The Alpha

The Alpha
Omega!



Meskipun sebelumnya Alisha sudah mengusirnya dari rumah, tapi Daniel tidak bisa mengabaikan istrinya hanya karena masalah itu saja, karena bagaimanapun juga, Alisha tetaplah istrinya dan sampai kapanpun akan tetap menjadi satu-satunya wanita yang akan berada disampingnya.


Saat dalam perjalanan mencari keberadaan Alisha, Daniel memikirkan beberapa hal yang mungkin saja berhubungan dengan hilangnya Alisha, dan dari beberapa kemungkinan itu, hanya ada satu hal yang ia yakini sebagai penyebabnya, yaitu mantan kekasih Alisha, David Louis.


Ada beberapa alasan kuat yang membuat Daniel mencurigai Tuan Muda keluarga Louis itu, salah satunya adalah, David pernah mengancamnya dengan mengatakan, ia akan melakukan apapun untuk mengganggu kehidupan Daniel. Dan jika ditambah dengan masalah yang mereka alami sebelumnya, maka besar kemungkinan jika David adalah pelakunya.


"David, jika kau benar-benar menculik Alisha dan melakukan sesuatu yang buruk padanya, maka bersiaplah untuk menerima kehancuran" gumam Daniel sembari terus melanjutkan langkah kakinya.


Setelah cukup jauh dari Tuan Handoko, sebuah suara monoton yang mirip seperti suara kecerdasan buatan tiba-tiba saja mengejutkan Daniel, meski begitu, ia tetap melanjutkan langkah kakinya.


[Sistem berhasil di upgrade!]


[Hadiah telah dimasukkan ke penyimpanan sistem!]


Daniel tersenyum senang mendengar suara monoton itu, "Omega!"


"Siap Tuan!" suara misterius terdengar di telinga Daniel.


"Lacak keberadaan istriku, Alisha Handoko!" ucap Daniel memberi perintah.


"Tugas diterima! Memulai pencarian Alisha Handoko..." sahut suara misterius itu, setelah beberapa saat berlalu, suara misterius itu terdengar lagi, "Pencarian selesai!"


Tidak lama kemudian, dalam benar Daniel muncul sebuah ingatan yang menunjukkan tempat Alisha berada sekarang, tidak hanya itu saja, ingatan itu juga menunjukkan lokasi, serta jalur tercepat untuk menuju tempat tersebut, bahkan ingatan itu menunjukkan semua informasi mengenai tempat itu pada Daniel.


"Terima kasih, Omega! Kau memang selalu bisa diandalkan."


***


Setengah jam kemudian.


Daniel telah sampai ditempat yang ditunjukkan oleh Omega dan ternyata, tempat itu adalah sebuah hotel berbintang yang cukup terkenal di kota A ini. Lalu, setelah menenangkan dirinya, Daniel kemudian masuk ke hotel itu dan langsung menuju ke lantai sepuluh, tepatnya di kamar 88.


Setibanya didepan kamar 88, Daniel langsung menendang pintu itu dengan kaki kanannya, alhasil, pintu yang terlihat sangat kokoh itu akhirnya terbuka hanya dengan satu tendangan saja, dan sudah dipastikan bahwa pintu itu tidak akan pernah bisa digunakan lagi.


Di dalam kamar.


David yang ingin melancarkan aksi bejadnya pada Alisha yang telah bangun, tiba-tiba saja dikejutkan oleh suara pintu yang ditendang, dan dengan penuh kekesalan, ia kemudian berjalan ke arah pintu untuk melihat siapa yang telah berani mengganggu kesenangannya.


"Apa kau tidak punya sopan santun? Kenapa kau mengganggu..." ucapan David tiba-tiba saja terhenti ketika melihat Daniel yang tengah berdiri menatapnya dengan penuh amarah.


"Da-Daniel, ke-kenapa kau bisa ada di sini?" tanya David, suaranya terdengar gemetaran sama seperti tubuhnya.


Daniel mengabaikan pertanyaan yang dilontarkan oleh David, ia kemudian mendekati pemuda itu dan langsung melayangkan tinjunya yang keras ke wajahnya. Satu pukulan dari Daniel berhasil membuat David terpental dan terjungkal di lantai, bahkan, pukulan keras itu berhasil membuat darah segar mengalir dari hidung dan mulutnya.


