
James masih terdiam, sampai Rose menyadarkanya dari lamunan. Ia lalu menjabat tangan Rose, mereka lalu mulai membicarakan bisnis. Dalam pertemuan ini James sama sekali tak banyak bicara, ia hanya menyimak saja apa yang di katakan Rose dan asistenya.
Ahirnya pertemuan ini selesai, Rose pun meninggalkan kantor James, yang tak lain adalah kator milik ayahnya yang di rebut oleh James. Dan dalam hati Rose berjanji akan mengambil semua milik ayahnya.
Sepeninggal Rose dari kantor itu, James seperti orang kesetanan. Ia membanting apapun yang ada di depanya, ia juga berterial memarahi semua karyawanya.
"Dasar bodoh, kenapa kalian tidak becus!" teriaknya.
"Maaf, tuan tapi, kami benar - benar tidak tahu siapa wanita itu," jawab anak buahnya.
"Bukankah sudah ku suruh kalian mencari tahu siapa pembeli saham, kenapa kalian sangat bodoh!" teriaknya lagi.
"Maaf tuan, kami sudah mencari tahu tapi, data yang kami peroleh hanya memberitahukan namanya adalah Rose Edward," jelas anak buah James.
"Akh.., sudahlah, kalian cari tahu lagi tentang kehidupan Rose Edward!" perintahnya pada anak buah.
"Baik tuan, kami permisi," ucap mereka sambil berbalik keluar dari ruangan bos mereka.
***
Setelah Rose pergi dari kantor James, ia
di antar supir ke kantor barunya. Memang tadi pagi ia belum sempat datang ke kantornya. Di sana semua kariawan sangat ramah, mereka semua menyambut kedatangan Bos baru di perusahaan ini. Rose berjalan menuju ruangan yang akan ia tempati, seorang lelaki muda mengantarkanya.
Rose memasuki ruanganya, ia melihat sekeliling, ia tersenyum melihat hasil kerja suaminya. Rose pun duduk di kursi kebesaranya, menatap sebuah foto yang membuatnya meneteskan air mata. Ia melihat kehangatan di dalam foto itu, kehangatan yang memenuhi keluarga kecil itu, sebelum datang sang perusak James. foto itu adalah foto Rose bersama orang tuanya.
Rose masih asyik mengamati beberapa laporan keungangan. Meski ia baru, ia tak sungkan mengecek semua laporan tentang perusahan barunya. Tiba - tiba suara telfon di mejanya, Rose pun mengangkatanya .
"Hallo, siapa ini?" tanya Rose.
"Hmm, baru saja berpisah beberapa jam, kau sudah tidak ingat dengan suamimu?" ledek Rishie.
"Rishie..!" teriak Rose. Sehingga membuat Rishie menjauhkan ponselnya dari telinga, di seberang sana.
"Kenapa, sayang kau berteriak? telingaku sakit sayang," rengek Rishie masih menggoda Rose.
"Aku akan menjemputmu, sepuluh menit lagi aku sampai?" ucap Rishie.
"Baiklah, aku tunggu," jawab Rose, dan menutup panggilan Rishie. Rose tersenyum, Rishie memang selalu membuatnya bahagia.
Tak lama Riahie pun tiba di kantor istrinya, semua karyawan pun menyapanya. Ia hanya menganggukan kepala sebagai jawaban intuk menyapa mereka. Rishie telah sampai di depan ruangan Rose, ia segera membuka pintu dan masuk tanpa permisi.
Rose yang sedang berada di dalam toilet tak mengetahui kedatangan suaminya. Setelah selesai dari toilet ia keluar menuju mejanya, namun ia terkejut saat sebuah lengan memeluk perutnya dari belakang.
"Akh, siapa ini!" teriak Rose dan menvoba melepaskan pelukan pria di belakangnya. Namun pelukan itu semakin kuat, terpaksa ia menggunakn jurus yang telah ia pelajari sebelumnya.
DUG
Rose menyerang pria di belakangnya, dengan cara mengarahkan sikunya pada perut si pria, dan sukses, jurus yang Rise gunakan membuat si pria melepaskan pelukanya. Rose langsung membalikan badan dan memasang kuda - kuda, namun ia tertawa terbahak, ketika melihat pria yang menyerangnya kesalitan memegangi perutnya.
"Hahaha, kau, rasakan ini hadiah untuk orang rece sepertimu," ledek Rose.
