aria yang melihat itu langsung menjabat tangan sahabatnya itu dan berdiri kembali.
“pertandingan selesai...pemenangnya Rea Vermillion.” Nampak juri akhirnya mengakhiri pertandingan.
“wah.....ini pertandingan yang hebat...”
“benar...aku tak menyangka kalau dia bahkan memiliki elemen api berwarna putih” nampak salah satu senior mulai mengoceh satu sama lain. Dan nampak pria yang mirip dengan rea yang tak lain adalah kakanya sendiri juga ikut tersenyum.
“heemmmm....seperti yang di harapkan dari sang genius dia di karuniai oleh tiga kemampuan bawaan sejak lahir”
“yahh...benar sekali, nampaknya akademi kita di masa depan akan memiliki masa depan yang cerah” nampak para tetua dan gurupun juga ikut takjub.
Lalu juna yang penasaran bertanya pada eva tentang api berwarna putih yang dapat menyembuhkan luka dengan sangat cepat itu.
“eva sebenarnya apa itu api putih yang mengelilingi gadis itu.”
[ sepertinya aku belum menjelaskan hal ini padamu ya....baiklah sekarang akan ku jelaskan, di dunia ini terdapat lima elemen dasar yaitu air, tanah, angin, api, dan petir dan ada dua elemen spesial yaitu cahaya dan kegelapan dan untuk dua elemen spesial itu hanya mereka yang beruntung dan di takdirkan saja yang dapat menguasainya,biasanya mereka yang beruntung bahkan sudah dapat menggunakan elemen ini sejak masih kecil.]
[Dan untuk kasus gadis itu sebenarnya dia hanya memiliki dua elemen yaitu es dan api. tapi karna suatu keberuntungan atau memang garis keturunannya yang spesial dia mampu mengeluarkan elemen api sampai ke batas yang lebih tinggi. Jadi sebenarnya elemen api itu sendiri terbagi lagi menjadi beberapa tingkatan mulai dari yang terendah api berwarna merah, jingga, kuning, biru, hitam, dan terakhir putih.]
[Nah untuk api hitam adalah api yang terpanas dan api putih adalah kebalikannya dan kemampuan dari api putih ini sebenarnya sangat beragam tergantung penggunaanya. Dan yang terpenting kekuatan elemen api di dunia ini tetap bergantung pada penggunanya itu sendiri contohnya ada orang yang menggunakan api berwarna biru yang dasarnya lebih panas dari api berwarna merah tapi walaupun begitu bukan berarti pengguna api berwarna merah lebih lemah dari pengguna api berwarna biru dan jika kekuatan keduanya beradu tetap yang akan menang adalah mereka yang memiliki pemahaman lebih tentang elemen itu sendiri, kurang lebih seperti itulah dan itu juga berlaku untuk atribut yang lain]
“hemm...aku mengerti sekarang, jadi intinya pemahaman gadis itu tentang elemen dasarnya sudah sangat tinggi dan di bantu dengan garis spesial keturunannya membuat potensinya makin mengerikan dan membuatnya dapat menggunakan api hitam dan putih itu"
[yah bisa di bilang begitu, dan santai saja jika waktunya tiba kau juga akan dapat menggunakan api putih sepertinya kok]
“heheheh....aku tau itu....terima kasih bos” nampak juna tersenyum ceria mendengar penjelasan dari eva.
Bahkan gyu dan akira sampai memeluk juna dan menyuruhnya untuk membalaskan dendam mereka pada para seniornya itu.
“juna ayo kalahkan mereka....”kata gyu
“hemm benar... jika itu juna aku yakin kau pasti bisa mengalahkan para senior itu dengan mudah dan juga inti jiwamu adalah yang terkuat di anatara kita” nampak priston juga ikut dalam obrolan mereka di ikuti oleh yang lainnya.
“yah ...benar juga, bagaimana caranya kau menaikan inti jiwamu secepat ini” nampak akira sedikit penasaran dan bertanya pada juna.
“yah benar... bagaimana caranya... ”nampak semua pria mulai mengerubungi juna karna penasaran.
“cih dasar sekumpulan pecundang....jangan samakan juna dengan kalian semua, dia itu spesial” nampak yuno memotong pembicaraan teman temanya itu.
“hah..kau ini sombong sekali...”kata gyu
“baiklah dari pada mendengar ocehan kalian lebih baik aku yang maju sekarang dan saat ini akan ku tunjukkan seberapa kuatnya diriku ini..hehehehe...”nampak yuno maju sambil tersenyum sombong karna melihat seluruh teman temanya sudah di kalahkan.
“ pak...saya yang selanjutnya nama saya yuno dan saya akan menantang senior kon di peringkat 525”
“baiklah karna lapangan sudah di perbaiki maka para peserta selanjutnya silahkan memasuki lapangan pertandingan.” Lalu yuno menaiki lapangan pertandingan dengan menggunakan artefak kelas legendary miliknya yang berbentuk selendang terbang dan kon meloncat dari bangku murid senior dan tiba di lapangan pertandingan.
Nampak saat ini yuno dan kon telah memasuki lapangan perbandingan dan para penonton yang melihat perbedaan mereka mulai tertawa kembali...
“ahahah gadis kecil ini..berani sekali menantang kon” nampak salah satu muird senior mulai mengoceh
“yah benar sekali, jika di lihat dari penampilan mereka sudah jelas pemenang pertandingan ini adalah kon” di sambung oleh salah satu murid yang juga tertawa. Sebenarnya mereka tertawa bukan karna apa apa tapi melihat saat ini gadis kecil bernama yuno itu akan melawan pria berbadan besar dan penuh otot itu membuat mereka sedikit tertawa dan bahkan ada beberapa yang khawatir.
“apa tak masalah...dia melawan pria itu....apa dia tak melihat data para murid apa”
“yah benar....sepertinya dia asal pilih saja” nampak beberapa gadis mulai berbisik.
“baiklah jika sudah siap maka pertandingan di mulai....”
********************************
Hai saya ada rekomendasi Novel keren nih...
Karena kecorobohan Aku yang berani mengungkapkan perasaannya terhadap Pimpinan Intern group membuat Aku di tolak mentah mentah, dihina sampai didorong masuk ke dalam kolam renang oleh seorang Juna Prakasa dan kekasihnya Olin Puspita. Aku pikir dia sama menyukaiku karena sudah berbuat perhatian lebih, ternyata dia hanya memanfaatkanku karena otakku pintar dan cerdas.
Akankah pembalas dendaman Aleena dan Veri berhasil membuat Juna berlutut dan menyesalinya?