THE BLACK ROSES

THE BLACK ROSES
Ketika jarak memisahkan.



Hai kawan TBR, Aku up lagi nih.


Happy reading😘😘


_____________________________________


Rishie terus berteriak mengusir para wanita yang ia bawa ke rumah. Ia memang selalu melampiaskan amarahnya pada minuman dan para wanita malam. Penyealan yang ia rasakan sangatlah besar, meski Rishie melihat sendiri, saat Rose dan Thomas berada di sebuah kamar hotel, saling berpelukan di raniang, tanpa sehelai benang pun menutupi tubuh mereka. Namun entah mengapa ia tak bisa membenci Rose.


Justru kepergian Rose membuatnya menyadari akan rasa yang mulai tumbuh di hatinya. Rasa itulah yang semakin menyiksa Rishie, ia sengaja tak mencari keberadaan Rose, bukan karena ia tak menginginkanya. Namun ia takut Rose membencinya, karena penghinaan yang ia berikan malam itu pada Rose.


Rishie menyerahkan semua masalahnya pada Tuhan, ia berfikir jika mereka masih di takdirkan bersama pasti akan ada jalan yang menyatukan mereka kembali. Namun jika mereka di takdirkan berpisah, maka Rishie harus menerimanay meski rasa sesal kini sudah menguasai hatinya.


Semua yang Rishie jalani sekarang, hanyalah sebuah drama saja. Ia akan terlihat bahagia dan sempurna di mata banyak orang, namun dia akan menjadi orang paling terpuruk saat sendiri. Ia sangat merindukan istrinya.


Istri yang setiap hari ada untuk dirinya. Dari mulai bangun tidur, sampai kembali tidur. Setiap hari pasti selalu ada cerita yang mereka bahas. Dari urusan kantor sampai urusan hati. Rose pun selalu membuat Rishie yang garang berubah menjadi sosok yang lembut.


Senyum Rishie bahkan selalu terpancar dari wajah tampanya. Hari harinya bahkan penuh dengan kebahagiaan, meski ia sadar pernikahan yang ia jalani berawal karena sebuah rasa iba pada Rose. Namun seiring berjalanya waktu rasa iba itu telah berubah.


Tapi, di saat mereka mulai merasakan hal yang sama, ujian pun datang. Kejadian malam itu, membuat sepasang suami istri harus terpisah karena sebuah jebakan.


****


Puebla.


Rose sudah mulai terbiasa hidup di sana. Hidup sendiri tanpa orang-orang yang ia kenal, hanya teman-temanya di kafe saja yang ia kenal. Namun itu semua tak membuat Rose pesismis dalam menjalani hidup, justru ia semakin optimis, meski ia masih terbelenggu akan bayangan Rishie.


"Pagi, Rose," sapa teman kerjanya.


"Pagi Cessy," jawab Rose dengan senyum manisnya.


"Rose apa kau sudah tahu, siapa orang yang sering mengirim bunga untukmu?" tanya Cessy penasaran.


"Ya, bilang saja kalau kau tak pernah bisa move on dari mantan suamimu itu?" ledek Cessy.


"Cessy!" hardik Rose, dengan berkacak pinggang.


Melihat itu Cessy hanya tertawa, ia tahu,bahkan sangat tahu isi hati sahabat barunya itu. Cessy adalah teman yang sudah Rose anggao saudara, oleh Rose. Saat pertama kali Rose datang di kota ini ia tak memgenal siapapun, namun Tuhan memang masih menyayanginya.


Rose di pertemukan dengan Cessy di suatu jalan. Saat itu Cessy mengalami kecelakaan, dan Rose lah yang menolong Cessy, membawanya kemrumah sakit. Meski ia tak saling mengenal.


Untuk membalas kebaikan Rose, Cessy membantu Rose mencari sebuah rumah untuk di tempati. Dan Cessy juga mengajaknya bekerja sebagai pelayan di sebuah kafe, di mana ia bekerja. Meski jabatan mereka berbeda.


Cessy adalah Manager di sana, sementara Rose hanya kariawan biasa. Namun Rose tak pernah menghiraukan soal jabatan. Baginya bisa bertahan itu sudah cukup. Dan dengan Cessy lah Rose membagi semua kisah cintanya yang berujung dengan sebuah perpisahan.


Awalnya Cessy sangat geram akan sikap Riahie, yang tak bisa membedakan sebuah kebenaran. Namun ia menyadari cinta Rose sangatlah besar pada Rishie, Cessy bisa melihatnya dari mata Rose. Hanya saja Tuhan sedang menguji mereka.


"Rose, minggu depan ada acara di sini, mereka adalah para pembisnis yang cukup ternama, tolong kau atur semua, aku percayakan semua padamu," ucap Cessy.


"Oh, ya, aku akan mengaturnya, dari mana asal mereka?" tanya Rose penasaran.


"Mexico city," jawab Cessy.


Rose mematung mendengar kota yang penuh kenangan bersama Rishie, Cessy sebut. Cessy yang menyadari perubahan Rose, mendatanginya, ia mencoba menyadarkan Rose dati lamunanya.


"Rose, apa kau baik-baik saja," tanya Cwssy cemas.


"Ah, iya, aku baik-baik saja Cessy," jawab Rose gugup, sebenarnya ia takut jika para pembisnis yang di sebut Cessy, adalah Rishie.


Jangan lupa ya abis baca telan like. tetimakasih.😊😊😘😘😘