THE BLACK ROSES

THE BLACK ROSES
Kematian Thomas #1



Ahirnya bisa up..😁 selamat mbaca buat kalian yg sudah menunggu.


Jhon dan Jessy, nampak cemas akan keadaan yang terjadi di pesta pernikahanya. Mereka teringat saat kejadian yang baru saja terjadi.


"Jhon, apa yang terjadi?" tanya Jessy saat semua tamu bergamburan keluar.


"Aku juga tak tahu Jessy," jawab Jhon yang juga kebingungan akan keadaan itu.


Jhon pun melihat bosnya, Rishie juga ikut berlari, tetapi tanpa istrinya yang tak lain adalah Nyonya Rose, ia langsung berfikir jika istri bosnya lah yang memgalami kecelakaan.


"Maaf bos, ada apa? kenapa anda berlari, apa yang terjadi?" tanya Jhon penasaran.


"Aku juga belum tahu, kata pelayan ada kecelakaan di parkiran. Dan dari tadi aku tak melihat Renata, aku takut sesuatu terjadi padanya," jelas Rishie.


"Kalau begitu saya akan ikut dengan anda bos," pinta Jhon pada bosnya.


"Tidak, kau jaga saja istrimu. biar aku yang melihatnya," ucap Rishie sambil berlalu pergi.


Pesta yang seharusnya berlangsung penuh cinta dan kebahagiaan, harus di isi dengan kecelakaan. Senyum yang tadinya menghiasi wajah mereka langsung pudar seketika saat mendengar ada kecelakaan yang sepertinya sudah di rencanakan. Jhon hanya bisa menuruti perintah bosnya itu. Dia juga memerintahkan beberapa anak biah Rishie untuk menjaga dan mengantar Rose.


Jessy langsung menghampiri Rose yang sedang di tuntun oleh anak buah Rishie. Terlihat lutut dan lengan Rose sedikit berdarah. Mata Jessy langsung menatap semua luka sahabatnya itu.


"Renata, apa kau baik-baik saja?" Jessy bertanya untuk mengetahui keadaanya.


"Aku baik-baik saja, hanya luka kecil."


"Sebenarnya apa yang terjadi? katakanlah," pinta Jessy.


"Ceritanya panjang, aku belum bisa ceritakan semua Jessy," ucap Rose lirih.


"Jessy ... sudahlah, kasian Nyonya Rose. Dia harus istirahat dan membersihkan lukanya," ucap Jhon mencoba menenagkan Jessy.


"Nyonya, aku sudah menyuruh anak buah Bos Rishie untuk mengantar anda pulang. Pulanglah, dan istirahatlah," Jhon meminta agar istri bosnya itu kembali ke mansion.


"Iya Jhon, terimakasih. Jessy aku pulang dulu, besok akan ku ceritakan semua," pamit Rose pada pasangan pengantin baru itu.


Anak buah Rishie pun sudah siap di depan gedung itu. Mereka langsung membukakan pintu mobil untuk Nyonya mereka. Dengan pengawalan extra Rose kembali ke mansion. Di perjalanan salah satu bodyguard itu mengambil ponsel dan menghubungi kepala pelayan di mansion bosnya. Untuk memanggil dokter keluaga agar siap di sana saat Nyonya mereka tiba.


"Pangggil dokter, dan saat kami sampai dia sudah harus ada di sana, mengerti!" ucap bodyguard itu datar.


"Baik, akan kami pastikan semua siap saat Nyonya tiba," jawab kepala pelayan itu.


Mobil pun tiba di mansion, semua pelayan juga menyambut kedatangan Nyonya mereka. Dokter pun langsung mengikuti Rose saat ia memasuki kamar. Dengan telaten mereka mengobati luka Rose, dan memberinya obat. Rose pun tertidur setelah meminum obat yang dokter berikan.


