
Hai ... hai ... hai ... , aku kembali up nih. 😁 dan bagi yang sudah menunggu babang Rishie happy reading ya😉.
Rishie sampai di Rumah Sakit. Ia langsung memasuki ruangan Thomas, meski lelaki itu adalah orang yang pernah membuatnya berpisah dengan Rose, orang yang selama ini juga mencintai istrinya itu. Hatinya ikut sakit saat melihat jasad Thomas yang sudah tak bernyawa lagi.
ia mendekati ranjang, dan untuk terahir kalinya ia melihat wajah yang tak akan ia lihat lagi. Rishie pun segera mengurus semua administrasi kepulangan Thomas. Dia juga menghubungi anak buah Thomas untuk mengurus pemakamanya. Seorang suster mendatanginya dan memberikan sebuah amplop pada Rishie.
"Maaf Tuan, sebelum ia meninggal pasien menitipkan ini. Dan ia berpesan untuk memberikan amplop ini pada Nyonya Rahcel," beritahu suster itu.
Setelah semua siap, jasad Thomas pun di bawa menuju Mansion nya. Semua anak buah Thomas sudah menyiapkan segalanya. Malam telah berganti pagi, Mansion itu terlihat ramai. Para rekan bisnis pun mulai berdatangan untuk mengucapkan bela sungkawa. Hanya ada para pelayan dan anak buahnya saja yang berada di sana. Thomas hanya hidup sendiri selama ini. Kedua orang tuanya meninggal dua tahun yang lalu. Sementara ia adalah anak tunggal. Selama dua tahun ini ia memang tinggal bersama wanita yang sangat mencintainya, yaitu Rahcel. Meski awalnya ia tak pernah mencintainya, tetapi seiring berjalanya waktu cinta itu mulai tumbuh untuk Rahcel.
Namun sayang di saat rasa itu mulai bersemi hatinya hancur, saat mengetahui jika Rahcel ada di balik kehancuran hidup Renata. Wanita yang sangat amat dia cintai. Dan demi menyelamatkan Renata ia mengorbankan nyawanya.
♡♡♡♡
Mobil Rahcel memasuki area mansion Thomas. Ia bingung kenapa banyak orang di sana. Semalam memang ia yang memerintahkan orang menabrak Rose, tetapi ia tidak ada di sana, jadi ia tak tahu jika Thomas lah yang tertabrak. Karangan bunga pun berjejer di halaman mansion. Matanya menatap nama yang tertera di salah satu karangan bunga. Air matanya jatuh tanpa ia sadari. Rahcel langsung berlari memasuki mansion, ia mendekati peti yang sudah tertutup rapi. Dengan tubuh yang bergetar ia mencoba membuka peti itu. memastikan siapa yanga ada di dalamnya. Tangis Rahcel pun pecah saat mendapati Thomas lah yang ada di sana. Lelaki yang amat ia cintai, tubuhnya pun ambruk di samping peti.
"Thomas ... kenapa kau tinggalkan aku?," ucapnya lirih dengan derai air mata.
"Rahcel, tenanglah, Thomas menitipkan ini untukmu," ucap Riahie sambil memberikan amplop putih.
Rahcel meraih amplop itu dan menyimpanya di dalam tas. Dengan tertatih ia bangkit dan mengikuti acara pemakaman Thomas. Suasana hening pun menyelimuti pemakaman itu, Rose, Jessy dan Jhon juga datang. Tak ketinggalan James juga ada di sana, dalam hatinya ia sangat kecewa karena entah sudah berapa kali rencananya gagal, "Kenapa kau selalu beruntung Renata?".
"Rahcel, aku turut berduka atas kematian Thomas. Semoga Tuhan memberikan kesabaran untuk mu," ucap Rose.
"Terimakasih Renata, dan maaf atas segala kesalahan ku," ucap Rahcel yang tak kuasa menahan tangisnya lagi.
"Sudahlah, jangan bicara soal kesalahan. Aku sudah memaafkanmu, sekarang pulanglah, dan istirahat."
Hanya anggukan sebagai jawaban Rahcel. Di pun pulang ke mansion di antar anak buah Thomas. sesampainya di mansion ia langsung memasuki kamarnya, dan segera membersihkan diri. Setelah selesai ia duduk di tepi ranjang dan meraih tasnya. Dia mengambil amplop yag tadi siang Rishie berikan, air mata yang sudah mengering kembali menetes membasahi wajahnya, saat membaca isi surat terahir dari Thomas.
*Dear Rahcel.
Aku bingung apa yang akan ku katakan pada mu. yang pasti saat kau membaca surat ini mungkin aku tak lagi. ada di dunia ini. Aku hanya ingin mengucapkan terimakasih pada mu, karena telah mencintaiku. Dan ada satu hal yang ingin ku katakan pada mu, Aku mencintaimu. Jangan kau tanya kapan aku mulai merasakanya? yang pasti dengan kegigihan mu kau berhasil membuatku mencintaimu. Tapi aku kecewa, saat rasa itu tumbuh, saat itu juga akau tahu jika kau ada di balik kehancuran hidup Renata. Tapi aku sudah memaafkan mu, dan ada yang ingin ku katakan, meski aku tak ada di sisimu, aku sudah meninggalkan benih di rahim mu. Kau tahu? saat kau pingsan kemarin, aku membawamu ke dokter, dan dia bilang kau hamil. Jagalah dia untuk ku, ajarakan kebaikan padanya, berikan ia cinta seperti kau mencintaiku. Buanglah semua rasa dendamu pada Renata, dan jauhi James. Renata tidak bersalah. Kau hanya termakan bujukan James. Maaf karena aku tak bisa mendampingimu.
Aku mencintaimu sayang.
Air mata itu pun semakin deras mengalir, dadanya pun semakin sesak. Ia sangat membenci dirinya, yang begitu bodoh mengorbankan orang yang ia cintai demi misi balas dendam James. Perlahan mata Rahcel terpejam, ia berharap ketika bangun semua kebahagianya akan kembali. Dan semua kesedihan hari ini adalah mimpi.
Bersambung...
Jangan lupa like ya kawan😉😉 terimakasih😘😘😘