THE BLACK ROSES

THE BLACK ROSES
Hidup baruku



"Aku harus pergi, tapi aku berjanji akan menemuimu lagi, tunggu aku tetap di sini sampai aku kembali, pegang janjiku, aku akan menjeputmu meninggalkan tempat ini , percayalah RENATA." ucap Rishie di malam perpisahan mereka.


♡♡♡♡


Renata masih mengingat apa yang Rishie katakan, dan ia berharap semua akan segera terlaksana.


Pagi ini Renata, oh..maaf autho lupa Rose mulai merubah semua tampilanya, dari pakaian, gaya rambut dan hampir semuanya di rubah . kini Rose sangatlah berbeda dengan Renata gadis polos yang apa adanya pemalu dan lucu, namun tidak dengan Rose.


Rose rambutnya yang dulu hitam, panjang lurus ,sekarang berubah, rambutnya di potong memang tak tak terlalau pendek ,warna hitam berubah menjadi red violet yang membuat penampilanya sangat berbeda.


Rose yang tadinya malu untuk ber make up , sekarang malah berani menggunakanya. Dia masih memandangi pantulan dirinya di cermin,


"Inilah kamu renata?" ucapnya dalam hati.


"Apa lagi yang kurang," suara dari depan kamarnya, yang tetnyata sudah terbuka.


"Jessy"


"Apa lagi? "


"tidak ada jes, cuma aku tak percaya bahwa ini adalah aku?"


"Dia, yang membuatmu berubah?"


"Ya, dia"


"Mungkin tuhan telah menjodohlan kalian?" ucap jessy sambil melangkah masuk kamar rose.


"Maksudmu?" rose terlihat bingung.


"Kalian baru bertemu di sini, tapi lihatlah penampilanmu ini," jessy menunjuk tubuh rose.


"Apa?"


"Hei..sayang aku kira kau sudah pintar?"


"Jessy.!!"


"Ya, kalian baru pernah bertemu tapi seakan kalian telah berhubungan sangat lama, bahkan bisa mengubah jati diri kalian secara drastis."


"Aku juga bingung , kenapa saat bersamanya aku merasa kami sudah sangat dekat. Selama sebulan bersamanya,dia tidak pernah menyakitiku,seperti katamu."


"Nah itu yang masih menjadi misteri, apa yang kau lakukan sehingga di ber tekuk lutut di hadapanmu?"


"Jessy , sudahlah ayo bantu aku memilih gaun yang cocok untuk aku pakai."


" Baiklah nona Rose?" jessy tertawa.


"Kenapa kamu tertawa jessy?ada yang lucu kah?," ucap rose sambil meneliti penampilanya.


" Tak ada, aku cuma masih belum terbiasa melihat penampilanmu seperti ini rose, apalagi memanggilmu dengan nama baru," jawab jessy enteng.


"Ya, aku tahu kau boleh kok memanggilku renata."


"Benarkah? bukankah hanya tuan Rishie saja yang berhak memanggilmu renata?"


"Ya,tapi..kau boleh kok."


"Baiklah, renata aku akan memanggilmu nama ini hanya saat kita berdua, tapi di luar aku akan memanggilmu seperti mereka nona Rose."


"Terserah..,ayo ikut aku ke ruamagan madam."


"Maaf aku tidak bisa, madam akan marah jika aku ikut denganmu, karena kami tidak boleh menemuinya jika tidak ada masalah."


"Oh..baiklah, kalau begitu aku pergi dulu."


"Ya."


Rose pun melangkah pergi menuju ruangan madam.Saat melewati lorong di mana semua teman -temanya berada, Rose menjadi sorotan , bak seorang putri yang lewat, semua temanya menatap takjub dengan kecantikanya, Rose hanya membalas tatapan mereka dengan senyum menawanya, yang membuat temanya justru makin takjub .


Penampilan wanita yang mulai hari ini di panggil Rose ini, memang berbeda dari yang lain sederhana namun terkesan elegan.


Rose pun sampai di depan ruangan madam, ia mengetuk pintu , tak lama madampun mempersilahkan Rose masuk.


"Kauu..Renata?" tanya madam kaget melihat penampilan renata berbeda.


"Ya madam," jawab Rose tegas.


"Waw..lau berubah manis sekali, pantas saja Rishie bertekuk lutut kepadamu?" madam memuji rose.


"Lalu ada apa kau datang ke sini?"


"Maaf madam aku ungin bernegosiasi tentang karirku ke depan di sini."


"Maksudmu?"


"Maksud ku jika madam mengabulkanya aku ingin, tarifku kedepan di naikan madam , secara anda lihat sendiri siapa yang menjadi pelangganku ,dan juga tuan Rishie mengancamku jika aku melayani orang sembarangan, aku harus mengembalikan semua yang ia beri selama sebulan ini madam."


"Kalau begitu madam mengabulkan pengajuanku?"


"Ya ,daripada aku harus berurusan dengan lelaki itu."


"Dan satu lagi madam."


"Apa."


"Sekarang namaku juga berubah jangan panggil aku renata lagi."


"Lalu aku harus memanggilmu siapa?"


"ROSE ...MADAM BLACK ROSE."


