The Day I Became A God

The Day I Became A God
Elemen Ke Delapan "NULL"



Juna yang terkena serangan telak luke langsung terpentalkan ke langit...


[juna....sadarlah...juna..]


Nampak juna yang mulai kehilangan kesadarannya mendengar suara eva.


“e..va..” nampak juna yang sudah tak kuat mempertahankan kesadarannya itu akhirnya pingsan.....


**********************


Di alam bawah sadar juna....


“heh.... di mana ini...”


Nampak juna yang tersadar di buat terkejut karna saat ini ia tengah berada di sebuah tempat yang sangat gelap.


“di mana aku sebenarnya....”


Juna yang tak dapat melihat apapun karna hanya ada kegelapan di matanya secara perlahan mendengar sebuah suara.


[juna....]


“hemmm.....suara ini..... eva..” lalu secara perlahan muncul cahaya yang menerangi juna di dalam kegelapan itu...


[apa kau dapat merasakanku....]


“hem....aku dapat merasakan kekuatan dan energimu memenuhi seluruh tubuhku” dan akhirnya di hadapan juna sosok eva pun muncul. Sosok eva sendiri saat ini hanya berupa cahaya yang sangat terang dan memancarkan energi yang mengalir dengan deras ke tubuh juna.


“eva....akhirnya aku dapat melihatmu lagi....” juna hanya tersenyum, saat ia melihat sebuah cahaya terang yang selalu menjaganya selama ini”


[maafkan aku....sepertinya aku membuat kekeliruan, aku tak menyangka anak itu memiliki sebuah artefak kelas mitos dan kemampuan artefak itu sangat kuat jadi tubuhmu saat ini pasti sedang mengalami luka yang sangat fatal.]


Tapi juna yang mendengar permintaan maaf eva hanya tersenyum.


“apa yang kau bicarakan....itu semua bukan salahmu, aku bisa kalah karna memang aku belum terlalu kuat jadi kau tak dapat di salahkan dan juga jika bukan karnamu aku hanyalah anak biasa yang bodoh dan tak memiliki kemampuan apapun dan tak akan pernah berada di sini. Jadi jangan pernah menyalahkan dirimu....eva.”


Mendengar perkataan tuanya itu eva hanya terdiam.... dan setelah beberapa saat eva akhirnya mulai menjelaskan situasi yang juna alami. Jadi saat ini juna terkena telak serangan tombak luke dan pingsan. Tapi saat ini juna sedang berada di langit karna terpental oleh serangan kuat milik luke jadi eva menjelaskan bahwa juna hampir kalah dan saat ini eva sedang berusaha menyembuhkan dirinya.


“hem.... begitu ya...”juna yang mendengar penjelasan eva hanya bisa pasrah menerima kekalahanya yang sudah ada di depan mata.


Tapi eva tiba tiba mengkonfirmasi bahwa juna masih bisa menang. Dan mendengar perkataan eva juna hanya bisa di buat bingung dan penasaran.


“bukannya saat ini aku sudah dalam keadaan pingsan dan sedang jatuh dari langit”


[ ya benar sekali...tapi aku dapat mentransferkan sisa energiku kepadamu dan dengan itu kau dapat melancarkan serangan terakhir kepada luke dan dengan serangan ini mungkin kau bisa memenangkan pertandingan atau setidaknya seri.]


[ jadi bagaimana...apa kau ingin melancarkan serangan terakhir atau menerima kekalahanmu saja]


Mendengar penjelasan yang di berikan eva juna sedikit berpikir. Ia sangat ingin mengalahkan seniornya itu atau setidaknya bisa seri melawan peringkat satu pasti bisa menarik perhatian master yang di bicarakan eva. Tapi juna juga berpikir kalau serangan gabungan kelima elemen dasarnya yang merupakan serangan terkuatnya saja bisa dengan mudahnya di tahan oleh tombak milik luke membuat juna sedikit ragu.


“aku sangat ingin mengalahkanya.. tapi kau sendiri juga taukan kalau serangan terkuatku bisa di tahan dengan mudahnya oleh orang itu”


[ kalau masalah itu kau tak perlu kuatir, saat ini aku akan mengajarkanmu tentang elemen ke delapan dan dengan kekuatannya aku yakin kau dapat mengalahkan luke]


Juna yang mendengar perkataan eva di buat terkejut.....


“elemen ke delapan?... bukankah hanya ada tujuh elemen di dunia ini...kau tak pernah memberitahuku sebelumnya jka ada elemen ke delapan” nampak juna sedikit penasaran.


