
Yeay ... ahirnya aku bisa up lagi. Semoga ada yang menunggu ya? 😁 Kalau ga, juga ga apa-apa. ok happy reading..y kawan.😊
Kembalinya Rose pada Rishie membuat James seperti kebakaran jenggot. Usaha yang sudah ia lakukan sia-sia sudah. kemarahanya semakin memuncak ketika mendengar kabar jika mereka telah menikah lagi, dan Rose lun telah kembali ke perusahaaan yang di persiapkan Rishie untuk istrinya.
Tak mau kalah langkah dari James, Rose mengatur strategi untuk menyerangnya. Mengakuisi sebagian perusahaan milik James, adalah langkah yang ia ambil. Dengan kekuasaan suaminya, sangat mudah bagi Rose untuk menjalankan recanaya.
"Renata, semuanya sudah beres. Kita tinggal lihat bagaimana keadaan James setelah mendengar kalau kita berhasil mengakuisi perusahanya," Jessy berbicara dengan tersenyum devil.
"Kau benar Jessy, kita lihat bagaimana James harus membayar perbuatanya pada ku," jelas Rose.
"Oh ya Renata, aku ada kabar bahagia," beritahu Jessy pada Rose.
"Apa?"
"Jhon sudah menetapkan tanggal pernikahan Kami," terangnya dengan penuh kegirangan.
"Benarkah? oh ... Jessy aku turut bahagia, kapan kalian akan melangsungkan pernikahan?" Rose tanpa jeda Rose bertanya.
"Bulan depan."
"Baiklah, mari kita siapkan semua, suapaya bukan depan acaramu berjalan dengan lancar."
"Terimakasih Renata, aku menyayangimu," Jessy memeluk sahabat sekaligus keluarganya saat ini. Rose pun balik memeluk Jessy, bagi mereka masa lalu yang kelam sudah mereka tutup, bersama hadirnya penyelamat yang datang mengeluarkan kedua wanita yang bernasib malang ini bisa keluar dari lubang neraka.
****
James seperti orang kesetanan, mendengar kabar salah satu perusahaanya berhasil di kuasai oleh Rose. Amarahnya bahkan sudah memuncak, dia pun langsung menghubungi rekanya Rachel. Berbagai rencana mereka rancang untuk menyerang balik Rose. Dengan penuh pertimbangan, ahirnya rencana utama akan mereka laksanakan. Melenyapkan Rose itu yang menjadi tujuan mereka. Namun kali ini mereka lebih berhati-hati dalam mejalankan rencana ini. Mereka tak mau gagal kali ini, menunggu saat yang tepat yang mereka lakukan.
Menunggu dan menunggu yang mereka lakukan, sampai sebuah kabar bahagia menghampiri mereka. Sebuah undangan pernikahan Jhon sang asisten Rishie dan Jessy asisten Rose, menjadi kabar yang menggembirakan. Mereka memanfaatkan pernikahan itu sebagai jalan untuk menjalankan rencana yang sudah tersusun rapi.
"Nona Rahcel, aku sudah mempersiapkan semua. Tinggal bagaiman kau melancarkan semua rencana ini besok, saat pernikahan Jhon," suara James tersengar semangat di seberang telfon.
"Tentu, kita akan mempergunakan kesempatan ini dengan sebaik mungkin. Di hari pernikahan Jhon kita akan melenyapkan Rose, hahaha ... ." Rahcel tertawa membayangkan besok adalah hari terahir bagi Rose.
Rahcel tak sadar jika ada seseorang yang sedang mendengarkan semua percakapanya dengan James. Thomas bahkan dengan jelas mendengar jika di hari pernikahan Jhon, mereka akan melenyapkan Rose. Darah Thomas mendidih dengan sendirinya mendengar semua kenyataan yang barubia ketahui, kerja sama antara James dan Rahcel.
Ia baru menyadari ternyata memang benar Rahcel lah yang selama ini menjadi dalang di balik semua penderitaan Rose. Tanganya mengepal menahan amarah yang mulai menguasainya. Namun ia sebisa mungkin menahanya, ia tak ingin Rahcel mengetahui jika ia mendengar semua percakapanya.
