
Hai kawan alhamdulillah dengan dukungan kalian aku bisa up tiap hari. Alu tak masalah jika karyaku ini masih sepi. Tapi aku akan selalu berusaha menyajikan yang terbaik buat kalian yang masig setia menanti ceritaku. Terimakasih banyak ya buat kalian yang selalu menantiku..lope you utuk kalian semua๐๐๐
Happy reading๐
______________________________________
Cessy yang melihat sahabatnya melamun menjadi bingung, ia terus berfikir apa yang membuat Rose melamun ketika ia menyebut kota Mexico city?. Akhirnya setelah lama berfikir Cessy pun menyadari bahwa semua itu ada hubunganya dengan suami Rise.
"Apa dia juga pengusaha," tanya Cessy.
"Hmm," jawab Rose sambil tersenyum.
"Apa! benarkah? siapa namanya Rose?" tanya Cessy antusias.
"Rishie Edward," ucap Rose sambil mengerjakan pekerjaanya.
"Apa! Ri-Rishie Edward?" ucap Cessy terbata.
"Kenapa Cessy, apa.da yang aneh?"tanya Rose penasaran.
"Oh, tidak Rose, kau tahu siapa Tuan Rishie itu? dia adalah pengusaha sukses di usia muda. Dan kau tahu, dia juga di kenal kejam.Tapi, kenapa kau bisa menikah denganya?"tanya Cessy bertubi-tubi pada Rose.
"Ceritanya panjang,apa kau mau mendengarnya?" tanya Rose. Ia ingin menceritakan semua pada Cessy, karena ia sudah menganggap Cessy adalah saudaranya seperti Jessy.
Rose pun memulai ceritanya, dari penderitaanya bersama Ibu yang di lakukan Ayah tirinya. Sampai ia berakhir di sebuah klub malam, dan bekerja menjadi wanita malam. Rose juga menceritakan kenapa ia bisa menikah dengan Rishie, dan harus berpisah dengan Rishie.
Cessy diam mematung, menutup mulutnya dengan kedua telapak tanganya Air matanya pun tak bisa ia bendung. Hatinya merasa sakit mendengar semua kisah Rose. Ia tak menyangka kehidupan Rose sangat berliku seperti itu.
Cessy pun memeluk tubuh Rose, sedang Rose tersenyum melihat tingkah sahabatnya itu. Namun ia juga tak bisa membohongi hati kecilnya, tanpa ia sadari air matanya pun mulai membasahi wajah cantiknya.
"Rose, aku menyayangimu," ucap Cessy masuh memeluk Rose.
"Aku juga Cessy, sangat menyayangimu, terimakasih sudah mau mendengarkan semua kisah ku yang kelam," ucap Rose
Pagi itu mereka larut dalam kesedihan, dan tanpa mereka sadari ada seseirabg yang memperhatikan dan mendengarkan semua kisah Rose. Ia mengepalkan telapak tanganya, bahkan darahnya pun seakan mendidih, saat mendengar Ross di jebak dan suaminya malah mempercayai wanita lain.
Marvin Miller, seorang lelaki yang selama empat bulan ini menjadi pengagum rahasia Rose. Ia adalah pemilik kafe, di mana Rose bekerja. Awal kedatangan Rose Marvin tak terlalu memperhatikanya, namun seiring berjalanya waktu Marvin mulai tertarik pada Rose. Kecantikan Rose yang begitu alami, di tambah keramahan Rose pada semua orang.
Marvin adalah orang yang selalu mengirim bunga pada Rose setiap hari. Ia belum bisa mengatakan atau mengungkapkan isi hatinya pada Rose karena takut Rose akan menolaknya. Ia cukup mengagumi Rose dari jauh, namun semua berubah saat ia mendengar langsung kisah hidup Rose.
Ia berjanji akan melindungi Rose dari suaminya, ia tak takut meski ia tahu siapa suami Rose, dan kini mereka bahkan masih berstatus suami istri yang sah. Bagi Marvin ia hanya ingin melindungi Rose dari orang-orang yang akan menyakiti Rose.
Mexico city.
Rishie sedang sibuk dengan berkas-berkasnya, ia memang sangat profesional saat bekerja. Ia tak pernah mencampurkan urusan bisnis dan urusan pribadinya, itulah yang membuat Rishie tetap berjaya meski nasib rumh tangganya di ambang kehancuran.
