
Perdebatan yang cukup panjang itu akhirnya selesai setelah Tuan Handoko menjadi penengah diantara mereka, meski begitu, Dewi masih tetap teguh pada pendiriannya yang menganggap Daniel lah yang telah membawa putrinya pergi dari rumah, bahkan ia mengancam akan melaporkan Daniel pada polisi.
"Sudah cukup Dewi! Apa kau sudah tidak menganggap keberadaan ku lagi?"
"Baiklah, aku tidak akan membahas hal ini lagi, tapi pemuda sialan ini harus pergi dari rumah ini!" ujar Dewi.
"Tidak, Bu. Daniel akan tetap tinggal di sini bersamaku, dan jika Daniel pergi maka aku juga akan pergi!" sahut Alisha.
"Jangan bodoh Alisha! Laki-laki tidak berguna ini tidak akan mampu menghidupi mu, bahkan aku tidak yakin apa kau akan tahan setelah bersamanya selama satu Minggu!"
"Baiklah, kalau begitu akan aku buktikan!" Alisha kemudian pergi meninggalkan mereka dan langsung menuju kamarnya, setelah beberapa menit berlalu, ia keluar lagi dengan membawa koper yang cukup besar.
"Daniel, mari kita tinggalkan rumah ini!" ucapnya, kemudian menarik tangan Daniel.
"Alisha, Daniel, tunggu! Kalian mau kemana?" tanya Johan.
"Aku akan pergi kemanapun Daniel pergi" jawab Alisha.
"Biarkan saja mereka pergi, aku ingin lihat bagaimana Alisha akan bertahan hidup dengan pemuda tidak berguna itu!" sahut Dewi.
"Ya, ibu lihat saja, aku dan Daniel akan menjalani kehidupan kami sendiri, dan jangan pernah ikut campur dengan urusan kami lagi!"
Setelah menyelesaikan kalimatnya, Alisha kemudian menarik tangan Daniel dan pergi meninggalkan kediaman kakeknya, walaupun masih belum mengetahui kemana mereka akan pergi, namun yang terpenting bagi Alisha sekarang adalah keluar dari rumah keluarga Handoko.
Sebenarnya, Alisha sama sekali tidak memiliki niat untuk pergi meninggalkan rumah kakeknya, hanya saja, ia sudah tidak tahan melihat sikap ibunya yang selalu saja merendahkan dan meremehkan suaminya.
Memang benar jika dia masih belum bisa menerima Daniel sepenuhnya, tapi apa yang telah dilakukan oleh Daniel sebelumnya sudah mulai membuka pintu hatinya yang telah tertutup, bahkan, ia sudah mulai berusaha untuk menjadi istri yang baik bagi Daniel, salah satunya adalah dengan tidak membiarkan suaminya direndahkan oleh ibunya sendiri.
Di pinggir jalan.
"Alisha, apa kau yakin dengan keputusanmu ini? Maksudku, kau sudah terbiasa hidup mewah di rumah keluarga Handoko, jika kau tiba-tiba saja keluar dari sana, aku takut kau..." Daniel langsung menghentikan ucapannya ketika melihat tatapan tajam Alisha.
"Daniel, aku sedang berusaha untuk menjadi istri yang baik, jadi kau harus mendukung keputusanku ini, bukannya malah mempertanyakan keputusanku!"
"Baiklah, aku tidak akan mengatakan apapun lagi" sahut Daniel.
"Jadi, kemana tujuan kita sekarang?" tanya Daniel.
Alisha menggelengkan kepalanya, ia sendiri juga tidak tahu harus pergi kemana, sebenarnya ia ingin pergi ke hotel dan menginap selama beberapa hari di sana, tapi saat pergi meninggalkan kediaman keluarga Handoko, ia tidak membawa apapun, atau lebih tepatnya ia lupa untuk mengambil dompetnya yang ia letakkan di atas meja.
"Aku tidak bisa menghubungi teman-teman ku, karena ponselku hilang saat bawahan David menculik ku" ucap Alisha.
"Hah" David menghela napas pelan, ia benar-benar tidak menyangka jika istrinya itu termasuk orang yang cukup ceroboh.
Saat keduanya tengah dilanda oleh rasa bingung karena tidak tahu harus pergi ke mana, David tiba-tiba saja teringat dengan sesuatu, "Omega!" ucapnya dalam hati.
