The Day I Became A God

The Day I Became A God
Terima Kasih



Nampak di salah satu tempat kelompok yang terdiri dari lima calon penguasa benua pangea dan para bangsawan murni mulai saling berbisik...


“hem...bukankah itu anak yang menduduki peringkat pertama saat ujian peringkat tahun ini, kalau tak salah namanya arjuna dan dia berasal dari keluarga kelas bawah.” Nampak salah satu bangsawan berbicara pada yang lainnya.


“ya benar...dia adalah salah satu dari sepuluh orang itu kan....yang berhasil keluar dari pintu dunia dengan membawa lebih dari se set artefak kelas legendary dari akadmi”


Nampa para bangsawan murni di tiap kerajaan itu mulai melihat ke arah juna dan orang orang di sekitarnya dan salah satu pangeran juga sedikit menaruh perhatian padanya.


“ahahahah sulit di percaya malam ini ada banyak sekali kejutan, mulai dari putri pertama kerajaan crimson yang tiba tiba sembuh dan seorang anak dari keluarga normie yang dapat menarik minat pangeran dan putri dari luar benua ini....sepertinya dunia akan benar benar mengalami perubahan...benarkan khana.”


Nampak salah satu pangeran tersenyum tipis sambil menatap ke arah putri kedua dari kerajaan crimson yaitu Crimson Khana.


“sialan apa yang sebenarnya terjadi bagaimana kakak bisa sembuh secepat ini sebenarnya apa yang telah terjadi”


nampak putri kedua sekaligus adik holofia itu sedikit tak suka dengan kabar kesembuhan kakaknya. Tentu saja karna saat sang kakak sakit secara mendadak ia telah menggantikan posisinya menjadi penerus utama kerajaan crimson tapi malam ini saat melihat kakaknya yang harusnya sudah mati itu baik-baik saja membuatnya sedikit emosi dan menunjukkan sifatnya yang sesungguhnya.


“tak perlu kuatir begitu khana... semuanya akan berjalan sesuai rencana dan aku akan memastikanya sendiri....jika ada yang berani mengganggu rencanaku maka dia akan segera ku singkirkan”nampak pria itu berbisik pada khana menggunakan telepati. Pria tersebut adalah Dave Spade pangeran dari kerajaan spade.


Akhirnya pesta malam itu mulai mendekati akhir. Dan para tamu bangsawan mulai berdansa satu sama lain sekaligus itu adalah acara untuk mengakhirnya pesta pelelangan akbar yang biasa di adakan tipa tahunnya itu.


Juna yang tak pernah tau caranya menari hanya bisa berdiri dan menonton dari sudut ruangan. Saat ini banyak tamu yang berdansa dan yang menjadi bintangnya tak lain adalah pasangan yang sedang kasmaran itu. Yaitu Alfonso Lawrance sang tuan rumah dengan kekasihnya Crimson Holofia. Kedekatan dan penampilan mereka serta kecantikan holo membuat pesta dansa itu sangat meriah dan mengakhiri pesta malam hari itu. Dan para tamu dari seluruh dunia itu akhirnya mulai pergi meninggalkan pesta lalu diablo sebelum pergi juga berpamitan pada juna.


“sampai jumpa kawan, di masa depan nanti jika kita bertemu kita akan menjadi musuh dan sampai pada saat itu tiba ayo bertambah kuat”


“yah...tentu saja..”


lalu diablo berjabat tangan dengan juna dan akhirnya ia pergi bersama pengawalnya menggunakan sebuah pesawat super canggih dan mewah kembali ke benua iblis. Disusul dengan tamu yang lainnya dan akhirnya pesta malam itu resmi berakhir.


“huh...ada banyak sekali kejutan malam ini dan juga sepertinya ada banyak mata yang menatapku dengan curiga yakan eva?.”


“ya... sepertinya para pangeran dan bangsawan dari benua ini sedikit tak menyukaimu dan lagi beberapa dari mereka sepertinya akan merencanakan sesuatu padamu...itu yang aku lihat dari isi kepala semua tamu yang hadir...”


“ya mau bagaimana lagi...setidaknya aku harus bertambah kuat lagi agar aku dapat menjaga seluruh orang yang ku sayangi dan jika ada yang berani macam macam maka aku akan menghajar mereka tanpa ampun...”


Lalu juna kembali ke kamarnya. Sesaat sampai di kamar seperti biasa juna langsung bersemedi dan menyerap batu merah jiwa dan memperkuat inti jiwanya saat ini yang ada di pikirannya hanyalah bertambah kuat secepat mungkin. Dan pagi haripun tiba juna yang terbangun langsung mandi dan bergegas ingin segera berpamitan kepada yuki dan lawrance sekaligus berterima kasih karna telah membantunya menjual artefak dan mengundangnya ke acara lelang.


“baiklah...sepertinya sudah saatnya kita berpamitan pada mereka dan juga waktuku tinggal satu bulan lagi sebelum resmi pindah menjadi murid inti dan sebelum itu aku ingin kembali ke kampung halamanku dan membantu orang orang yang ada di desa Roa”


Saat juna berjalan ia dapat melihat yuki,lawrance dan holo yang sedang makan siang bersama sambil sedikit bergurau dan mengobrol.


