The Alpha

The Alpha
Great Mountain Villa



Setelah menempuh perjalanan selama hampir setengah jam, mereka akhirnya sampai di kawasan Great Mountain Villa, namun karena taksi tidak diizinkan untuk masuk ke kawasan itu, mereka akhirnya hanya bisa turun di depan gerbang masuk kawasan Great Mountain Villa.


Akan tetapi, sebelum mereka sempat untuk memasuki gerbang, salah seorang penjaga sudah lebih dulu menghentikan mereka dan melarang mereka untuk masuk ke sana, karena penjaga gerbang tersebut menganggap mereka sebagai pengganggu saja.


"Maaf pak, kami tidak bermaksud untuk mengganggu, tapi kami hanya ingin masuk ke rumah kami" ucap Daniel.


"Rumah kalian? Apa aku tidak salah dengar?" tanya penjaga itu sembari memandangi penampilan Daniel dan Alisha dari atas sampai bawah, "Bagaimana mungkin pengemis seperti kalian mampu membeli rumah di kawasan ini? Bahkan, hasil kalian mengemis selama setahun pun tidak akan mungkin bisa untuk membeli satu vila di kawasan ini."


Daniel mengepalkan tinjunya karena kesal mendengar perkataan penjaga itu, "Dengarkan aku baik-baik, izinkan aku masuk sekarang atau kau akan menerima akibatnya!"


"Heh" penjaga itu mendengus kesal, "Justru aku akan mendapatkan masalah besar jika membiarkan kalian masuk!"


"Omega! Bantu aku mengurusi masalah ini" ucap Daniel dalam hati.


"Baik Tuan!"


"Kenapa kalian diam saja? Cepat pergi dari sini sebelum aku menggunakan kekerasan!"


Karena tidak ingin terjadi masalah, Alisha kemudian mengajak Daniel untuk pergi dari sana, namun Daniel masih belum ingin pergi dan meminta Alisha untuk menunggu sebentar lagi. Akan tetapi, perkataan Daniel itu malah membuat penjaga tersebut marah, bahkan ia sudah bersiap untuk mengusir mereka secara paksa.


Pada saat yang bersamaan, sebuah mobil sport Lamborghini berhenti didekat mereka, lalu dari dalam mobil tersebut keluar seorang pria paruh baya dengan setelan serba hitam, kemudian ia menghampiri Daniel dan Alisha.


"Selamat malam, Tuan!" sapa penjaga gerbang sembari membungkuk pada pria paruh baya itu.


Pria itu mengabaikan penjaga gerbang dan langsung menghampiri Daniel dan Alisha, "Apakah Anda Tuan Daniel?" tanya pria paruh baya itu.


"Iya, aku Daniel!"


Setelah mendengar Daniel menyebutkan namanya, pria paruh baya itu kemudian membungkuk padanya, "Maafkan saya, Tuan Daniel. Saya benar-benar tidak tahu jika Anda akan langsung datang sekarang" ucapnya.


Daniel, Alisha dan penjaga gerbang itu tentu sangat dikejutkan oleh sikap pria paruh baya itu yang tiba-tiba saja membungkuk, terutama penjaga gerbang yang sudah mengenal siapa pria paruh baya itu, dan selama ia bekerja di kawasan Great Mountain Villa, baru kali ini ia melihat pria paruh baya itu membungkuk pada seseorang.


"Apa maksudmu? Memangnya siapa kau ini?" tanya Daniel yang nampak kebingungan.


"Tuan Daniel, nama saya Sebastian Wijaya, saya adalah orang yang dipercayai oleh keluarga Wiliam untuk mengurus kawasan Great Mountain Villa" jawab pria paruh baya itu.


"Benarkah? Bagus kau bisa datang, aku dan istriku ingin masuk ke dalam, tapi penjaga gerbang ini malah menahan kami, aku harap kau tahu apa yang harus kau lakukan!" sahut Daniel.


"Tentu saja, Tuan Daniel" ucap Dimas, kemudian mengalihkan pandangannya pada penjaga gerbang yang sebelumnya menghentikan Daniel dan Alisha, "Mulai sekarang, kau dipecat!"


Penjaga gerbang itu langsung gemetar mendengar perkataan Sebastian, ia benar-benar tidak menyangka jika perkataan pria yang berpenampilan layaknya pengemis itu ternyata malah dikabulkan oleh Sebastian.


"Apa? Ta-tapi kenapa Tuan?"


"Tanyakan pada dirimu sendiri, kenapa kau berani menghambat perjalanan Tuan Daniel dan istrinya" jawab Sebastian.


"Aku sudah memberimu peringatan tapi kau malah mengabaikan peringatan itu, sekarang terima saja akibatnya!" ujar Daniel memotong ucapan penjaga gerbang tersebut, kemudian ia mengajak Alisha masuk ke kawasan Great Mountain Villa.