[ ya aku sengata tak memberi tahumu karna pada dasarnya elemen ke delapan tak pernah ada di duniamu saat ini jadi aku sengaja menunggu waktu yang tepat untuk memberitahukannya dan asal kau tau saja sebenarnya di alam semesta yang luas ini ada banyak sekali elemen lain yang tak akan pernah bisa kau tebak jumlahnya dan kekuatannya. lalu aku juga mulai mengetahui itu semua saat kau telah berhasil mencapai inti jiwa surga dan mungkin saat ini adalah momen yang tepat bagiku untuk mengajarimu]


[ jadi apakah kau menginginkan aku mengajarimu elemen yang ke delapan sekarang dan memberikan serangan terakhir pada bocah itu?]


“hem....apa lagi yang kau tunggu...cepat berikan pemahaman daomu padaku eva” nampak juna sangat bersemangat setelah mendengar penjelasan dari eva.


[baiklah ini dia ....aku yakin dengan pemahamanmu tentang ke tujuh elemen lainnya selama ini pasti membuatmu dapat mengerti cara kerja elemen ke delapan ini] lalu dalam sekejap mata eva menyalurkan pemahaman niat dao nya kepada juna dan juna di alam bawah sadarnya nampak dengan cepat mulai mempelajarinya.


“hem.... terima aksih eva....sepertinya aku sudah paham prinsip prinsip dasar elemen ke delapan dan aku sudah siap untuk menggunakannya” nampak juna menjawab dengan percaya diri.


[ yah...aku percaya kau mampu melakukannya dan saat ini aku akan menyadarkanmu kembali dan kalahkanlah bocah itu untukku]


“yaaaa.... akan ku lakukan” lalu secara perlahan juna mulai membuka matanya kembali dan kesadaranya saat ini telah kembali sepenuhnya.


“baiklah akan segera ku akhiri ini....” lalu juna dari atas langit langsung mengeluarkan energi yang besar dan seketika itu juga luke dan seluruh orang di bawah alias tempat pertandingan berlangsung menyadari dan merasakan energi yang sangat besar dari atas langit.


“hhuhh... ini....” nampak luke yang menatap langit di buat terkejut karna saat ini ia merasakan energi yang sangat kuat dari atas langit turun dengan cepat menuju tepat ke arahnya. Dan luke yang sadar dengan kekuatan itu langsung mengeluarkan kekuatan terakhirnya dan berniat menghentikan serangan yang tak lain adalah serangan dari musuhnya itu.


“aku luke espada tak akan pernah kalah.....” lalu luke terbang ke udara dan berniat menghentikan serangan juna dengan sisa tenaganya.


“astaga aku tak percaya ini....”


“ kau bercanda kan....dari mana dia bisa mendapatkan kekuatan yang melimpah itu...” nampak para penonton mulai mengoceh satu sama lain.


dan akhirnya juna yang turun dari langit langsung mengerahkan energi yang telah ia pusatkan di telapak tanganya dan melemparkanya ke arah luke.luke yang melihat itu juga mengerahkan seluruh kekuatan terakhirnya dan terbang menuju juna dan serangan yang kuat dari merekapun beradu.


“ aku tak akan kalah.....rasakan kekuatanku ini...”kehampaan abadi”......” juna berteriak....


“rasakan ini....spear of indar...”petir halilintar dewa...” dan luke akhirnya melemparkan tombaknya itu dan serangan mereka berduapun beradu.


Lalu dalam seketika cahaya putih dan hitam terpancar dari kedua serangan yang bertabrakan itu. Nampak angin kencang muncul dan langit berubah menjadi gelap dan petir secara tiba tiba mulai menyambar.


“woah.....apa ini...”


“astaga sebenarnya apa yang sedang terjadi...” nampak para murid dan seluruh penonton mulai panik karna saat ini kekuatan yang sedang bertabrakan itu mulai membersar dan nampak akan meledak bahkan kekuatan dari serangan itu dapat di liat dari seluruh tempat akademi asgard dan banyak murid yang menyaksikan cahaya putih meyilaukan itu.


“semuanya lindungi diri kalian masing masing...” nampak salah satu tetua berteriak dan semua orang yang mendengar langsung reflek menggunakan artefak dan kekuatan mereka untuk bertahan.


Lalu dalam sekejap mata sebuah pelindung berwarna emas muncul dan mengelilingin seluruh akademi asgard....


“hemm...inikan.....” nampak salah satu tetua mulai berbicara.


