The Day I Became A God

The Day I Became A God
ch12.Rival



Akhirnya setelah beberapa saat di lantai satu juna beranjak pergi ke lantai dua.


Di sini juna dengan santai menyerap mana dari atribut tanah dan sesekali ia melihat lebih banyak orang di sini bahkan ada ras lain seperti dwarf beastmaster dll.


Setelah rasanya cukup juna berpindah lagi ke lantai tiga banyak orang yang melihat juna dengan tatapan aneh.karna baru sekitar sejam juna berada di lantai dua dan dia sudah pergi ke lantai selanjutnya banyak orang yang berpikiran kalau anak itu hanya main main dan tak serius untuk memperkuat kemampuanya di atribut tanah.padahal sebenarnya juna sendiri dapat menyerap energi yang lebih banyak dan cepat dari pada orang normal pada umumnya.


Hingga akhirnya ia sampai di lantai tiga di lantai ini energi angin sangat melimpah dan juna dengan cepat menyerap dan memperkuat atribut anginnya di sini. Sampai akhirnya ia sadar jika ada seseorang yang ia kenal di sini dia adalah Aria Oratoria salah satu dari sepuluh orang yang mewakili akademi asgard ke dalam pintu dunia.


Tapi ketika melihat aria sangat serius juna jadi tak enak menyapanya dan akhirnya lanjut ke laintai empat.tapi sesaat sebelum juna menaiki anak tangga ke lantai empat aria sempat melirik ke arah juna hingga akhirnya ia mulai fokus kembali menyerap energi atribut angin di sana.


Akhirnya juna sampai di lantai empat di sini tempatnya sangat panas nampak hanya ada bebeapa orang yang menyerap atribut api di sini.juna sendiri tak begitu heran karna energi api di sini sangat kuat sampai membuat tempat ini sangat panas dan mereka yang ada di sini pastilah mereka yang memiliki energi dasar api sebagai elemen utamanya.sampai akhirnya juna memutuskan untuk pergi ke lantai selanjutnya.


Di lantai lima terlihat mulai sedikit orang yang ada bahkan bisa di hitung dengan jari dan tanpa mempedulikan yang lain juna meyerap energi atribut petir yang ada di sana.orang yang memiliki atribut petir sendiri di dunia sangatlah langkah kalaupun ada itu tak terlalu menonjol karna atribut petir termasuk atribut yang langkah dan hanya mereka yang berdarah khusus yang dapat memilikinya.akhirnya setelah merasa cukup juna pergi ke lantai selanjutnya.


Di lantai enam ini tampak seisi ruangan sangat kosong....


Tapi ketika duduk juna mulai merasakan hawa yang sangat mencekam dan ternyata itu berasal dari seorang ras iblis yang ada di sana.juna yang sadar bahwa semua energi kegelapan di sini terserap ke pria iblis itupun bertanya pada eva.


“eva apa kau menyadarinya?”


[iya aku tau..pria itu menyerap hampir seluruh energi kegelapan yang ada di sini dan bahkan tak menyisakan sedikitpun]


“bagaimana ini jika seperti ini akan memakan waktu banyak untuk memaksimalkan kekuatan energi kegelapanku jika dia terus menyerap semuanya”


[sepertinya kau perlu meningkatkan hukum kegelapan milikmu, sebenarnya ini tak terlalu perlu di pelajari dengan cepat tapi karna kau sendiri memiliki atribut cahaya jadi dua energi ini sebenarnya sangat bertentagan,tapi karna kau hanya memiliki satu kali kesempatan untuk berada di tempat ini jadi kau harus memanfaatkannya dan memaksimalkan semua potensi yang ada karna ini akan sangat membantumu nantinya]


[baiklah sekarang kau hanya harus memperdalam kekuatan hukum kegelapanmu sampai di titik di mana kau dapat menyerap energi di sini melebihi orang itu.]


“baiklah akan ku lakukan.”lalu setelah beberapa saat akhirnya juna mulai berhasil menyerap energi kehidupan di sana.tapi tanpa di duga pria iblis itu menyadari kalau juna mulai mengambil energi kegelapan yang mengelilingi tempat itu.


“hem... seorang manusia? Bagaimana mungkin dia dapat menyerap energi kegelapan di sini dengan sangat cepat”


Pria iblis yang merasa terganggu akhirnya berdiri dari tempat ia duduk dan menghampiri juna.


Sebelum pria iblis itu sampai ke tempat juna, juna menyadari itu dan membuka matanya


“maaf senior apa kehadiranku di sini menggangumu?”


“kau manusia apa kau tak tau siapa aku dan nampaknya kau tak sadar sedang melakukan kesalahan besar"


“maaf senior saya tak tau siapa senior dan jika kehadiranku di sini membuat senior terganggu maka saya akan pergi”


Lalu juna perlahan berdiri dan meninggalkan pria iblis itu....


Karna melihat juna pergi akhirnya iblis itu mengurungkan niatnya untuk membunuh juna dan kembali menyerap energi kegelapan di sana.