****


Sementara di tempat lain Rishie nampak bahagia keluar dari ruangan Thomas. Penjelasan Thomas membuatnya lega, selama ini dia hanya termakan jebakan James, agar dia dan Rose berpisah. Melihat keadaan Tjomas yang ia rasa sudah membaik, Rishie memutuskan untuk pulang ke mansion. Ia ingin melihat keadaan Rose, meski para anak buah dan pelayan sudah memberikan kabar. Namun itu tak membuatnya lega. Rishie berjalan ke ruangan dokter yang menangani Thomas.


TOK ... TOK ... TOK ... .


Rishie mengetuk pintu itu. Dokter itu pun mempersilahkanya masuk.


"Ada yang bisa saya bantu Tuan?" tanya dokter itu.


"Baik Tuan, akan saya kabarkan jika terjadi sesuatu padanya," jawab dokter itu.


Rishie pun keluar dari ruangan dokter dan berjalan menuju parkiran. Ia melajukan mobil dengan kecepatan sedang. Tak lama mobil pun sampai di mansion. Rishie segera turun dan masuk ke dalam.


"Bagaimana keadaan Nyonya?" tanya Rishie pada para pelayan.


"Dokter sudah memeriksa Nyonya Tuan, katanya keadaan Nyonya baik-baik saja. Dan sekarang Nyonya sedang tidur setelah minum obat," jelas salah satu pelayan.


Setelah mendengar penjelasan pelayan Rishie segera menuju kamarnya. Di lihatnya sang istri yang sudah tertidur pulas, ia Ialu mendekatinya, dengan penuh kasih sayang Rishie membelai rambut Rose.


"Maafkan aku sayang, yang tak pernah mempercayaimu. Aku janji, mulai sekarang apapun yang terjadi aku akan selalu mempercayaimu," ucap Rishie lirih.


Rishie lalu berjalan ke kamar mandi untuk membersihlan diri. Tak butuh waktu lama, Rishie pun sudah siap ke alam mimpinya. Ia berbaring di samping istrinya, tak lupa ia mengecup kening Rose, kemudian ia ikut terlelap di samping Rose.


****


DERT ... DERT ... DERT ... .


Suara ponsel terdengar begitu nyaring di tengah malam menjelang pagi. Si pemilik meraba di sekelilingnya mencari keberadaan benda itu. Rishie memposisikan badanya duduk, dengan mata yang masih terpejam ia mengangkat panggilan itu.


"Hallo," suara Rishie yang serak.


"Maaf Tuan, kami mengganggu tidur anda," ucap si sumber suara di seberang sana.


"Tak apa, ada apa?"


"Kami dari pihak Rumah Sakit. Ingin memberitahu bahwa pasien yang bernama Thomas telah meninggal pukul dua malam tadi," jelas suara di seberang telefon.


Mata Rishie membulat sempurna, ia mencerna semua perkataan pihak Rumah Sakit. Karena yang ia tahu semalam keadaan Thomas sudah sedikit membaik.


"Apa! bukankah semalam keadaanya baik-baik saja?"


"Iya Tuan, tapi tepat jam satu tiba-tiba keadanya memburuk. Tekanan darahnya menurun, detak jantungnya pun menurun. kami sudah mengupayakan semua cara, tetapi Tuhan berkehendak lain," jelas dokter.


"Baiklah, aku akan segera ke sana," Rishie menutup panggilanya. Ia langsung berlari ke kamar mandi untuk berganti pakaian. Saat di sudah rapi dan bersiap pergi ke Tumah Sakit, ia di kejutkan suara Rose.


"Kau mau kemana?" suara Rose menghentika langkah Rishie.


"Sayang, tadi pihak Rimah Sakit menelfonku. Mereka bilang Thomas meninggal," jelas Rishie pada istrinya.


"Apa!" Rose tak percaya jika Thomas telah meninggal.


"Aku akan ke sana, kau istirahatlah, besok pagi baru kau datang ke sana," Rishie membujuk agar Rose menuruti perkataanya


"Baiklah, hati-hati di jalan."


"Ya," jawab Rishie, yang keluar dari kamar.


BERSAMBUNG.....


JANGAN LUPA LIKE ..YA KAWAN TERIMAKASIH..😘😘😘