THE BLACK ROSES

THE BLACK ROSES
I'am Come back Renata



Rishie segera menyelesaikan semua pekerjaaanya, ia lalu menemui nenek di Rumah Sakit.


"Nenek bagaimana keadaanmu?" tanya Rishie saat menghampiri nenek yang sedang terbaring di ranjang.


"Keadaanku baik Rishie, apa masalah bisnismu sudah selesai?"


"Sudah nek, jangan pikirkan masalahku, nemek pikirkan saja kesehatan nenek ya,"


"Ya, tentu tapi apa nenek boleh bertanya sesuatu?"


"Apa?"


"Aku tak sengaja mendengar asistenmu menyebut nama seorang gadis, siapa dia?"


"Jhon? memang apa yang ia bicarakan nek?"


"Tadi aku mendengar dia bicara , bahwa kau akan menjemput sorang gadis bernama Renata, siapa dia?"


Rishie langsung terdiam, ia bingung mau dari mana menjelaskan siapa Renata itu.


"Maaf nek, tapi kalau aku memberi tahu siapa dia, pasti nenek akan sangat tidak menyukainya.


" memang siapa dia? apa dia seburuk itu? sehingga aku tidak akan menyukaianya.


Rsihie pun mengumpulkan keberanian untuk memberi tahu siapa Renata.Jantungnya berdetak sanagat kencang, dia pun memulai ceritanya.


Dia memceritakan semua tentang Renata dari awal hingga ahirnya Renata harus terbelenggu di dunia hitam.


Rishie sangat tegang melihat ekspresi nenek , iya takut nenek tidak akan memberikan restu.


"Kalau begitu di mana dia?"


"Dia ada di Mexico nek."


"Lalu kenapa kau masih di sini?"


"Maksud nenek?" Rishie bingung dengan kata - kata nenek.


"Kau ini sudah besar, tapi masih saja seperti anak kecil, " ejek nenek.


"Nenek, ayolah...katakan maksudmu?" Rishie merajuk.


Nenek pun tertawa melihat kelakuan sang cucu, ia lalu menggengam tangan cucu kesayanganya. Ia juga membelai kepala Rishie.


"Nak..dengarkan baik- baik, semua di dunia ini tidak ada yang sempurna. Dan kehidupanya yang kelam bukankah itu bukan keinginanya?"


Rishie masih mencerna setiap kata- kata nenek, ia bingung apakh nenek memeberi restunya pada dia dan Renata.


"Rishie.., jangan buang kesempatan ini, tuhan telah mepertemukanmu dengan gadis itu?"


"lalu kenapa kau tak segera menjeputnya? tunggu apalagi sayang?"


"Nenek terimakasih, baik aku akan segera menjeputnya," Rishie mencium kening nenek.


Dengan senyum lebarnya ia segera memberi tahu sang asisten, untuk mengatur keberangkatanya ke Mexico.


Rishie lalu berpamitan pada neneknya, dan pergi dari ruangan nenek. Dengan penuh semangat Rishie berjalan keluar darinRumah Sakit menuju rumah, untuk mengambil beberapa barang yangbia perlukan.


*Rumah Sakit.


" Kau pantas menemukan kebahagiaanmu nak, dan mungkin dia lah yang tuhan kirim untuk menjadi pendampingmu. Aku tak akan menghalangi kalian meski gadis itu berasal dari dunia hitam, tapi aku percaya dia adalah jodoh yang tuhan kirimkan," ucap nenek.


"Tuhan..ampuni semua kesalahanku di masa lalu, yang menghalangi cinta putriku sehingga membuat hidupnya dan cucuku menderita , tapi aku berjanji untuk kali ini aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama."


"Berikanlah cucuku kebahagiaan tuhan ,sudah lama ia selalu mengalami banyak penderitaan,izinkan dia bahagia tuhan..." nenek menangis, dan berdoa untuk Rishie.


Suamiku..lihatlah cucu kesayanganmu yelah menemukan jodohnya.


Kakek rishie telah meninggal 3 tahunnyang lalu karena penyakit jantungnya, dan mulai saat itu nenek adalah satu- satunya keluarga yang masih hidup bagi rishie.


*Rumah.


Rishie sudah mengemas semua kebutuhanya ke koper, ia langsung pergi menuju bandara.


"Jhon tolong jaga nenek jika ada masalah kabari aku," ucap Rishie saat turun dari mobil.


"Baik tuan, tenanglah aku akan menjaga nenek, semoga semua berjalan lancar tuan."


"Terimakasih jhon."