Thomas sangat menyayangkan semua yang Rahcel lakukan, padahal ia sudah mencoba menerima kehadiran Rahcel dalam hidupnya. Ia ingin belajar mencintai wanita itu seperti yang wanita itu lakukan. Namun semua yang ia dengar hari ini membuatnya kecewa. Mendengar semua rencana Rahcel dan James, membuat Thomas ketakutan, ia mencoba untuk mencari cara agar Rose bisa terbebas.
****
Hari yang di tunggu pun tiba, acara pernikahan Jhon dan Jassy. Semua persiapan pun telah rampung. Para tamu undangan mulai datang memasuki sebuah gedung yang di sulap menjadi seperti taman bunga, di setiap sudut ruangan pun bertabur bunga. Semerbak wangi bunga pun dapat mereka rasakan, Natural adalah tema yang mereka pilih. Maka Wedding Organiser yang mereka sewa bemar-benar menyajikan suasan se Natural mungkin.
"Kenapa kau menangis Jessy," Rose mrngusap pipi sahabatnya yang basah karena menangis.
"Aku bahagia Renata, akuntak pernah menyangka nasibku akan berubah. Saat aku memasuki tempat terkutuk itu, aku pikir tidak akan pernah bisa keluar dari sana. Tapi Tuhan telah menuliskan hal yang tak pernah aku bayangkan," jelas Jessy dengan isak tangisnya.
"Jessy, benar semua yang kita jalani itu sudah di tulis oleh Tuhan. Aku juga tak pernah menyangka, jika kehidupanku akan berubah. Saat James mengambil semua dariku, aku kira itu adalah ahir dari hidupku. Tapi Tuhan berkata lain, dengan jalan ini Tuhan mempertemukanku dengan Rishie, orang yang membawaku kembali untuk bahagia," Rose mencoba menenangkan Jessy.
"Kau benar, Renata," Jessy menghapus air matanya. Senyum pun tergambar di wajah cantiknya.
Para perias kembali memperbaiki ruasan Jessy. Setelah siap Rose membawa Jessy menuju tempat pemberkatan. Dengan menggandeng salah satu kerabat jauh Jhon, Jessy berjalan menuju altar. Pemberkatan pun di mulai, Jhondan Jessy saling mengucap janji setia, sehidup, semati. Dan kini mereka telah sah menjadi suami istri, public kissing pun mereka lakukan sebagai penutup acara itu.
Dan siang itu berlalu dengan cepat. Malam ini acara resepsi sang pengantin pun berlanjut. Para tamu kini lebih banyak dari siang tadi. Semua kolega Rishie datang ke sana, James pun tak ketinggalan. Dengan seyum yang mematikan ia menatap Rose dengan tajam. Ia pikir ini adalah malam terahir anak tirinya itu.
"Selamat malam Nyonya Edward," sapanya pada Rose.
Merasa namanya di panggil Rose pun menoleh, ia merasa ada sesuatu yang akan terjadi, dengan kedatangan James yang tiba-tiba menghampirinya.
"Selamat malam Tuan James," sapa Rose kembali.
"Sepertinya kau tak suka aku temani, baiklah aku permisi Nyonya Edward, semoga harimu menyenangkan," ucapnya sambil berlalu pergi.
Selang beberapa lama setelah James pergi ponsel Rose berbunyi, ia pun menerima panggilan itu, "Hallo ... siapa ini?"
"Temui aku, aku ada di parkiran dan ingin membicarakan sesuatu," ucap orang di seberang telefon.
"Tapi dengan siapa ini?"
TUT ... TUT ... .
Tak ada jawaban lagi, Rose merasa ini adalah jebakan, tapi ia penasaran siapa orang yang menghubunginya. Ia pun memutuskan keluar dari tempat itu untuk menemui orang di telfon tadi. Saat Rose berjalan menuju parkiran tiba-tiba ada sebuah mobil melaju dengan cepat menuju ke arah Rose. Rose yang panik tak sempat menghindar, dalam hati ia berpikir ini adalah ahir hidupnya. Namun takdir berkata lain, tubuh Rose terhmpas oleh dorongan seseorang, sedang orang itu tertabrak mobil itu.
BRUKG ... "Arg ... ."
Teriak orang itu setelah tubuhnya tergeletak, karena mobil itu berhasil menambraknya, mata Rose membulat sempurna saat mengenali wajah penyelamatnya.
"Thomas ... ." ucapnya lirih.
BERSAMBUNG....
Jangan lupa ya tunggalkan jejak kalian, Ayo klik jempolnya. terimakasih.😊