THE BLACK ROSES

THE BLACK ROSES
Tragedi. (membawa berkah)



Hai kawan TBR, apa kabar semua, maaf aku baru muncul. Apa ada yang menanti Rose dan Rishie? semoga saja ada yang merindukan mereka. aku minta maaf buat kalian yang menungguku, (kalu ada hehehe). Tak apa jika tak ada yang menantiku, buat kalian yg masih menanti jangan lupa ya, tinggalkan jejak kalian. Terimakasih.


Happy reading😙😙


Back to story.


-------------------------------------------------------------


Rishie sangat bersemangat ketika tahu asitenya itu telah menemukan alamat Rose. Ia menuruti semua perkataan Jhon, semua rencana pun mulai di rancang. Kali ini ia tak akan membiarkan Rose pergi lagi dari hidupnya. Rasa yang semakin hari menyiksanya pun sudah mulai ia sadari, ia bahkan ingin sekali segera mengungkapkan rasa itu pada istrinya.


Meski dalam hatinya masih sakit atas peristiwa malam itu, ia memilih berjuang untuk rasa yang selalu menyiksanya. Sebenarnya ia ingin sekalipercayai Rose, bahwa malam itu hanyalah sebuah jebakan. Namun ia menjadi ragu karena Thomas mengatakan jika semuanya adalah nyata, mereka melakukanya atas dasar cinta. Cinta yang pernah ada di antara mereka, ucapan Thomas sungguh membuat Rishie tak mempercayai perkataan Rose, dan membuatnya harisbkeholangan istri tercintanya. namun kali ini ia tak akan memperdulikan perkataan Thomas.


Entah benar atau tidak, tentang malam itu, baginya yang terpenting adalah perasaanya. ia ingin segera mengungkapkanya pad Rose, dan ingin memulai semua dari awal lagi.


***


Sementara di tempat lain James yang sudah mengetahui bahwa Rishie sudah bertemu dengan Rose, terlihat sangat panik. Ia berusaha menghubngi Rahcel, untuk menjalankan rencana selanjutnya. Ia tak mau Rose dan Rishie bersatu lagi, sudah susah payah ia merencanakan semuanya, ia tak mau usahanya sia-sia.


Tal lama Rahcel pun datangnke tempat di mna James sudah menunggunya. "Ada apa?" tanya Rahcel ketika sampai di meja James.


"Gawat, mereka telah bertemu, kita harus merencanakan sesuatu. Jangam sampai mereka bersatu lagi," ucap James penuh kekhawatiran.


"Baiklah Tuan, kita akan melancarkan rencana ke dua," ucap Rahcel dengan tenang.


"Baiklah, aku serahkan semua padamu, Nona."


"Baiklah, kalau begitu saya permisi Tuan," pamit Rahcel meninggalkan kafe tersebut.


***


Puebla.


Rose masih sibuk merapikan kafe yang akan segera tutup, jam pun sudah menunjukan pukul sebelas malam. setelah semua rapi, Rose pun menutup kafe tersebut, ia kemudian meninggalkan kafe bersama teman kerjanya menggunakan motor temanya. Namun mereka berpisah di persimpangan, Rose pun melanjutkan perjalananya dengan berjalan kaki. Itu biasa ia lakukan karena jarak rumahnya tak terlalu jauh.


Saat Rose melewati jalanan yang sepi, ia melihat seorang lelaki pingsan di jalan. Ia pun memneranikan diri mendekati lelaki itu, saat jarak sudah dekat Rose melihat lelaki itu seperti baru saja bekelahi, karena banyak luka memar di wajah dan badanya. Rose pun lebih mendekat ke arah lelaki itu, ia sangat terkejut, saat melihat wajah lelaki itu. Wajah yang sudah tak asing baginya.


Rishie masih diam menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya. Ternyata rencana Jhon gagal, rencana awal memang Jhon menyewa beberapa preman untuk berpura-pura merampok Rishie dan sedikit membuat bosnya itu lecet. Agar bosnya bisa mendapat sedikit perhatian dari istrinya. Namun semua gagal, sebelum para preman sewaan Jhon datang, Rishie sudah di rampok terlebih dahulu. Rishie tak melawan? karena ia mengira mereka adalah orang suruhan Jhon.


Tapi sampai detik itu bahkan Jhon belum datang juga ke tempat di mana Rishie sudah tak berdaya. Sampai Rose menemukanya. Rose sangat panik, melihat lelaki yang ia cintai terluka dan tak berdaya. Ia berusaha membawa Rishie ke rumahnya yang tak jauh dari tempat itu, dengan memapah tubuh besar Rishie.


