
Sebelum detik detik terakhir akhirnya mereka semua memutuskan untuk bermain di padang rumput luas itu. Mereka semua bercanda tawa sambil berlari kesana kemari sampai akhirnya gelang di tangan mereka memancarkan cahaya dan mereka semua berdiri berjejer.
Mereka semua bersama sama memegang tangan dan secara tiba tiba mereka semua di teleportasi.
Lalu saat mereka bersepuluh kembali nampak ada banyak guru dan beberapa tetua berada di sana menunggu kepulangan mereka. Dan dalam sekejap mata mereka semua sampai kembali ke akademi asgard.
“murid muirdku.. akhirnya kalain kembali...”yuki yang melihat murid muridnya bersepuluh pulang dengan selamat terlihat sangat senang.
Tapi seluruh guru dan tetua yang ada di sana di buat terkejut. Bukan karna mereka bersepuluh itu kembali dengan selamat tapi yang paling membuat mereka terkejut adalah ke sepeluh murid itu di lengkapi oleh artefak kelas legendary.
“huh....ini”
“ astaga apa yang ku lihat ini memang kenyataan”
Nampak para tetua sangat kaget...
Dan para murid yang kembali hanya tersenyum di hadapan para tetua. Para tetua ingat sekali saat’’ seperti ini biasanya mereka dan para murid pasti akan sedih karna biasanya akan ada salah satu dari mereka menjadi korban tapi saat ini di hadapan mereka para muridnya justru tersenyum dan ini adalah pertama kalinya dalam sejarah di dirikanya akademi asgard seluruh murid dapat pulang sambil tersenyum dan di lengkapi dengan artefak kelas legendary.
“ahahaha hebat sekali.... ini benar benar hebat.... mereka semua pasti mendapatkan berkah yang luar biasa di sana...”
“anak anak kerja bagus...sekarang kalian bisa beristirahat dan tak perlu kuatir dengan hal lainnya kalian semua adalah kebanggaan akademi asgard”
Dan akhirnya berita tentang kembalinya mereka semua lengkap dengan artefak kelas legendary membuat kehebohan besar di seluruh akademi asgard. Bahkan rumor itu sampai ke telinga para murid inti senior dan itu adalah pertamakalinya kejadian seperti itu terjadi di asgard akademi.
Akhirnya juna yang memanfaatkan waktu yang di berikan akademi untuk beristirahat mulai menyerap banyak batu jiwa dan dengan bantuan artefak miliknya ia dengan cepat menembus inti jiwa Roh.
*****************
Satu bulan kemudian.....
Nampak juna menerima pesan dari yuki dan menyuruhnya untuk segera menemuinya...
“ha...” akhirnya aku berhasil menembus inti jiwa roh dan saat ini aku merasa kekuatan dan kemampuanku berlipat ganda”
[yap.. benar sekali saat seseorang berhasil menaikkan inti jiwa mereka maka seluruh kemampuan mulai dari fisik dan magic akan meninggkat drastis bahkan dengan meninggkatnya kemampuanmu membuat diriku juga merasakan efeknya]
“ha.. benarkah..”
[yah.. saat ini aku dapat merasakan dan melihat sesuatu menjadi lebih jauh lagi dan dapat lebih cepat menganalisa sesuatu]
“hemm..itu hebat sekali..”
“baiklah sekarang sudah saatnya keluar kamar... aku sudah lama tak jalan jalan...”
Akhirnya juna keluar dari kamarnya dan berkeliling akademi sebelum ia ke tempat kepala sekolah. Nampak banyak murid yang memperhatikannya, itu karna saat ini juna tengah menggunakan artefak kelas legendary seperti rumor yang beredar. Sambil berjalan juna banyak mendengar gosip tentangnya dan banyak juga beberapa murid bangsawan yang mencelanya tapi juna tak memikirkan itu karna mereka hanya berani bicara di belakang jika memang mereka merasa lebih hebat maka coba saja bicara seperti itu di depan wajahnya maka juna pasti akan memberi mereka pelajaran.
Akhirnya juna sampai di kediaman kepala sekolah di sini juna lagi lagi di sambut oleh asisten yuki dan sepertinya yuki sudah menunggu kedatangan juna. Yuki yang melihat juna datang langsung berdiri dan menyambutnya.
