
Pagi harinya saat bagun juna langsung bersiap siap menemui kepala desa Roa. Juna sendiri sambil menuju rumah kepala desa ia sekaligus berkeliling desa sambil menyapa beberapa penduduk.
Nampak banyak orang yang ia temui mengingatkanya pada kenangan lama saat ia masih kecil. Desa roa sendiri adalah desa kecil di paling ujung barat benua pangea dan tak ada yang menarik tentang desa ini.
Selain transportasi yang sulit desa ini sendiri juga tak memiliki keunikan khusus tapi karna itu juga membuat desa roa menjadi desa yang sangat indah karna pemandangan di sini masih sangat alami. Sampai akhirnya juna sampai ke rumah kepala desa. Rumah itu sendiri hanya sedikit lebih besar dari rumah pendududk yang lainnya.
“hem....sepertinya rumah pak afro juga sama tak mengalami banyak perubahan.” Juna bicara dalam hati karna saat kecil ia sering mampir ke sini dan bermain dengan anak kepala desa yang sebaya dengannya.
“permisi...pak afro...saya arjuna ada yang ingin saya bicarakan dengan bapak” tapi beberapa kali juna memanggil tetap saja tak ada jawaban dari dalam rumah. Sampai akhirnya nampak seorang gadis muda kembali dari pasar sambil membawa belanjaan.
“heh..juna.. apa itu kau” nampak gadis itu langsung mengenali juna dan sedikit tersenyum padanya.
“yui....sudah lama sekali ya....apa kabarmu” juna yang melihat teman masa kecilnya itu langsung membalas senyumannya.
“aku baik baik saja, sejak kapan kau kembali dan ada keperluan apa kau datang ke sini?.”
“ohh... aku baru kembali kemarin dan aku ingin bertemu dengan ayahmu”
“hem...masuklah dulu, ayahku saat ini sedang sakit dan sedang istirahat setelah minum obat jika kau ada perlu aku akan membangunkannya”
“heh...jadi pak afro sedang sakit...sakit apa ayahmu..”
“biasalah penyakit orang tua, dia selalu saja memaksakan dirinya dan karna itu penyakitnya kambuh lagi dan sekarang sedang istirahat”
“hem..”
“ayo masuk...”
Akhirnya juna masuk kedalam rumah kepala desa dan juna juga tau kalau sebenarnya yui bukan anak kandung pak afro. Yui sendiri adalah anak dari salah satu warga desa yang di angkat menjadi anak pak afro setelah kedua orang tuanya meninggal akibat di serang oleh monster saat sedang dalam perjalanan berdagang.
Di dalam rumah hampir sama seperti dahulu hanya saja saat ini di hadapan juna ada seorang teman masa kecilnya yang sudah dewasa dan perubahan pada tubuh yui membuat juna sedikit terpesona.
“ehh....padahal baru dua tahun tapi sudah berubah sederastis ini....wanita remaja memang mengerikan” juna bicara dalam hati sambil menelan ludahnya karna melihat lekukan tubuh yui yang sangat seksi.
“he..apa yang kau lihat...dasar cabul” yui yang menyadari juna menatap tubuhnya hanya memandangnya dengan tatap sinis.
“tunggu sebentar aku akan membangunkan ayah”
Akhirnya setelah beberapa saat pak kepala desapun turun dari kamarnya dan bertemu dengan juna.
“oyah... sepertinya ada tamu spesial hari ini”nampak kepala desa berjalan di bantu oleh yui di sampingnya.
“selamat pagi pak....lama tidak bertemu”
Juna yang melihat pak afro langsung berdiri dari tempat duduk dan menyapanya. Di sana akhirnya mereka bertiga mengobrol dan nampak ayah dan anak itu sangat terkesima oleh cerita yang juna ceritakan tentang dua tahun ia bersekolah di akademi asgard sampai akhirnya pembicaraan mereka memasuki intinya.
“ ahahahah..kau bena benar hebat juna ,semoga saja pencapaianmu itu bisa membantu desa ini” nampak kepala desa tersenyum tipis sambil mendengar cerita juna.
“ hehehe dan sebenanya kedatangan saya ke sini juga untuk itu pak” lalu tiba tiba saja juna mengeluarkan sebuah kartu kredit dari cincin ruangnya dan memberikannya pada pak afro dan saat pak afro melihat nominal uang yang ada di sana seketika itu ia terjungkil balik dari kursinya dan membuat panik juna dan yui.
“ha....kau..apa kau serius”nampak pak afro masih tak bisa menerima kebenaran itu.