"Arkhhh!" David meringis kesakitan, tapi Daniel mengabaikannya dan tetap melancarkan pukulan ke wajahnya.


"Bukankah sudah aku peringatkan untuk tidak macam-macam denganku? Sekarang terima akibatnya!" ucap Daniel.


"Da-Daniel"


"Bajingan! Beraninya kau menyentuh istriku!" ujar Daniel kemudian menendang bagian bawah David dengan sangat kencang.


"Arkhhh!" David kembali berteriak kesakitan, namun Daniel masih tidak menghiraukannya, bahkan ia masih saja menendang bagian bawah David, namun akhirnya ia berhenti setelah David pingsan.


Setelah itu, Daniel melangkahi tubuh David yang tergeletak dilantai dan langsung menghampiri Alisha, kemudian, ia melepaskan ikatan pada tangan istrinya itu lalu menutupi tubuhnya dengan selimut.


"Kenakan pakaianmu, aku akan menunggu diluar" ucap Daniel, kemudian berbalik dan hendak pergi meninggalkan Alisha, namun tangannya ditahan oleh istrinya itu.


"Ja-jangan pergi" ucap Alisha lirih.


"Hah" Daniel menghela napas panjang, kemudian memberanikan diri untuk memeluk istrinya itu, meski Daniel tidak mengetahui apakah Alisha menginginkan pelukannya atau tidak, tapi Daniel tetap melakukannya agar istrinya itu tenang.


"Tenanglah, aku tidak akan pergi jika kau tidak mau" ucap Daniel.


Kehangatan yang diberikan oleh Daniel berhasil memberikan ketenangan serta memberikan rasa aman untuk Alisha, ia yang semula menangis akhirnya berhenti setelah cukup lama berada dalam pelukan Daniel.


Tidak lama kemudian, Alisha melepaskan pelukannya, "Terima kasih" ucapnya.


Daniel tersenyum sembari mengangguk pelan, "Sekarang, kenakan pakaianmu agar aku bisa membawamu kembali ke rumah."


***


Rumah keluarga Handoko.


Tuan Handoko beserta semua anggota keluarganya merasa sangat senang saat melihat Alisha kembali, namun tidak dengan Dewi, dan bukannya berterima kasih kepada Daniel karena telah membawa anaknya pulang dengan selamat, ia malah mengatakan hal yang tidak baik padanya.


"Bajingan! Kemana saja kau membawa anakku?!"


Daniel mengerutkan alisnya, "Ibu, aku tidak..." sebelum Daniel sempat menyelesaikan ucapannya, Dewi telah lebih dulu memotongnya.


"Jangan panggil aku ibu, karena sampai kapanpun, aku tidak akan pernah mau menganggap mu sebagai menantuku!"


Melihat suaminya yang disalahkan, Alisha kemudian angkat bicara, "Ibu, Daniel tidak salah, justru ibu harus berterima kasih padanya, karena berkat dia, aku bisa kembali dengan selamat."


"Apa maksudmu, Alisha?" tanya Tuan Handoko.


Alisha kemudian menceritakan kepada mereka apa yang telah ia alami, ia juga mengatakan bahwa semua itu dilakukan oleh David dan tidak ada kaitannya sedikitpun dengan Daniel. Selain itu, Alisha juga menceritakan jika David hampir saja memperkosa dirinya, dan jika Daniel tidak datang tepat waktu, mungkin dia akan kehilangan kesuciannya.


"Ya! Semua ini terjadi karena dirimu, jika saja kau tidak menyinggung Tuan Muda keluarga Louis, mungkin dia tidak akan pernah melakukan semua ini pada Alisha!"


Dewi masih tetap teguh pada pendiriannya, karena menurutnya, semua masalah yang menimpa Alisha tidak akan mungkin terjadi jika Daniel tidak menyinggung Tuan Muda keluarga Louis.


"Dewi, sudah cukup! Daniel sudah menyelamatkan anakmu, tapi kenapa kau masih saja menyalahkannya?" tanya Johan yang nampak kesal pada istrinya.


"Apa? Kenapa kau juga ikut-ikutan membelanya?"


"Aku tidak membelanya, tapi aku berusaha menyadarkan mu agar tidak selalu salah dalam menilai orang lain, dan sebagai orang tua, seharusnya kau memberikan contoh yang baik pada generasi muda, bukannya malah seperti ini!" jawab Johan.