Dengan susah payah Rose berhasil membawa Rishie ke rumahnya. Ia membaringkan Rishie di ranjang kecilnya. Ia segera pergi ke dapur mengambil air hangat, untuk membersihkan luka Rishie. Dengan perlahan ia membersihkan luka suaminya, tak terasa air matanya pun jatuh membasahi wajah cantiknya, karena melihat Rishie kesakitan, saat lukanya ia bersihkan.


"Apa yang terjadi? sehingga kau terluka seperti ini?" ucap Rose lirih. Setelah lukanya di bersihkan, Rose pun mengoleskan salep ke luka Rishie. ia juga menyelimuti Rishie. Sedang ia memilih duduk di samping ranjang, dan tanpa sadar ia mulai memejamkan matanya.


Pagi pun datang, sang mentari sudah siap menerangi bumi dan memberi kehangatan di pagi yang masih terasa dingin ini. Apalgi untuk kedua sejoli ini, yang baru saja bertemu. Perlahan Riahie membuka matanya, ia menyapu seisi ruangan, namun ia tak mengenali tempat tersebut. Namun pandanganya terhenti saat melihat seorang wanita tengah tidur di kursi, dengan membungkuk, setengah badanya ia sandarkan di ranjang dengan lengan sebagai bantalan.


Rishie semakin membelalakan matanya saat melihat wajah wanita itu. Ia lalu teringat akan kejadian semalam, saat ia di rampok. Bahkan sampai saat ini ia belum bisa menghubungi Jhon, karena ponselnya pun ikut di rampok. Ia lalu bangkit dari ranjang itu, meski masih merasa sakit di sekujur tubuhnya, ia berusaha bangkit. Rishie pun menggendong sang istri, dan membaringkanya di ranjang tempat ia berbaring tadi.


Rasa sakit yang ia rasakan sirna dengan sendirinya, hanya dengan melihat wajah wanita yang sudah membuatnya hampir gila. Rishie masih menatap wajah itu, ia takut saat Rose terbangun, ia akan mengusirnya. Rishie bangkit dari duduknya, ia keluar dari kamar Rose. Ia mencari telefon rumah, setelah menemukan ia pun segera menghubungi Jhon.


"Hallo."


"Hallo Jhon, ini aku, Rishie. Rencanamu memang hebat, sekarang aku sudah berada di tempat Renata. Tapi bilang pada orang suruhanmu, kenapa mereka memukuliku terlalu keras, sampai aku tak sadarkan diri?" jelas Rishie panjang lebar.


"Apa! maaf bos, semalam saat mereka sampai di tempat, mereka tak menemukanmu, akhirnya mereka kemabli pulang tanpa melakukan apapaun?" jelas Jhon.


"Apa!?, berarti mereka bukan orang suruhanmu?, kalau begitu cari mereka, lacak dengan mereka melalui ponsel ku!" Rishie langsung memerintakan Jhon untuk mencari para preman yang sudah merampoknya samalam.


"Baik bos, saya akan segeta menangkap mereka," ucap Jhon di sebetang telefon. Rishie pun menutup panggilanya.


Hati kecilnya sangat bersyukur atas tragedin yang menimpanya semalam. Dari kejadian semalam, ia bisa berada di rumah sang istri. Rishie pun memilih pergi ke kamar mandi di samping kamar tidur Rose. Ia membersihkan diri meski tubuhnya masih terasa sakit semua, namun dengan perlahan ia membersihkan dirinya.


Sementara di kamar, Rose mengeliat, merenggangkan tubuhnya. Namun ia teringat bahwa semalam ia membawa Rishie pulang le rumahnya, dan semalam ia tidur di samping ranjang. Tapi kenapa ia bisa tidur di ranjang, dan kemana Rishie? itu pertanyaan yang muncul di benaknya. Rose pun langsung bangkit dari ranjang. Ia mencoba mencari keberadaan Rishie di ruamahnya, namun iantak mememukan Rishie di setiap tmpat. Rose pun kebingungan mencari Rishie, namun saat ia duduk di ruang santai yang tak jauh dari kamar mandi. Ia mendengar suara air dari kamar mandi, ia pun mendekat ke kamar mandi, dan benar tebakanya, saat Rose melangkah mendekat, Rishie lebih dulu keluar dari kamar mandi.


"Renata, kau kenapa?" ucap Rishie.saat melihat Rose sudah ada di depan kamar mandi dengan air mata yang sudah membasahi wajahnya.


BERSAMBUNG.


Budayakan setelah membaca tekan bintangnya ya kawan. Terimakasih😙😙