Karena mereka berdua tidak datang dengan mobil, Sebastian kemudian menghubungi salah seorang bawahannya dan memintanya untuk menjemput Daniel dan Alisha di pintu gerbang, karena tidak mungkin bagi mereka untuk pergi ke vila dengan berjalan kaki, pasalnya, villa milik Daniel berada dipuncak bukit.


Sama seperti namanya, kawasan Great Mountain Villa adalah hunian yang berada di kawasan bukit yang cukup tinggi, ada dua jenis vila yang dijual di sana, pertama adalah vila yang berada di kaki bukit dan yang kedua adalah vila yang berada di bukit, untuk vila yang berada di bawah bukit memiliki harga yang tidak terlalu mahal, yaitu berkisar antara 10 sampai 50 miliar rupiah.


Sedangkan untuk vila yang berada di bukit, harganya berkisar antara 50 hingga 100 miliar rupiah, dan semakin tinggi tempat vila itu berada, maka semakin tinggi pula harganya. Lalu, untuk vila yang didapatkan oleh Daniel dari hadiah sistem adalah vila yang berada dipuncak bukit, yaitu vila termahal yang ada di kawasan Great Mountain Villa.


Ada beberapa hal yang membuat harga vila itu sangatlah mahal, pertama adalah pemandangannya, dari halaman depan vila penghuninya bisa melihat seluruh kota A dan akan lebih indah lagi jika dilihat pada malam hari, karena pada saat itu kota A akan terlihat seperti lautan bintang.


Kemudian, halaman belakang vila menyajikan pemandangan pantai dan juga laut, dan akan sangat cocok untuk dijadikan sebagai tempat bersantai di sore hari, karena penghuni vila dapat melihat proses terbenamnya sang surya dengan sangat jelas.


"Tuan Sebastian, kenapa harus menggunakan mobil? Memangnya dimana vila kami?" tanya Alisha.


"Rumah milik Tuan Daniel berada dipuncak bukit, jadi untuk bisa sampai ke sana kita harus menggunakan mobil" jawab Sebastian.


"Apa? Rumah dipuncak bukit? Bukankah itu rumah termahal di kawasan Great Mountain Villa?" Alisha benar-benar kaget ketika mendengar jawaban Sebastian.


"Benar sekali dan Tuan..."


"Ya, rumah temanku memang ada di puncak bukit itu" Daniel buru-buru memotong perkataan Sebastian, karena dia tidak ingin Alisha mengetahui bahwa dirinyalah pemilik rumah tersebut.


Sebastian yang sedang mengendarai mobil langsung mengerti kenapa Daniel memotong ucapannya, meski begitu, ia masih bingung dengan alasan Daniel yang malah menyembunyikan hal itu dari istrinya sendiri, tapi apapun alasannya, Sebastian tidak ingin mengetahuinya, karena sosok seperti Daniel adalah orang yang tidak bisa ia singgung sedikitpun.


Setibanya di puncak bukit.


Alisha langsung mematung dan tidak bisa mengatakan apapun ketika melihat kemewahan serta kemegahan yang tersaji didepan matanya, selama ini ia hanya bisa melihat vila mewah tersebut lewat gambar yang ada di sosial media, tapi sekarang, ia melihat kemewahan dan kemegahan itu secara langsung.


"Tuan, karena sekarang sudah malam, jadi tidak ada pelayan yang melayani Anda, tapi Anda tenang saja, karena besok pagi para pelayan akan datang tepat waktu" ucap Sebastian.


"Tidak masalah, lagipula aku dan istriku sudah kelelahan, jadi kami ingin langsung istirahat saja" sahut Daniel.


"Baik Tuan, dan jika Anda membutuhkan sesuatu, Anda bisa menghubungi saya di nomor ini" ucap Sebastian sembari menyerahkan kartu namanya.


Daniel kemudian meraih kartu nama yang diberikan oleh Sebastian, "Terima kasih" ucapnya, lalu mengajak Alisha masuk ke rumah mereka.


Setibanya di dalam rumah, Alisha kembali tercengang dengan kemegahan dan kemewahan yang tersaji didepannya, jika di bagian luar vila sudah terlihat begitu mewah dan megah, maka di bagian dalamnya harus ditambahkan satu kata dibelakangnya, yaitu super mewah dan super megah.


"Pantas saja harganya sangat mahal, selain sudah sangat lengkap, segala sesuatu yang ada di dalamnya benar-benar sangat luar biasa" ucap Alisha.


"Memangnya berapa harga vila ini?" tanya Daniel.


"Harga pastinya tidak disebarkan di media, tapi ada yang mengatakan bahwa vila dipuncak Great Mountain Villa ini harganya lebih dari 300 miliar rupiah"