
Akhirnya yuki,juna dan lawrannce meninggalkan ruangan vvip dan menuju ke kediaman alfonso di kota ether. Mereka bertiga lagi lagi naik mobil yang sama dan di dalam mobil nampak ketiga pria itu terlihat mabuk berat...
lalu juna yang tersadar di pagi harinya mendapati kepalanya sangat sakit...
“ah... eva apa yang terjadi kenapa kepalaku sakit sekali...”
[nampaknya kau terlalu banyak minum tadi malam dan saat ini kau sedang merasakan efeknya]
“ah.. sial aku tak sadar ...saat mutiara itu terjual dengan harga dua puluh miliar kami bertiga hanya tertawa dan minum minum sampai akhirnya aku tak ingat apa apa lagi.”
“Huuekkk..”
Juna yang pertama kalinya meminum minuman beralkohol merasa sangat pusing dan muntah muntah. Ia bahkan saat ini kesulitan untuk berjalan.
“sialan aku tak akan lagi minum minuman beralkohol...”
Nampak juna yang muntah muntah sambil menahan sakit kepalanya mengoceh tak jelas....dan akhirnya iapun kembali ke tempat tidur dan melanjutkan mimpinya menjadi miliarder -_-“
*********
Siang harinya akhirnya juna tersadar kembali dan kali ini rasa sakit di kepalanya sudah tak terlalu kuat. Dan juna yang lapar langsung keluar dari kamarnya dan berjalan mencari makanan...sampai ia tiba di ruangan makan. Dan nampak lawrance juga tengah duduk di sana.
“ah... kebetulan sekali duduklah juna... saat ini para pelayan dan koki sedang menyiapkan makan siang... hehehe kau pasti laparkan"
“eh...pak lawrance... di mana pak yuki..aku tak melihatnya..”
“kalau dia tak usah kau pikirkan dia saat ini paling masih tidur, dia kalau sudah minum minum memang akan lama bangunnya.”
Lalu tak lama juna duduk di meja makan yang besar itu, nampak para pelayan datang sambil membawa makanan mewah dan hanya dengan mencium aromanya perut juna langsung bunyi...
Akhirnya tanpa basa basi juna menyantap makan siang yang di sediakan...
“juna apa setelah ini kau ada kegiatan...”
“tidak kenapa emangnya pak..?”
“tidak apa apa aku hanya ingin sedikit mengobrol denganmu”
Lalu juna dan lawrance pergi berjalan ke sebuah taman di belakang rumah atau bisa di sebut istana karna rumah itu sendiri sangat besar dan ada banyak penjaga di tiap sudutnya. Juna yang sampai di taman itu akhirnya dapat melihat dengan jelas pemandangan kota ether dari sana....
“astaga.. dari sini kita bisa melihat pemandangan kota ether dengan sangat jelas....ini keren sekali..”
“hehehe... sebenarnya saat malam jauh lebih keren”
“juna aku ingin mengatakan sesuatu padamu”
Juna yang mendengar nada suara lawrance sedikit berbeda langsung mengalihkan pandanganya dari kota ether dan menatap pria itu..
“apa itu ?”
“aku sudah mengkalkulasikan semua total artefak yang kau lelangkan dan jika di tambah dengan yang tadi malam mungkin harganya akan menyentuh total lima puluh miliar dan yang ku tau dari yuki kau adalah anak biasa dari desa kecil bernama roa yang ada di ujung barat benua ini kan”
“benar sekali pak di sanalah aku di lahirkan..”
“jadi aku ingin mengatakan ini padamu... saat ini kekayaanmu itu cukup untuk membuatmu membangun desa itu tapi aku akan menyarankan hal ini padamu”
“mungkin aku sudah merahasiakan namamu tapi di luar sana ada banyak orang orang berbahaya dan aku juga tau kau sangat kuat dan aku yakin mereka tak akan bisa menyakitimu tapi itu tak berlaku untuk keluaraga ataupun kenalanmu di desa roa kan?”
“jadi apa saran pak lawrance untukku”
“sepertinya kau memang sangat cerdas jadi aku akan langsung saja”
“saat ini di benua pangea sedang terjadi perebutan kekuasaan dari kelima kerajaan dan kau sendiri pasti sudah tau itu kan dan saat ini ada banyak bangsawan yang mulai menempatkan posisi mereka dan tak lama lagi sepertinya pergolakan besar akan terjadi di benua ini”
“yang ingin ku sampaikan padamu adalah jika kau ingin melindingi dan membantu orang orang di desa roa maka kau juga harus memilih siapa yang akan menjadi partnermu dan jujur saja desa roa itu sendiri masih menjadi bagian dari kerajaan spade dan kerajaan itu nantinya mungkin akan menjadi musuhku”
“jadi aku ingin kau memilih saat ini kau ingin menjadi bagian dari siapa... dan tentu saja aku tak akan melarangmu jika kau ingin tetap menjadi bagian dari kerajaan spade tapi saat perang nanti terjadi mungkin kau sudah terlambat membuat piihan, jadi saat ini aku ingin menawarkan kesepakatan denganmu"
Juna yang mendengar penjelasan panjang lebar dari lawrance sebenarnya sudah tau garis besar masalah. Karna eva sendiri sudah memberitaukanya dan saat ini juna sedikit bingung harus berkata apa pada pria itu. Tentu saja juna sangat mempercayai lawrance dan yuki tapi dia juga tak bisa tiba tiba saja menghianati kerajaan spade karna saat ini ayah dan ibunya bekerja untuk kerajaan spade dan ia juga warga negara kerajaan itu.
Dan setelah mengetahui dari eva kalau saat ini hubungan kelima kerajaan makin memanas membuat juna makin sulit menentukan siapa lawan dan siapa kawan.
“aku tau maksud pak lawrance tapi saat ini aku tak ingin menjalin hubungan seperti itu dengan orang lain dan aku akan membangun desa roa dengan caraku sendiri”
“dan untuk tawaran tadi saat ini aku belum bisa memutuskannya tapi jika waktunya tiba nanti, apakah pak lawrance dapat membantuku?”
“tentu saja kenalan temanku juga akan menjadi temanku dan untuk itulah kita membicarakan hal ini jadi tenang saja jika sesuatu mulai tak terkontrol dan kau membutuhkan bantuan maka carilah aku”
Juna yang mendengar perkataan lawrance hanya bisa merasa senang dan terhormat ia langsung berdiri dan menundukkkan kepalanya.
Ia tak menyangka kalau orang seperti lawrance mau meluangkan waktu untuk membantu anak dari keluarga normie sepertinya dan juga ia bahkan ingin membantu seluruh warga desa roa.
Juna sendiri yakin jika saatnya tiba perang yang di khawatirkan akan terjadi. Dan saat ini juna hanya dapat percaya pada eva dan menjadi sekuat mungkin dalam waktu singkat agar ia sendiri bisa melindungi orang orang yang ia sayangi.