James mengira dengan perginya Rose dari hidup Rishie akan membuat lelaki itu terpuruk dan ia bisa menghancurkan Rishie dengan sangat mudah. Namun kini nasib baik tak berpihak padanya. Justru karena kepergian Rose, Rishie berubah menjadi seorang Rishie seperti yang dulu. Rishie yang tak mempunyai belas kasih pada siapapun. Sosok Rishie berubah seratus delapan puluh derajad, dari Rishie saat hidup bersama Rose.
TOK, TOK,TOK.
Dengan hati-hati, Jhon mengetuk pintu ruangan Rishie, ia takut mengganggu Bos besarnya itu. Mendengar suara pintu ruanganya di ketuk,Rishie pun menyuruh orang itu masuk. Jhon pun memasuki ruangan Bosnya.
"Maaf Tuan, ada minggu depan ada acara pertemuan dengan beberapa kolega, yang akan di adakan di Puebla," terang Jhon pada Rishie.
"Baiklah, atur saja semua jadwalku Jhon," jawab Rishie yang nasih setia dengan laptopnya.
"Baik Tuan, saya permisi," ucap Rishie selbari pamit meninggalkan ruangan Bos besarnya.
Jhon juga tak lupa menghubungi Jessy, memberi, tahu, jika kalau dari hasil penyelidikanya selama empat bulan terakhir, ia sudah menemukan keberadaan Rose. Dan ia juga sengaja meminta pada rekan bisnis Bosnya, bahwa pertemuan akan di adakan di kota Puebla, di sebuah kafe ternama di sana.
"Hallo, " suara Jessy di sebrang sana.
"Hallo, Jessy minggu depan kita akan menemui Nyonya Rose jadi kau harus ikut," ucap Jhon semangat.
"Benarkah Jhon, baik akan ku siapkan semua dari sekarang," jawab Jessy tak kalah semangat dengan Jhon.
Jhon pun tersenyum lebar, akhirnya a bisa juga membantu Bos besarnya. Ia berharap mereka akan bersatu kembali, seperti ia dan Jessy, yang bersatu karena mereka.
Puebla.
Hari pun berganti, waktu terasa berjalan begitu cepat untuk Rose. Hari ini adalah hari di mana Rose tak menginginkanya. Namun ini adalah pekerjaanya, jadi mau tak mau ia harus profesional.
Pagi ini Rose sudah datang ke kafe. Menyiapkan semua seperti perintah Cessy. sebelum ia datang ke kafe Rose telah mendandani dirinya agar tak di kenali siapapun. Ia menggulung rambut panjangnya, dan memakai kacamata tebal yang menempel pada wajahnya.
Jam pun berlalu dengan cepat, kini tamu pun sudah mulai berdatangan. Rose dengan penuh kecemasan berdiri di deoan pintu menuambit tamu-tmu yang datang. Jantungnya pun berdetak sangat kencang, keringat dingin pun mulai meluncur pada tubuh Rose. Ia masih tak siap jika bertemu dengan Rishie, itulah alasanya menghindar sejauh mungkin dari Rishie, walau hatinkecilnya selalu menghianatinya.
Sebuah mobil mewah pun berhenti di parkiran kafe, sesosok lelaki dengan stelan jasnya yang membuat ia sangat menakjubkan, keluar dari mobil tersebut. Ia berjalan ke arah pintu masuk kafe, dengan di ikuti asisten dan anak buahnya.
DEG.
Jantung Rose berdetak sangat kencang saat melihat seseorang yang sangat amat ia rindukan, namun ia tetap menjaga penyamaranya agar tak gagal. Rishie pun masuk dengan Jhon dan juga Jessy di belakangnya. Langkah Rishie berhenti saat melihat sosok wanita yang menyambutnya, mata keduanya pun saling menatap, meski terhalang kaca mata tebal yang menghalangi pandangan mereka.
Rishie merasa ada hal yang berbeda saat menatap wanita itu, Rose yang di pandang Riahie sepwrti itu pun panik. Ia takut penyamaranya akan gagal. Jessy yang sangat mengenal Rose pun sangat tahu jika wanita berkacamata tebal yang menyanbut mereka adalah Rose.
BERSAMBUNG.
Hai kawan jangn lupa abis baca beri dukungan untuk author. drngan cara tekan llike..ya..terimaksih..๐