"Nama yang keren, baiklah rose..tapi ingat satu hal, aku akan memberimu waktu satu bulan. Jika selama satu bulan kau tak bisa menghasilkan sesuatu hal yang memuaskanku , ak akan menelgembalikan statusmu seperti mereka, namun jika sebaliknya kau akan mendapat keringanan? saat ada yang berani menebusmu, aku akan mengijinkan kau pergi dari sini."


"Benarkah madam?"


"Ya , ingat baik - baik jangan membuat pelangganku kabur saat mereka bersamamu."


"Ya madam."


"Ayo ikut," ajak madam meninggalkan ruanganya.


Ia menyuruh semua para wanita berkumpul di ruangan. Semua pun segera bergegas pergi, menuju tempat yang sudah madam perintahkan.


"Pagi semua..kalian pasti bertanya - tanya kenapa aku menyuruh kalian berkumpul sepagi ini kan?"


Hening, tak ada yang berani menjawab pertanyaan madam, karena semua tahu kalau madam menyuruh mereka berkumpul pasti ada sesuatu yang penting.


"Hari ini aku akan meperkenalkan secara resmi anak baru madam, kalian juga pasti sudah mengenalnya, ia sdah tinggal selama 1 bulan bersama kalian, namun aku belum memperkenalkanya, dan pagi ini aku secara resmi meperkenalkan anak baruku BLACK ROSE.....!!!"


Semua yang ada di sana bertepuk tangan, menandakan mereka memerima kedatangan BLACK ROSE.


Dan pagi itu Renata telah resmi menyandang nama barunya, dan juga ia tesmu memasuki dunia baru yang akan ia jalani mulai saat ini.


Dan dalam waktu yang madam tentukan Rose berhasil, selama satu bulan ia membuat madam puas akan kinerjanya, bahkan tamun- tamu penting pun mulai berdatangan ke club itu .


Mereka penasaran akan pesona BLACK ROSE yang sudah mulai menyebar di kalangan para lelaki hidung belang,yang psastinya hanya mereka yang mempunyai cukup uang hanya demi menikmati keindahan tubuh sang QUEEN club itu.


Entah apa yang di rasakan Rose apakah harus senang akan keberhasilanya, atau sedih karena harus melakukan pekerjaan yang menjijikan ini.


Setiap malam ia selalu berharap Rishie akan memenuhi janjinya, ia akan membawa roae pergi dari tempat terkutuk ini .


Namun sampai 1 tahun setelah kepergian Rishie, Rose tak pernah mendengar kabar tentangnya, ia sampai merasa putus asa.


Tapi Rose tetap percaya akan janji Rishie, entah kapan pasti lelaki itu akan datang menjemputnya.


#FLASH BACK OFF.


Rose masih setia berada di ranjangnya, dengan mata yang enggan terbuka, ia masih ingin terbang bebas di alam mimpinya di mana ia tak merasa hidup penuh beban.


Sesekali tergambar senyum di bibir gadis yang masih enggan membuka matanya, senyum yang tak pernah terlihat saat ia membuka mata.


Selama 1 th ini memangbtak ada lagi senyum yang terlihat di wajah manis Rose, ia selalu masang wajah bengisnya, ia hanya akan memasang wajah manis hanya bersama jessy sahabatnya.


5 menit kemudian,Rose pun membuka matanya saat cacing dalam perutnya minta di beri makan, dengan langkah gontai ia memasuki kamar mandi untuk membasuh muka.


Lalu ia keluar dari singah sananya menuju dapur, ia mengambil beberapa sayuran dan memasaknya, ia menikmati hasil karyanya hanya sendiri di meja makan.


Siang ini semua wanita di sini sudah mulai dengan aktifitas mereka, karena club ini bukan buka saat malam saja jadi siang pun banyak teman - temanya yang sudah mulai bekerja menjadi pegulat di ranjang.


Di sini hanya dia yang bebas memilih jam kerjanya, madam eang sangat mengistimewakan Rose, dan itu sering membuat yang lain cemburu pada Rose,


Namun madam slalu bilang," Rose memang istimewa, karena pendapatanya bisa berapa kali lipat dari pendapatan kalian".


Maka dari itu tak ada yang berani melawan madam ataupun Rose.


Rose masih duduk di meja makan, setelah menghabiskan semua makanan, ia lalu menatap pemandangan di luar jendela dapur,tanpa terasa air matanya jatuh di wajah cantiknya.


"Kapan aku bisa keluar dari tempat ini tuhan? ibu...aku merindukanmu bantu aku bu agar bisa keluar dari sini, Rishie..apa kau lupa janjimu? kapan kau menjeputku? ini sudah 1 tahun, dari kepergianmu, kau bilang hanya sebentar," air mata itu tak meminta ijin , dan langsung terjun bebas membasahi wajah Rose.


Tiba- tiba pintu dapur pun terbuka, rose menoleh, senyumya mengembang saat melihat sosok yang ada di hadapanya itu.


BERSAMBUNG.....


❤ TETIMAKASIH BUAT YANG SUDAH BERKENAN MAMPIR.


JANGAN LUPA LIKE AND KOMENYA YA KAWAN.


SEE YOU😘😘


@MAK ASIHLETA