The Day I Became A God

The Day I Became A God
Kota Ether Dan Lelang



Di dalam pesawat......


Nampak ada banyak sekali pelayan di pesawat tersebut dan saat ini juna sedang duduk di ruang tamu yang sangat megah di dalam pesawat dan ada banyak sekali makanan dan minuman mewah di tiap meja. Dan nampak beberapa pelayan akhirnya datang menghampiri mereka dan membawa menu spesial.


“woah... makanan apa ini...aku merasakan banyaknya energi kehidupan di makanan ini”


“ahahahah..kau ini lucu sekali... apa ini pertama kalinya kau memakan daging monster beast”


“huh... daging monster?”


“ makanan ini adalah makanan yang bahan utamanya adalah daging monster beast dan dengan keahlian khusus para koki dapat memasak daging ini tanpa merusak nutrisinya dan menambahkan beberapa bahan spesial yang membuat makanan ini memiliki banyak sekali energi kehidupan”yuki nampak menjelaskan pada juna.


Akhirnya juna memakan daging itu dan ia sangat terlihat menikmati makanan itu dan eva tiba tiba mengkonfirmasi.


[benar apa kata dia, makanan kelas atas seperti ini sangat bagus untuk tubuh bukan hanya untuk kesehatan tapi juga bisa untuk meningkatkan kekuatan]


“hem... benar aku merasakan energi kehidupan yang banyak dari daging ini dan juga rasanya sangat enak” nampak juna mengunyah daging itu hingga tambah berkali kali.


“ahh... kenyang sekali terima kasih makanannya pak lawrance”


Lalu tiba tiba lawrance yang sudah memperhatikan juna sejak tadi berbicara padanya...


“ santai saja kita akan tiba ke kota ether dalam beberapa jam dan setelah makan lebih baik kita beristirahat dan ketika sampai aku akan mengabarimu”


Lalu mereka semua meninggalkan tempat makan dan juna sendiri di antarkan oleh seorang pelayan ke kamarnya. Di kamar itu juna sangat di buat takjub karna kamar itu sendiri di desain sangat modern dan yang paling penting barang barang di kamar itu adalah barang kelas atas semua bahkan tempat tidurnya sangat besar dan nyaman.


“ah.... enaknya ...aku tak tau kalau si lawrance itu sangat kaya..”


[hoo...jadi kau belum tau ya si laurance itu adalah salah satu orang terkaya di benua ini dan dia adalah pemilik dari rumah lelang alfonso lalu saat ini menjadi tuan rumah penyelenggaraan pelelangan terbesar yang akan di adakan setahun sekali]


“heh...kenapa kau baru bilang sekarang.”


[yah karna kau tak bertanya dan juga itu tak terlalu penting]


“hemm.. bagimu memang tidak tapi bagiku bisa bertemu orang sepertinya...aku sangat senang sekali.”


Lalu juna yang kekenyangan akhirnya memejamkan matanya dan mulai menyerap batu energi.


******************************************


Sampai akhirnya pesawat mewah itu akhirnya tiba di bandara kota ether dan nampak kondisi bandara sangat ramai dan di penuhi oleh banyak orang dari seluruh dunia.


Itu semua tak lain karna setiap tahunya memang akan di adakan pelelangan akbar sehabis terbukanya pintu dunia dan secara kebetulan saat ini di adakan di benua pangea lebih tepatnya di kota Ether.


Akhirnya juna , yuki dan lawrance sampai di kota Ether dan mereka langsung menuju sebuah mobil dan berangkat menuju rumah lelang. Juna yang untuk pertama kalinya melihat kota ether sampai di buat takjub dan tak bisa melepaskan matanya dari pemandangan kota ether. Di kota ether sendiri yang terkenal dengan kota dagang itu memiliki banyak sekali gedung gedung pencakar langit bahkan kota itu sendiri memiliki segel pelindung yang sangat kuat dan saat ini ada banyak sekali orang di sana.


“woah... ada banyak sekali orang...”


“hahahah tentu saja karna malam ini akan di adakan pelelangan dan semua orang dari seluruh penjuru dunia saat ini sedang menunggu pelelangan ini” lawrance nampak menjelaskan situasi kota saat ini pada juna.


“baiklah yuki kau bawa muridmu ini ke dalam dan pergilah ke tempat vip yang ku sediakan saat ini aku akan menyapa beberapa tamu penting dan akan menyusul kalian nanti” yuki hanya mengangguk dan akhirnya lawrance pergi meninggalkan mereka berdua.


“ayo tuan silahkan....”


Nampak para pelayan mengantar yuki dan juna menuju ruang tunggu lalu mereka menghabiskan hari sambil mengobrol dan menunggu malam datang......


Akhirnya malam yang di tunggu sudah tiba nampak yuki dan juna pergi ke gedung yang sangat luas tempat berlangsungnya pelelangan. Di sana mereka di antarkan oleh pelayan menuju ruang vvip alias ruang paling tengah yang akan menjadi ruangan lawrance nantinya melihat pelelangan bersama mereka.


“woah ... tempat ini besar sekali dan kita bisa melihat dengan jelas panggungya dari sini”


“heheh tentu saja dia kan pemilik tempat ini gak mungkin dia tak mendapatkan tempat yang paling ideal bahkan ada beberapa tamu penting yang hanya dapat duduk bersama yang lainya di bawah dan kau lihat... rata rata mereka yang ada di ruangan vip ini adalah keturunan raja dan bangsawan besar” nampak mereka melihat beberapa orang penting memasuki ruangan vip.


Akhirnya pelelangan tahunan itu di mulai dan nampak lawrance berada di atas panggung lalu memberi sambutan pada semua tamu dan menjelaskan bahwa pelelangan akan di jadwalkan selama lima hari dan nantinya akan di akhiri dengan sebuah pesta malam.


Dan acarapun di mulai....


“hiuh... aku sedikit gugup tapi nampaknya semuanya berjalan lancar, bagaimana penampilanku tadi?”


“seperti biasa kau memang paling jago menarik minat pembeli ahahah”


Akhirnya mereka bertiga berada di ruangan vvip dan pelelanganpun di mulai..


Nampak pembawa acara dan beberapa pelayan mengeluarkan beberapa artefak yang siap untuk di lelang.


“baiklah tidak perlu berlama lama lagi kita akan mulai dari artefak pertama....” lalu pria itu membuka penutup kain dan artefak tingkat arcana pun akhirnya terlihat.


“ini adalah artefak tingkat arcana berbentuk pisau...pisau ini sendiri memiliki kemampuan spesial dan dapat menyerang musuh dari tempat yang sangat jauh lalu memiliki atribut racun dan meningkatkan efeknya...jika musuh terkena sedikit saja maka sudah dapat di pastikan ia akan tewas”


“harga awal senjata ini adalah 10 juta disena” {disena adalah sebutan untuk uang atau kredit di dunia itu}


“ sebelas juta”


“lima belas juta”


“ enam belas juta”


Nampak ada banyak orang yang menginginkan artefak tipe senjata tersebut hingga ada seseorang anak kaya raya yang berpenampilan sangat modis dari salah satu bangsawan menawar dengan harga tinggi.


“dua puluh juta disena”


“ dua puluh jutah disena penawaran untuk adik bangsawan ini...”


“baiklah...saya akan menghitung..satu, dua, tiga..”


“jika tak ada yang menawar lagi maka di putuskan adik ini yang mendapatkannya”


“selamat dik pisau lempar kelas arcana ini jatuh ke tanganmu”