The Day I Became A God

The Day I Became A God
Ch23 Kontrak



"kurasa sudah cukup basa basinya”


Lalu zahard menjentikkan jarinya dan seketika itu juga mereka semua diam mematung lebih jelasnya semua orang kecuali zahard dan juna diam tak bergerak karna saat ini zahard sedang mengunci waktu di tempat tersebut.


“ini...hukum waktu” juna berbicara dalam hati


“ya benar sekali sepertinya pria ini sudah menyegel waktu di sini dan membiarkan hanya dirimu dan dia yang dapat berbicara dan bergerak”


“harusnya kau sudah tau kesepakatan yang ku tawarkan dari entitas yang kau sebut eva itu tapi biarkan sekali lagi aku mengatakanya”


“Juna Daniswara aku zahard emperor of babel kingdom ingin membuat kesepakatan denganmu”


“aku ingin kau membebaskan aku dari tempat ini”


Jadi si zahard nih sebenarnya tersegel di dunia yang kacau itu dan dia juga tak dapat keluar dari menara babel karna suatu musibah yang menghancurkan dimensi ruang dan waktu pada jamannya.


“tentu saja akan ada bayaran yang setimpal...aku berjanji akan membantumu dan melindunginmu serta seluruh entitas yang ada di chaotic of babel ini akan menjadi milikmu, setidaknya sampai temanmu yang bernama eva itu membebaskanku dari tempat ini”


“bagaimana apa kau menerima tawaranku”


Juna sendiri sudah di beritahu eva jika saat ini zahard melepaskanya karna di masa depan nanti juna memiliki kesempatan untuk dapat membebaskanya dari penjara abadi ini dan karna itu zahard tak membunuhnya dan mengajukan sebuah kontrak.


Kontrak tersebut adalah kontrak darah dan jiwa. Gunanya kontrak itu adalah agar tiap dari mereka yang melakukan perjanjian tak dapat saling mencurangi dan menghianati satu sama lain sampai isi perjanjian kontrak selesai. Dan menurut eva satu satunya jalan adalah menerima kontrak tersebut karna jika menolaknya maka mereka semua pasti di bunuh.


Juna yang sudah tau semua itu hanya dapat menghela nafasnya....


“heeeehhhmmm..... apa menurutmu aku memiliki kemampuan untuk menolak tawaran ini”


“kau sendiri sudah tau bahwa ini adalah perjanjian sepihak tapi karna aku tak mempunyai pilihan lain maka aku akan menerima kebaikan darimu ini”


“dan aku berjanji di masa depan aku akan membebaskanmu dan sampai saat itu tiba aku ingin kau memberikan kesetiaanmu padaku”


“baiklah king zahard aku menerima tawaranmu”


“hem...aku sudah menduganya..baiklah langsung saja kita mulai kontraknya”


Lalu dengan jentikan jarinya tiba tiba saja juna sudah pindah ke sebuah tempat. Tempat itu sendiri seperti di sebuah lapangan latih tanding bak gladiator dan di sana sudah ada segel rune yang di buat oleh zahard.Lalu juna maju dan mendekat pada zahard. Saat ini mereka berdiri berhadap hadapan lalu zahard merobek tanganya dengan sebuah pisau kecil hingga darah mengalir deras dari telapak tanganya itu dan ia memberikan pisau itu pada juna lalu juna juga merobek telapak tanganya dan mereka bersalaman.


Setelah itu zahard mulai membaca mantra dan dengan cepat darah mereka berdua bercampur menjadi satu dan eva mengkonfirmasi kalau kontrak telah selesai.


“kontrak selesai sekarang jiwa mu dan zahard telah menjadi satu dan jika salah satu dari kalian mati sebelum kontrak terpenuhi maka yang lain juga akan mati”


Mendengar perkataan eva akhirnya juna merasa lega...sekarang ia tak perlu takut lagi zahard akan menyakitinya ataupun menyakiti teman temanya. Lalu zahard tiba tiba berbicara pada juna.


“juna sampai hari pembebasan diriku aku akan membantumu untuk tumbuh dan melindungimu tapi aku akan mengatakanya sekarang kalau sebenarnya aku tak bisa mengeluarkan seluruh kekuatanku dari tempat ini tapi kau tak perlu kuatir karna di dalam menara babel sendiri ada banyak monster kelas calestial dan primordial yang pernah ku tangkap dan saat di butuhkan kau bisa menggunakan mereka”


“iya.. aku mengerti dan juga terima kasih...”


“lalu kau juga akan ku berikan wewenang untuk menggerakkan menara babel dan dapat menggunakanya sesukamu... asal kau tau saja pada masa kejayaanku dulu tak ada yang bisa selamat dari serangan menara babel ini dan saat ini aku akan memberikan wewenang itu padamu.


Lalu eva tiba tiba mengkonfirmasi..


“ tak di sangka dia bahkan memberikanmu wewenang atas menara ini dan menara ini sendiri adalah artefak yang melebihi kelas mitos dan berada di level yang berbeda jadi menara ini akan sangat berguna nantinya bagimu, walaupun untuk saat ini kau belum mampu menggunakanya”


“heh... melebihi kelas mitos? Apakah hal seperti itu memang ada?...”


“tentu saja saat waktunya tiba kau akan mengetahui kebenaran tentang dunia ini “


“baiklah ayo kembali”


Lalu zahard menjentikkan jarinya dan juna berpindah kembali ke tempat teman temanya.


“baiklah juna sekarang aku akan menghapus ingatan tentang menara ini dari teman temanmu dan mengirim kalian keluar”


“Hem... aku mengerti”


Lalu juna dan teman temanya di kirim kembali ke tempat dataran berumput yang luas dan menara babel seketika mengecil dan juna akhirnya menyimpanya.


Akhirnya juna menghabiskan waktunya duduk sambil menyerap batu enegi di sana. Sampai teman temanya satu persatu mulai sadar dan mendapati diri mereka sedang tertidur di padang rumput yang luas.


‘ahh.. kepalaku...apa yang sebenarnya terjadi” Priston yang tersadar mulai melihat sekelilingnya di susul dengan yang lainya yang mulai tersadar juga.


“akhirnya kalaian semua sudah sadar...”


“Juna apa yang terjadi sebenarnya?.”


“sebenarnya saat kakek kurcaci mengirim kita kembali terjadi sedikit masalah dan membuat kita semua pingsan dan terlempar sampai ke sini lalu aku yang pertama kali sadar akhirnya memutuskan untuk menjaga kalian sambil menyerap batu energi”


“ngomong ngomong berapa lama lagi waktu yang kita punya..”kata priston


“ohh..kalau itu waktu kita di sini hanya tinggal dua jam jadi silahkan nikmati sisa waktumu untuk bersantai di sini” juna tersenyum ke arah teman temanya yang masih sedikit bingung.


“heh... dua jam lagi....”akira berteriak


“ahhh sial...baiklah lebih baik aku mengintegrasikan artefakku kembali karna aku masih belum selesai menyatukannya dengan inti jiwaku”


Akhirnya mereka smua mulai duduk dan menyerap batu energi sebelum kembali ke dunia mereka....


“sepertinya ini akan menjadi waktu terakhir kalianya kita berada di dunia penuh kejutan ini ya teman teman”Yuno berkata kepada teman temannya sambil menatap awan.


Dan yeah... mereka semua menghabiskan sisa waktunya dengan duduk bersantai sambil menyerap batu energi......