
Setelah mendengar keseluruhan rencana yang disusun oleh Robert, Surya-pun akhirnya setuju untuk bekerjasama dengannya, lagipula mereka memiliki musuh yang sama dan tidak ada salahnya jika dia bekerjasama dengan Robert Louis.
"Kau tenang saja, aku akan memberikan informasi lebih lanjut setelah menghubungi orang itu" ucap Robert.
Surya mengangguk pelan, "Baiklah, dan jika ada sesuatu yang kau perlukan, jangan segan-segan untuk menghubungiku" ucapnya.
"Tentu saja!"
Setelah mengobrol cukup lama, Surya kemudian pamit undur diri karena ingin melihat keadaan anaknya, sedangkan Robert masih tetap setia duduk tempatnya.
"Kau pasti akan menerima akibatnya!" gumam Robert, kemudian mengeluarkan ponsel dari sakunya.
Setelah itu, Robert menghubungi seseorang yang sebelumnya ia katakan pada Wijaya, yaitu seseorang yang memiliki kuasa di dunia bawah tanah.
"Selamat malam, Tuan Louis, ada apa menghubungiku malam-malam begini?"
"Aku butuh bantuan-mu" jawab Robert.
"Tentu, aku pasti akan membantu selagi bisa, jadi, apa masalahnya?"
Robert kemudian menjelaskan bantuan seperti apa yang ia inginkan dan intinya adalah, Robert ingin orang itu menghabisi Daniel dan juga Alisha, karena mereka berdua telah menyebabkan dirinya tidak bisa memiliki keturunan lagi.
***
Dua hari kemudian.
Sore itu, Daniel tiba-tiba saja meminta Alisha untuk mengenakan gaun yang telah ia beli, lalu setelahnya ia membawa Alisha menuju ke salah satu hotel milik kakek Handoko.
Awalnya, Alisha sempat berpikir jika Daniel ingin mengajaknya bulan madu, tapi pikiran itu segera terbantahkan, karena tidak mungkin mereka bulan madu di hotel milik kakeknya sendiri.
Setibanya di hotel, Alisha kembali dibuat bingung karena suasananya yang sangat sepi, namun ia tetap bungkam karena sejak mereka pergi, Daniel selalu menolak untuk memberikan penjelasan padanya.
"Daniel, setidaknya jelaskan apa tujuanmu membawaku ke sini!?"
"Tunggu dan lihat saja nanti!" jawab Daniel, kemudian membawa istrinya menuju ke lantai sepuluh, yaitu lantai teratas yang dimiliki oleh hotel tersebut.
Gedung hotel itu memang tidak terlalu tinggi, namun bukan berarti hotel itu tidak mewah, justru hotel yang dikelola langsung oleh Tuan Handoko ini sudah termasuk salah satu hotel terbaik di kota A ini.
Karena selain tempatnya yang strategis, hotel ini juga menyediakan fasilitas mewah layaknya hotel bintang lima pada umumnya, selain itu, hotel tersebut juga terkenal karena harganya yang ramah dikantong, tidak sama seperti hotel bintang lima lainnya.
"Happy Birthday, Alisha!" ujar semua orang setelah keduanya tiba di ruangan yang telah dihiasi dengan berbagai macam hiasan.
Alisha tersentak kaget, ada rasa haru yang menggebu di dalam dadanya, ia tidak menyangka jika semua keluarganya sudah menyiapkan acara ulang tahun untuknya, terlebih lagi, teman-teman kampusnya juga ada di sana.
"Selamat ulang tahun, putriku, ini hadiah dari ayah" ucap Johan, kemudian menyerahkan kado yang telah ia siapkan, lalu diikuti oleh Dewi dan anggota keluarga yang lain.
Tatapan semua orang kini tertuju pada Daniel, karena dari semua orang yang hadir, hanya Daniel yang belum memberikan apapun pada Alisha. Padahal, dia adalah suaminya.
Daniel hanya tersenyum untuk menanggapi tatapan semua orang yang tertuju padanya, kemudian ia mendekati Alisha dan mengeluarkan sesuatu dari saku celananya.
"Maaf, aku hanya bisa memberikan ini sebagai hadiah" ucap Daniel seraya menyerahkan sebuah kunci yang telah dibalut dengan pita pada istrinya itu.
"Kunci mobil?"
Daniel mengangguk, "Hanya ini yang bisa ku-beli."
