THE BLACK ROSES

THE BLACK ROSES
Pertemuan #2



**Maaf kawan TBR yang tercinta, aku baru bisa up.Ok selamat membaca dan jangan lupa tinggalknn jejak kalian ya.😉


 


Back to story


 


______________________________________


Rose masih mematung melihat lelaki yang amat ia rindukan. Namun ia tetap menjaga agar penyamaranya tidak gagal, jantungnya pun sudah berdetak tak karuan saat ia menyadari Rishie terus menatapnya, bahkan ia melihat Rishie mulai mendekatinya.


"Ya Tuhan, jangan, jauhkan aku dengan Rishie, aku belum siap bertemu denganya?" ucap Rose membatin.


Rishie pun mulai melangkah mendekati wanita berkacamata tebal yang tak lain adalah Rose istriya. Dan kini hanya tinggal beberapa centi saja, namun tiba-tiba seseorang muncul dan membuat Rishie menghentikan langkahnya.


"Selamat pagi Tuan Rishie Edward," sapa orang itu.


"Pagi," jawab Rishidan menghentikan langkahnya mendekati Rose.


"Perkenalkan saya Marvin, pemilik kafe ini," ucap Marvin memperkenalkan diri.


"Oh, perkenalkan juga saya Rishie Edward," ucap Rishie.


"Mari,Tuan saya antar ke dalam," ajak Marvin, mencoba agar Rishie tak mendekati Rose. Karena Marvin tahu siapa Riahie Edward sebenarnya.


Dengan terpaksa Rishie pun mengikuti ajakan Marvin. Sedang Rose nampak lega, ketakutanya bertemu Rishie akhirnya reda. Bos nya telah menyelamatkan dia dari hal yang tak ia inginkan. Sementara Rishie masuk, tidak dengan Jessy, ia juga nerasakn hal yang sama dengan Rishie. Rose yang menyadarinya pun segera bergegas pergi menuju dapur, namun Jessy segera mengikutinya. Sesampainya di dapur Rose bingung mau mengerjakan apa? dan tanpa ia duga, Jessy pun mengikutinya juga. Rose sangat bingung karena Jessy mengikutinya, Rose memutar otak berfikir mencari cara agar Jessy pergi dari sana.


Jessy semakin mendekati Rose, ia bahkan sangat yakin jika wanita itu adalah Renata sahabatnya. Rose sudah sangat bingung, memikirkan cara agar Jessy menjauh darinya, namun semua cara buntu. Kini Jessy sudah sangat dekat dengan Rose, di baru saja akan menyapa Rose namun seseorang memangilnya.


"Maaf, nona ini dapur, jika kau ada masalah silahkan sampaikan pada pelayan kami," ucap seorang wanita mendatangi Jessy.


"Maaf, ya saya cuma, ingin bertemu wanita itu," jawab Jessy sambil menunjuk Rose.


"Tapi maaf Nona, dia sedang bekerja," jawab wanita itu lagi mencoba menghentikan langkah Jessy.


"Baiklah, sekali lagi maaf, dan terimakasih," ucap Jessy sambil berlalu pergi meninggalkan dapur.


Rose pun bisa bernafas lega, akhirnya Jessy dapat pergi dari sana. Ia tersenyum pada si wanita yang tadi baru saja menolongnya. Ia sangat beruntung hari ini, tadi Bos nya, dan sekarang sahabatnya, yang telah menolongnya dari hal yang tak ia inginkan terjadi.


"Terimakasih Cessy," ucap Rose pada wanita itu. Ya, s wanita yang menolongnya barusan adalah Cessy. Sebenarnya Cessy sudah memantau keadaan dari tadi, saat pertama Rishie beserta rombongan tiba di kafe.


"Ya, Rose itu sudah menjadi tugas kita, saat dalam kesulitan," jawab Cessy.


Di dalam Rishie masih sibuk dengan para koleganya. Sedang Jhon kebingungan mencari keberadaan Jessy, ia mondar mandir, kesana kemari, ia juga mencoba menghubungi


Jessy, namun ponsel Jessy tak aktif. Jessy pun muncul dari arah belakang, Jhon yang melihatnya bingung, ia bertanya dalam hati dari mana Jessy?.


"Kau dari mana Jessy?" tanya Jhon saat kekasihnya mendekat.


"Jhon, dia, Rose kan?" tanya Jessy pada Jhon.


"Iya, tapi kita harus membuat rencana lagi, agar mereka bisa bertemu. Sepertinya orang-orang di sekitarnya mengetahui masalahnya, jadi mereka berusaha agar Tuan Rishie dan Nyonya Rose tak bertemu," ucap Jhon.


