
...**kawan TBR, alhamdulillah hari ini bisa up. Selamat membaca bagi para readers apalagi buat yang udah nunggu babang Rishie up. Lope you😁.
.
.
.
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤**
"Thomas ... ," ucap Rose lirih. Ia tak percaya jika Thomas lah yang menyelamatkanya dari kecelakaan itu.
Sedang semua orang pun berhamburan keluar saat seorang pelayan memberi tahu jika ada kecelakaan di parkiran. Rishie yang sedari tadi mencari keberadaan Rose, langsung berlari ke luar. Namun langkahnya terhenti saat melihat Thomas tergeletak tak sadarkan diri di parkiran.
Sementara ia melihat Rose tak jauh dari Thomas. Keadanya juga sedikit terluka akibat dorongan Thomas saat menyelamatkanya.
"Rose ... ," teriak Rishie yang berlari ke arah istrinya. Rishie membantu Rose berdiri.
"Rishie ... selamatkan Thomas, dia yang telah menolongku tadi. Cepat nawa dia ke rumah sakit," pinta Rose.
Dengan sigap Rishie di bantu orang-orang yang ada di sana membawa Thomas ke rumah sakit terdekat. Melihat keadaan Thomas yang parah, Rishir pun memacu kecepatan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Sepanjang perjalanan Thomas terus menyebut nama Rishie, seolah ada yang ingin ia sampaiakan, tetapi Rishie tak menanggapinya. Ia hanya tetfokus pada jalanan saja.
Mobil berhenti tepat di depan IGD, Rishie langsung turun dan memanggil para perawat yang berjaga di sana, agar untuk segera membawa Thomas dan menanganinya.
"Perawat ... cepat tolong pasien ini," teriak Rishie.
Para perawat langsung lari membawa brangkar, dan segera membawa Thomas masuk. Para dokter pun langsung berlarian ke ruangan itu dan segera menanggani Thomas. Semua Dokter dan perawat berusaha sebisa mungkin menyelamatkan Thomas. segala tindakan mereka lakukan.
Rishie duduk di kursi tunggu di depan ruang itu, di mana Thomas sedang berjuang untuk hidup dan mati. Ia memikirkan kenapa bisa Thomas menyelamatkan Rose. Dan apa yang mereka lakukan di parkiran?. Semua pertanyaan pun muncul di fikiranya.
"Maaf Tuan, apa anda yang bernama Rishie," ucap Dokter yang membuat Rishie tersadar dari lamunanya.
"Iya, saya Rishie dok. Ada apa? bagaimana keadaan pasien tadi?" jawab Rishie.
"Pasien sudah sadar, tapi masih belum melewati masa kritisnya. Tetapi di ingin menyampaikan sesuatu pada anda Tuan," jelas Dokter.
"Baiklah, terimakasih," jawab Rishie. Dia pun bangkit dari kursi tunggu dan berjalan masuk ke kamar di lana Thomas di rawat.
KLEK ... .
Rishie membuka pintu kamar itu, di lihatnya Thomas yang terbaring tak berdaya di ranjang rumah sakit. Ia pun memdekat ke arah Thomas yang masih memejamkan matanya, keadaanya pun sudah sedikit membaik dari pada tadi saat ia membawanya ke rumah sakit. Perlahan Thomas membuka matanya saat merasakan kedatangan Rishie.
"Ya, diamlah jangan banyak bicara, kau bahkan belum melewati masa kritis," terang Rishie.
"Aku mungkin tak akan bisa melewatinya," dengan suara yang hampir tak terdengar.
"Diamlah, jangam banyak bicara," suara Rishie sedikit meninggi, agar Thomas menuruti perkataanya.
Namun Thomas tak mendengarkanya, ia terus berusaha berbicara meski suaranya makin tak terdengar. Ia seperti ingin memberi tahu sesuatu pada Rishie.
"Rishie, maafkan aku, karena kebodohanku kau dan Renat harus berpisah beberapa waktu lalu."
"Dan karena kebodohanku, hidup Tenata hampir saja berakhir," jelas Thomas yang membuat Rishie mengerutkan keningnya.
"Apa maksudmu?" tanya Rishie penasaran.
"Malam itu aku sama sekali tak menyentuhnya. Ada seseorangbyang menjebak kami, dan dia adalah James. Dan semalam aku baru tahu jika Rahcel juga ada di dalamnya."
"Ternyata mereka sudah lama bekerja sama. Merekalah yang membuat kehidupan Renata hancur. membuatnya kehilangan Ibu dan kehormatanya."
"Tapi aku merasa tenang sekarang, karrna aku tahu, Renata bersama orang yang tepat. Aku percaya kau sangat mencintainya, dan hidupnya akan baik-baik saja saat bersamamu," jelas Thomas, yang langsung membuat Rishie termenung.
"Lalu apa yang kalian lakukan di parkiran?" ucap Rishie datar.
"Heh .. apa kau curiga kalau kami sengaja bertemu di sana?" Thomas masih bisa meledek Rishie.
"Cepat bicara!"
"Iya, aku mendengar Rahcel dan James sedang merancang untuk melenyapkan Renata. Dan benar, saat aku berdiri di loby mencari tahu apa rencana Mereka. Namun tiba-tiba aku melihat Renata berlari ke arah parkiran, dan aku mengikutinya."
"Apa yang kau katakan itu benar?" tanya Rishie.
"Ya, semuanya benar. Jadi berhentilah mencurigai dia."
Seperti ada yang berkurang di benaknya. Mendengar penjelasan Thomas. Rishie merasa apa yang ia pilih ternyata tak sia-sia. Ia juga terseyum kepada Thomas, karena bisa menjaga Renata, bahkan mengorbankan nyawanya demi istrinya itu. Tak lupa ucapan terimakasih pun Rishie ucapkan berkali-kali padaThomas.
**BERSAMBUNG...
J*angan lupa like nya ya kawan. terimakasih😊***