Bahkan yuki langsung sadar jika inti jiwa juna sudah naik sampai ke inti jiwa roh dan itu hanya dalam satu bulan setelah keluar dari pintu dunia.
Akhirnya juna duduk dan yuki langsung memberi aba aba kepada asistenya untuk menyajikan hidangan yang sudah di siapkan untuk juna. Dan saat ini tepat di meja ada banyak sekali makanan lezat dan benar sekali juna yang menghabiskan waktunya satu bulan di dalam kamar belum makan makanan enak sama sekali.
“sebelum kita berbicara lebih baik kita menyantap hidangan ini dahulu...aku tau kau menghabiskan waktu satu bulan ini di dalam kamar dan karna inti jiwamu sudah naik sampai ke tingkat roh aku sangat yakin kalau kau pasti menghabiskan waktu untuk menyerap batu jiwa dan pasti saat ini kelaparan...jadi tak perlu malu dan ragu silahkan di nikmati”
Juna yang mendengar perkataan pak yuki langsung menyantap semua hidangan yang ada...
“pak yuki memang tau apa yang ku butuhkan maka tak perlu menunggu lagi...”
Akhirnya juna menyantap semua makanan yang di sediakan yuki dan merka nampak mengobrol ringan sambil melahap hidangan. Sampai akhirnya juna kekenyangan dan mereka akhirnya pindah ke tempat lain untuk mengobrol...
“huh... aku kenyang sekali terima kasih untuk hidanganya pak yuki..”
“santai saja...aku memang sengaja menyiapkanya untukmu”
“baiklah sekarang aku akan memberikan laporan tentang perjanjian kita sebelumnya... saat sampai di sana memang benar seperti yang bapak sampaikan kalau ada sebuah kasti di tengah hutan itu dan aku berhasil menaiki kasti itu sampai lantai lima dan mendapatkan sesuatu yang bapak inginkan”
“woah.. apa kau berhasil menaiki sampai lantai terakhir?.”
“yap.. aku berhasil menaiki sampai lantai terakhir yaitu lantai lima dan di sana aku menemukan banyak sekali harta karun” lalu juna melemparkan sebuah cincin ruang kepada yuki.
“silahkan bapak cek sendiri...bahkan di sana aku menemukan sebuah pedang tingkat arcana dengan kemampuan yang sangat unik “
Lalu yuki melihat isi dari cincin ruang tersebut dan menyadari bahwa apa yang di katakan juna memang benar dan yuki mengeluarkan sebuah artefak yaitu pedang dengan pemahaman hukum ruang yang menyelimutinya.
“ini....pedang ini mengandung hukum ruang...tak salah lagi ini pasti hadiah yang di tinggalkan sang pemilik kastil itu”
Yuki yang memang memahami hukum ruang langsung sadar dengan kekuatan dan kemampuan pedang itu...
“ juna aku tak menyangka kau benar benar berhasil mengambil artefak ini...aku sangat terkesan”
“heheh.. santai saja pak dan juga ini....”juna memberikan sebuah buku yang berisikan pemahaman untuk menguasai hukum ruang lebih jauh lagi dan yuki yang melihat itu di buat terkejut...
“ini...”
“yeah aku menerima buku ini di dalam sana dan karna aku sudah mempelajarinya sekarang buku ini akan ku serahkan untuk bapak “
sebenarnya itu buku yang sengaja di buat eva agar yuki dapat memahami hukum ruang lebih dalam lagi dan dengan itu maka juna juga akan lebih di untungkan.
“ahahahah...aku tak dapat berkata kata lagi baiklah aku akan menerimanya dan juga aku tak memerlukan tumpukan emas dan benda lainnya ini”
lalu yuki memberikan cincin ruang itu kembali kepada juna dan hanya mengambil pedang dan buku itu....
“apa bapak yakin hanya menginginkan pedang dan buku itu.."
" tentu saja perjanjian kita kan aku hanya menginginkan sebuah artefak dan bahkan aku juga mendapatkan buku ini jika aku meminta lebih aku merasa seperti menyurangimu”
“yey..sepertinya strategi kita berhasil eva”juna bicara dalam hati