Dari kejauhan Rose memandangi semua para pembianis itu. Ia melihat banyak rekan bisnisnya Juga di sana, bahkan Thomas dan James pun datang. Pandanganya lalu terhenti pada sosok yang sangat mempesona baginya. Sosok yang telah membuatnya bangkit dari segala keterpurukan, meski dia juga orang yang membuatnya merasakan keterpurukan lagi.


Rose terus menatal wajah tampan suaminya itu, jujur ia sangat merindukan nya, namun hatinya masih sakit dengan perkataan Rishie. Tapi lagi-lagi hati kecil Rose telah menghianatinya, hati kecilnya selalu mengatakan ia sangat mencintai Rishie.


Tanpa Rose, sadari baik Cessy maupun Marvin sedang memperhatikanya. Dalam hati Marvin, berjanji akan menjaga Rose dengan sepenuh hati, ia tak akan membiarkan Rishie menyakitinya lagi. Cessy pun sama meski ia sangat tahu isi hati Rose sebenarnya, tapi ia tak mau melihat Rose menderita.


*****


Tak terasa rapat para pembisnis itu pun selesai, semua pun mulai meninggalkan kafe, Rishie beserta rombongan pun bergegas meninggalkan kafe. Jhon dan Jessy sangat bingung, memikirkan bagaiman cara agar Rishie tetap berada di kota itu, agar ia dan Rose bisa bertemu.


Namun semua rencana Jhon maupun Jessy tak berhasil, mereka pun harus mengikuti semua perintah sang Bos besar. Rishie beserta rombongan pun sudah keluar dati kafe, Jhon fan Jessy sangat sedih karena semua renvmcana mereka tak berjalan dengan sempurna. Sesampainya di parkiran Rishie menyadari ponselnya tertiggal di meja kafe, entah mengapa ia tak memerintahkan anak buahnya untuk mengambilkanya. Ia langsung berbalik menjuju kafe.


"Ada apa Tuan?" tanya para anak buah Rishie.


"Ponselku tertinggal di dalam, aku akan mengambilnya dulu," jawab Rishie.


"Biar kami saja yang mengambilnya Tuan," ucap salah satu anak buahnya menawarkan diri.


"Tidak usah, biar aku saja yang mengambilnya? kalian tunggu saja di mobil," ucap Riahie memerintah anak buahnya, sambil berlalu memasuki kafe.


***


Setelah semua orang meninggalkan kafe, Rose pun mulai membersihkan tempat itu. Tak sengaja ia menemuka sebuah ponsel, ponsel yang tak asing baginya. Rose pun mencoba memberanikan diri membuka ponsel tersebut. Benar saja ia tak asing, saat melihat wallpaper ponsel tersebut tanpa terasa ia meneteskan ait mata.


Wajah Rose terpampang di bagian layar depan ponsel tersebut, ia sangat yakin jika ini milik Rishie. Rose pun mencoba membuka ponsel itu lagi, yang membuatnya makin tak bisa membendung air matanya. Ternyata Rishie menyimpan semua kenangan manisnya bersama Rose di ponselnya.


Dari pertama kali mereka bertemu sampai akhirnya menikah, Rose tak menyangka setelah semua jebakan yang di buat James, ia masih menyimpan semua foto itu. Bahkan Rose berfikir jika Riahie benar-benar sudah membencinya, namun kenyatanya Rishie masih memyimpan semua kenangan itu.


Rishie pun sudah berada di dalam kafe, saat ia mau menuju meja yang tadi ia tempati, ia melihat seorang pelayan wanita sedang memegang ponselnya. Rishie yang paling tak suka ada orang yang menyentuh barangnya pun langsung menghampiri wanita itu. Dengan paksa ia memgambil ponselnya dari tangan wanita itu.


"Apa kau tak punya etika Nona? kau berani membuka posel orang lain!" bentak Rishie pada pelayan wanita itu.


"Maaf Tuan, saya cuma ingin mencari nomor yang tertera di ponsel ini, agar bisa memberi tahu, si pemiliknya," terang Rose pada Rishie. Dan berlalu meninggalkan tempat itu.


Rishie pun sedang berfikir, bagaimana mungkin ada orang yang bisa membuka ponselnya, selain dirinya dan Rose. istrinya. Rishie yang menyadarinya akan kejanggalan itu pun langsung berbalik memanggil si pelayan wanita itu.


"Siapa kau Nona?" tanya Rishie.


"Maaf Tuan, saya pelayan di sini," jawab Rose, mulai panik.


"Kenapa kau bisa membukan password ponsel ini, kau tahu hanya ada dua orang yang tahu, pertama aku dan yang kedua adalah istriku?" jawab Rishie sambil menatap wajah Rose yang terhalang kaca mata tebalnya.


DEG.


BESAMBUNG.


Jangan lupa ya, budayakan kasih like setelah membaca.


See you..muah..muah..😙😙