The Alpha

The Alpha
Akting yang sangat bagus



Di puncak bukit Great Mountain Villa.


Alisha nampak gelisah dan tidak bisa tenang karena sampai sekarang, suaminya masih belum kembali dan tidak ada kabar apapun darinya. Memang benar jika sebelumnya Alisha belum bisa menerima Daniel sepenuhnya, tapi sejak Daniel menyelamatkannya malam itu, Alisha sudah mulai membuka hati untuknya.


"Nyonya, bagaimana jika kita menunggu di dalam saja? Sekarang sudah malam, tidak baik jika terlalu lama berada di luar" ucap Heru.


"Tidak, aku tidak akan masuk sampai Daniel kembali" sahut Alisha.


Tidak lama kemudian, ponsel Alisha tiba-tiba berdering, ia bergegas mengeluarkan ponsel dari sakunya dan langsung menjawab panggilan suara tersebut, "Daniel, apa kau baik-baik saja?" tanya Alisha, nada suaranya terdengar sangat khawatir.


"Aku baik-baik saja, sekarang sedang dalam perjalanan pulang ke rumah" jawab Daniel.


Alisha menghela napas lega setelah mengetahui keadaan suaminya, tapi ia masih belum bisa tenang sebelum suaminya itu tiba di rumah, "Cepatlah kembali, aku akan menunggumu di depan rumah" sahut Alisha.


"Baiklah, aku akan kembali secepat mungkin" ucap Daniel, kemudian memutuskan sambungan panggilan mereka.


***


Lima belas menit kemudian, Daniel akhirnya sampai di puncak Great Mountain Villa, dan saat itu juga, Alisha bergegas menghampirinya dan langsung memeluk Daniel dengan erat. Setelah cukup lama, Alisha kemudian melonggarkan pelukannya sembari memeriksa wajah dan tubuh Daniel.


"Apa kau baik-baik saja? Apa ada yang terluka?"


Daniel tersenyum, ia benar-benar senang mendapatkan perhatian dari istrinya itu, "Aku baik-baik saja dan tidak terluka sedikitpun" jawab Daniel.


"Apa kau yakin? Aku melihat orang-orang itu membawa pisau, dan aku takut mereka melukaimu."


"Tenanglah Alisha, mereka tidak bisa menyakitiku, justru aku sudah memberikan mereka pelajaran karena telah berani menculik mu" sahut Daniel.


"Jadi, benar mereka pelakunya?" tanya Alisha.


"Aku sudah menanyakan hal itu pada mereka dan mereka mengakuinya" jawab Daniel.


"Sekarang, kau tidak perlu khawatir lagi karena mereka tidak akan pernah bisa mengganggumu lagi. Jadi, mulai besok kita sudah bisa datang ke kampus seperti biasa" lanjutnya, kemudian mengajak istrinya itu masuk ke rumah.


Setelah masuk ke rumah, keduanya langsung menuju ke kamar untuk beristirahat, walaupun sebenarnya Daniel sempat mengajak istrinya itu untuk makan malam, namun Alisha menolak ajakan tersebut, karena kejadian yang baru saja mereka alami membuat nafsu makannya hilang.


Keesokan harinya.


Karena masalah yang sempat mengganggu ketenangan mereka telah diselesaikan oleh Daniel, keduanya pun akhirnya memutuskan untuk datang ke kampus hari ini, dan karena mereka masih belum memiliki mobil, mereka hanya bisa meminta bantuan Heru untuk mengantar mereka ke kampus.


"Heru, apa kau benar-benar tidak masalah harus mengantar kami? Maksudku, jika kau merasa keberatan, kau bisa mengatakannya secara langsung" ucap Alisha.


Heru yang sedang duduk dibelakang kemudian menggelengkan kepalanya, "Tentu saja tidak, Nyonya, lagipula suatu kehormatan bagiku karena bisa menjadi orang kepercayaan Tuan dan Nyonya" jawab Heru.


"Baiklah, tapi jika kau merasa keberatan, jangan ragu untuk mengatakannya padaku ataupun Daniel" sahut Alisha.


"Tentu saja, Nyonya."


Setibanya di kampus, Daniel dan Alisha lagi-lagi menjadi pusat perhatian para mahasiswa yang ada di sana, pasalnya, mereka yang biasanya datang ke kampus dengan mobil sport mewah, sekarang malah datang dengan mobil biasa, bahkan sangat biasa untuk sekelas Alisha yang merupakan cucu dari Tuan Handoko.


