The Alpha

The Alpha
Harimau yang sesungguhnya



Untuk memastikan tidak akan ada lagi masalah untuk kedepannya, Daniel kemudian memutuskan untuk menemui Tiger secara langsung, dan menurut informasi yang ia dapatkan dari orang-orang yang barusan menyerangnya, Tiger saat ini tengah berada di salah satu tempat hiburan yang cukup terkenal di kota A.


Matahari sudah tenggelam saat Daniel sampai di tempat hiburan yang dimaksud, dan dengan santainya, ia masuk ke sana tanpa menghiraukan para penjaga yang mencoba menghentikannya. Namun, karena mereka berusaha menyerangnya, Daniel terpaksa harus membuat kedua penjaga itu pingsan ditempat.


Setibanya di dalam, suasana yang sangat berbeda langsung bisa dirasakan oleh Daniel, bau alkohol yang sangat menyengat memenuhi seluruh tempat tersebut dan semua orang nampak sibuk dengan aktivitas mereka masing-masing, tapi kebanyakan dari mereka tengah sibuk dengan wanita penghibur yang melayaninya.


"Selamat datang Tuan, apa yang ingin Anda pesan?" tanya bartender.


"Dimana aku bisa menemui Tiger? Ada masalah penting yang harus aku bicarakan dengannya" jawab Daniel.


Tanpa adanya rasa curiga sedikitpun, bartender itu kemudian mengatakan jika Tiger sedang berada di ruangan VIP nomor satu, namun ia mengingatkan agar Daniel menunggu sejenak, karena saat ini Tiger tengah mengadakan pertemuan dengan seorang tamu penting.


"Terima kasih sudah mengingatkan, tapi aku yakin masalah ini jauh lebih penting untuk diketahui olehnya daripada tamu itu" sahut Daniel, kemudian naik ke lantai dua yang merupakan tempat ruangan VIP berada.


Setelah melewati tangga, Daniel lagi-lagi dihentikan oleh dua orang penjaga bertubuh kekar, mereka meminta Daniel untuk segera turun dan menunggu di bawah saja, karena saat ini Tiger sedang bertemu dengan tamu penting. Akan tetapi, Daniel tetap memaksa mereka untuk mempertemukannya dengan Tiger.


"Jangan membuat kesabaran kami habis! Sebaiknya kau pergi sekarang atau aku akan mematahkan tanganmu" ucap salah seorang dari mereka.


"Hah" Daniel menghela napas panjang, "Aku paling benci jika diancam!" ucapnya, lalu melayangkan tinjunya dan berhasil mendarat di wajah pria tersebut.


"Breng*ek! Apa kau sudah bosan hidup!" penjaga yang satunya kemudian menyerang Daniel, namun sebelum serangannya itu mengenai Daniel, sebuah tendangan sudah lebih dulu mendarat di tubuhnya dan berhasil membuatnya terpental.


Keributan yang dibuat oleh Daniel berhasil mengundang para penjaga yang lainnya, pada saat mereka tiba di sana, mereka cukup terkejut ketika melihat dua temannya yang tengah terkapar di lantai, kemudian, mereka mengarahkan pandangannya pada Daniel dan langsung menyerangnya.


"Bagus! Kalian semua akan aku jadikan sebagai samsak tinju!" ujar Daniel.


Karena lawan yang akan ia hadapi memiliki jumlah yang cukup banyak, Daniel pun memutuskan untuk menggunakan seluruh kekuatannya. Lagipula, ia tidak bisa berlama-lama di sana, karena saat ini, Alisha tengah menunggu kepulangannya.


Bukkh!


Bukkh!


Para bawahan Tiger mulai berjatuhan satu-persatu, dan karena Daniel menggunakan seluruh kekuatannya, orang-orang yang merupakan bawahan Tiger itu tidak ada yang mampu bertahan dari satu pukulannya, kalaupun ada yang mampu bertahan, mungkin dia tidak akan pingsan dan itu sudah termasuk hebat bagi Daniel.


Sementara itu, di ruangan VIP nomor satu.


Keributan yang terjadi diluar membuat Tiger sangat kesal, karena keributan tersebut mengganggu pertemuan yang sedang ia adakan dengan tamunya, "Apa yang kalian lakukan? Tidak bisakah kalian tidak menggangguku?"


Bruaakk!


Suara pintu yang dibuka dengan paksa berhasil mengejutkan Tiger dan beberapa orang yang ada di dalam ruangan itu, kemudian, dari arah pintu muncul seseorang dengan tangan yang telah berlumuran darah. Tatapan matanya yang tajam memberikan penindasan tersendiri bagi orang-orang yang ada di sana.


"Breng*sek! Siapa kau?"