“yah benar sekali.... ini adalah pelindung emas milik tetua tertinggi....sekarang seluruh akademi akan aman” nampak salah satu tetua terduduk kembali ke bangkunya karna ia merasa seluruh orang akan aman di dalam pelindung ini.


Dan akhirnya seperti yang sudah di duga para guru dan tetua ,kedua serangan yang saling beradu itupun meledak di langit dan ledakanya yang sangat kuat itu sampai memunculkan badai petir hebat dan angin topan yang sangat kuat lalu juna dan luke yang sudah kehabisan energi di buat terpental oleh ledakan itu dan terbawa oleh kuatnya angin. Tapi secara tiba tiba seluruh energi yang meledak itu terserap kembali ke tempat asal mereka bertemu dan nampak seluruh energi itu menghlang dengan cepat dan angin ****** beliung dan petir yang menyambar itu akhirnya mulai menghilang dan seketika cuaca menjadi cerah kembali seperti tak pernah terjadi apa apa.


“huh...ini apa yang terjadi....”


“hem.....tak terjadi apa apa?” nampak para penonton yang ketakutan dan bersembunyi di balik artefak perlindungan milik mereka masing masing hanya di buat penasaran. Karna saat ini seluruh kekuatan itu seperti tertelan oleh langit dan tiba tiba dari atas langit terjatuh dua orang pemuda yang pakainya sudah compang camping.


Dan kedua pemuda itu terjatuh dan tergeletak di atas tempat pertandingan. Lalu nampak seluruh penonton akhirnya kembali tenang dan mulai kembali melihat ke arah lapangan pertandingan...


“astaga....aku tak percaya ini.” Nampak salah satu murid berteriak....


“aahhh.....” di ikuti oleh teriakan salah satu murid perempuan.


Dan benar saja saat ini di lapangan pertandingan mereka semua melihat juna dan luke terbaring di sana.....


Tapi secara ajaib juna mulai berdiri dan akhirnya ia berdiri kembali sambil memegang perutnya yang di penui oleh darah. Semua orang terkejut, para guru dan tetua di buat tak dapat berkata kata lagi. Bahkan juri juga hampir di buat gila oleh apa yang ia lihat. Dan tak lama setelah mereka semua terdiam mematung akhirnya juri mulai berbicara....


“pe..p..pemenangnya Arjna Daniswara” seketika juri mengumumkan hasil pertandingan seluruh penonton dan murid langsung berteriak histeris.....


“astaga...aku tak percaya ini.....”


“aku tak sedang bermimpi kan....”


siapa sebenarnya anak itu....” nampak para murid senior mulai mengoceh satu sama lain dan teman teman juna di buat kaget setengah mati karna mereka sedikit tak percaya dengan apa yang mereka lihat saat ini.....


************************


Hai saya ada rekomendasi Novel keren nih buat kalian....


Blurb : Judy yang meninggal akibat kecelakaan mobil, harus mengikat jiwanya kepada system dan pergi ke berbagai buku untuk menjadi umpan meriam.


Judy pikir tugasnya sangat mudah, yaitu menjadi umpan meriam yang menjadi batu loncatan untuk  kisah cinta pemeran utama laki-laki dan pahlawan wanita saja dan saat pemeran utama pria dan wanita bersama , dia akan pergi ke dunia . Tetapi kemudian, dia menemukan ...... Dia telah mengambil naskah yang salah???


Kenapa pria yang seharusnya sangat ganas , tidak mempedulikan apapun  dan hanya bersikap lembut kepada nyonya rumah malah seperti anjing susu di depannya?kenapa pria yang seperti es  yang seharusnya tidak peduli apapun selain nyonya rumah sangat perhatian padanya???


Dunia pertama "4 pangeran tampan dan Cinderella"


Pangeran sekolah : "aku akan melakukan apapun untuk memilikimu ,karena kau hanya milikku."


Jenius dengan EQ rendah : " aku tidak tahu rasanya mencintai, tapi aku akan belajar jika itu untukmu"


Playboy yang suka mempermainkan wanita :" Jika aku tahu rasa sakit dipermainkan, maka aku tak akan pernah mempermainkan hati seseorang."


Batu es : " aku pikir hatiku dingin,  tetapi ternyata hatiku bisa menjadi hangat saat bertemu denganmu."


Judy : " apa yang aku lakukan???(•_•)"


System 014 : "kenapa semua pemeran utama laki-laki mengejar tuan rumah, bukan bersama pahlawan wanita?? (°∆°)"