“iya aku serius dan dengan uang itu semoga bisa membantu warga desa roa dan aku berjanji di masa depan nanti aku akan memberikan lebih dan bersama sama kita akan membuat desa ini lebih damai sejahtera lagi heheheh” juna hanya cengengesan sambil memberikan kredit sebesar sepuluh miliar pada kepala desa.
“aku tau kau anak yang baik...tapi uang sebanyak ini tak bisa kau berikan kepadaku begitu saja, apa kau tak takut aku membawa lari uang ini...”
“aku percaya kepada pak kepala desa dan sejak kecil aku juga sudah sering melihat bapak membantu setiap warga yang sedang kesusahan dengan ikhlas bahkan keluargaku dulu juga pernah bapak bantukan..”
“oh... dan juga jika bapak ada kesulitan dalam memanagemen uang itu untuk keperluan desa saya akan mengenalkan bapak pada seseorang yang akan membantu dan aku menjamin kalau bantuanya akan sangat berguna untuk kita semua”
“hem... jika kau sudah memikirkannya sejauh itu maka saya hanya bisa percaya....dan juga berapa lama kau akan tinggal di desa ini.”
“sepertinya aku hanya bisa tinggal semalam satu bulan dan nantinya aku akan kembali ke akademi.”
“oke...baiklah saya akan membuat pengumuman sesegera mungkin dan mengumpulkan seluruh warga desa dan dengan itu kita akan bersama sama memperbaiki desa yang sudah tua ini.” Nampak senyum pak afro terpancarkan dengan sangat hangat. Pak tua itu yang sedang sakit tiba tiba saja menjadi lebih bersemangat.
“ayah...kenapa buru buru ayahkan sedang sakit....lebih baik istirahat dahulu”
“santai saja anakku....sekarang aku merasa lebih sehat setelah mengetahui kalau desa ini akan segera berubah lebih baik lagi."
Lalu tak selang beberapa hari seluruh warga di kumpulkan dan kepala desa resmi memberitahukan kalau juna telah menyumbangkan disena senilai sepuluh miliar untuk membangun desa dan dengan uang itu para penduduk di bantu orang dari alfonso grub mulai memperbaiki desa yang sudah tua itu.
Mereka mula memperbaiki jalan yang rusak, membangun ulang rumah warga yang sudah rusak, memperbaiki sekolah bahkan puskesmas desa juga di bangun ulang dan menjadi lebih besar.
Dalam sebulan yang sibuk itu nampak seluruh penduduk desa roa berbahagia dan saat pesta malam sekaligus pesta untuk merayakan pembangunan desa. kepala desa mengumumkan pensiun dari jebatannya dan menunjuk ayah juna sebagai kepala desa yang baru dan semua warga juga setuju tanpa terkecuali lalu mereka semua menghabiskan malam hari itu dengan berdansa dan berbahagia bersama.
“hem..kak juna bisakah aku menjadi seorang devian seperti kakak?.” Nampak banyak anak kecil mulai mengerubungi juna. Mereka semua bersemangat karna juna selalu pamer kekuatanya pada anak anak dan ia sengaja melakukan itu agar mereka tertarik untuk menjadi sepertinya.
Di dalam hati juna sendiri, ketika waktunya tiba dia akan mendidik anak anak desa roa agar bisa menjadi seorang devian, itu juga salah satu impianya yang telah ada sejak lama.
**************************
Halo saya ada rekomendasi Novel keren buat kalian...
Judul : Tuan Mafia
Karya : selvi_19
Alex hanya seorang anak jalanan, untuk memenuhi hidupnya Alex terpaksa mencuri hingga suatu hari Alex bertemu dengan mafia dan di besarkan di
lingkungan mafia, hingga di umurnya yang ke 30 tahun Alex di angkat untuk mengantikan ayah angkatnya sebagai ketua mafia.
Suatu hari Alex mengetahui siapa kedua orang tuanya dan penyebab
kematiannya, ternyata Alex adalah keturuna dari D’devil, D’devil adalah
anggota mafia yang sudah berdiri puluhan tahun. Sehingga Alex berniat
membalas dendam atas kematian kedua orang tuanya dengan menikahi putri dari pembunuh tersebut.
Laura gadis yang kurang beruntung karena hidup sebagai anak angkat dari
keluarga Gunawan dan lebih menyedihkan lagi ia harus mau menikah dengan
Alex sebagai balas budi karena telah menyelamatkan gunawan
Apakah Alex akan berhasil membalas kematian kedua orang tuanya?
Apakah akan ada cinta di antara Alex dan Laura?
Bagaimana reaksi Alex jika tau Laura bukan putri dari Gunawan?