The Day I Became A God

The Day I Became A God
Ch21 Pulau Terbang Dan Sebuah Menara



Akhirnya setelah selesai menyantap makanan yang di sediakan mereka semua berdiri dengan kompak dan menundukkan kepala...


“terima kasih atas makananya kakek kurcaci...kami akan selalu mengingat kebaikanmu” kata priston


“astaga kalian....tak perlu sampai seperti itu”


Lalu Yuno,Aria,Sou dan Tsuru mendekati si kakek kurcaci dan berfoto dengannya...


“ayo kek kita berfoto untuk kenang kenangan” saut yuno


“ahhh...curang para gadis mendahului kita...” akira melanjutkan


“kami juga mau ikutan...” kata gyu


Akhirnya mereka semua berfoto bersama dengan kakek kurcaci yang duduk di tengah tengah mereka.....


“ini kek tiap orang dari kita akan menyimpan satu foto “ lalu yuno memberikan hasil foto itu kepada kakek kurcaci.


“baiklah teman teman sepertinya sudah saatnya kita pergi....kita masih memiliki dua hari yang tersisa dan kita tak boleh menyia nyiakanya” priston berkata sambil memandangi mereka semua


“hem... kau benar ada banyak sekali tempat yang di penuhi harta dan keajaiban di dunia yang sudah rusak ini...jika kalian beruntung kalian akan mendapatkan berkah yang tak terkira” kata si kakek kurcaci


Akhirnya mereka semua berpamitan dengan kakek kurcaci. Ada yang memeluk kakek itu ada yang menciumnya dan ada juga yang mengangkatnya nampaknya mereka semua sangat senang menghabiskan waktu di tempat kakek itu.


Sampai akhirnya kakek kurcaci mengantar mereka kembali ke tempat awal dan berkata...


“hati hati di luar sana sedikit berbahaya...”


“santai saja kek dengan artefak kelas legendaris ini kami akan baik baik saja” tampak gyu sangat yakin dengan kekuatan artefaknya.


“akhirnya mereka bersepuluh memasuki lingkaran sihir dan dengan kekuatan si kakek mereka semua di kembalikan ke luar.


“kakek jaga dirimu ya...”nampak yuno sedikit sedih


“dadah kek kami berharap bisa bertemu denganmu lagi suatu hari nanti..” kata tsuru sambil melambaikan tangannya


“dasar anak anak nakal ...kalian tak di izinkan kembali ke sini...”


“hem...sampai jumpa lagi....aku harap kalian semua baik baik saja di dunia luar”


Akhirnya mereka semua di teleportasikan kembali ke depan pintu besar dekat awal mereka masuk. Dan juna mendapat bisikan dari si kakek untuk menutup kembali formasi aray di sana.


Lalu setelah juna menyegel kembali tempat itu mereka semua pergi meninggalkan tempat tersebut...


“hey juna kemana kita selanjutnya” Akira tiba tiba bertanya kepada juna


“iya benar kemana kita akan pergi”di lanjutkan oleh thor


“hem... aku akan mengikutimu kemanapun itu” gyu melanjutkan obrolan mereka


Lalu setelah di konformasi oleh eva Juna akhirnya menemukan tempat yang sangat menarik.


“baiklah kalian semua ikuti aku...” lalu dengan kerenya juna mulai berjalan sambil di ikuti mereka semua. Dan tak salah lagi mereka semua menganggap juna adalah pemimpin kelompok dan akan mengikutinya kemanpun itu..


“ah..jika saja kita berkumpul lebih cepat mungkin akan ada lebih banyak harta yang kita dapat..” gyu mengsedih


“hem benar sekali... Juna apakah kau mendapatkan banyak harta... dan juga bagaimana caramu mengetahui tempat tempat yang tersembunyi” Akira yang penasaran mulai mengajukan banyak pertanyaan kepada Juna.


“hoi... kalian... jangan membuat juna tak nyaman seperti itu, apapun cara yang dia gunakan asalkan itu untuk kebakan kita semua bukankah kita tak perlu bertanya lebih jauh tentang itu” priston melanjutkan


Setelah mendengar ocehan Priston akhirnya mereka berhenti menanyakan hal hal aneh kepada juna.