Rishie pun berjalan menuju bandara, ia menaiki pesawat menuju tempat di mana ada wanita yang di rindukanya selama 2 tahun terahir.


*Mexico


Rishie tiba di bandara setelah menempuh jarak yang lumayan untuk menemui,wanitanya.


Senyum di wajahnya pun masih terlihat, entah perasaan apa yang di rasakan Rihsie, rasa yang pada awalnya hanya dilandasi kasihan kini setelah 2 tahun berlalu berubah menjadi rasa yang rishie sekalipun tak mengetahuinya.


Rishie langaung menaiki sebuah mobil sport yang sudah di siapkan anak buahnya, karena jhon sang asisten telah menyiapkan semua, sampai hal terkecil pun ia siapkan untuk sang bos.


*Club


Hari ini rose mendapatkan job, seperti biasa ia menjalankan tugasnya secara profesional.


Saat jam menunjukan pukul 03.00, rose kembali ke kamarnya, tugasnya pun telah ia selesaikan.Seperti biasa ia membersihkan diri dan setelah selesai ia membaringkan tubuhnya di ranjang.


Mata rose pun terpejam setelah merasakn lelah, semalaman menemani sang lelaki,menuntaskan nafsunya.


Dinginya malam yang hamir pagi ini menemani rose masuk ke dunia mimpinya.


Pagi pun datang menggantikan malam, sinar mentari siap membangunkan penghuni bumi.


Rose membuka matanya,entah kenapa pagi ini matanya ingin terbuka secepatnya. Padahal ia belum lama terpejam, namun matanya susah dipejamkan.


Ia bangkit dari ranjang menuju kamar mandi untuk membasuh muka. Setelah itu ia keluar dan berjalan ke ruang makan.Ia mencoba membuat sesuatu yang bisa di makan.


Setelah selesai dengan acara memasaknya, ia mencoba memakanya namun entah mengapa hari ini perutnya tak mau di isi, selera makanya mendadak hilang.


Tanpa di sadari ada sepasang mata yang memperhatikan rose yang sedang mencoba memasukan makanan ke dalam mulutnya.


"Ga usah di paksa!"


Mendengar ada seseorang yang berbicara membuat rose menoleh melihat siapa yang berbicara.


"Jessy"


"Kenap tak nafsu makan?"


"Hmm"


"kenapa di paksa? "


"Sudahlah jangan di pikirkan, aku tadi ke kamarmu tapi kau tak ada,"jessy berucap, sambil menarik kursi di sebelah rose.


"Ya aku terbangun tadi, jadi aku setelah mbasuh muka aku pergi kemari."


"Bukankah kau barusaja bertugas semalam, dan kau barunkrmbali ke kamarmu dini hari?" tanya jessy penasaran.


"Kau benar jessy, aku juga tak tahu tiba - tiba aku terbangun, dan mataku tak mau di pejamkan lagi, padahal aku baru tidur pukul 04.00."


"Sudahlah renata jangan di pikirkan, oh..ya madam mencarimu? .


Rose pun bangkit dari kursi, ia meninggalkan jessy yang sedang, menghabiskan makanan yang ia buat tadi.


*Ruangan madam


Rose sudah duduk, di kursi setelah di persilahkan masuk oleh madam. Madam pun duduk di kursi kebesaranya, dan bagi rose hari ini madam pun sangat berbeda.


"Rose aku memaggilmu ke sini, untuk mberi tahu bahwa nanti malam kau harus menemani tamu ku," ucap madam.


"Ta..tapu..madam, bukankah semalam aku baru saja melaksanakan tugas?" jawab rose bingung.


"Aku mengerti rose, tapi dia adalah tamu penting, dan kalau kau menolaknya habislah aku."


"Maksud madam?" tanya rose panik.


"Dia hanya menginginkan mu, dan kalau kau menolak..." kata - kata madam terputus.


"Apa..? madam kenapa kau tak melanjutkan kata - katamu?"


"Rose..dia akan menghancurkan bisnisku," jawab madam dengan siara lirih.


Rose terdiam ia berfikir apa uang harus ia lakukan?


"Rose.."


Suara madam membuyarkan lamunan rose.


"Maaf kalau aku sedikit memaksamu, tapi dengar baik - baik rose, kalau kau berhasil membuatnya puas malam ini aku janji malam ini juga aku akan membebaskanmu, tapi jika malam ini kau menolaknya aku akan mengurungmu seumur hidupmu rose, karena aku pastikan kalau kau menolalnya semua usaha yang aku bangun akan hancur seketika. Dan itu artinya kau ku jadikan budaku seumur hidupmu untuk menebus kehancuranku, apa kau mengerti rose?"


setelah berfikir lama , ia memutuskan untuk menuruti semua keinginan madam.