“wahh..akhirnya kau bangun juga...apa kau lapar ayo makan siang bersama” nampak lawrance yang melihat juna sudah keluar dari kamarnya langsung mengajaknya makan siang bersama. Dan juna yang mendengar tawaran lawrance langsung duduk dan makan bersama mereka lalu saat makan juna mulai membicarakan tujuanya selanjutnya.


“pak yuki dan lawrance sepertinya hari ini aku ingin ijin pulang dari sini.”


“ya benar...kenapa buru buru..kenapa tak jalan jalan dulu di kota ether..aku yakin ada banyak barang yang akan cocok menjadi oleh oleh untuk keluargamu” nampak lawrance sedikit meyakinkanya untuk tinggal lebih lama lagi.


“tak apa pak aku hanya ingin cepat cepat menemui keluargaku di desa Roa dan waktuku hanya tinggal satu bulan lagi sebelum aku kembali ke akademi jadi aku berencana menghabiskan sisa waktuku di sana bersama keluargaku”


“ya..baiklah jika itu keinginanmu dan juga hasil seluruh barang yang kau jual sudah ku transferkan ke rekeningmu lalu jika kau mau aku bisa menyuruh salah satu orangku untuk mengantarmu”


“wah... benarkah pak... terima kasih dengan ini aku akan lebih cepat sampai.”


“hem..kau ini...tak perlu berterima kasih untuk hal kecil seperti itu dan juga kan sudah ku bilang kalau kau sekarang sudah ku anggap sebagai adikku sendiri dan jika di sana kau membutuhkan bantuan kau tinggal meneleponku, lalu ini...aku sudah menyiapkan afrofit dengan ini kita dapat berbicara dengan bebas dimanapun dan kapanpun” lalu tiba tiba seorang pelayan berjalan dan membawa sebuah benda kecil dan benda kecil itu fungsinya hampir sama seperti telepon tapi perbedaanya adalah kita dapat langsung berbicara dengan orang yang kita hubungi seperti telepati jarak jauh.


“ya..dan juga jangan lupa kalau ada waktu mampirlah ke sini juna, aku sangat menantikan hal hal ajaib lagi darimu..hehehe”nampak holo sedikit bercanda dengan juna.


“ohh iya..hampir lupa ini kak...”lalu juna mengeluarkan sebuah ramuan dari cincin ruangnya.


“hem..apa ini...”


“hem...ini adalah ramuan langsung dari raja zahard dia sengaja membuat ini agar kak holo dapat mempercapat proses mengobati inti jiwa kakak, walaupun tubuh kakak sudah sehat tapi inti jiwa kakak pasti tak dapat sembuh dengan instan jadi minum setetes ramuan ini tiap harinya dan secara perlahan inti jiwa kakak akan kembali pulih.”


“he...benarkah...”nampak holo sedikit meneteskan air matanya. Saat ia bangun dari tidurnya di taman waktu itu ia sadar jika ia sudah banyak kelihalangan kemampuanya dulu dan inti jiwanya juga sedikit rusak tapi ia tak pernah ingin mengatakan itu pada orang lain karna sudah dapat kembali hidup bersama kekasihnya saja dia sudah sangat senang.


“hah..jadi inti jiwamu belum pulih..kenapa tak memberitahuku...”


“itu..aku tak ingin membuatmu khawatir dan juga memperbaiki inti jiwa yang rusak itu sangat sulit”


“hemm...aku mengerti...maafkan aku yang tak menyadarinya lebih awal dan juga sekali lagi terima kasih juna aku tak akan pernah melupakan kebaikanmu padaku dan holo” lalu tiba tiba lawrance berdiri dan menundukkan kepalanya ke arah juna sebagai ucapan terima kasih dan di ikuti oleh holo. Itu membuat para pelayan yang ada di sana sedikit terkejut karna tuan mereka sendiri tak pernah sampai seperti itu pada tamu yang pernah datang ke kediamannya.


****************


Halo saya ada rekomendasi Novel seru buat kalian...


Judul : Ibu Izinkan Aku Bahagia


Napen : Sutihat Basti Wibowo


Ditinggalkan oleh sang Ayah dengan dalih mencari pekerjaan di usianya yang baru 2 tahun, membuat Ananda Shaka yang kini telah berusia 6 tahun memendam kerinduan yang mendalam pada sang Ayah. Setiap hari dalam angan Shaka adalah serba Ayahnya. Keinginan Shaka untuk bertemu sang Ayah menorehkan pilu dalam dada sang Ibu.


Di tengah deruan rasa rindunya pada sang Ayah, tanpa sepengetahannya ternyata sang Ayah telah menceraikan Ibunya lewat sepucuk surat yang dikirimkan melalui sahabat Ayahnya. Kenyataan pahit itu membuat sang Ibu tak berdaya. Di sisi lain sang Ayah berpesan agar Shaka tidak mencari dan menemuinya lagi.


Akankah kerinduan Shaka pada sang Ayah berakhir dengan sebuah pertemuan atau mungkin tidak ???