Meski begitu, Alisha masih tetap tidak menghiraukan tatapan yang mengarah padanya, dan dengan penuh percaya diri, ia menggandeng tangan Daniel sampai masuk ke kelas, bahkan ia masih belum melepaskan tangan suaminya itu setelah mereka berada di dalam kelas.


"Daniel, kemana saja kau selama beberapa hari ini? Kenapa kau tidak datang ke kampus?" salah seorang teman kelas bertanya pada Daniel.


"Aku sedang ada urusan mendadak, jadi tidak bisa datang ke kampus" jawab Daniel, ia sengaja berbohong karena tidak ingin teman-teman kelasnya mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.


"David? Memangnya dia kenapa?"


"Menurut kabar yang aku dapatkan, David telah diserang oleh seseorang yang tidak diketahui, dan sekarang ia tengah di rawat di rumah sakit."


"Benarkah? Lalu bagaimana keadaannya?" Daniel berpura-pura kaget dan bersiap seolah tidak mengetahui apapun.


Pemuda itu menggelengkan kepalanya, "Kami tidak mengetahui bagaimana keadaannya sekarang, karena ayahnya tidak mengizinkan kami menjenguknya."


"Semoga saja tidak terjadi sesuatu yang buruk padanya" ucap Daniel berpura-pura khawatir.


"Semoga saja."


Sementara itu, Alisha hanya bisa menghela napas sembari menggelengkan kepalanya ketika melihat tingkah suaminya itu, dan jika Daniel adalah seorang aktris, mungkin ia sudah mendapatkan sebuah penghargaan karena sandiwaranya benar-benar sangat meyakinkan, bahkan ekspresi kagetnya terlihat sangat alami seolah dia benar-benar tidak mengetahui apapun.


Padahal, orang yang membuat David sampai masuk ke rumah sakit adalah dia sendiri, bahkan Alisha menyaksikan secara langsung bagaimana kejamnya Daniel menghajar David saat itu, dan tentunya, Alisha masih mengingat dengan jelas adegan ketika suaminya itu menginjak bagian bawah David, bahkan ia sangat yakin jika bagian bawah David tidak akan bisa tertolong lagi.


"Akting mu benar-benar sangat meyakinkan" ucap Alisha setelah pemuda itu pergi.


"Terima kasih, aku senang karena kau memujiku" sahut Daniel.


"Daniel, apa kau yakin masalah ini benar-benar telah selesai?" tanya Alisha.


"Tentu saja, dan aku yakin David tidak akan punya waktu lagi untuk mengganggu ketenangan kita" jawab Daniel.


"Benarkah?"


Daniel mengangguk pelan, "Itu benar, karena aku sudah membuatnya menjadi seorang kasim."


"Kasim?"


Daniel mengangguk pelan, kemudian menjelaskan apa yang dimaksud dengan kasim kepada Alisha, dan setelah mengetahuinya Alisha langsung tertawa dalam diam, bahkan perutnya sampai sakit karena berusaha menahan tawanya itu agar tidak terdengar oleh teman kelasnya.


***


Setelah jam menyelesaikan dua mata kuliah, Daniel dan Alisha kemudian memutuskan untuk kembali ke rumah, namun saat mereka menunggu kedatangan Heru, sebuah mobil sport tiba-tiba saja berhenti didepan mereka, lalu dari dalam mobil itu keluar dua orang pemuda yang tidak lain adalah sepupu Alisha.


"Andi, Bagas, kenapa kalian ke sini?" tanya Alisha.


"Kami datang untuk menyampaikan sesuatu pada kak Alisha dan kak Daniel" jawab Bagas.


"Memangnya apa yang ingin kalian sampaikan?" tanya Alisha.


"Kakek ingin kalian berdua pulang malam ini, karena besok adalah hari ulang tahun kakek" jawab Andi.


"Baiklah, kami akan datang besok" sahut Alisha.


"Bukan besok, tapi malam ini, ada sesuatu yang ingin kakek sampaikan dan ini menyangkut masa depan keluarga kita."


Alisha mengerutkan alisnya ketika mendengar perkataan sepupunya itu, "Memangnya apa yang terjadi?"


"Kalau ingin tahu, kalian harus pulang malam ini juga!" jawab Bagas.