"Madam...baiklah..aku akn menurutimu, tapi apa janjimu bisa aku pegang?"


"Rose, aku tak pernah mengingkari janjiku!"


" Kalau begitu beri tahu dia, aku akan menurutimu."


Madam tersenyum dengan jawaban rose, ia sangat puas meski setelah ini ia akan kehilangan aset paling berharga, yang sudah banyak memberinya banyak kekayaan dari hasil kerja rose.


" Terimakasih rose kau menyelamatkanku, aku percaya kau akan berhasil malam ini."


"Doakan aku madam."


Hari pun berlalu dengan cepat, kini langit yang tadinya terang telah berubah menjadi gelap.


Rose telah siap dengan gaun yang tadi siang madam kirimkan ke kamarnya, ia juga memoleskan make up sederhana namun sangat serasi dengan gaun yangnia kenakan.


Rose masih berdiri di depan cermin, dalam hatinya entah apa yang ia rasakan, madam berjanji jika malam ini ia berhasil ia akan di bebaskan.


Ia sedikit gugup, pasalnya madam bilang kali ini lelaki yang menginginkanya orang yang sangat penting.


"Rose..."


Rose menoleh, di lihatnya jessy tetsenyum ke arahnya.


"Kenapa? kau begitu gugup," tanya jessy pada rose.


"Entahlah jessy kenapa rasa ini berbeda, padahal aku sudah sering melayani mereka namun malam ini aku lerasakan hal yang nerbeda."


"Tenanglah, aku yakin dia lelaki yang berbeda, tapi aku juga yakin madam tidak akan membuatmu celaka."


"Ya jessy..aku tahu, terimakasih kau selalu ada untuk ku, dan jika malam ini aki berhasil madam janji akan membebaskanku, itu artinya aku akan berpisah denganmu jessy..." ucap rose sambil memeluk jessy.


"Bukankah itu bagus, kenapa kau sedih berpisah denganku? bukankah ini keinginanmu?"


"Jessy iya aku bahagia jika aku bisa keluar dari sini, tapi aku akan kehilangan teman sepertimu."


"Hahaha renata..kau bodoh!! jika kau bisa terbebas dari sini, bukankah suatu saat kau bisa membebaskan ku juga?"


"Kau benar jessy,baiklah..aku berjanji suatu saat aku akan membebaskanmu."


Setelah melewati drama bersama sahabatnya, rose mengikuti madam pergi ke ke sebuah tempat yang sudah di tentukan si lelaki misterius yang menjadi tamu penting madam.


Merekanpun sampai di sebuah kawasan apartemen mewah, madam mengantarkan rose sampai di depan sebuah unit apartemen.


"Rose masuklah, dan ingat jangan membuatnya kecewa apa kau mengerti?"


"iya madam."


Madam segera pergi setelah memastikan rose masuk ke dalam.


Rose pun telah memasuki unit apartemen itu, namun di dalam ia tak menemukan seseorang.


Rose pun duduk di sofa mencoba menenangkan jantungnya yang dari tadi


berdetak tak karuan. Ia menarik nafas dalam dan membuangnya secara perlahan.


"Kenapa rasa ini sama seperti saat aku bertemu denganmu," ucapnya dalam hati.


Dan saat rose masih sibuk dengan pikiranya, tiba ' tiba muncul sesosok laki - laki dari lantai dua, lelaki itu melangkah menuruni tangga , wajahnya dintutup sebuah topeng yang membuat rose penasaran.


Lelaki itu pun mulai mendekati rose, yang sedari tadi gugup.


Lelaki itu pun tersenyum manis pada rose, senyumnya sangat ajaib karena dengan seyumnya rose seketika merasa tenang.


Rose pun bertanya - tanya dalam hatinya siapa lelaki yang ada di hadapanya? kenapa senyumnya membuat hati rose merasa tenang.


Dan lelaki itu perlahan membuka topeng yang menutupi wajahnya, seketika wajahnya terlihat. Namun rose terdiam melihat sosok yang ada di depanya.


"Kauu.."


BERSAMBUNG..


**❤Hai kawan aku ga bosen ngingetin kalian, jangn lupa like ya dan aku ucapkan banyak terimakasih untuk kalian yang berkenan mapir ke sini.


dan coba mampir ke karya baruku ya SARANGHEYO MISS NGAPAK yang baru eps pertama.


see you💋💋


@mak asihleta**.