"Hei, sayang kenapa kau malah tertawa? suamimu terluka dan kau malah tertawa?" jawab Riahie memasang wajah memelas.
"Siapa suruh mengagetkan ku!" jawab Rose ketus.
Rose merasa bersalah melihat keadaan Rishie, ian pun mendekat dan membantu Rishie duduk di sofa. Ia juga memberikan segelas air untuk suaminya.
"Lain kali kalau bercanda jangan berlebihan, untung saja hanya perut yang kena, coba bayangkan kalau aku memukul anggota tubuhmu yang sensitif, seperti yang di ajarkan pelatih?" ucap Rose.
"Apa! oh, tidak jangan sayang, aku tak bisa membayangkan jika kau melukai juniorku, bagaimana aku bisa memuaskanmu?" jawab Rishie sambil menggoda istrinya.
"Dasar! masih bisa bergurau! jangan takut Tuan Rishie, masih banyak lelaki di luar sana," jawab Rose setengah berteriak. Mendengar jawaban sang istri, Rishie sangat geram, ia membayangkan jika semua benar terjadi.
Dan tanpa permisi ia menyerang Rose yang sedang tertawa, ia melumat bibir manis sang istri, Rose pun tak melawan, karena yang melakukanya adalah sang suami, jadi menurutnya sah saja Rishie melakukanya. Dan adegan ini,pun tak berahir dengan ciuman saja, kalian bisa menebak bukan, apa yang terjadi selanjutnya ketika sepasang suami istri dalam keadaan seperti ini?.
Ya, mungkin imaginasi kalian sama dengan author hehehe. Mereka melanjutkan adegan yang masih hangat tadi menjadi panas, waw sepanas apa ya?
Rishie menggendong Rose ke ruangan sebelah, yang memang sudah di persiapkan Rishie saat merenovasi ruangan Rose. Ia mengunci pintu itu dan merebahkan sang istri di ranjang. Ia pun mencumbu sang istri dengan penuh kelembutan, sehingga Rose pasrah, dan sesekali ia mengeluarkan suara yang membangkitkan semangat Rishie di atas sana.
Pergulatan mereka pun berlangsung cukup lama, dan ahirnya mereka mencapai klimaks. Rose masih terkulai lemas akibat serangan sang suami, sedang Rishie sedang berada di kamar mandi membersihkan diri.Setelah Rishie siap, Rise pun bangkit dan langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Rose pun keluar dari kamar mandi dengan pakaianl lengkap. Setelah siap Rishie mengajak Rose pergi ke sebuah tempat. Mereka kini berada di sebuah tempat penjualan hp, Rishie pun memilihkan satu untuk Rose.
"Untukmu?" ucap Rishie.
"Ponsel?" tanya Rose.
"Hmm?" jawab Rishie.
"Kau memerlukan ini, sayang," imbuhnya.
Mereka pun melanjutkan perjalanan kembali ke mansion karena hari sudah sore. Namun di perjalanan Rishie merasa ada mobil yang mengikuti mereka, bahkan ia sudah merasakanya saat di toko tadi.
Dengan sigap ia menghubungi semua anak buahnya supaya mengawasi mobil uang mengikuti mereka. Ia juga memerintahkan agar jangan langsung menangkap tapi selidiki terlebih dahulu. Semua anak buah Rishie pun sudah menyebar dan mengikuti instruksi bos mereka.
*Mansion
"Masuklah,aku ada sedikit urusan," ucap Rishie.
"Baiklah, hati - hati di jalan," jawab Rose yang sudah keluar dari mobil.
Rishie langsung melajukan mobilnya kembali ke kantor miliknya, di sana semua anak buahnya sudah berkumpul.
"Selamat sore Bos," sapa mereka saat Rishie memasuki ruangan.
"Ya, bagaimana apa kalian sudah tahu siapa yang membuntutiku?" tanya Rishie pada anak buahnya.
"James, Bos," jawab salah satundari mereka.
"Sudah kunduga, ia sudah tak tenang karena kembalinya Renata," ucap Rishie dengan seyum penuh arti.
"Ini baru permulaan James, tunggulah akan banyak kejutan untukmu,"ucap Rishie dalam hati.
BERSAMBUNG...
Maaf kawan baru bisa up, ini di karenakan kesibukan author di dunia nyata😁 tapi tak lupa aku ucapkan banyak terimakasih buat kalian yang masih mau bersedia membaca tulisanku. Terimakasih dan see you😘