Juna sendiri sebenarnya sedikit bingung menjawab pertanyaan dari teman temanya itu dan dia juga tak enak membohongi mereka. Tapi juna berjanji pada dirinya jika suatu hari nanti dia akan memberitahukan kebenaranya pada teman temanya itu.


“sampai...”


Saat ini di hadapan mereka semua hanya ada rumput hijau yang terbentang luas sejauh mata memandang...


“ah..kau ini serahkan saja semuanya pada juna dan jangan banyak omong” gyu melanjutkan


“hemmm benar” yuno tersenyum sambil menatap juna


Di sini nampak teman temanya sangat mempercayai juna....


“hehehe santai saja teman teman yang di katakan thor itu benar memang tak ada apa apa di sini ....tapi jika kita perhatikan lagi akan ada jalan rahasia di tempat ini”


Juna yang menggunakan mata ilahi melihat adanya benang berwarna emas yang tersebar di mana mana tapi ia tetap belum tau apa yang sebenarnya ada di sini dan sedang menunggu eva untuk memberitahunya. Lalu eva tiba tiba mengkonfirmasi...


[juna kumpulkan semua benang benang emas ini]


“heh... untuk apa dan juga benang ini ada banyak sekali akan sangat sulit mengumpulkan semuanya”


[santai saja kau hanya harus memegang satu helai benang dan mengalirinya dengan mana lalu sisanya serahkan padaku]


“baiklah aku mengerti “lalu juna meraih sehelai benang yang seperti terjatuh dari atas ketinggian dan mengalirinya dengan mana.


Lalu tak lama kemudian benang benang yang lainnya mulai mendekat ke arah juna dan itu semakin banyak sampai akhirnya teman teman juna dapat melihat cahaya yang di pancarkan benang itu.


“wah.. juna apa yang sedang kau lakukan..bagaimana caranya kau mendapatkan benang bercahaya itu” saut Priston


“saintai saja dan amati”


Sampai akhirnya seluruh benang terkumpul dan eva mengkonformasi.


[Juna spertinya semua benang sudah menyatu sekarang saatnya kau menarik benang itu


gunakan seluruh Kekuatan mu]


“baiklah. “


lalu juna menarik benang yang bercahaya itu dan teman temanya yang melihat juna kesusahan juga ikut menariknya.hingga akhirnya mereka semua bersama sama menarik benang emas itu dan setelah beberapa jam menarik akhirnya mereka melihat sebuah pulau terbang dan sebuah kastil kecil dan menara yang sangat besar di atas pulau tersebut.


“wah kelihatan..” kata Aria


“itukan sebuah pulau..” lanjut Tsuru


“benar dan ada sebuah menara di atasnya..” akira melengkapi


Mereka yang melihat itu akhirnya menarik dengan lebih kuat lagi hingga akhirnya pulau terbang itu mendekat dan terlihat seutuhnya.


“hah... capek sekali...” gyu terduduk kelelahan


“astaga aku tak menyangka jika hanya menarik benang ini akan sangat melelahkan”thor terduduk sambil menghela nafas


Lalu juna berbicara dalam hatinya bahwa tentu saja mereka semua kelelahan karna bukan hanya menarik, tapi mana mereka secara tak sadar juga ikut terhisap oleh benang itu dan eva sendiri tak terlalu mengharapkan teman teman juna ikut membantu karna itu akan membuat mereka kelelahan.


Berbeda dengan juna yang memiliki banyak mana dan juga artefak kelas legendaris yang dengan sendirinya menyerap setiap energi yang ada di sekitar juna dan terus menyalurkanya padanya.


“hiuh.... baiklah teman teman apakah ada yang ingin ikut denganku ke atas sana?”


“sebentar..biarkan kami beristirahat dahulu..”


gyu mengambil nafas sambil berbaring


“benar sekali...kau.. kenapa kau terlihat tak kelelahan sih juna” kata akira


“benar bagaimana caramu bisa menjadi sekuat ini sih..” Yuno menatap juna yang terlihat sangat santai


“heheheh itu rahasia”


Akhirnya juna memutuskan menunggu mereka semua beristirahat terlebih dahulu untuk memulihkan tenaga karna kata eva mereka tak akan tau apa yang menanti di atas sana jadi lebih baik mempersiapkan segala sesuatu terlebih dahulu.