Tatapan semua orang kini terarah pada kunci mobil di tangan Alisha, dan anehnya, mereka semua malah salah mengartikan ucapan Daniel barusan, dalam benaknya, mereka semua berpikir jika Daniel hanya mampu membeli kunci mobil itu saja.
"Dasar tidak berguna! Memangnya apa yang bisa dilakukan dengan kunci itu?"
"Tidak apa-apa, Bu. Mungkin sekarang hanya kuncinya saja, tapi nanti, Daniel pasti bisa memberikan mobilnya padaku."
Daniel mengerutkan dahi mendengar perkataan istrinya, "Alisha, aku memberikan kunci ini karena memang ada mobilnya, jika tidak ada, untuk apa aku memberikan kuncinya padamu?"
"Cihh, memangnya kau mampu membeli mobil?"
"Jika ibu tidak percaya, mari kita ke parkiran hotel, mobilnya ada di sana" jawab Daniel.
Karena penasaran, semua orang kemudian turun dan pergi ke area parkir hotel, mereka ingin melihat mobil seperti apa yang telah disiapkan oleh Daniel, terutama Dewi yang sudah tidak sabar untuk menghina menantunya itu.
Setibanya ditempat parkir, pandangan semua orang langsung tertuju pada mobil sport hitam yang terparkir di sana, mobil itu terlihat sangat mencolok karena berbeda dari mobil-mobil yang lainnya.
"Tunggu, bukankah mobil ini adalah mobil yang sempat trending waktu itu?"
"Benar! Aku bahkan masih menyimpan videonya!"
Tujuan awal mereka datang ke area parkir adalah untuk melihat mobil pemberian Daniel, namun keberadaan mobil sport hitam itu justru membuat mereka semua lupa pada tujuannya, bahkan mereka tidak segan-segan untuk mengambil gambar bersama mobil tersebut.
"Daniel, dimana mobil-mu?"
"Bukan mobilku, tapi mobilmu, itu dia" jawab Daniel mengarahkan telunjuknya pada mobil sport hitam tersebut.
"Daniel, ini tidak lucu."
"Aku tidak bercanda, Alisha. Jika tidak percaya, pencet tombol di kuncinya"
Dengan sedikit ragu-ragu, Alisha memencet tombol di kunci tersebut dan benar saja, saat tombol itu ditekan dengan jarinya, mobil sport hitam itu langsung mengeluarkan suara.
Terkejut, semua orang bahkan Alisha sendiri benar-benar terkejut ketika mendengar suara mobil itu, yang lainnya kaget karena berpikir jika pemiliknya sudah datang, sementara Alisha, dia kaget ketika mengetahui dialah pemilik mobil itu.
Alisha yang masih bingung langsung menoleh pada Daniel, namun suaminya itu malah tersenyum lembut padanya, "Kau suka?"
"I-ini..."
"Nanti aku jelaskan, bagaimana kalau kita jalan-jalan dengan mobil barumu."
Alisha hanya bisa mengangguk untuk menanggapi tawaran suaminya itu, karena dalam benaknya sekarang ada terlalu banyak tanda tanya, hingga membuatnya bingung dan tidak tahu harus berkata apa pada Daniel.
"Maaf semuanya, aku dan Alisha ingin jalan-jalan sebentar" ucap Daniel, kemudian membuka pintu mobil dan mempersilahkan Alisha masuk.
Semua orang hanya bisa menganga menyaksikan mobil sport tersebut meninggalkan area parkir, tak terkecuali Dewi yang sebelumnya ingin merendahkan menantunya itu, tapi sekarang, ia benar-benar kehabisan kata-kata.
"Daniel."
"Aku akan menjelaskan semuanya, tapi tidak saat ini, karena sekarang, aku ingin menghabiskan malam berdua denganmu saja, apakah boleh?"
"Kenapa bertanya, aku ini istrimu dan kau boleh melakukan apapun padaku."
"Benarkah? Bagaimana jika aku meminta hak-ku sebagai suamimu, apakah tidak masalah?"
Alisha tertunduk, rona merah nampak menghiasi pipinya yang putih, namun kemudian, ia menganggukkan kepalanya sebagai jawaban atas keinginan Daniel.
"Terima kasih."
"Tapi setelah itu, kau harus menjelaskan semuanya padaku, karena aku tidak ingin ada kebohongan apapun dalam rumah tangga kita nanti."
Daniel menoleh sesaat dan menunjukkan senyuman terbaiknya, lalu ia kembali fokus ke jalanan, "Aku janji, setelah ini, kau akan mendengar semua hal tentang diriku."