"Ada apa Tuan?"
"Aku ingin melihat Hadiah yang aku terima karena telah mengupgrade sistem!"
"Baik, Tuan!"
Ding!
[Selamat! Tuan telah berhasil mendapatkan uang sebesar 400 juta rupiah!]
Ding!
[Selamat! Tuan berhasil mendapatkan sebuah vila mewah di kawasan Great Mountain Villa!]
Daniel tersenyum senang mendengar dua hadiah yang berhasil ia dapatkan setelah mengupgrade sistem, dan sangat kebetulan, salah satu hadiah yang ia dapatkan adalah sesuatu yang sangat ia butuhkan sekarang, tapi masalahnya adalah, ia sendiri tidak mengetahui dimana kawasan Great Mountain Villa berada.
"Alisha, apa kau tahu dimana kawasan Great Mountain Villa berada?" tanya Daniel.
Alisha mengangguk pelan, "Tentu, tapi kenapa kau menanyakan tempat itu?"
"Baguslah, aku baru ingat jika seorang temanku memiliki satu vila di sana, dan kabar baiknya adalah, dia mengizinkan aku untuk tinggal di sana" jawab Daniel.
"Apa?" Alisha sangat kaget ketika mendengar perkataan suaminya itu, "Daniel, ini tidak lucu sama sekali!"
"Aku tidak bercanda, Alisha! Jika kau masih tidak percaya..." Daniel menghentikan ucapannya, kemudian mengeluarkan sebuah kunci dari saku celananya, "Lihat, ini adalah kunci villa milik temanku itu" ucapnya sembari menunjukkan kunci itu pada Alisha.
Sebenarnya, kunci itu tidak berada dalam saku celana Daniel, tapi ada dalam penyimpanan sistem, hanya saja, akan terlihat aneh jika tiba-tiba saja ada kunci ditangannya, lagipula, dia bukanlah seorang pesulap yang bisa memunculkan barang begitu saja.
Selain itu, Alisha tentu akan curiga padanya jika ia tiba-tiba saja bisa memunculkan kunci itu di telapak tangannya. Oleh sebab itu, ia memindahkan kunci yang semula berada dalam penyimpanan sistem ke dalam saku celananya, agar Alisha percaya dan tidak curiga padanya.
"Daniel, apa kau yakin ini adalah kunci villa di Great Mountain Villa?" tanya Alisha memastikan.
"Aku berani bersumpah untuk itu" jawab Daniel.
"Kalau kau masih tidak percaya, lebih baik kita memastikannya secara langsung" lanjutnya.
"Baiklah, tapi jangan sampai kau berbohong!" sahut Alisha.
Meski masih sulit bagi Alisha untuk percaya pada perkataan Daniel, tapi tidak ada salahnya jika ia datang ke sana untuk memeriksanya secara langsung, dan jika apa yang dikatakan oleh Daniel adalah benar, itu artinya mereka bisa tinggal di kawasan vila super elit di kota A ini.
Walaupun mereka tidak akan tinggal di sana untuk selamanya, tapi tinggal selama beberapa hari di villa mewah adalah suatu keberuntungan bagi mereka, apalagi sekarang ini mereka tidak punya tujuan dan juga tempat tinggal. Jadi, satu-satunya pilihan adalah datang ke sana.
"Tunggu dulu, bagaimana kita bisa ke sana? Aku tidak membawa uang sama sekali!" ucap Alisha.
David menunjukkan senyuman terindahnya, "Tenang saja, aku masih punya sedikit simpanan."
"Tapi itukan uangmu"
"Alisha, kau adalah istriku, jadi uangku adalah uangmu juga" ucap Daniel, kemudian menghentikan taksi yang kebetulan lewat didekat mereka.
"Bawa kami ke Great Mountain Villa" ucap Daniel pada supir taksi.
"Baik Tuan" jawab supir taksi, kemudian melakukan mobilnya menuju ke Great Mountain Villa.
Selama perjalanan, Alisha yang masih penasaran kemudian menanyakan masalah vila itu kepada Daniel, namun Daniel masih memberikan jawaban yang sama, yaitu villa tersebut adalah milik temannya dan ia mengizinkan mereka untuk tinggal di sana, hanya saja, Daniel tidak menyebutkan siapa nama temannya itu pada Alisha.