"Santai saja, Tiger, waktu masih panjang, jadi jangan terlalu terburu-buru" jawab Daniel, kemudian duduk di depan Tiger.


"Apa yang kau inginkan? Kenapa kau mengacau ditempat ku?" tanya Tiger.


Walaupun Tiger sangat kesal pada pemuda yang tengah duduk didepannya itu, tapi ia berusaha untuk tidak bertindak dengan gegabah, apalagi setelah melihat pemuda itu yang masih baik-baik saja setelah berhadapan dengan puluhan bawahannya.


Daniel menggelengkan kepalanya, "Pertanyaannya bukan apa yang aku inginkan, tapi apa yang kau inginkan? Kenapa kau mengirim bawahan mu untuk menyerangku?" Daniel membalikkan pertanyaan itu kepada Tiger.


"Apa maksudmu? Aku tidak pernah memerintahkan bawahan ku untuk menyerang sembarangan orang" jawab Tiger.


Bruaakk!


Daniel berdiri sembari memukul meja bundar yang ada didepannya hingga hancur, "Jangan pura-pura bodoh! Apa kau pikir aku tidak tahu apa yang sudah kau lakukan?"


"A-aku benar-benar tidak mengerti apa maksudmu" ucap Tiger.


"Beberapa hari yang lalu, kau juga pernah mengirim bawahan mu untuk menyerangku dan jika aku tidak salah, yang memberikan tugas itu padamu adalah Tuan Muda keluarga Louis, apa itu benar?"


Tiger diam sejenak sembari memikirkan perkataan Daniel, dan memang benar, beberapa hari yang lalu David memang meminta bantuannya untuk menghajar seseorang, namun Tiger tidak mengetahui siapa yang ingin dihajar oleh Tuan Muda keluarga Louis itu, karena menurutnya masalah itu hanyalah masalah anak muda saja.


"I-itu memang benar, tapi..." sebelum Tiger sempat menyelesaikan ucapannya, Daniel telah lebih dulu memotong perkataannya.


"Kemarin sore, apakah Tuan Muda keluarga Louis juga menyuruhmu untuk menculik seorang wanita? Dan sore ini, apa kau mendapatkan tugas dari Tuan Louis untuk menghabisi seseorang?"


"I-itu memang benar, ta-tapi..." ucapan Tiger lagi-lagi terhenti karena sebuah pukulan keras telah lebih dulu mendarat di wajahnya, akibatnya, Tiger sampai terpental dan terjungkal di lantai.


"Orang yang ingin di hajar oleh David adalah aku, wanita yang diculik bawahan mu adalah istriku, lalu orang yang ingin dilenyapkan oleh Louis adalah aku dan istriku" ucap Daniel sembari menginjak dada Tiger.


Tiger benar-benar kaget mendengar perkataan Daniel, sekarang ia akhirnya mengerti kenapa tempatnya tiba-tiba saja diserang oleh harimau yang sesungguhnya, karena ternyata dia sendirilah yang telah membangunkan harimau itu dari tidurnya.


"Tu-tuan, ma-maafkan aku, jika aku tahu Tuan dan istri Tuan adalah orang yang dimaksud, aku pasti tidak akan mau melakukannya" Tiger menghilangkan harga dirinya dan memohon pengampunan pada Daniel, walaupun dadanya tengah diinjak oleh Daniel, tapi dia berusaha keras agar bisa mencium kakinya.


"Dengarkan aku baik-baik, ini terakhir kalinya aku melihat wajahmu, jika kau berani menampakkan dirimu ataupun bawahan mu di depanku lagi, aku jamin kau tidak akan pernah bisa membayangkan konsekuensinya" ancam Daniel, kemudian pergi meninggalkan ruangan tersebut.


Tapi saat sampai di pintu masuk, ia tiba-tiba saja berhenti, "Apa kau adalah bawahan Macan Putih dari geng White Tiger?" tanya Daniel.


"Be-benar Tuan, Macan Putih adalah bos ku" jawab Tiger.


"Ingat ini baik-baik, jika kau masih berani mengusik ketenangan ku, maka aku akan melenyapkan seluruh geng White Tiger dalam semalam!" ancam Daniel, kemudian melangkah pergi dari sana.


Tubuh Tiger gemetar ketika mendengar ancaman Daniel, walaupun dia tidak mengetahui identitas Daniel, tapi dia sangat yakin bahwa perkataan Daniel barusan bukan hanya sekedar ancaman belaka, dan entah mengapa, instingnya mengatakan bahwa Daniel adalah sosok penguasa sesungguhnya di dunia bawah tanah ini.


"Keluarga Louis, kalian harus bertanggung jawab karena sudah berani membuatku menyinggung orang yang seharusnya tidak disinggung" gumam Tiger.