Juna sendiri sudah di peringati eva kalau pria iblis itu mengeluarkan hawa membunuh yang sangat kuat dan eva bilang jika ia bertarung dengan pria itu di sini maka kemungkinan juna akan kalah dan parahnya lagi juna bisa mati karna saat ini inti jiwa juna masih lebih lemah dari iblis itu dan jika bertarung secara fisik maka juna akan kalah telak.


Bahkan eva sempat berkata...


[Pria itu suatu saat nanti akan menjadi rival terberatmu]


Aku sedikit tertarik dengan perkataan eva tapi Karna tak bisa berlama lama lagi maka aku langsung berjalan meninggalkan pria iblis itu.


“hingga akhirnya eva menyarankan untuk pergi saja dari sana secepatnya dan ke lantai selanjutnya”


Di sini juna bertemu dengan dua orang elf yang sangat mirip.ini pertama kalinya juna melihat ras elf dan saat melihat mereka juna sedikit terpesona akan kecantikan mereka.


Dua orang gadis ras elf yang menyadari kehadiran juna akhirnya membuka matanya.


Juna yang sadar kehadiranya menggangu dua gadis itu langsung meminta maff.


“maafkan kelancangan saya karna sudah membuat dua senior ini merasa terganggu”


Salah satu dari mereka bertanya pada juna.


“manusia apa yang kau lakukan di sini,bagaimana caramu bisa sampai di sini dan melewati iblis itu”


“tujuan saya di sini sama seperti para senior saya hanya ingin menyerap energi cahaya di tempat ini dan juga soal iblis di lantai bawah saya hanya melewatinya dan tak terjadi apa apa apa"


“bukan itu yang saya tanyakan...yang saya tanyakan bagaimana caranya kau bisa mlewati penghalang di tempat ini dan sampai ke lantai tujuh? Nampak salah satu gadis menatap juna dengan dingin.


Di sini juna sedikit bingung atas pertanyaan gadis elf itu dan bertanya pada eva.


“eva apa maksudnya ,aku sedikit bingung”


[sebenarnya mereka hanya sedikit terkejut karna kau bisa sampai di lantai tujuh karna sebenarnya di pagoda ini sendiri di tiap lantainya ada penghalang yang sangat kuat.jadi jika kau tak cukup kuat untuk melewati penghalang itu maka kau tak akan bisa naik ke lantai yang lebih tinggi lebih tepatnya jika kau tak memiliki kemampuan atribut dasar yang ada di lantai ini jadi mustahil kau bisa ke sini.]


“ha..kenapa aku tak tau itu bahkan aku tak merasakan adanya penghalang yang memberatkanku”


[tentu saja itu semua karna kau sendiri sudah terbebas dari benang takdirmu dan potensi mu saat ini tak terhingga jadi semua penghalang yang ada itu tak mampu menghentikanmu untuk menyerap seluruh energi yang ada di sini]


“astaga kenapa kau tak memberitahuku”


[bukanya aku sudah pernah memberi tahumu dulu dan juga pagoda ini tak di miliki siapapun jadi kau bebas menyerap energi yang ada di sini dan ini adalah kesempatan langkah jadi jangan di sia siakan]


“hoi...apa kau tak mendengar ku..bagaiana caranya manusia sepertiu bisa sampai di sini”


“maff senior ,sepertinya jawaban atas pertanyaan senior itu sudah dapat di temukan dari keberadaan saya sendiri di sini kan dan juga tempat ini tak ada yang memilikinya jadi siapapun bebas untuk mendapatkan hadiah atas kemampuan yang mereka miliki”


“aku tau itu tapi maaf saja aku tak bisa berada dekat dengan manusia rendahan sepertimu”


Di sini juna di buat kesal....jelas jelas jika dia bisa sampai di sini berarti dirinya memang mampu tapi kenapa gadis ini justru melarangnya bukanya itu tidak adil.tapi tiba tiba gadis lain yang berdiri di sebelahnya berkata.


“maafkan atas perkataan adik saya.dia memang sedikit membenci manusia dan juga kau tak memerlukan izin untuk berada di tempat ini jadi silahkan serap energi di sini karna waktu kita sangat terbataskan?”


“terima kasih senior "akhirnya juna mulai duduk dan menyerap energi cahaya yang ada di sana.


“kakak kenapa kakak mengizinkan sampah itu berada di dekat kita,apa dia tak tau kita siapa?”


“sudah cukup dik lebih baik sekarang kita mulai menyerap kembali energi yang ada di sini karna sehabis ini kita akan berkeliling dan mulai mencari harta”


Akhirnya juna dengan tenang dapat menyerap energi cahaya yang ada di sana dan setelah juna merasa cukup ia akhirnya izin pergi dan meninggalkan kedua gadis elf itu.


“terima kasih senior atas kebaikanya sekarang saya akan pergi...”


“hemm dasar manusia bodoh jika kau datang hanya untuk bermain main lebih baik kau tak usah ke sini dan menghabiskan waktumu”


Lalu eva tiba tiba mengatakan pada juna untuk pergi ke lantai delapan.